Sudah lebih dari seminggu mereka berada di kota. Sempat piknik bersama Gustav dan Glen. Hubungan mereka semua tiba-tiba membaik walau luka tidak sepenuhnya sembuh, tetap membekas.
273Please respect copyright.PENANA2ObJjvRl2R
Setidaknya Celine tidak akan merasakan penyesalan kelak. Di sini Glen satu-satunya orang tua yang dia punya sekarang.
273Please respect copyright.PENANA1Ht6eeYXxW
Celine sungguh berterima kasih pada Abidzar yang membuatnya yakin untuk berdamai dengan diri sendiri.
273Please respect copyright.PENANA9dHkqnMTfA
“Abi, kita foto studio yuk? Baby bump,” Celine mengusap perutnya.
273Please respect copyright.PENANAL30dmXcxgt
“Sekarang?” Abidzar menyimpan cemilan sehat Celine di rak yang tertata rapih.
273Please respect copyright.PENANANwVEZeZflX
“Iya, dari pada duduk nonton, bosen, mau ya?” rengeknya.
273Please respect copyright.PENANAG0G1ZFUqsZ
Abidzar tersenyum dan mengangguk. “Boleh, ayo.” balasnya.
273Please respect copyright.PENANAQGkkyvEIi5
“Asyik, makasih Abi,” Celine kecup pipinya lalu bergegas turun.
273Please respect copyright.PENANAUFCQ1povGq
“Ga jadi kalau kamunya buru-buru gitu,” tegurnya lembut.
273Please respect copyright.PENANAmokNnlRiPb
“Oke,” Celine berhenti senang, dia harus hati-hati. Perutnya dia usap.
273Please respect copyright.PENANAsnpySgMR6F
Abidzar menatap Celine yang malah cosplay menjadi siput itu.
273Please respect copyright.PENANA6pSS7ksz3n
“Kamu sengaja, hm?” dengan gemas Abidzar mendekati Celine dan menyerang pipinya dengan kecupan.
273Please respect copyright.PENANAs7jvB2iRe4
“Serba salah tahu gak!” kesalnya namun diakhiri tawa geli karena Abidzar terus mengecupnya.
273Please respect copyright.PENANAdaXeTTmm36
“Pelan tapi ga sesiput itu, kamu jadi lagi kayak pantomim.” Abidzar hirup gemas wangi pipi Celine dan ndusel di lehernya.
273Please respect copyright.PENANA7XJOuIazAt
Keduanya cekikikan saling berpelukan dan berciuman mesra beberapa saat, barulah Abidzar lepas Celine untuk melanjutkan tujuannya yaitu bersiap.
273Please respect copyright.PENANA34HD78rOR6
***
273Please respect copyright.PENANAJjVTeMJmkg
“Temanya seksi!” Celine ingin terlihat wanita dewasa percaya diri dengan Abidzar pria dewasa yang panas.
273Please respect copyright.PENANAOccCEFqzNJ
Membayangkannya saja sampai berdenyut basah. Walau otot Abidzar tidak seperti pria gym, tetap saja terlihat dan sering dia sentuh.
273Please respect copyright.PENANAi3tdrj1e5z
“Yang lucu aja,”
273Please respect copyright.PENANABCjXjcFFPa
“Eumm.. Abi, sekali aja.” mohonnya dengan menatap Abidzar memelas.
273Please respect copyright.PENANAqy19qfiZiU
“Yaudah, jangan terlalu terbuka aja ya, cantik.” ujarnya pelan sambil mengusap sekilas kepala Celine.
273Please respect copyright.PENANAk4jli9q4IT
“Iya, tertutup cuma ketat aja kok,” Celine terlihat bersemangat.
273Please respect copyright.PENANAVrxwlbVC6p
Dia mempercayakan semuanya pana penata rias. Dan Abidzar yang pertama selesai. Celine sampai menganga terpesona.
273Please respect copyright.PENANATEY0AYsLkk
Abidzar jidatan, rambut dan riasannya membuat Abidzar bagai bad boy yang menggiurkan. Bagai mafia tampan.
273Please respect copyright.PENANAa0p295SBfQ
Panas.. Celine panas.. Abidzar jika di poles, rambutnya di tata sungguh tidak manusiawi. Dia pria dewasa yang hot sesuai bayangannya.
273Please respect copyright.PENANApkk5FsC8ud
“Kenapa?” Abidzar terkekeh malu agak gugup. “Jangan gitu dong, sayang.” bisiknya.
273Please respect copyright.PENANAvtW7SHQDOD
Celine segera mengerjap dan menetralkan muka pengennya. “Kamu Abinya aku? Ihh.. Ganteng banget, so hottt!” serunya yang mengundang tawa lucu.
273Please respect copyright.PENANAr3iW2WPq32
Abidzar mengkode Celine untuk berhenti, dia malu dan salah tingkah dibuatnya. Celine mengulum senyum geli melihat Abidzar salah tingkah.
273Please respect copyright.PENANAwhQGMUpHwN
Keduanya pun segera berpose di set serba merah maroon itu. Abidzar hanya diam datar sesuai perintah, dan hasilnya sampai membuat Celine ingin cepat pulang dan menyerang Abidzar.
