“Mau kemana?” Mimah tersenyum hangat menyambut Abidzar dan Celine yang kompak keluar kamar.
940Please respect copyright.PENANA95os5skzUa
“Mau ke sawah, bu. Mau bantu-bantu sambil isi waktu luang, Celine kebosanan..” jawabnya.
940Please respect copyright.PENANAGn6ebGsrJL
Celine hanya diam dengan senyum tipis yang canggung.
940Please respect copyright.PENANAYnKxsdXMzq
“Celine pakaiannya terlalu bagus, ibu ada pakaian khusus ke sawah, sebentar.” Mimah terlihat senang dengan perkembangan keduanya.
940Please respect copyright.PENANAMScrWsV0we
“Iya, pakaian kamu terlalu bagus.” Abidzar tersenyum sambil mengusap puncak kepala Celine. “Hari ini percobaan ke dua, semoga lulus lagi ya..”
940Please respect copyright.PENANA0TYUkauuOG
Celine menepis usapan mendebarkan itu agak salah tingkah. “Ck! I-iya,” balasnya.
940Please respect copyright.PENANAbZ17szTU63
Celine menatap Mimah yang datang dengan kaos lusuh, celana bunga-bunga yang begitu norak.
940Please respect copyright.PENANA6tB07LCBaJ
“Nah, ini juga ibu ada topi pemberian dari bu Dewi, ibu belum pernah pakai,”
940Please respect copyright.PENANAWXbO4VnJEX
Celine menerima itu dengan ragu, dia harus memakai pakaian yang norak, lusuh, dan saling tabrakan warna?
940Please respect copyright.PENANARU4wvCfsFS
“Gih, ganti.” Abidzar menuntun Celine kembali ke kamar dan dia memilih menunggu di luar sambil ngobrol dengan Mimah.
940Please respect copyright.PENANANLgt96qlwh
“Celine sungguh mau pergi, Abi?” Mimah mengusap lengan Abidzar sekilas dengan senang.
940Please respect copyright.PENANAP7Vxm0Od82
“Iya, bu. Aku bikin dia perlahan berbaur, agar terbiasa.”
940Please respect copyright.PENANAv8XKHOMiR9
“Tanpa berontak? Sungguh?”
940Please respect copyright.PENANAlZOPQUKlLe
“Hm, Celine sepertinya mulai luluh walau kadang masih gengsi dan ketus, tapi perkembangannya baik sekarang,” jawabnya yang semakin membuat Mimah senang.
940Please respect copyright.PENANAletKGAOZ8E
“Benarkan kata ibu, dengan kesabaran, kelembutan dan perhatian, perlahan sekeras apapun akan luluh,”
940Please respect copyright.PENANAyPngJjn3ib
“Iya, bu. Dan pada dasarnya Celine baik,”
940Please respect copyright.PENANANqifx5y1qi
Celine di kamat mendengar itu menghangat, padahal dia sudah nakal dan membuat onar di desa ini. Tapi tetap saja dianggap baik.
940Please respect copyright.PENANAro9jZ8vjzJ
Membuat perasaannya tak enak dengan ketulusan suami dan mertuanya itu.
940Please respect copyright.PENANAdkuub9OHfP
Apa sudah saatnya dia benar-benar memperbaiki diri dan percaya pada mereka?
940Please respect copyright.PENANAy2PAWpLpuN
***
940Please respect copyright.PENANAowbBGeDNHd
Celine terlihat risih dengan yang dipakainya. Dia pernah mengatai para petani lusuh dan dia mengalaminya kini.
940Please respect copyright.PENANANHMMXJPdwj
“Kita ke sawah, mau turun juga. Jadi sayang kalau pakai pakaian bagus,”
940Please respect copyright.PENANA3qPuWqcem1
Celine menoleh menatap Abidzar yang memakai kaos lusuh juga, dia baru sadar.
940Please respect copyright.PENANAn9HYJQSbXy
“Kita kotor-kotoran,” tambah Abidzar dengan terus menuntun Celine menelusuri jalan setapak yang pinggiran-pinggirannya sudah sawah itu.
