“Dari puskesmas,” Abidzar mengangsurkan gelas berisi air pada Celine.
1072Please respect copyright.PENANAqR4ioX0fLg
“Untung aja,” Celine menghela nafas lega, meraih gelas itu dan meneguknya beserta obat pencegah kehamilan.
1072Please respect copyright.PENANA2eSSAfnb4z
Celine hanya berharap, waktu yang pertama tidak jadi. Saat itu juga bukan masa suburnya.
1072Please respect copyright.PENANAXYXjhVzOkn
Abidzar menatap kelegaan itu dengan tenang, tidak tersinggung atau apapun. Dia juga lega sebenarnya, jika ada bayi rasanya belum siap.
1072Please respect copyright.PENANAxZtQuRYNWh
Celine belum siap untuk itu dan Abidzar juga tidak siap dengan Celine yang masih sulit diatur.
1072Please respect copyright.PENANAZHUXB9LdS4
“Nih! Lain kali di luar!” tegasnya ketus lalu kembali ke kamar.
1072Please respect copyright.PENANAYALxaTkG3u
Abidzar tersenyum samar. “Lain kali? Kalau kamu yang mulai ya..” dia mangut-mangut. Abidzar tidak bisa meminta duluan, bisa tantrum Celine.
1072Please respect copyright.PENANAR2JNiBcjkL
“AAaaaaaaaa!” jerit Celine di dalam kamar.
1072Please respect copyright.PENANALMCxeUBgCM
Abidzar sontak berlari masuk dengan panik mendengar teriakannya. “Ada apa?” tanyanya sambil menatap Celine yang ketakutan di atas kasur.
1072Please respect copyright.PENANATIVxgc7e6l
“I-itu.. KE-KECOAAAAA!” jerit Celine sambil menunjuk kecoa yang lincah hampir mendekati Abidzar.
1072Please respect copyright.PENANAZA8ZAWjRft
Abidzar celingukan, meraih plastik bekas membawa obat pencegah. Dia mulai fokus dan hap menangkap lalu mengikatnya. Untung tidak ada drama kabur kecoanya.
1072Please respect copyright.PENANApqWUKKBS6Z
“Udah, sstt.. Jangan berisik, nanti tetangga denger.”
1072Please respect copyright.PENANA7wZiOjTeXu
“BODO AMAT!” balas Celine dengan keras kepala, begitu menyebalkan.
1072Please respect copyright.PENANA2dztV19mSc
Abidzar tetap menatapnya lembut tanpa amarah, dia membuang dulu plastik itu dan kembali ke kamar.
1072Please respect copyright.PENANAS3G7IqzII4
“Sini bantuin!” teriaknya kesal. “Gue yakin masih ada temen-temennya! Gue mau pulang!” amuknya mulai tantrum.
1072Please respect copyright.PENANADHrwTBHJAB
“Nanti di semprot cairan pengusir serangga, aku minta dulu sama bu Dewi, ya.” Abidzar mendekat dan membantu mengancingkan kemeja putih yang di pakai Celine.
1072Please respect copyright.PENANApGiwoGaIg0
“Sekarang! Kalau gitu cepetan sekarang!” Ngocoks.com
1072Please respect copyright.PENANAIxk3GAEr83
“Iya.” Abidzar berhenti mengancingkannya karena selesai.
1072Please respect copyright.PENANAhNuzCgBNaq
“Engga-engga! Gue ikut!” Celine menarik lengan Abidzar lalu membelit leher dan kedua kakinya membelit pinggangnya.
1072Please respect copyright.PENANAaPKIwQjmgc
“Aduh.” Abidzar segera menahannya agar tidak jatuh, membenarkan posisinya yang merosot itu. “Jangan gendong gini, di punggung aja.” dia tidak enak jika tetangga melihat.
1072Please respect copyright.PENANA6fTo9ocMzX
Tidak baik mengumbar kemesraan intim yang bisa saja ada anak kecil yang dijumpai.
1072Please respect copyright.PENANA0T9Zgqkl4o
“Ga mau!”
1072Please respect copyright.PENANABvdZCxIgaB
“Di luar banyak warga, ada anak kecil juga.” Abidzar begitu pelan, sabar dan lembut. Mendudukan Celine di kasur.
