Celine keluar kamar dengan handuk membelit tubuhnya. Dengan langkah pelan saking bergetar dan lemasnya lutut. Bibir Celine tersenyum samar. Dia selalu puas dengan yang dimiliki Abidzar. Enak.
1303Please respect copyright.PENANABAtMILERMK
Abidzar membersihkan kamar mandi, menata sabunnya dan Celine kembali ke tempatnya.
1303Please respect copyright.PENANA1c74n1t2g6
“Abi,”
1303Please respect copyright.PENANAaPp39XQb3K
“Hm?” Abidzar tersenyum tipis, dia senang di panggil Abi oleh Celine. Rasanya lebih mendebarkan.
1303Please respect copyright.PENANA7zbIIuU8My
Abidzar membawa semua peralatan mandi dan keluar dari kamar mandi, menyimpan semuanya di tempatnya dan segera menghampiri Celine yang terduduk di lantai.
1303Please respect copyright.PENANAuO9JAke1UH
“Kenapa?”
1303Please respect copyright.PENANAY8pdJBBXYe
“Lemes,” Celine tidak tahu akan selemas ini. Biasanya dia yang dominan, mungkin kali ini Abidzar juga aktif.
1303Please respect copyright.PENANAuq5fs9Oq6S
Abidzar tersenyum samar. Celine gayanya bagai wanita tangguh, tapi saat lawannya lebih aktif ternyata lemah juga.
1303Please respect copyright.PENANAT3dsYfGvmI
Celine yang merasa cukup dan puas jelas akan mengakhirinya tidak peduli Abidzar sudah keluar atau belum.
1303Please respect copyright.PENANAJxbOJkLqYa
Tapi kali ini mereka melakukannya hingga tuntas dan lama yang lebih utama.
1303Please respect copyright.PENANAoGbgEIacs5
Beberapa kali Abidzar memang pernah keluar di dalamnya, tapi itu durasinya sebentar. Kali ini entah kenapa begitu lama menikmatinya.
1303Please respect copyright.PENANAnZQenA1qBC
Abidzar mengulum senyum dan menggendongnya. Membawanya ke kamar dan menurunkannya.
1303Please respect copyright.PENANA6PjBzaZX9e
“Mau minum?” Abidzar bergerak menarik koper Celine, membukakannya dan membiarkannya memilih sendiri.
1303Please respect copyright.PENANAps7FIi23MT
“Iya.” jawab Celine singkat, dia segera memilih pakaian. Tubuhnya menggigil dingin karena terlalu lama di toilet.
1303Please respect copyright.PENANAMio691SL6v
Abidzar memakai dulu dalaman dan celananya, sedangkan kaos dia memakainya sambil berjalan keluar untuk mengambil minum.
1303Please respect copyright.PENANAZOj7b9froK
***
1303Please respect copyright.PENANAREBFe98loh
Paginya Abidzar membantu pak Lukman dan lainnya untuk memasangkan lampu jalanan yang mati beberapa.
1303Please respect copyright.PENANAdR2XzXbwso
Tak hanya Abidzar, pemuda lainnya juga turun untuk membenarkannya.
1303Please respect copyright.PENANAf9OxdoLhzQ
“Semalam jadi gelap,” ujar Bimo— pemuda yang hanya dua tahun di bawah Abidzar.
1303Please respect copyright.PENANAcwr1jHt32A
“Iya, di sinikan dilewatin anak kecil yang pulang dari masjid.” timpal Anwar— seumuran Bimo.
1303Please respect copyright.PENANAhFsvuPXzTz
“Mereka katanya pada lari, takut ular sama pocong,” Abidzar masuk ke dalam percakapan sambil mulai memutar lampu baru hingga berhasil menyala.
1303Please respect copyright.PENANAcAfsjuWARd
“Nah, udah semuanya ya?” Pak Lukman pun mematikan lampunya karena sekarang masih pagi.
1303Please respect copyright.PENANARaRCYXtMH0
Mereka berakhir duduk sambil menerima sarapan yang diberikan pak Lukman.
1303Please respect copyright.PENANAVwTvS8sZ05
“Bang, istrinya ga bikin onar lagi?” Anwar terkekeh. “Padahal seru, biar hidup ga monoton.” lanjutnya.
1303Please respect copyright.PENANALcs96zdvgM
“Iya, tadinya mau diajak gabung ke geng kita,” timpal Bimo
1303Please respect copyright.PENANA0V6AGoJ9lr
“Geng pembuat onar,” tambah pak Lukman sambil menampol pelan belakang kepala anaknya.
1303Please respect copyright.PENANAT4AeYxzhCt
“Cuma nyuri mangga sekali,” gumam Bimo.
1303Please respect copyright.PENANAuultGnXKoL
“Sebulan sekali, apa seminggu atau sehari sekali?!” kesal pak Lukman.
1303Please respect copyright.PENANAojUuSpDX6V
Membuat tawa terdengar di antara mereka. Abidzar bersyukur, mereka tidak membenci Celine karena tingkah nakalnya.
