Celine duduk di pinggiran kasur. Semalam gila sekali. Untuk pertama kalinya ada orang memperlakukannya sebaik itu, selembut itu. Membuatnya tidak bisa melupakannya.
967Please respect copyright.PENANAlal2gOnhYB
Celine melirik lagi sampingnya yang sudah kosong, entah sejak kapan Abidzar tidak ada. Entah sejak kapan juga dia duduk mengingat kelembutan semalam.
967Please respect copyright.PENANASrwnHEcNJJ
Abidzar memperlakukannya bagai tak bernafsu. Memperlakukannya penuh penghayatan, kasih sayang, tidak egois.
967Please respect copyright.PENANA2dhPk4cAdI
Celine bagai melakukan hal itu pertama kali lagi. Dulu, saat melakukan pertama kalinya jelas tidak sebaik Abidzar.
967Please respect copyright.PENANAsJHrUVfHXf
Pria yang membuatnya dan memperkenalkan dunia malam itu, pria kasar yang egois. Menyakitinya, demi kepuasannya.
967Please respect copyright.PENANAlT1CsgjjqG
Dari situ juga, Celine selalu ingin dominan dalam hal itu. Dan semalam untuk pertama kalinya dia memberikan izin Abidzar untuk memimpin.
967Please respect copyright.PENANAn9LmEBbidO
Celine cemas, dia takut tersakiti seperti saat itu yang sampai membuatnya pendarahan dan di rawat.
967Please respect copyright.PENANAULuRZ0pe8l
Tapi ternyata, kecemasannya Abidzar mampu hilangkan. Dengan kelembutan khasnya, dengan suara yang tidak pernah meninggi selama kenal.
967Please respect copyright.PENANAz1UVGKh5Ma
“Celine? Sudah bangun?” suara Mimah menyadarkan pikiran.
967Please respect copyright.PENANArPJmuNXSMS
Celine meraih kaosnya yang dilipat rapih di ujung kasur, pasti oleh Abidzar di bereskan dulu. Semalamkan seperti kapal pecah.
967Please respect copyright.PENANAvSegBkt3E3
“Se-sebentar.” gugup Celine.
967Please respect copyright.PENANAo1b7E01KwW
Ini hari pertama dia akan mencobanya, memelankan suaranya yang selalu ketus, meninggi tidak sopan.
967Please respect copyright.PENANADByq2UICvY
Celine merasa tertarik dengan tawaran Abidzar. Mencoba untuk disayangi. Tidak semua orang seperti orang-orang yang sudah menyakitinya. Mungkin.
967Please respect copyright.PENANAckhtNiAKXS
Mencobanya lalu tersakiti lebih baik dari pada menyesal di dalam kesepian kelak. Kita tidak bisa menyama ratakan jika semua orang itu tidak ada yang baik.
967Please respect copyright.PENANAG8GF1zO3yE
Mungkin hanya belum waktunya saja dipertemukan dengan Orang-orang baik.
967Please respect copyright.PENANAbsxFgJ82kq
“Ayo, sarapan.” Mimah tersenyum keibuan, tidak pernah mengeluh persis seperti Abidzar.
967Please respect copyright.PENANAsP7Jyn8elq
“I-iya.” jawab Celine pelan.
967Please respect copyright.PENANAFY0qmPe2S7
Mimah terdiam sejenak, Celine mau tanpa mendebat atau menolak ketus?
967Please respect copyright.PENANARpxdrV35sY
“Ayo,” Mimah meraih lengan Celine, menuntunnya ke meja makan kayu yang sederhana.
967Please respect copyright.PENANA5jW57bTXTu
Celine hanya diam, mencoba menahan untuk tidak menepis. Dia masih saja merasa risih tak terbiasa.
967Please respect copyright.PENANAaZDAhtSYVb
“Ibu buat udang balado, resep dari bu Dewi.. Semoga suka ya,” Mimah meraih piring, memberikan secukil nasi, memberikan udang dan beberapa sayur oseng lainnya.
967Please respect copyright.PENANAMyeAOVcVnF
Celine diam menatap Mimah yang terus berceloteh dan tersenyum hangat itu. Terlihat senang.
967Please respect copyright.PENANAaWxeR38hDO
Celine menatap piring di depannya. Dia ragu, biasanya Abidzar akan menyuapinya.
967Please respect copyright.PENANA7dQ1Yz5A4p
“Udangnya udah tanpa kulit, langsung makan.”
967Please respect copyright.PENANAgXPRTOBUu0
Celine meraih sendok ragu, jantungnya berdebar melihat kehangatan sosok ibu yang dia rindukan.
967Please respect copyright.PENANAJh1KjDo4QX
“Enak?”
967Please respect copyright.PENANACVLwC2vDmM
Celine mengunyah pelan satu udang yang dia masukan ke dalam mulut lalu mengangguk pelan terlihat canggung.
967Please respect copyright.PENANAALSfabG3iv
“Syukurlah.. Abidzar sedang beli keperluan yang habis ke kota, tadi jam 3 pagi berangkat. Sebentar lagi pasti pulang,”
967Please respect copyright.PENANAiVWMbs86mh
Celine mengunyah pelan, Abidzar menggunakan sepeda setelah melakukan percintaan yang melelahkan. Demi membeli keperluannya yang habis.
