“Bu, Celine mana?” Abidzar keluar dari kamar dengan panik.
1322Please respect copyright.PENANA5oMGnAUKxd
“Loh, bukannya di kamar? Dari semenjak kamu pamit terus pulang lagi barusan ibu ga lihat, ibu sibuk di belakang sapu dedaunan kering..” jawabnya sama panik, kali ini apa yang dilakukan oleh menantunya.
1322Please respect copyright.PENANA8Oh4wvNNEE
“Kemana ya, Abidzar cari dulu, ibu di rumah aja.”
1322Please respect copyright.PENANA7UV4yPWy4E
“Pelan-pelan, di luar licin bekas hujan pagi tadi,” Mimah menatap kepergian anaknya yang menjadi kesulitan semenjak menikah.
1322Please respect copyright.PENANAwUj7OIse9I
Nama baiknya mulai tercemar oleh tingkah istri nakalnya yang membuat desa tidak sedamai biasanya.
1322Please respect copyright.PENANAlffGWYA3pN
Sungguh cobaan pernikahan bagi anaknya yang baik. Untungnya dia sabar, menerima semuanya tanpa mengeluh.
1322Please respect copyright.PENANAPMJMl7wZb4
Mimah harap Tuhan segera membalikan hati menantunya, membuka matanya. Ada suami yang baik seperti Abidzar menemaninya.
1322Please respect copyright.PENANABaaPF7GVbi
Mimah merasa, menantunya itu hanya kurang perhatian dan kasih sayang. Perlahan pasti akan luluh.
1322Please respect copyright.PENANAnndT8JewVL
Terbukti juga sekarang Celine bisa makan nasi, mulai menerima lauk pauk yang dirinya buat.
1322Please respect copyright.PENANA5u3um5skl4
***
1322Please respect copyright.PENANAQV7mHm6fVX
Celine menatap kakinya yang tenggelam ke dalam lumpur, anak kecil laki-laki berusia 10-12 san itu hanya menertawakannya.
1322Please respect copyright.PENANABLADtOhEHF
Mereka begitu nakal mendorong Celine hingga terperosok jatuh dan susah keluar, rasanya tersedot oleh lumpur yang kini menelan kakinya hingga lutut.
1322Please respect copyright.PENANAg3Lby2gI21
“Rasain! Makanya jangan rusak kebun bapakku! Yakan, Bud? Bapakmu juga rugi, daun bawangnya habis,”
1322Please respect copyright.PENANA9p9ISxuz4a
“Iya! Ga baik tahu! Bapak sampai kelelahan tanamnya!”
1322Please respect copyright.PENANAT5So9M1FY7
Celine hanya diam karena sudah kelelahan, semakin bergerak malah semakin tenggelam. Sial sekali hari ini. Dia kalah oleh ke 5 anak kecil itu.
1322Please respect copyright.PENANAJCjUa3qc8k
“Bapak aku sampai ke rumah sakit akibat tanam padi sendirian,”
1322Please respect copyright.PENANAi55cVP62Wc
Celotehan-celotehan penuh kekesalan itu Celine dengarkan dengan malas walau setitik ada rasa sentilan di hatinya.
1322Please respect copyright.PENANAFnBLzneErC
Perjuangan yang ternyata tidak sepele untuk menghasilkan bawang daun, padi dan lainnya.
1322Please respect copyright.PENANAybptZyumx2
“Celine?” panggil Abidzar sambil berlari pelan di jalan kecil di pinggiran sawah itu.
1322Please respect copyright.PENANAYOs29UTa40
“Ayo, kabur!” seru Budi yang langsung membuat mereka berlari kabur.
1322Please respect copyright.PENANAlfvnqfj1qV
“Abiiiii!” seru Celine kesal sambil menatap kepergian anak-anak nakal itu.
1322Please respect copyright.PENANA1UcezRTgsn
Telinga Abidzar memerah, pipinya pun samar merona mendengar seruan Celine pertama kalinya menggunakan nama.
1322Please respect copyright.PENANAX23RXKthLP
Abi?