273Please respect copyright.PENANAdO1oLHSXb3
Abidzarnya seksi dan nakal! Bahkan hanya diam.
273Please respect copyright.PENANAYkRk9EOZGr
Celine semakin tidak sabar dengan hasil finalnya.
273Please respect copyright.PENANAzZQg7oGux8
Abidzar memeluk perut Celine dari belakang dengan bibir hinggap di leher bagai vampire, Celine juga berpose mengernyit seksi bagai tergigit.
273Please respect copyright.PENANACPQpkG5hiG
“Kok jadi dewasa gini, kalau anak kita liat gimana?”
273Please respect copyright.PENANAA3BNdKNmQR
“Ini koleksi aja, di album. Yang di pajang yang— eum..” Celine memilih. “Nah ini, bahagianya kita,” lalu tersenyum senang.
273Please respect copyright.PENANAv2ADl2tT9k
Abidzar melihat hasil yang ditunjuk Celine. Keduanya tertawa bahagia dengan Abidzar memeluk perut Celine yang bulat.
273Please respect copyright.PENANAXzEJ1oIQwi
“Mau foto yang keliatan baby bumpnya boleh? Keliatan perut gitu,”
273Please respect copyright.PENANAq96bbKaUOu
“Mau banget?”
273Please respect copyright.PENANAdUqY4zri80
“Iya, Abi.”
273Please respect copyright.PENANAT31T3pan1Z
“Yaudah, jangan lama ya.” Abidzar terpaksa mengabulkannya. Celine hanya ingin mengabadikan perutnya yang berisi dua bayi.
273Please respect copyright.PENANAhbQD6JvIkE
“Terus nanti kita balik ke sini lagi, kalau baby kita udah lahir,” Celine terlihat bersemangat.
273Please respect copyright.PENANArVrdyViIid
“Iya, ayo.”
273Please respect copyright.PENANAz78zQ8wtBR
“Si paling ga bisa nolak,” sindir Celine.
273Please respect copyright.PENANAFJtVDk4gaP
“Jadi aku boleh tolak gitu?” goda Abidzar dengan tetap lembut.
273Please respect copyright.PENANAdnznwwd00Q
“Jangan, Abi.” Celine segera merengek.
273Please respect copyright.PENANA8wnDp9kzwv
***
273Please respect copyright.PENANAZgxPrhkSiB
Foto besar kini datang ke rumah Glen. Glen dan Gustav memujinya bagus. Foto pun di bawa ke kamar tanpa di gantung dulu.
273Please respect copyright.PENANA9tuIdvHyO9
Di permanen saat nanti sudah resmi memiliki rumah.
273Please respect copyright.PENANANisnx37Ds1
“Bagus hasilnya, aku suka kamu jidatan, Abi. Keren banget,” Celine mengusap wajah Abidzar di foto itu.
273Please respect copyright.PENANASXV9Xn0u3X
Celine berharap jika anaknya laki-laki maka akan mirip dengan Abidzar, semuanya. Jangan sampai ada yang nakal seperti dirinya.
273Please respect copyright.PENANAwLHWu5FIbz
“Kamu ga berubah, selalu cantik.”
273Please respect copyright.PENANA2tOX8mpbO7
“Ihhh!” Celine terlihat jijik pada dirinya sendiri setelahnya, kenapa jadi sering merengek manja pada Abidzar.
273Please respect copyright.PENANAyrtwPOkpw8
“Loh, aku bicara fakta, sayang.” Abidzar mengusap perut Celine. “Hari ini gimana, mereka aktif?”
273Please respect copyright.PENANAvk20R1siMo
Keduanya banyak melakukan sesuatu, entah belanja keperluan melahirkan, mulai memilih beberapa rumah yang akan sebagian di hadiahkan Glen.
273Please respect copyright.PENANAoH6lEoQ6KY
Waktu berlalu begitu cepat. Celine sampai tidak bisa leluasa bergerak lagi, tidur pun hanya bisa menyamping ke kiri atau ke kanan, jika terlentang rasanya sesak katanya.
273Please respect copyright.PENANApMJhLhwn8i
Tidurnya sudah tidak bisa pulas, mulai kesulitan dengan perut yang besar berisi dua bayi itu.
273Please respect copyright.PENANArQQPcAOCx0
Abidzar juga semakin menjaganya ketat. Gustav pun sesekali sering membantu, bahkan sering membawa oleh-oleh apapun untuk si kembar yang belum lahir.
273Please respect copyright.PENANAbpM8TOyLca
Mereka sungguh menunggu kehadiran dua bayi kembar yang baru di ketahui satu jenis kelaminnya.
273Please respect copyright.PENANAY5gxYOq3yS
Laki-laki.
273Please respect copyright.PENANAKzdMqFoX9p
“Yang satunya suka ngumpet, pemalu.” komentar Abidzar pada saat memeriksa kandungan.
273Please respect copyright.PENANAqWZqf25nSx
Sungguh tidak terasa, hanya tinggal beberapa minggu lagi kedua buah hatinya akan lahir. Sungguh dinantikan.