1303Please respect copyright.PENANAkBbYjTf1FQ
Abidzar makan sarapannya hingga jam 10 pagi barulah pulang. Tidak menyangka akan menjadi banyak orang dan berbincang lama.
1303Please respect copyright.PENANAcWCg3hNGuq
Mereka semua bertanya tentang Celine, dan membahas hal lainnya juga.
1303Please respect copyright.PENANADbdyI8xy1S
***
1303Please respect copyright.PENANAGIQxRtJr8i
“Hiks.. Gue benci! Hiks gue ga bisa diginiin!”
1303Please respect copyright.PENANA56ulaXubqd
Abidzar menautkan alis, dia seperti mendengar tangis Celine. Benarkah? Kenapa menangis lagi, bukankah Celine sudah mulai menerima keadaannya di sini.
1303Please respect copyright.PENANAc8mFnHzKHg
Bahkan sudah dua hari lulus ujian menuju lebih baik.
1303Please respect copyright.PENANAM5b2fGZX4e
“Celine?” panggil Abidzar dengan lembutnya, dia membuka pintu kayu yang sebagian harus diperbaiki karena di makan rayap itu.
1303Please respect copyright.PENANAJ5KWUKOkrG
Celine menoleh dengan wajah memerah dan basah oleh air mata serta ingus akibat tangisnya.
1303Please respect copyright.PENANAr9QYM4o74D
Abidzar menatap wajah bule itu dengan menahan bibirnya yang berkedut.
1303Please respect copyright.PENANALprLXEZTzh
Celine tengah mengupas bawang merah. Apakah ibunya yang menyuruh Celine? Kenapa bisa Celine mau dan dimana ibunya?
1303Please respect copyright.PENANAzbJgiZVrf2
“Kamu ngapain?” tanyanya lembut sekali, berusaha menelan senyum gelinya. Takut Celine tantrum.
1303Please respect copyright.PENANAbuv2g9OEyX
“Gue ga bisa diginiin, kenapa bawang perih ke mata? Gue benci mereka!” amuknya dengan isak dan mata merem melek perih. Tapi tangannya itu masih asyik mengupas bawang.
1303Please respect copyright.PENANAC2Qu1dGcui
“Ibu yang suruh?”
1303Please respect copyright.PENANA3TQJWQNW8k
Celine mengangguk tapi kemudian menggeleng. “Gue mau lulus hiks mau lulus lagi hari ini, gue pikir bantu ibu di dapur juga hal yang baik, ternyata senyebelin ini mereka bikin gue ga bisa buka mata hiks..” raungnya dengan jengkel. Kesabaran Celine sungguh setipis tissue.
1303Please respect copyright.PENANA817hBCeWbU
“Yaudah, ga usah. Sini,” Abidzar tidak tega melihatnya.
1303Please respect copyright.PENANApzmLgSYYrd
“Ga! Gue mau lulus lagi hari ini. Mau cepet ke kota lagi hiks.. Kenapa susah banget buka mata,”
1303Please respect copyright.PENANAcyKpFnSUva
“Udah.” Abidzar mengusap wajah Celine, menyeka air mata dan menyeka ingusnya dengan kaosnya.
1303Please respect copyright.PENANA0wT4lq63V8
“Kenapa?” Mimah menyimpan sayuran yang dia titip di bu Dewi. “Celine kenapa? Eh, kenapa semuanya dikupas?” paniknya.
1303Please respect copyright.PENANA752gf1gzgR
“Kan ibu bilang kupas bawang, ini semua bawang.” Celine merem melek susah membuka matanya yang masih agak perih.
1303Please respect copyright.PENANA9KRB8X51Va
Abidzar menatap lembut Celine yang berani memanggil ibunya ibu tanpa ragu lagi.
1303Please respect copyright.PENANAuwpwLInEmH
“Maksud ibu, bawang yang di mejanya, ga sama semua yang di plastik.” Mimah mengulum senyum, menantunya lucu sekali.
1303Please respect copyright.PENANARaVZCpYFcX
Mimah tidak marah, dia justru merasa senang karena Celine yang menawarkan diri untuk membantunya.
1303Please respect copyright.PENANAlykKSVdWkf
“Udah ga papa, cuci tangannya. Sampai nangis gini mantu ibu,” Mimah usap kepala Celine sekilas. “Gih cuci.”
1303Please respect copyright.PENANAneEhxU8MBc
Abidzar menatap kepergian Celine dengan senyum namun senyumnya luntur saat melihat Celine hanya memakai kaos kebesarannya tanpa celana.
1303Please respect copyright.PENANAjqTAp10ZSm
Aduh Celine!
1303Please respect copyright.PENANAF5QBGDJZvC
“Celine, aku tunggu di kamar. Ada yang mau aku obrolin.”
1303Please respect copyright.PENANAwmgKyuzy81
***
1303Please respect copyright.PENANAjTYn8p01kt
“Kenapa?” Celine mendekati Abidzar dengan santai, menyeka sisa cuci muka dengan handuk kecil pink miliknya.