1322Please respect copyright.PENANAba926DfWuh
Rasanya Abidzar ingin menyahut, ‘Ya, umi.’ dengan segera dia menepis pemikiran itu dan terus mendekati Celine lalu perlahan membantunya.
1322Please respect copyright.PENANACP0MCEv1ct
“Lo lama!” amuk Celine begitu nyaring sampai Abidzar terpejam sekilas.
1322Please respect copyright.PENANArPFzAeCMPA
“Maaf, aku udah cari keliling dan baru ketemu sekarang, kamu ga bilang mau ke sini.”
1322Please respect copyright.PENANAP3fKtxHYGZ
Celine tidak membahas lagi, dia hanya pasrah dibantu Abidzar hingga terlepas dari lumpur yang agak bau itu.
1322Please respect copyright.PENANAOofsgASvgx
“Hiks.. Awas aja mereka!” amuk Celine begitu kekanakan. “Bau, iuuuuuhh!” teriaknya dengan tangis pecah saking kesal sekali.
1322Please respect copyright.PENANAb4o5ibhCCa
***
1322Please respect copyright.PENANANBBMULgGJ8
“Mandiin! Ga mau tahu!” kesal Celine dengan kedua mata sembab.
1322Please respect copyright.PENANAFHIXNR6Gvc
Abidzar menoleh pada Mimah, dia malu sekali dibuatnya.
1322Please respect copyright.PENANA1w0maZYQSa
“Ibu ke rumah bu Dewi ya, mau antar piring bekas makan waktu gotong royong,” Mimah segera ke dapur, membiarkan Celine yang merengek menarik Abidzar ke dalam toilet.
1322Please respect copyright.PENANAJAq82QV5V0
Mimah tersenyum samar. Dasar pengantin baru, semoga ke depannya akur. Harapnya.
1322Please respect copyright.PENANAefbUUJbM6c
“Ibu pergi dulu,”
1322Please respect copyright.PENANAXzOjSYe2Qb
“I-iya, bu.” Abidzar tengah menyiapkan handuk dan samphoo Celine untuk dibawa masuk ke toilet.
1322Please respect copyright.PENANA8Kr6MKdrVJ
“Cepet! Ini bau, lelet ihhh!” amuknya.
1322Please respect copyright.PENANAQs5iYe0Zl2
“Iya, bentar tutup dulu.” suara Abidzar selalu saja lembut.
1322Please respect copyright.PENANAHuEyFl4SSO
Abidzar menyimpan semua yang dia bawa lalu melirik Celine yang begitu tidak malu. Dia penasaran, Celine tidak malu karena menganggap dia suaminya atau memang sebebas itu hidupnya?
1322Please respect copyright.PENANA0zzn1yKJHW
Saking terbiasa pakai bikini, seolah mempertotonkan kulitnya bukanlah hal baru?
1322Please respect copyright.PENANAsMCATHujiW
“Serius mandiin?” Abidzar menyalakan air, memenuhi bak air itu.
1322Please respect copyright.PENANAV0xav3oq6B
“Iya! Cepetan bersihin itu lumpurnya, bau banget!” rengeknya kesal saking bau. Hingga semua yang melekat ditubuhnya lepas terongok di lantai yang bahkan hanya di semen tidak pakai keramik.
1322Please respect copyright.PENANA92Uc6kIgyo
Sangat sederhana sekali tapi bersih karena Abidzar selalu membersihkannya. Jadi tidak membuat Celine risih walau pada awal-awal merasa aneh.
1322Please respect copyright.PENANA8vUXUKlSiU
Abidzar meraih gayung, mulai berjongkok membasahi kaki yang penuh lumpur dan terus mencoba fokus.
1322Please respect copyright.PENANA46cxoSjSwX
Hingga lumpur itu bersih terbawa air. Tinggal pakai sabun.
1322Please respect copyright.PENANAhxzEfFcisK
“Gue udah lama ga cukuran, ga ada alatnya. Ga bawa kayaknya. Lo sukanya yang gimana?” Celine tengah memancing Abidzar agar tidak menunduk terus.
