Sudah satu bulan mereka menumpang di rumah Glen. Bukan soal nyaman atau tidaknya, tapi Celine tidak sabar ingin segera mengisi rumah barunya yang tidak jauh dari Glen dan desa juga.
305Please respect copyright.PENANA74qZQI5Col
Dan hari ini tiba saatnya mereka pindah setelah Gustav dan Abidzar sibuk mempersiapkan semuanya hingga benar-benar siap di huni.
305Please respect copyright.PENANAFjt5HT4FE2
“Abi, kamu kelelahan ya?” Celine mengusap pipi Abidzar sekilas. Tubuh Abidzar juga hangat.
305Please respect copyright.PENANAc901dPE8fE
“Sedikit, sayang.” Abidzar kembali menatap bayi yang tenang di gendongannya. Baby Lizia dan Celine tengah menggendong baby Lanon.
305Please respect copyright.PENANAiqLDQwlQQ8
“Kenapa? Abi demam, nak?” Mimah segera menyentuh kening Abidzar. “Kamu demam, sini Lizia sama ibu, takutnya sakit yang menular,” Mimah segera mengambil alih cucunya.
305Please respect copyright.PENANAzQA5YvTLL2
Abidzar tidak menolak, jelas dia tidak mau anaknya sakit.
305Please respect copyright.PENANAi87yCuuOON
“Aku lelah aja kayaknya, bu.”
305Please respect copyright.PENANAzdS2rUTcDp
“Kamu tidur dulu,” dengan perhatian, bahkan hanya bisa menggunakan sebelah tangan. Celine membenarkan bantal.
305Please respect copyright.PENANAE7WNgSa94I
“Tapi,—”
305Please respect copyright.PENANAaYiZQCjUGI
“Tidur aja, aku bisa sendiri kalau mau liat-liat semua isi rumah,” potong Celine.
305Please respect copyright.PENANAoCMQy5r1pY
Abidzar tersenyum senang menerima perhatiannya.
305Please respect copyright.PENANAiQc0fBA51B
“Minum obat, makan dulu nasi,” Mimah menahan Abidzar yang hendak menyentuh kasur yang akan menjadi kasurnya dan Celine.
305Please respect copyright.PENANA6OaWT3OAcL
Kasur milik Celine yang katanya pemberian dari mendiang ibunya itu.
305Please respect copyright.PENANA4SvabPfCzc
“Iya ya, ayo.” Celine menggenggam jemari Abidzar dan menariknya menuju keluar dari kamar.
305Please respect copyright.PENANADMokOAyhZK
***
305Please respect copyright.PENANAFLGH281q1r
Hanya dua hari, dan hari ini Abidzar merasa sudah sangat membaik. Tubuhnya yang lelah karena begadang membantu Celine mengurus si kembar dan menyiapkan rumah, kini sudah tidak pegal lagi.
305Please respect copyright.PENANAhLDKbnVCws
Celine terlihat fokus mempumping ASI, sedangkan Abidzar tengah sarapan sambil sesekali melihat Celine dan ibunya.
305Please respect copyright.PENANA4LW5Ox1E6M
“Abi, sofa lainnya belum datang ya?”
305Please respect copyright.PENANASz5aiXC9OZ
Abidzar meneguk sedikit air putih di gelas lalu menjawab. “Katanya siang,” lalu mengangsurkan sepotong apel.
305Please respect copyright.PENANAtJZkOtoVJx
Celine menerimanya sambil kembali melihat ASI miliknya yang cukup deras.
305Please respect copyright.PENANAeE7OFCqlo5
“Ibu ke belakang dulu, liat mereka yang masih di berjemur sama mba,” pamit Mimah yang Celine dan Abidzar angguki.
305Please respect copyright.PENANABxQPwJ6y0A
“Abi,”
305Please respect copyright.PENANAhc1Qpaivzk
“Hm? Apa, sayang?” sahutnya lembut sambil pindah duduknya di samping Celine, membantunya untuk menutup tempat yang sudah terisi penuh ASI..
305Please respect copyright.PENANAH7VuaPnp8G
“Kita hidup di sini, cukup kota, kamu ga keberatan serius? Jujur aja,”
305Please respect copyright.PENANA6smnNSF0gR
Abidzar mengusap rambut panjang Celine. “Ga sama sekali, yang buat aku tenang juga ibu udah nikah lagi,” jawabnya.
305Please respect copyright.PENANAlQj0E553dt
Mau dimana pun, mau bagaimana pun. Dia harus bersama Celine, itu yang penting. Di desa maupun di kota, dia tetap bisa mendidik Celine dan menuntunnya lebih baik lagi.