1303Please respect copyright.PENANAVHg0lRXgsJ
Abidzar yang duduk di ujung kasur menatapnya. Celine begitu bercahaya, pantas saja saat kumpulan tadi mereka memuji Celine dan mereka mengatakan bahwa dirinya beruntung.
1303Please respect copyright.PENANAfHMxwwYasK
Mengesampingkan nakalnya Celine. Dia merasa memang beruntung.
1303Please respect copyright.PENANAVgdJObIFc2
“Aku udah pernah bilang,” Abidzar menatap Celine yang berdiri dihadapannya. Dia usap paha yang terpangpang itu. “Jangan ngumbar ini, meski pun di rumah. Bisa aja ada tamu laki-laki yang dateng siapa pun itu.” nasehatnya lembut sekali.
1303Please respect copyright.PENANAnHqztk7Obh
Celine malah tersenyum miring dengan cantik, tatapannya berubah nakal. “Kan biar gampang,” Celine mengangkat kaosnya lalu memunggungi Abidzar.
1303Please respect copyright.PENANAI2yrTiwnJW
Dia bergoyang seksi di pangkuan Abidzar dengan nakalnya.
1303Please respect copyright.PENANAVjKIgeEaAZ
Abidzar menggeleng pelan, menahan pinggang Celine untuk berhenti menggesekannya.
1303Please respect copyright.PENANAGimGSaFzw7
Tangan Abidzar naik, meremas isi dalam bra itu sekilas dengan beraninya. “Istri nakal.” bisiknya lalu mendudukan Celine di sampingnya.
1303Please respect copyright.PENANAb3G3IsrqMM
“Aku serius.”
1303Please respect copyright.PENANAtgRTbXbfti
“Gue juga.”
1303Please respect copyright.PENANA2utS0B3dBD
“Celine.” tegurnya lembut.
1303Please respect copyright.PENANARgmUo1yX38
“Iya, maaf.” balasnya malas.
1303Please respect copyright.PENANAaFllAsiOPg
“Mau lulus lagikan hari ini?”
1303Please respect copyright.PENANAoOKC5QA6Ng
Celine mengangguk sambil menggerayangi perut Abidzar dari dalam kaos. Tidak bisa diam, sungguh nakal.
1303Please respect copyright.PENANAdjTOxGwSJ4
“Mau main nanti sore?”
1303Please respect copyright.PENANAulPJqXZ42K
Celine mengangguk lalu mengendus leher Abidzar. Mengecupinya. Ini salah satu hiburannya.
1303Please respect copyright.PENANAY0WRpOcrk0
“Bantu ibu lagi sana, aku seneng tanpa di suruh kamu mau bantu itu.” Abidzar menghentikan grepean Celine.
1303Please respect copyright.PENANA0TwdgPD2fH
Masih siang, diluar ramai dan di rumah ada ibu. Tidak lucu dia atau Celine melakukan itu. Kadang desah kelepasan. Bahaya.
1303Please respect copyright.PENANAfiMjiZf7Vg
“Ga mau.” Celine sudah terpancing oleh ulahnya sendiri. Dia naik ke pangkuan Abidzar lagi.
1303Please respect copyright.PENANAW1gJDRctoC
“Yaudah, kamu gagal.” bisik lembut Abidzar yang berhasil membuat Celine menjauh dengan kesal.
1303Please respect copyright.PENANAzazKhcyWY6
“Gue acak-acak lagi sawah mereka, gue— gue bantu ibu dulu.” cicitnya di akhir. Dia sungguh ingin berubah dan pindah ke kota.
1303Please respect copyright.PENANAgCPVi0fcpd
Oke, sabar dan tahan. Lakukan semuanya dengan tulus.
1303Please respect copyright.PENANAM0V4Vj4jXu
“Mau cium?” tawar Abidzar pelan dengan tatapan lembutnya.
1303Please respect copyright.PENANAHcsWYKVTOD
Celine sontak berlari dan melompat sampai Abidzar terdorong dan terlentang di kasur. Celine menciumnya, meliarkan lidahnya hingga membasahi bibir Abidzar.
1303Please respect copyright.PENANAe6nNoqRcR7
Abidzar terkekeh pelan di sela ciuman rakus itu. Celinenya yang liar. Mengobok-obok mulutnya dengan lidah dan decapannya.
1303Please respect copyright.PENANAEAMEW7pGG2
Abidzar membiarkannya sesuka hati, dia usap kepala dan punggungnya lembut. Hingga Celine menyudahinya sendiri.
1303Please respect copyright.PENANAnAnqmrOSLm
Celine memang tidak punya malu, dan Abidzar yang canggung, kaku, agak gugup pun mulai menerimanya.
1303Please respect copyright.PENANA7EgL5jPO6E
Keduanya sama-sama tidak malu sekarang.
1303Please respect copyright.PENANA24mtvSUz7S
Ternyata tidak butuh waktu lama untuk keduanya untuk sampai sejauh itu. Mungkin karena sudah menikah juga?1303Please respect copyright.PENANAvfmkOGGJgl