967Please respect copyright.PENANAFBGeUY0jvV
Sabun muka dan pasta gigi yang biasa dia pakai. Celine akan menolak jika bukan pasta gigi yang biasa. Bahkan soal sabun dan shampoo juga.
967Please respect copyright.PENANAN56N2AMy46
Perasaan Celine menghangat walau segera dia tepis. Abidzar memang sudah seharusnya begitu sebagai suami.
967Please respect copyright.PENANADLjecQZTX0
Celine mencoba makan udang dengan nasi, ternyata enak. Dia tidak banyak ragu lagi. Membuat Mimah terharu.
967Please respect copyright.PENANAv80KtMXWyT
“Sudah datang?” Mimah menatap Abidzar dengan banyak kantong plastik besar di kedua tangannya.
967Please respect copyright.PENANA59z4WTOOuA
“Iya, bu. Sepeda rusak, untung ada pa Ahmet yang kebetulan mau ke sini jadi ikut ke motornya,” jawabnya.
967Please respect copyright.PENANAcgJGYFo7FS
Abidzar menatap Celine yang bibirnya cemong oleh bumbu balado dari apa yang di makannya. Senyum pun terbit, Celine mau makan tanpa menunggunya?
967Please respect copyright.PENANAsTHqWGuXf2
Apa sungguh Celine mencobanya?
967Please respect copyright.PENANA6msvhkhgkF
“Bisa sore kalau ga ketemu pak Ahmet, tuntun sepeda dari jarak jauh, ibu kasih dulu makanan buat berterima kasih.” Mimah untungnya selesai makan, dia hanya meminum teh sambil menemani Celine yang pertama kalinya mau makan bersamanya.
967Please respect copyright.PENANAtb6bTWFSxa
Celine menatap dalam diam keduanya. Mereka memang orang baik, pantas saja tidak muak melihat tingkahnya.
967Please respect copyright.PENANA5WSgUVbI76
“Enak?” Abidzar duduk di samping Celine dengan mood yang baik walau wajah, pelipisnya, berkeringat dan terlihat lelah.
967Please respect copyright.PENANA0nikY7LL1c
Celine menyudahi makannya karena memang kenyang. Mimah terlalu bersemangat sampai banyak memberikannya lauk pauk.
967Please respect copyright.PENANAOI2EAXggdW
Celine menyeka keringat di pelipis Abidzar. Dia tidak tahu harus bagaimana. Mengucapkan terima kasih bukan kebiasaannya jadi sulit.
967Please respect copyright.PENANAwUSxfVDFyN
Abidzar menyeka pinggiran bibir Celine yang belepotan. “Mau mandi? Sabun muka sama yang lainnya udah ada,” tunjuknya pada barang bawaannya.
967Please respect copyright.PENANAxSTrdaEVzj
“Mandiin.”
967Please respect copyright.PENANAIpni1KyYWl
“Ha? Iya, ayo.” Abidzar tersenyum tipis begitu lembut, telinganya kembali memerah. Dia akan mandi bersama lagi?
967Please respect copyright.PENANAuxquwcQpqN
Abidzar mengusap tengkuknya. Melihat wajah tidak angkuh Celine kenapa membuatnya salah tingkah ya?
967Please respect copyright.PENANADKuBUWrcCy
***
967Please respect copyright.PENANAKn7oncSLVC
“Jaga istri, nak Abi.” tawa pelan terdengar dari ibu-ibu ramah itu.
967Please respect copyright.PENANAk70Q9X7JK5
“Iya, bu Tuti,”
967Please respect copyright.PENANAn94aYSsRKu
Celine hanya diam di tuntun Abidzar berkeliling melihat aktivitas pagi para petani dan anak-anak kecil yang sudah memakai seragam sekolah.
967Please respect copyright.PENANAs7pdF1EQ9r
Celine melihat seragam lusuh mereka. Melihat para petani yang mulai turun ke sawah dengan pakaian lebih lusuh.
967Please respect copyright.PENANAF4rPmgi44c
Mereka sederhana, menikmati hidup dengan penuh rasa syukur. Itu yang Celine lihat.
967Please respect copyright.PENANAlwq0vPXyKA
“Huuuu..” sorak anak kecil yang pernah mendorongnya.
967Please respect copyright.PENANArMi0pMNa9W
Celine tersentak pelan lalu menekuk wajahnya kesal. Namun urung membalas saat genggaman tangannya diusap Abidzar.
967Please respect copyright.PENANAbdvGUZXmSU
“Jangan diladenin,” bisiknya.
967Please respect copyright.PENANAxbGWaImPIp
Celine menatap Abidzar kesal namun sesaat, dia kembali luluh. Semoga bisa sesabar Abidzar. Padahal baru sehari juga belum.
967Please respect copyright.PENANALNfEHcJQ0a
“Istrinya ga nakal lagi, nak Abi.”