940Please respect copyright.PENANAModOi7kOeC
Celine memperhatikan langkahnya sampai tergelincir beberapa kali. Untungnya Abidzar sigap menangkap.
940Please respect copyright.PENANAkEgksYCUiU
“Jalannya di depan, aku arahin dari belakang.” Abidzar agar mudah menangkap Celine jika jatuh tergelincir.
940Please respect copyright.PENANAOYBztxMfjf
Celine kembali merasa berdebar, begitu di perhatikan.
940Please respect copyright.PENANAqCYAn0sXCw
“Belok kiri,”
940Please respect copyright.PENANAiYhjxPM0L9
Celine pun belok, menatap banyaknya para petani yang sibuk dengan yang mereka tanam.
940Please respect copyright.PENANARmZRDg6Wcs
“Siang, pak.” sapa Abidzar dengan ramahnya.
940Please respect copyright.PENANATl3HctMkyh
Celine terlihat gugup saat mereka mengangkat pandangan, melihat dia dan Abidzar. Kali ini apa yang mereka pikirkan.
940Please respect copyright.PENANAt2jBsgGWxM
Apa mereka takut hasil tanamnya dia hancurkan?
940Please respect copyright.PENANAyctviHkKJl
“Eh pengantin baru, pagi Abi, pagi neng Celine..” balas mereka silih berganti, dengan ramahnya.
940Please respect copyright.PENANAVCCNhInJW9
Celine hanya tersenyum canggung. Meremas gugup jemari Abidzar yang menuntun sebelah tangannya.
940Please respect copyright.PENANAE854Hj9kiW
“Ga papa, mereka semua udah maafin kamu,” bisik Abidzar.
940Please respect copyright.PENANARHGL8fn2Dn
“E-emangnya gue kenapa!” ketusnya lalu melanjutkan langkahnya dan “Ahk!” pekiknya saat sebelah kaki masuk ke sawah basah penuh lumpur.
940Please respect copyright.PENANAm3xr2LQcVi
Abidzar menangkapnya segera, membuat Celine tidak jatuh terlalu dalam.
940Please respect copyright.PENANAAUylhkymWg
“Iuuhhh!” jerit Celine merengek.
940Please respect copyright.PENANAM25VM5A31c
Petani di sana hanya tersenyum sambil menggeleng samar, anak manja dari kota memang beda. Pikir mereka.
940Please respect copyright.PENANAMwavxynA85
Abidzar menggendongnya agar kembali ke posisi awal. “Ga papa, kitakan mau kotor-kotoran.” lalu Abidzar benarkan celana yang hampir melorot itu.
940Please respect copyright.PENANAl8tfshy1VF
Celine hanya menekuk wajahnya sebal.
940Please respect copyright.PENANAwtdYrWaglC
“Ngasuh anak, nak Abi,” canda pak Wahid.
940Please respect copyright.PENANARl4sUiOJzp
“Iya, pak.” Abidzar terkekeh sambil masih membenarkan celana yang ternyata kedodoran di Celine itu.
940Please respect copyright.PENANACYtniBhRDJ
Tak heran, tubuh Celine tipis akibat dietnya itu.
940Please respect copyright.PENANAk6Aj7cTN04
“Sebentar, aku iket dulu biar ga melorot.”
940Please respect copyright.PENANAVQ6iWWlucv
Celine semakin menekuk wajahnya. Apa katanya tadi, anak? Andai saja dia tidak sedang ingin berubah, sudah di pastikan dia akan cabuti semua benih yang bapak itu tanam.
940Please respect copyright.PENANA45flov2H43
“Yuk jalan lagi,” Abidzar mengusap topi Celine. “Jangan cemberut, senyum tipis aja. Nanti kebiasaan,” lanjutnya.
940Please respect copyright.PENANAF5qPMDIpM9
Celine mendelik karena banyak sekali maunya.