1072Please respect copyright.PENANA4i8R6NH96P
Celine manatap wajah Abidzar yang selalu luluh, mengalah dan tersenyum lembut.
1072Please respect copyright.PENANAU5W8dUgRsX
“Ya-yaudah.” cicitnya.
1072Please respect copyright.PENANARmxgENL0y8
Abidzar segera berbalik dan Celine segera nemplok di punggung lebar itu.
1072Please respect copyright.PENANAlWIMNkOrG3
“Apa lo ga pernah marah? Apa kelainan?” celetuk Celine.
1072Please respect copyright.PENANAthQONAtQxK
Abidzar terdiam sejenak lalu tersenyum samar. Apa Celine mulai penasaran padanya? Itu bagus.
1072Please respect copyright.PENANAfMgRID52NH
“Buat apa marah? Selagi bisa dihadapi dengan baik-baik,”
1072Please respect copyright.PENANAnt8fHB299t
Celine mendengus. Dia memilih diam lalu saling mengejek dengan anak-anak kecil yang mengatainya seperti anak kecil karena digendong.
1072Please respect copyright.PENANAuslWeMiQJu
“What? Irikan!” sewot Celine pada beberapa anak kecil yang terus mengekor dan mengejeknya. “Hus sana pergi!” amuknya.
1072Please respect copyright.PENANAPLQnQoY0AY
“Sstt.. Biarin aja.” tegur Abidzar.
1072Please respect copyright.PENANAgt3aB8eGUT
“Lo bela mereka?!” kesal Celine.
1072Please respect copyright.PENANAiomfni0qhK
“Engga gitu,” suara lembut itu lagi. Celine malah semakin kesal. Semua pemberontakannya kenapa tidak mempan pada mereka semua!
1072Please respect copyright.PENANAsHVEcSAvBt
Celine kian cemberut saat melihat semua orang malah menyapanya.
1072Please respect copyright.PENANAa9jhDXPAxW
“Celine,” panggil Abidzar begitu lembut.
1072Please respect copyright.PENANABXnxD1P1YA
“Hm?” sahut Celine pelan agak salah tingkah.
1072Please respect copyright.PENANATPdmVwIXXY
“Kalau ada yang sapa, senyumin jadi kalau ga jawab tetep ada respon baik,” nasehatnya lembut sekali.
1072Please respect copyright.PENANAoue26u8JSb
Celine sampai diam tidak ngegas, mendengarkan setiap kata yang keluar dari bibir Abidzar. Lembut sekali, membuatnya sulit untuk mengeluarkan amukan.
1072Please respect copyright.PENANAS6BaVn5G5a
“Bagus, liat.” tunjuk Abidzar pada pelangi di bukit yang cukup jauh itu. Langkahnya berhenti sejenak.
1072Please respect copyright.PENANA486ST6LqCt
Hamparan sawah, bukit lalu pelangi. Udara sejuk dengan matahari yang adem, tidak panas.
1072Please respect copyright.PENANA1KuAIn5WvY
Celine sejenak menikmati hal yang tidak pernah dia alami. Suara-suara alam bahkan menemani.
1072Please respect copyright.PENANAyKgzPQxpfX
Celine menatap para petani yang melambai dari jauh, menyapa Abidzar ramah lalu menyapa Celine seolah tidak pernah membuat kerusuhan di desa ini.
1072Please respect copyright.PENANAh7e1CMjBDF
Celine tersenyum tipis lalu segera melenyapkannya. Kenapa dia mendengarkan permintaan Abidzar?
1072Please respect copyright.PENANAYLZBSOP8ep
“Cepet jalan lagi, sebelum kecoa itu pada beranak! Gue makin berontak minta pulang nanti!” ancamnya kembali ngegas.
1072Please respect copyright.PENANAVJp7IdaW6w
***
1072Please respect copyright.PENANAu33gE98sMl
“Kenapa, nak?” tanya Dewi melihat Celine di gendong.
1072Please respect copyright.PENANA96V5aY0507
“Kepo,”
1072Please respect copyright.PENANAdQXxgYLbWf
“Stt!” tegur Abidzar sambil menurunkan Celine yang cemberut lalu memilih bungkam.