967Please respect copyright.PENANAlZex60lP2q
“Istrinya kok diem, udah bisa dijinakin ya?”
967Please respect copyright.PENANAKOlkYoa51k
Dan berbagai ucapan ramah yang kadang ada sindiran halus itu terus Celine dengar, dia mencoba tidak kesal hingga saat di kamar baru berteriak mengeluarkan kekesalannya.
967Please respect copyright.PENANAMFf6BYDp5V
Abidzar tersenyum tipis sambil membantu Mimah menyimpan sayuran pemberian petani yang panen hari ini.
967Please respect copyright.PENANAFj2mm1ydBZ
“Itu Celine kenapa?”
967Please respect copyright.PENANAb0ZsYoULFr
“Aku bikin kesepakatan sama Celine, bu. Kalau mau berubah, coba latihan tahan kesal terus luapin di kamar kalau ga kuat, kayaknya seharian ini dia nahan kesal,” jawabnya dengan senyum geli.
967Please respect copyright.PENANAVEdOWHQ8SF
Celine patuh saja sudah bagai kemajuan besar. Abidzar semakin tidak sabar membantu Celine untuk lebih baik lagi.
967Please respect copyright.PENANAWyJKo3jLYU
“Ada-ada aja, tapi ibu seneng hari ini walau Celine hanya diem,”
967Please respect copyright.PENANAJx08tGlpbm
“Dia masih perlu adaptasi, bu. Aku pelan-pelan coba yakinin dia, aku juga mau buat dia terbuka sama aku sebagai suaminya,”
967Please respect copyright.PENANAy925WTo50L
***
967Please respect copyright.PENANATdo708IxHd
“Ada ibu,” bisik Abidzar saat Celine nakal merayap di paha kirinya.
967Please respect copyright.PENANAvEbmq2lbce
Keduanya tengah makan malam, Mimah sedang mengisi air di tekonya. Membuatnya memunggungi mereka.
967Please respect copyright.PENANAy8RjT0LlGb
Celine dengan nakalnya malah semakin berani, meremas celana kain yang sering di pakai Abidzar di rumah itu tepat di tengahnya.
967Please respect copyright.PENANAw4dC1pskaz
“Celine.” Abidzar tetap berujar lembut.
967Please respect copyright.PENANAC1ExGbKsmF
Abidzar masih saja merasa belum terbiasa dengan nakalnya tangan Celine.
967Please respect copyright.PENANA5cobtiyVep
“What?” santai Celine dengan datarnya tapi jemari nakalnya itu malah masuk ke dalam karet celananya.
967Please respect copyright.PENANAsAleY4Xq73
Abidzar menahan kuat lengan Celine. Mengeluarkannya tepat saat Mimah berbalik dan kembali ke meja makan.
967Please respect copyright.PENANAK5X35KtmrA
“Aaaa, buka mulutnya.” Abidzar kembali menyuapi istri nakalnya yang manja itu.
967Please respect copyright.PENANA1MyFvHCW5s
Celine ketagihan menyentuh milik Abidzar. Rasanya juga dia sukai, pokoknya Abidzar yang terbaik. Paling enak.
967Please respect copyright.PENANAYF6lryeFam
Dan malamnya Abidzar membiarkan Celine menyentuhnya, mencoba tidak menimbulkan suara.
967Please respect copyright.PENANAMcADFL6jBc
“Hari ini lulus,” puji Abidzar dengan nafas memberat, menatap dan mengusap kepala Celine yang posisi Celine kini berada di atasnya, bergerak pelan dengan indahnya.
967Please respect copyright.PENANAKr8z1yUi0c
Celine tersenyum dengan wajah memerah menahan gairah yang tertahan, pergerakan mereka begitu lelet demi tidak menimbulkan suara.
967Please respect copyright.PENANAO5lRlynID3
Abidzar ikat rambut pirang panjangnya dengan jemari sebelah kiri. Tangan satunya lagi mengusap keringat di leher Celine, mengusap bukitnya yang naik turun.
967Please respect copyright.PENANA1huyADayUp
Abidzar kini berani menyentuhnya. Celine terlihat nakal di atasnya, membuatnya semakin sayu oleh peningkatan rangsangan. Nafas keduanya sama memberat.
967Please respect copyright.PENANACER2JwFfvO
Hingga malam panjang pun selesai dengan rasa puas.
967Please respect copyright.PENANA2zh67bY7RT
Abidzar kecup lama kening Celine, membuat Celine terpejam dengan berdebar. Dia merasa dihargai.
967Please respect copyright.PENANAORr3S1CCSf
“Besok coba lagi, hari ini kamu keren.” pujinya begitu lembut sampai membuat pipi Celine merona.
967Please respect copyright.PENANAnqe836NqGk
Celine merasa semakin berdebar walau pada akhirnya memasang wajah kesal. Mencoba menepis semuanya.
967Please respect copyright.PENANAooEBvoSVMH
“Iya, moga aja bisa kayak hari ini. Turun! Berat tahu!” omelnya kesal agak salah tingkah.967Please respect copyright.PENANAZawg729A3h