305Please respect copyright.PENANAJanw64xX2Y
“Aku ga akan hidup kayak Celine yang dulu lagi, Abi. Janji. Ga akan main ke tempat yang kurang baik, ga akan sembarangan minum, ga akan liar di jalan salah, paling liar sama kamu,” sejenak Abidzar menjeda ucapan Celine, dia mengecup pipinya gemas lalu tersenyum lembut. “Bukan karena aku mau di kota, suka hidup di kota..
305Please respect copyright.PENANAzKM4cyPf8W
Aku cuma butuh kamu, mau dimana pun, kalau pun kamu sukanya hidup di desa, ayo aja. Aku mau sama-sama sama kamu,” aku Celine dengan tatapan yang terlihat tulus terkesan lugu saking serius dan ingin di percaya.
305Please respect copyright.PENANAdM2qnv2hST
Abidzar tertawa pelan begitu lembut, mengusap wajah Celine dengan tatapan dan senyuman lembut yang tidak pernah berubah.
305Please respect copyright.PENANA9477eRqU2R
Mau Celine memiliki anak 5 pun sepertinya Abidzar akan memperlakukannya bagai anak kecil yang sangat harus di jaga.
305Please respect copyright.PENANAtTvOu79Aqe
“Iya, aku percaya kamu udah semakin baik, istri aku ini baik, aku ga keberatan sama sekali, sama kayak kamu. Hidup di mana pun asal kita bareng-bareng ya,” lembutnya dengan usapan di rambut Celine yang menenangkan.
305Please respect copyright.PENANANECdIsQuUN
Celine mengangguk lalu melihat proses ASInya yang sungguh banyak sekali.
305Please respect copyright.PENANAtihvhSiieP
“Ga mau mimi, Abi?”
305Please respect copyright.PENANAO9fdOLtkBf
Dasar merusak suasana, padahal Abidzar masih ingin mengucapkan hal-hal romantis yang tulus dari lubuk hatinya. Malah di tabrak ucapan m*sum Celine yang menggemaskan.
305Please respect copyright.PENANApUIwInDLl5
“Sama kamu bawaannya aku, Hyper.” bisik Celine lalu mengedip genit.
305Please respect copyright.PENANAFvyrZlp64U
“Bagus, sama suami soalnya.” Abidzar mengecup sekilas pelipisnya. “Boleh dong, satu dada aja.” bisiknya yang sesaat membuat Celine terkejut.
305Please respect copyright.PENANAWNN01DEV8w
Namun pada akhirnya tertawa, sama-sama geli dengan tingkah mes*m masing-masing.
305Please respect copyright.PENANAERgrroqZiy
***
305Please respect copyright.PENANADKdRr9NZsE
Abidzar mengusap kedua kepala bayinya, satu anteng tapi Lizia tidak berhenti menangis. Anehnya tidak ada air mata.
305Please respect copyright.PENANAHJH0POt82u
“Sebagai ibu zaman dulu, mungkin Lizia ada yang ngajak main,” Mimah segera menyiapkan bahan sesuai kepercayaan nenek moyangnya dulu. bawang putih dan beberapa hal lainnya.
305Please respect copyright.PENANATQLv6slA3q
Abidzar tidak tahu manfaat dan sebagainya, dia hanya menghargai usaha Mimah dan nenek moyang terdahulu.
305Please respect copyright.PENANAsPcKkeKOGD
Dan anehnya, Lizia lebih tenang. Apa mungkin memang ada makhluk halus?
305Please respect copyright.PENANAB3Qza89ZzK
Celine memepet Abidzar. “Kita emang hidup berdampingan sama dunia lain, takut Abi,” bisiknya.
305Please respect copyright.PENANAzLCDUyrqJY
“Kita banyakin do’a ya, Lizia juga udah ga papa sekarang.” Abidzar merebahkan Celine, menyelimutinya.
305Please respect copyright.PENANAbetZ2IPM4i
Malam ini Abidzar yang akan jaga malam, Mimah dan Celine lebih dulu istirahat, terus saja bergantian.
305Please respect copyright.PENANASCmbM0PSTJ
“Loh, bangun anak papa?” Abidzar tersenyum pada Lanon yang begitu lekat menatapnya. “Dedenya jagain ya, kakak ga nangis, pinter.. Kasihan sama mama ya?” Abidzar usap pipi merahnya.
305Please respect copyright.PENANAfYO9SflIZk
Abidzar menatap kedua bayi yang satu terlelap dan satu membuka mata itu. Keduanya belum terlihat mirip siapa. Tapi, orang-orang bilang Lizia mirip dengannya dan Lanon mirip Celine.