940Please respect copyright.PENANAj8nZIU6lTf
“Senyum,” Abidzar menatapnya lembut dengan senyuman, tidak merasa takut dengan delikannya.
940Please respect copyright.PENANAJfJkERPpgY
Celine pun tersenyum.
940Please respect copyright.PENANARwUD7ZjkeH
“Nah, cantik.” Abidzar terlalu lembut, terkesan tengah mengasuh anak itu benar.
940Please respect copyright.PENANA6WMsJXR545
***
940Please respect copyright.PENANATivbWdCb3o
“Gini?”
940Please respect copyright.PENANA23DrxAHDrk
“Pinter, iya gitu.”
940Please respect copyright.PENANAifflu9niNj
Celine terlihat bagai anak kecil yang terus ingin mendapat pujian dan ketagihan dipuji.
940Please respect copyright.PENANA2cTrINyjjF
Abidzar senang sekaligus sedih.
940Please respect copyright.PENANA4hZje0OK75
Celine anak baik yang hanya ingin dipuji, hal sekecil apapun. Dia membutuhkan perhatian bukan perbandingan.
940Please respect copyright.PENANAkksNRvvMNu
Lihat, lucunya dia sekarang yang mau turun ikut menanam padi. Terus saja meminta pujian atas kerjanya yang bagus.
940Please respect copyright.PENANAYjzvy2Eh7B
“Gini?”
940Please respect copyright.PENANAlAlH24S0jq
Abidzar tertawa pelan, untung dia sabar. Setiap padi yang berhasil di tanam masa harus terus dapat pujian.
940Please respect copyright.PENANAy7po0gMNZc
“Iya, udah bisa ya.. Kamu cepet belajar,” Abidzar bersuara takjub.
940Please respect copyright.PENANAZo2PltQRTw
Celine semakin melambung, bersemangat menanamnya walau di belakangnya Abidzar membenarkan hasil yang di tanamkan Celine.
940Please respect copyright.PENANAQnqbuoj6zL
Hanya beberapa yang sesuai, yang lainnya hanya asal nempel di atas lumpur dan tidak tertancap.
940Please respect copyright.PENANAfZQiWu03cp
Kedua kaki Celine sudah kotor, sekarang sepertinya Celine tidak peduli lagi soal itu. Saat awal turun menjerit dan mengeluh, tapi sekarang terlihat nyaman.
940Please respect copyright.PENANA1hqamB5o13
“Gini,”
940Please respect copyright.PENANACh1auaDX0B
“Iya,” astaga Abidzar jadi gemas.
940Please respect copyright.PENANAL6O8qinmAc
“Ah.. Pegel,” Celine yang terus membungkuk menegakan dulu tubuhnya.
940Please respect copyright.PENANAoqd6Hm4yM9
“Mau istirahat, neng Celine?”
940Please respect copyright.PENANAqGrHxznHOS
Celine menatap pria tua ramah itu. Padahal sudah terlihat kakek-kakek tapi masih bisa turun ke sawah.
940Please respect copyright.PENANAL5m2osfv3o
“Mau.” jawabnya pelan.
940Please respect copyright.PENANAdqh2xK4MJo
Abidzar tersenyum. “Ayo, kita duduk sama kakek di sana.” ajaknya sambil menuntun Celine yang ragu.
940Please respect copyright.PENANAPsLHYW7PAn
***
940Please respect copyright.PENANAdO80PLCkmX
“Sejuk mungkin, kek.” Abidzar menatap Celine yang terlelap di gubug kayu yang biasa para petani tempati untuk beristirahat.
940Please respect copyright.PENANAOemgfDIJuj
Celine tidur cukup lama, hingga Abidzar selesai dengan tugasnya barulah Celine bangun.
940Please respect copyright.PENANAODK7VjhSqJ
“Kita pulang,”
940Please respect copyright.PENANArku8iapnJU
“Padinya,” tunjuk Celine masih agak linglung setengah mengantuk.