1322Please respect copyright.PENANAw13mf3ye2w
Abidzar mendongak menatap tepat di kedua mata Celine lalu turun ke yang di maksud Celine.
1322Please respect copyright.PENANA8RZgD8y0pE
Oh astaga!
1322Please respect copyright.PENANAZoCgk2Kt4l
Abidzar kembali membasuh kaki Celine sekali lagi. “Yang penting punya istri sendiri.” jawabnya tanpa sadar suaranya serak, jelas dia langsung berdehem pelan.
1322Please respect copyright.PENANAxGHffQ6hVB
“Udah!”
1322Please respect copyright.PENANA1odhSEzNlT
Abidzar menghela nafas sabar, dia berdiri lalu terkesiap saat Celine mendorongnya ke tembok dan melepas kancing kemeja santai lengan pendeknya.
1322Please respect copyright.PENANArLqvNgFfpR
“Ga adil kalau cuma gue yang di buka, lo juga.”
1322Please respect copyright.PENANA49fa5gCcTM
Abidzar tahu, Celine sungguh kembali hanya memancingnya lalu membuat tersiksa.
1322Please respect copyright.PENANA8jgPDYZ1ru
“Kita—”
1322Please respect copyright.PENANAoFI7n68fGw
“Bodo amat! Ibu lo pasti paham, ga salah kok orang kita nikah!” potongnya ketus.
1322Please respect copyright.PENANAG0JiPl4sSX
Celine sungguh tidak tahu dengan cara apalagi agar semua orang di sini muak dan membuangnya ke kota.
1322Please respect copyright.PENANAwW7Pb3vLor
Ingin pura-pura baik pun susah, bawaannya kesal. Dia ingin kehidupan modernnya lagi. Hidup dengan media sosial dan ponselnya.
1322Please respect copyright.PENANAw24m891OYq
Abidzar pasrah saja, dia menatap tubuh bagus istrinya, membuat telinganya merah terbakar. Dia usap rambutnya yang langsung Celine tepis.
1322Please respect copyright.PENANAxfgO1hDPUr
Abidzar tidak tersinggung, dia juga salah karena refleks menyentuhnya.
1322Please respect copyright.PENANA35FYpwi2pO
Abidzar terpejam saat Celine membelit lengan di lehernya, mendekatkan wajahnya dan menciumnya ahli.
1322Please respect copyright.PENANABKRf6VRsK0
Abidzar merengkuhnya, memastikannya tidak akan jatuh lagi. Membuat tubuh keduanya bersentuhan tanpa penghalang.
1322Please respect copyright.PENANAaIkjchVUj4
***
1322Please respect copyright.PENANALzujNlMcUc
Abidzar terengah lega di bahu Celine. Ternyata tidak sama dengan yang ada di pikirannya. Celine tidak menyiksanya, kali ini tuntas yang berarti sudah dua kali dan di tempat yang sama.
1322Please respect copyright.PENANALcPwi0lX0g
Lain kali Abidzar ingin di kasur. Dia ingin memperlakukan istrinya dengan sangat baik. Tidak asal melakukannya.
1322Please respect copyright.PENANA4dqs8bVyQI
“Lain kali, jangan pancing aku di sini.” suara lembut Abidzar kembali mengalun. “Aku mau perlakukan kamu dengan baik,” lanjutnya.
1322Please respect copyright.PENANAOntS5nd8fs
Celine terdiam, jantungnya tiba-tiba bertingkah. Dia dorong Abidzar hingga penyatuan terlepas.
1322Please respect copyright.PENANAbLz8G0aFC8
Celine tidak suka desir aneh ketika Abidzar memperlakukannya lembut.
1322Please respect copyright.PENANAEVHMft3r1D
Celine menatap sesuatu yang sedikit mengalir di paha kirinya. “Gue ga mau tahu! Cari pencegah kehamilan! Ini dua kali lo—” dia memucat mengingat kecerobohannya.1322Please respect copyright.PENANAp3nYE6450m