305Please respect copyright.PENANASVyBltAA4C
“Haa..” Abidzar menghela nafas panjang lalu tersenyum. Dia masih tidak menyangka, tak hanya istri, kini ada anak di hidupnya.
305Please respect copyright.PENANAh6K1Alzrn1
Abidzar sungguh bahagia memiliki Celine di hidupnya. Jodoh yang sudah disiapkan dari dirinya kecil. Sungguh membawa kebahagiaan.
305Please respect copyright.PENANAsGmT079FeS
Celine mau berubah, membuat Abidzar yakin. Celine akan menjadi istri yang baik, patuh dengan perintah suami. Tanpa perlu berjuang lama, Celine mau berubah dengan sendirinya.
305Please respect copyright.PENANAaSgJ38j6aL
Abidzar menatap Lizia yang tersentak dan kembali menangis tiba-tiba. Anaknya itu kasihan, sebenarnya ada apa. Kenapa terlihat seperti terus di ganggu.
305Please respect copyright.PENANAaLNf08dRCB
“Ada apa? Suara Celine nyaring gitu, Abi.” Celine jelas kembali bangun, menggendongnya yang perlahan mulai berhenti.
305Please respect copyright.PENANAjSDRYz6ZPo
Abidzar menggendong Lanon yang ikut menangis.
305Please respect copyright.PENANAZlZI1ciAHd
***
305Please respect copyright.PENANAJtASme0ccc
Setelah di periksa oleh ahli di bidang mistis, entah itu ilmu hitam dan putih jawabannya sama.
305Please respect copyright.PENANAtZHUmCp9Zq
Ada yang spesial dengan si kembar.
305Please respect copyright.PENANAP1tKGptWdh
Abidzar dan Celine yang tidak paham hal begitu jelas memilih untuk meminta tolong. Bagaimana caranya agar sang anak tidak terus mendapat gangguan.
305Please respect copyright.PENANAKYT0jN5bxt
Dan katanya mata batin keduanya akan tertutup sementara, entah kapan akan kembali terbuka mengingat salah satunya ada anak yang sangat spesial di bidang ilmu putih.
305Please respect copyright.PENANAgRyW1KHBmZ
Abidzar tidak tahu, ternyata garis keturunannya terdahulu ada yang mewariskan hal itu.
305Please respect copyright.PENANAaMTPf0SRXe
Dan Mimah pun mulai bercerita tentang kakek dari ayahnya memang memiliki ilmu putih, sering mengobati, membantu beberapa masalah tentang hal diluar medis.
305Please respect copyright.PENANA7tPg05JvAM
Celine hanya menangis, kasihan dengan anaknya dan khawatir tentu saja. Walau kelak mungkin anaknya akan membantu orang.
305Please respect copyright.PENANAhVeicPCPZy
***
305Please respect copyright.PENANAmvFU0MwlXe
Waktu berlalu cepat. Dua anak kembar beda jenis kelamin itu sudah bisa berjalan dan berceloteh walau yang bawel itu Lanon.
305Please respect copyright.PENANABZJJwr2Uqg
Lizia seperti Abidzar, diam dan menangis dengan lembut saat kakaknya usil. Sungguh anak perempuan yang manja.
305Please respect copyright.PENANAWmxaMwAApE
Dan Celine sungguh menjadi ibu-ibu yang lucu, kadang naik darah jika Lanon berani melawannya. Saat ditegur tidak boleh mengacak mainan lagi, maka Lanon seolah paham dia malah mengacaknya.
305Please respect copyright.PENANAZc20EAjpxi
“Dia aku banget, ga bisa aku, Abi! Kamu yang urus, aku malah jadi emosi, padahal masih bocil!” geramnya lucu.
305Please respect copyright.PENANA2cQXOKfRBn
Abidzar tertawa pelan. “Sabar, sayang. Cium dulu sini,” lalu mengecup bibirnya sekilas.
305Please respect copyright.PENANANpiL79JXNt
“Hibur aku nanti, oke. 3 ronde kalau ga ada yang rewel, aku lapar pengen makan kamu. Hah! Kesel banget, ga bisa di tegur, malah ngamuk,” dumelnya sambil menggendong Lizia yang adem ayem.
305Please respect copyright.PENANAi3KE3b0ssv
Abidzar hanya tersenyum, terbiasa dengan celotehan Celine yang aslinya dia tahu, Celine tidak mungkin marah sungguhan.
305Please respect copyright.PENANAoTGSYxYSyK
Dia tahu seberapa sayang Celine pada si kembar. Mungkin lebih sayang pada kedua anaknya.305Please respect copyright.PENANAYczN3MfVGW


