Bab 3: Blackmail & Panggilan Pertama
1395Please respect copyright.PENANAnyXzwUYgeh
Pukul dua dini hari, Nadia terbaring di kamar kosannya yang sempit. Tubuhnya masih terasa sakit di mana-mana. Setiap gerakan membuat memeknya yang masih bengkak berdenyut pelan, mengingatkannya pada sperma kental yang masih tersisa di dalam. Ia sudah mandi berulang kali, tapi bau maskulin pria-pria itu seolah menempel di kulit putih mulusnya. Air mata kembali mengalir saat ia memeluk bantal.
1395Please respect copyright.PENANApVr4rdpEub
Laras, teman sekosnya, sudah tidur di kamar sebelah. Nadia bersyukur karena tidak perlu menjawab pertanyaan. Tapi ponselnya bergetar. Nomor Reyhan.
1395Please respect copyright.PENANA2Ae0RwwhBW
Dengan tangan gemetar ia buka pesan itu. Video. Panjang. Mulai dari foreplay di sofa hingga saat ia squirting berulang kali di tengah gangbang brutal. Suaranya sendiri terdengar jelas di video — jeritan, erangan, bahkan permohonan mesum yang keluar tanpa kendali. Wajahnya yang basah air mata, payudaranya bergoyang, memek pinknya yang mengembang dan menetes sperma.
1395Please respect copyright.PENANApf0AnvgKJz
Pesan Reyhan menyusul:
“Besok malam jam 12 tepat di kosan kami. Kalau telat 5 menit saja, video ini akan masuk ke grup kelas lo dan disebar ke seluruh kampus. Paham, slut kecil?”
1395Please respect copyright.PENANARGWo37rZK1
Nadia menangis tersedu. Ia ingin menolak, ingin melapor polisi, tapi wajah orang tuanya terbayang. Ayahnya yang baik hati, ibunya yang selalu bangga karena anaknya “gadis baik-baik”. Semua akan hancur. Dengan hati hancur ia balas singkat: “Iya, Kak.”
1395Please respect copyright.PENANAsjsNbZ5l3c
Sepanjang hari berikutnya Nadia seperti mayat hidup. Di kampus ia berjalan dengan kepala tertunduk, takut bertemu siapa pun dari geng Reyhan. memeknya masih terasa sensitif setiap kali ia duduk. Anal plug kecil yang mereka pasang sebelum pulang semalam masih di dalam, mengingatkannya setiap langkah. Sensasi penuh di anal membuatnya basah tanpa bisa dicegah.
1395Please respect copyright.PENANAjyNUp2UkKs
Malam itu pukul 11.45, Nadia sudah berdiri di depan kosan geng Reyhan yang terletak di pinggir kampus. Ia memakai hoodie longgar dan celana pendek, berusaha terlihat biasa. Pintu terbuka sebelum ia mengetuk. Reyhan berdiri di sana, hanya memakai celana pendek, dada atletisnya terpapar.
1395Please respect copyright.PENANArZ83rOQVNk
“Masuk,” perintahnya dingin.
1395Please respect copyright.PENANAn1SyRsWVsY
Di dalam ruang tamu kosan yang luas, Dika, Farel, dan Bagas sudah menunggu. Mereka tersenyum melihat Nadia yang gemetar. Farel memegang ponsel, memutar video itu di layar besar televisi. Suara Nadia yang menjerit kenikmatan menggema di ruangan.
1395Please respect copyright.PENANAzbiP8DA0Wm
“Lo lihat sendiri kan betapa mesumnya lo?” tanya Farel sambil tertawa pelan. “Tubuh lo diciptakan untuk ini, Nad.”
1395Please respect copyright.PENANAnkjRzTeig4
Nadia menunduk, air mata jatuh ke lantai. “Aku… aku akan lakukan apa saja. Tapi tolong jangan sebarkan.”
1395Please respect copyright.PENANAxYevb0lZAY
Reyhan mendekat, tangannya memegang dagu Nadia, memaksa gadis itu menatap matanya. “Bagus. Mulai malam ini lo resmi jadi mainan kami. Lepas baju.”
1395Please respect copyright.PENANAwVZlfQRka8
Dengan tangan gemetar Nadia membuka hoodie, lalu celana pendeknya. Ia berdiri telanjang di tengah ruangan. Kulit putih mulusnya memerah karena malu. puting payudaranya sudah mengeras meski ia tak mau. memeknya yang masih bengkak sedikit basah.
1395Please respect copyright.PENANAtL8to0krUr
Reyhan mengambil kalung hitam dengan liontin kecil berbentuk huruf “R”. Ia memasangkannya di leher Nadia. “Ini kalung budak lo. Selama lo pakai ini, lo milik kami.”
1395Please respect copyright.PENANAjPbHSNNz7o
Mereka membawa Nadia ke kamar utama yang sudah disiapkan. Di langit-langit ada kait suspension. Reyhan mengangkat kedua tangan Nadia, memasang cuff kulit di pergelangan tangannya, lalu mengaitkannya ke atas hingga tubuh mungil gadis itu tergantung. Kakinya hampir tidak menyentuh lantai, hanya ujung jari kaki yang menapak sedikit. Posisi ini membuat payudaranya terangkat, memeknya terbuka lebar.