1072Please respect copyright.PENANA2QPR21ctju
“Ada apa?” Mimah yang baru sadar ada anak dan menantunya jelas menghampiri.
1072Please respect copyright.PENANAXHN5zd8xR2
“Ini, bu.. Mau minta semprotan serangga ke bu Dewi, Celine takut kecoa. Di kamar tadi ketangkap satu.”
1072Please respect copyright.PENANAi0PjxhGgwm
“Oh kirain, ada sebentar.” Dewi kembali masuk ke rumah.
1072Please respect copyright.PENANAPGhqNNvzHN
Abidzar meraih lengan Celine untuk duduk di sampingnya. Celine menepis lalu duduk. Abidzar tidak mempermasalahkannya.
1072Please respect copyright.PENANAi2OFO15TZj
“Rumah ini bagus.” Celine meliarkan pandangan. “Pakai dinding tembok, apa ga bisa kayak gini rumah kita?!” nada suaranya tetap saja terdengar ketus.
1072Please respect copyright.PENANAtWZ6facvFh
Abidzar tersenyum. “Rumah peninggalan mendiang ayah sengaja ga diubah lebih modern,” jawabnya.
1072Please respect copyright.PENANAW8lrBWg88U
“Kenapa? Gue mau kayak gini pokoknya!” raungnya kesal.
1072Please respect copyright.PENANA9v0hQi3w8f
“Iya, nanti.” Abidzar tersenyum.
1072Please respect copyright.PENANAwl1hMeRE7T
Celine mendengus. “Nanti itu kapan?! Jangan terus bikin gue emosi ya! Gue mau—” ucapannya berhenti saat melihat Dewi kembali keluar.
1072Please respect copyright.PENANAZmds6FQ3eE
“Ini, bawa dua. Buat cadangan, untung waktu beli stoknya banyak,”
1072Please respect copyright.PENANAqwlkoFMf4o
“Makasih, bu Dewi.”
1072Please respect copyright.PENANAcsqoQGDcip
“Ga usah sungkan,” Dewi menatap Celine ramah. “Ini rumah ibu, sering main ya, ibu masakin masakan enak buat kamu nanti.” lanjutnya.
1072Please respect copyright.PENANAgOqdVyzsK1
Celine hanya diam, kembali merasa risih dengan keramahan itu.
1072Please respect copyright.PENANAMuF9QKjea0
“Ayo pulang!” ketus Celine sambil meraih lengan Abidzar.
1072Please respect copyright.PENANADyestlgzFk
Abidzar menghela nafas sabar, dia menoleh pada bu Dewi. “Makasih ya bu, kami pamit.”
1072Please respect copyright.PENANAeSERaLwOAx
“Iya, hati-hati.”
1072Please respect copyright.PENANAqq9OjvZyGv
Mimah menghela nafas. “Maaf ya bu, Celine masih perlu dididik Abidzar,” ujarnya tak enak.
1072Please respect copyright.PENANAp4paEnSJI4
“Tenang aja, bu. Kami semua sudah paham sekarang, nak Abizdar menjelaskan semuanya saat itu, meminta maaf duluan jika istrinya bertingkah tidak sopan.”
1072Please respect copyright.PENANAk30Adji149
Mimah lega mendengarnya.
1072Please respect copyright.PENANAf6ywQ8oaOw
“Kami semua merasa terbantu semenjak kehadiran nak Celine,”
1072Please respect copyright.PENANAWoIQz131XQ
***
1072Please respect copyright.PENANA0eu0DqRSck
“Tadi itu ga sopan,” Abidzar mengusap belakang kepala Celine yang berjalan di depannya dengan cepat nan kesal.
1072Please respect copyright.PENANA1bmoOYNu7A
“Gue ga peduli! Di benci juga ga peduli! Gue emang takdirnya sendiri aja, ayah sama kakak gue juga muak sama gue, ntar juga lo sama yang lain juga! Jadi mending ga usah so baik dari awal kalau akhirnya gue dibuang lagi!” dingin Celine.
1072Please respect copyright.PENANAsA80aZfqC4
Abidzar meraih jemari Celine, mengajaknya untuk jalan beriringan..
1072Please respect copyright.PENANAftrrQnUdCp
“Lepas! Apaan sih!” amuknya. Mood kembali tidak baik.