940Please respect copyright.PENANAxDOphZlfQM
“Udah selesai.”
940Please respect copyright.PENANAQ0MkMCVjcB
Mereka pulang, membersihkan kaki di air terjun kecil. Membuat Celine merasa healing. Ternyata seru, lumayan menepis kebosanannya.
940Please respect copyright.PENANAi0azOo3FiZ
“Yuk, kita mandi.”
940Please respect copyright.PENANAezTfs7Hr7a
“Bareng.”
940Please respect copyright.PENANANRFipGCvNA
“Ada, ibu.”
940Please respect copyright.PENANAczBixcZ4pq
“Pokoknya bareng!”
940Please respect copyright.PENANAmHx7vXP2L5
“Iya,” dengan lembut Abidzar mengalah. Dia pastikan Celine tidak jatuh dan mereka pun melewati jalanan normal hingga sampai di rumah.
940Please respect copyright.PENANAhzn9rtRF5o
“Kalian mandi dulu, ibu mau ke pasar sama bu Dewi,”
940Please respect copyright.PENANArUtLJuTHKk
“Bukannya jauh ya?” celetuk Celine.
940Please respect copyright.PENANA7Agp74qoIW
“Oh itu, iya jauh. Cuma suami bu Dewi pulang, jadi ada kendaraan.”
940Please respect copyright.PENANALixHCkEaXN
Celine ingin bersuara ikut, ingin kembali berontak tapi anehnya dia tidak bisa saat menatap wajah Abidzar.
940Please respect copyright.PENANA12wWEjUhws
“Oh, kalau gitu hati-hati, bu.”
940Please respect copyright.PENANA5zknQGBIj8
Celine melirik keduanya yang terdiam. Apakah seterkejut itu. Membuatnya salah tingkah dan canggung aja.
940Please respect copyright.PENANAY17wHf564G
“Iya, nak.” Mimah mengusap lengan Celine dengan senang sekali.
940Please respect copyright.PENANA8vT5h4kWTj
Abidzar juga tersenyum dengan menatapnya bangga. Celine mengulum senyum samar, kenapa ya dia senang dibuatnya.
940Please respect copyright.PENANAHCjRWp0jJw
***
940Please respect copyright.PENANAzdTQGTmMuE
Di pinggiran bak mandi Celine duduk, kakinya membelit pinggang Abidzar, lengannya membelit leher Abidzar.
940Please respect copyright.PENANAaOFEdeM5pC
Abidzar menggerakan pinggulnya sesuai keinginan Celine yang katanya ingin cepat.
940Please respect copyright.PENANANxgvWHeW89
“Ah..” Celine merasa bebas menyuarakan suaranya.
940Please respect copyright.PENANAhAplFxM7HH
Abidzar mengecupi rahang Celine, menatapnya lalu kembali mengecupinya. Dia tidak melarang Celine mendesah, toilet paling belakang di rumahnya, tidak akan ada orang melintas di sana.
940Please respect copyright.PENANAljVP9unwF7
Celine terdongak gelisah, merasakan perutnya yang menegang.
940Please respect copyright.PENANAu5sxOCU97o
Abidzar sasar lehernya, dadanya lalu menggendongnya. Bergerak tak lama lalu menurunkannya.
940Please respect copyright.PENANAsjsxy2QhqV
Celine segera memunggungi Abidzar, membungkuk dan mengeratkan pegangan di pinggiran bak air itu.
940Please respect copyright.PENANApS2s4cA3af
Abidzar usap sisi pinggangnya lalu menekannya hingga kembali tenggelam dan bergerak lagi.
940Please respect copyright.PENANAJBO75PzkJb
“Celine,” Abidzar kecupi rambut pirang yang ada di punggung dengan setengah basah itu.
940Please respect copyright.PENANAu52tSYoxMl
Abidzar mulai tertular nakalnya. Dia mulai menggerakan instingnya. Kali ini tidak hanya Celine yang dominan.940Please respect copyright.PENANAe8rNbnbic9