1395Please respect copyright.PENANAgjjH72tVSz
“Mulai foreplay panjang malam ini,” bisik Reyhan di telinga Nadia. “Lo harus belajar menahan orgasme sampai kami izinkan.”
1395Please respect copyright.PENANAWoye1ebSEZ
Bagas mendekat dengan es batu. Ia mengusapkan es itu pelan ke puting kiri Nadia. Sensasi dingin tajam membuat gadis itu tersentak dan menggeliat di gantungan. “Ahh! Dingin…!” Es meleleh, air dingin menetes ke perut rata dan terus ke bawah.
1395Please respect copyright.PENANAPVmM5zlIJo
Dika di belakang memegang cane tipis. Ia menampar pelan pantat Nadia. *Swish… plak!* Rasa panas menyengat muncul setelah dingin. Nadia menjerit kecil. Setiap tamparan cane meninggalkan garis merah tipis di kulit putihnya.
1395Please respect copyright.PENANAdPHNpZOpjd
Reyhan berlutut di depan memek Nadia yang tergantung terbuka. Ia meniupkan napas hangat ke kristorisyang sudah membengkak. Lidahnya menjilat pelan, hanya ujung, berputar-putar di sekitar kristoristanpa menyentuh langsung. Nadia menggeliat hebat, rantai suspension berderit. “Kak… please… sentuh lebih…”
1395Please respect copyright.PENANAELmEb7OzrE
“Belum boleh,” jawab Reyhan tegas. Ia memasukkan dua jari ke dalam memek Nadia yang sudah banjir, mengaduk perlahan sambil menghindari titik paling sensitif. Suara basah *slosh slosh* terdengar memalukan. Cairan Nadia menetes ke lantai membentuk genangan kecil.
1395Please respect copyright.PENANAQnN6BRuijS
Farel memasang gag ball di mulut Nadia. Bola merah besar itu memaksa mulutnya terbuka lebar, air liur langsung menetes dari sudut bibir. “Ini biar lo nggak bisa teriak terlalu keras,” katanya sambil menyalakan vibrator kecil yang ditempelkan ke kristorisNadia dengan plester medis.
1395Please respect copyright.PENANA3hM5mmtGIp
Getaran rendah langsung menyerang kristoris Nadia menggeleng-geleng, tubuhnya bergoyang di gantungan. Kakinya yang gemetar mencoba menutup tapi tak bisa. Sensasi getaran yang terus-menerus membuatnya mendekati orgasme dengan cepat.
1395Please respect copyright.PENANAJlx9PQrthE
“Jangan keluar,” perintah Reyhan sambil menampar paha dalam Nadia. *Plak!* “Tahan.”
1395Please respect copyright.PENANAd5usITgifZ
Nadia menangis di balik gag ball. Air liurnya menetes deras ke payudara. Tubuhnya bergetar hebat, otot perutnya mengejang. Ia berada di ambang klimaks tapi dilarang melewatinya. Rasa frustrasi bercampur kenikmatan menyiksa membuat pikirannya kabur.
1395Please respect copyright.PENANAad3AdWi9vU
Reyhan berdiri, membuka celananya. kontol 19 cm-nya sudah keras sempurna. Ia mengusapkan kepala kontol itu ke bibir memek Nadia yang basah, menggesek naik turun lama sekali, tapi tidak memasukkan. Sensasi panas tebal itu membuat memek Nadia berdenyut liar, mencoba menelan.
1395Please respect copyright.PENANAHDt4lAuLZ6
“Lo haus kontol kan? Lihat mata lo,” bisik Reyhan posesif. “Dari sekarang, setiap malam lo harus datang kalau kami panggil. Mengerti?”
1395Please respect copyright.PENANAxsjWhFd1eY
Nadia mengangguk lemah di gantungan, air mata mengalir. Getaran vibrator di kristoris semakin membuatnya gila.
1395Please respect copyright.PENANA7JpgLKNavH
Akhirnya Reyhan mendorong masuk perlahan. Hanya setengah kontolnya. Ia bergerak sangat lambat, keluar masuk hanya beberapa senti, menggoda dinding depan memek Nadia. Sementara itu Bagas memainkan lubang anal dengan jari yang sudah dilumasi. Ia memasukkan anal plug yang lebih besar dari kemarin, memutar-mutarnya pelan.
1395Please respect copyright.PENANAAdFpM8tg64
Sensasi penuh di dua lubang membuat Nadia hampir pingsan. Pinggulnya bergerak sendiri mencoba menelan lebih dalam.
1395Please respect copyright.PENANAazOlSoZ65x
Reyhan akhirnya mendorong seluruhnya. kontol tebalnya memenuhi memek Nadia hingga pangkal. Ia mulai menghantam dengan ritme sedang sambil memegang pinggul gadis yang tergantung. Setiap hantaman membuat tubuh Nadia bergoyang seperti pendulum. Payudaranya bergoyang liar, putingnya mengeras.