273Please respect copyright.PENANAFblrAdAoaG
***
273Please respect copyright.PENANA82j69pTaZw
“Ibu, ternyata sesakit ini ya lahiran,” Celine terlihat sayu berkeringat, padahal AC menyala. Pasti sangat sakit.
273Please respect copyright.PENANAYibBcU54Ot
Mimah terus mengusap jemari Celine yang tidak di infus.
273Please respect copyright.PENANAAEhikXvSdQ
“Kamu pasti bisa, nak. Sakitnya ga seberapa kalau lihat buah hati udah lahir nanti,” Mimah tersenyum hangat.
273Please respect copyright.PENANApeSgoEWFvo
Abidzar begitu lembut menyeka peluh, keringat di leher dan mengusap kepalanya sambil terus berdoa dalam hati.
273Please respect copyright.PENANA1QXQKEr68c
Celine menikmati rasa sakitnya, ditemani dengan ucapan-ucapan penyemangat dari Abidzar yang begitu lembut menenangkan.
273Please respect copyright.PENANAkHnBgYZCXK
Celine juga patuh saat Abidzar menyuruhnya minum, mengajaknya berjalan-jalan sebentar atas perintah dokternya.
273Please respect copyright.PENANA2CbvwpHsst
Celine tidak terlalu banyak mengeluh, dia hanya akan mengeluh jika sakitnya sudah parah.
273Please respect copyright.PENANAyXamqWdPMi
Gustav menyewa satu kameramen perempuan yang sebelumnya Celine inginkan. Katanya ingin mengabadikan semuanya.
273Please respect copyright.PENANAbTrvfDNYLB
Dokter segera bersiap, semua orang menunggu di ruang tunggu kecuali Abidzar yang selalu menemani di samping Celine, mendoakan dan menyemangatinya.
273Please respect copyright.PENANAR28Zfo2xds
Hingga bayi pertama lahir, laki-laki dengan begitu putih bersih. Abidzar tersenyum haru, melihat jeritan nyaring dari bayi pertamanya.
273Please respect copyright.PENANAXpD5PSAzKz
“Haa.. Anak kita, Abi.” lemas Celine lega.
273Please respect copyright.PENANAkNSyXd2GQd
Hingga tak lama Celine berjuang lagi dan lahirlah bayi kedua yang membuat Abidzar agak panik karena bayi keduanya dibelit tali pusar dan tidak bersuara.
273Please respect copyright.PENANAWAGLBImtyN
Namun pada akhirnya anak kedua mereka menangis nyaring setelah di pastikan bersih dari segala hal yang membalurinya.
273Please respect copyright.PENANAuHy011exBk
Abidzar menyeka air mata Celine dan keringatnya. Dia tersenyum dengan kedua mata berkaca-kaca. Sungguh sangat berterima kasih pada Celine.
273Please respect copyright.PENANAswVNk3ymkm
Dia akan semakin berjuang lagi untuk membahagiakan ketiganya.
273Please respect copyright.PENANAQcH6swW0mo
Celine pun ditangani dengan baik, kedua bayinya pun sedang di bersihkan dan dipakaikan pakaian agar hangat.
273Please respect copyright.PENANAGr7JCUSzuy
“Satu perempuan, satu laki-laki. Kembar tidak identik,”
273Please respect copyright.PENANAX7VjRHOuTh
Celine menatap Abidzar yang tengah asyik menatap dua bayi di keranjang bayi,
273Please respect copyright.PENANAMlQCd6NEgE
“Abi, sini.” Mumpung suster sudah keluar, Glen dan Gustav pun tengah keluar.
273Please respect copyright.PENANAi34L2j0oSs
Abidzar mendekat. “Hm? Apa, sayang?” sahutnya lembut.
273Please respect copyright.PENANAHICYca9D9R
Celine menarik tengkuk Abidzar, dia melumat bibir Abidzar.
273Please respect copyright.PENANAMHLUiq5FYv
“Aku jadi ibu, Abi.” isaknya pelan. Terharu bahagia, melihat kedua bayinya kini terlelap setelah berjuang mencari sumber ASI.
273Please respect copyright.PENANA4cDIu02zJJ
“Hm, kita belajar sama-sama ya, kamu pasti jadi ibu yang hebat kelak, buat Lizia dan Lanon,”
273Please respect copyright.PENANAF8QlSfZKKL
“Bantu aku ya, Abi.” suara Celine bergetar serak penuh haru.
273Please respect copyright.PENANAgXXEaPqqts
“Pasti, aku juga bantu ya, kita saling tegur kalau ada yang salah,”
273Please respect copyright.PENANAO6ojmrqChe
Celine mengangguk.
273Please respect copyright.PENANA9kl9dQSw91
“Istriku hebat,” Abidzar kembali mencium bibir Celine dengan penuh kasih lalu menyudahinya, takutnya keluarga memergokinya.
273Please respect copyright.PENANA6FxGMakfEU
Celine sangat bahagia dengan apa yang dimilikinya.273Please respect copyright.PENANA2ZrQFdzdN9