1072Please respect copyright.PENANAjifwax1dbz
“Kata siapa? Aku mau nikah sekali, jadi ga mungkin aku buang kamu kecuali kamu buang aku.”
1072Please respect copyright.PENANAf0JJmEqDLX
Celine berdecih. “Kalian di bayar berapa sih sampe ga bisa marah setelah apa yang gue lakuin?” muaknya.
1072Please respect copyright.PENANAOo2et6FIEG
“Apa kamu ga bisa liat ketulusan?”
1072Please respect copyright.PENANAHW6252cbjn
Celine kian kesal lalu menepis kasar genggaman tangan Abidzar sampai terhempas lalu dia berlari.
1072Please respect copyright.PENANAv9R6a0RC1a
Abidzar segera menyusul, takutnya Celine kabur. Jalanan sepi dan bisa saja membuatnya tersesat.
1072Please respect copyright.PENANAeW9p8XP6dS
“Kemana?”
1072Please respect copyright.PENANApnHTDQanOc
“Gue kesel!” suaranya terdengar serak, kedua matanya basah. “Gue kesel liat keramahan kalian! Gue harus senakal apa biar kalian benci!”
1072Please respect copyright.PENANAaaVdenbf43
“Dari pada sibuk bikin kita benci, kenapa kamu ga berusaha buat kita suka? Kamu ga penasaran rasanya semua orang sayang sama kamu?”
1072Please respect copyright.PENANAv9Y2vxsXM6
Deg!
1072Please respect copyright.PENANAezgqdqDT9G
Celine berhenti berlari. Dengan terengah dan berderai air mata dia menatap Abidzar yang tersenyum disela terengahnya, menyambutnya dengan menggenggam jemarinya lagi.
1072Please respect copyright.PENANAGCEGLbhwhP
“Mau coba? Aku bantu.” suara lembut itu lagi.
1072Please respect copyright.PENANAA9pzHgUt6L
Celine takut kembali kecewa. Hanya mendiang ibunya yang sayang. Yang lain selalu tidak puas dengan yang dirinya lakukan.
1072Please respect copyright.PENANAaPCRienpXi
***
1072Please respect copyright.PENANARZ9liDBOfb
“Aduh.” Abidzar menahan lengan nakal Celine yang merayap ke dalam celana rumahannya.
1072Please respect copyright.PENANAHdmh1GjOgT
“Kenapa? Ga boleh pegang dia?!” kesal Celine.
1072Please respect copyright.PENANAor3VVp1t3r
“Boleh.” jawab Abidzar lembut.
1072Please respect copyright.PENANAyS9lrTNvOG
Kali ini apa? Membuatnya tersiksakah? Mengingat dia menawarkan hal yang sepertinya membuat Celine kesal.
1072Please respect copyright.PENANADKZyo0x8xE
Celine bahkan tidak menjawab ajakannya, dia terus berjalan hingga sampai di rumah dan mengurung diri seharian.
1072Please respect copyright.PENANALIHBUixCyf
“Ga mau makan malam?” Abidzar merasakan telinganya panas. Dia menatap lengan putih yang jemarinya tenggelam di dalam celananya, menggerayangi asetnya.
1072Please respect copyright.PENANAwjQDm3fag0
Istri nakalnya itu benar-benar menguji hidupnya.
1072Please respect copyright.PENANADnG1m71rfw
Abidzar terpejam merasakan tengkuknya di kecupi Celine. Nafasnya sontak memberat.
1072Please respect copyright.PENANAvjIegsWO6F
“Gue bosen, gue bosen!” kesalnya. Tidak ada televisi, tidak ada ponsel.
1072Please respect copyright.PENANAZYWZpzvE6h
Celine terdiam saat jemari besar Abidzar meraih tengkuknya, mengusap rahangnya lalu mengecup pipinya.
1072Please respect copyright.PENANAg17k5tB7Oa
“Aku tanya sekali lagi, mau coba?”
1072Please respect copyright.PENANACaqGUu6D0c
Suara lembut yang selalu membuatnya hanyut dan merasa disayangi. Membuat Celine mengangguk bagai terhipnotis.1072Please respect copyright.PENANAEEH0V7bD1c