1395Please respect copyright.PENANA45mK8pFTEz
“Glk… glk…” suara gag ball dan air liur Nadia bercampur erangan tertahan.
1395Please respect copyright.PENANATML55X143o
Dika dan Farel bergantian memainkan payudara dan puting Nadia. Sesekali mereka mencubit keras atau menampar ringan. Reyhan terus menghantam sambil berbisik kotor, “Lo milik aku, Nad. kontol lain boleh masuk, tapi lo paling haus kontol aku kan? Katakan lewat mata lo.”
1395Please respect copyright.PENANA5iQobefxiw
Nadia mengangguk kuat-kuat, matanya penuh permohonan.
1395Please respect copyright.PENANABovlPIS0mM
Reyhan mempercepat. Ia menekan vibrator di kristorislebih kuat. Akhirnya ia berbisik, “Sekarang. Keluar.”
1395Please respect copyright.PENANADGrgIbvXli
Nadia meledak. Orgasme hebat menyapu seluruh tubuhnya. memeknya berdenyut kuat menggenggam kontol Reyhan, squirting deras membasahi paha Reyhan dan lantai. Tubuhnya kejang di gantungan, kaki gemetar tak terkendali, air mata banjir. Suara erangannya tertahan di balik gag ball terdengar seperti ratapan kenikmatan.
1395Please respect copyright.PENANAm0wFMpfJE5
Reyhan menyemburkan sperma panasnya jauh ke dalam, creampie tebal membuat perut Nadia terasa kembung lagi. Ia menarik keluar perlahan, melihat sperma putih kental menetes dari memek yang menganga.
1395Please respect copyright.PENANAS3TYQ0S3EZ
Tapi malam belum berakhir. Mereka melepaskan Nadia dari suspension, tapi langsung memasang hood hitam di kepalanya. Hanya lubang hidung dan mulut yang terbuka. Dunia Nadia menjadi gelap total. Ia hanya bisa merasakan sentuhan, bau, dan suara.
1395Please respect copyright.PENANA1IPrzZN27l
Mereka meletakkan tubuhnya di atas meja rendah. Dika memasukkan kontol raksasanya ke mulut Nadia yang masih memakai gag ball (mereka lepas sementara). Deepthroat brutal dimulai. kontol Dika yang 21 cm memaksa masuk hingga tenggorokan, membuat leher Nadia terlihat membulat. *Glug glug glug* suara tersedak memenuhi ruangan.
1395Please respect copyright.PENANA7jJuuejWlj
Sementara itu Reyhan dan Farel melakukan double penetration di memek dan anal. Dua kontol sekaligus meregang kedua lubang Nadia hingga maksimal. Sensasi penuh, meregang, berdenyut, dan sakit nikmat membuat tubuhnya kejang lagi.
1395Please respect copyright.PENANAHCLWVK5BNs
Mereka bergantian selama lebih dari satu jam. Nadia kehilangan hitungan orgasme. Tubuhnya sudah lemas total, hanya bisa pasrah di tengah kegelapan hood. Setiap creampie membuat perutnya semakin kembung. sperma menetes dari memek dan analnya yang merah membengkak.
1395Please respect copyright.PENANAzFgINLbiV0
Di akhir sesi, Reyhan membuka hood Nadia. Ia memeluk tubuh gadis itu yang basah keringat dan cairan, berbisik lembut tapi posesif, “Lo sudah mulai menikmati kan? Besok malam lagi. Dan ingat, kalau lo coba dekati cowok lain, hukumannya akan jauh lebih berat.”
1395Please respect copyright.PENANAbViblYt3z4
Nadia hanya bisa mengangguk lemah. Di dalam hatinya, trauma masih ada, tapi benih ketagihan sudah tumbuh semakin kuat. Tubuhnya yang sangat responsif mulai merindukan sentuhan kasar ini meski pikirannya masih menolak.
1395Please respect copyright.PENANAus5Gb0f9iO
Ia pulang menjelang subuh dengan kalung budak masih melingkar di lehernya, tersembunyi di balik hoodie. Langkahnya pincang, memek dan analnya masih penuh sperma. Laras yang kebetulan bangun pagi melihat Nadia masuk kamar dengan wajah pucat dan rambut acak-acakan.
1395Please respect copyright.PENANAG4bpE7XZus
“Nad… lo dari mana malam-malam begini?” tanya Laras curiga.
1395Please respect copyright.PENANAkecXHfQaMJ
Nadia hanya tersenyum lemah. “Jalan-jalan… ketemu teman.”
1395Please respect copyright.PENANA35Am0pH4b6
Ia berbaring di kasur, merasakan denyutan di memeknya yang masih basah. Malam ini baru permulaan rutinitas baru yang gelap.
LANJUTAN CERITA https://lynk.id/novelhambilah1395Please respect copyright.PENANADjooFbteoC
1395Please respect copyright.PENANAeXVx0r0tGm


