“Abi, basah..” keluh Celine sambil menatap jejak rembes tepat di kedua bobanya.
310Please respect copyright.PENANAJ3dliTwhV0
Abidzar menoleh, urung memakai pakaian. Dengan hanya di handuk saja dia mendekati Celine.
310Please respect copyright.PENANAhQ15j3o57P
“Iya, rembes ya?” Abidzar mengusap jejak basah itu. Dia kecup pipi Celine ringan. “Aku tanyain ibu dulu ya,” ujarnya lembut.
310Please respect copyright.PENANA6fnIdN9xDP
Celine menggeleng. “Aku keluar, tanya ibu langsung. Kamu lanjut aja,” ujarnya sambil bergerak turun dari kasur.
310Please respect copyright.PENANALpQjC8yuu3
Abidzar tersenyum dan mengangguk. Dia menatap kepergian Celine barulah mulai melepas handuk dan memakai pakaian.
310Please respect copyright.PENANANSOvpSQlZK
Celine di luar kamar mulai mendekati Mimah yang sedang membersihkan dapur.
310Please respect copyright.PENANAow7dOpZGES
“Ibu, ASI tiba-tiba keluar dari sekarang, liat rembes.” adunya.
310Please respect copyright.PENANA5Q63mJ0zQt
“Rembes? Ibu masih ada bantalan ASI, bahannya kain. Ikut ibu,” ajaknya ke kamar Mimah yang sama bersih.
310Please respect copyright.PENANAysFgJIE8WA
Celine melihat Mimah yang mengeluarkan tas yang sepertinya pakaian-pakaian tidak terpakai namun masih di jaga Mimah.
310Please respect copyright.PENANAbz4hynU8NG
Mimah selalu mencucinya sebulan sekali, sebagai bentuk menghargai barang-barang yang penuh dengan kenangan.
310Please respect copyright.PENANAIaL1j72lqz
“Ini, kamu pakai ini.. Ada 6 pasang, langsung cuci biar ga kehabisan stok, hebat ASInya udah keluar, cucu-cucu ibu pasti sehat-sehat nanti,”
310Please respect copyright.PENANAnnXa9Wwnh2
***
310Please respect copyright.PENANA8Rzgw0V3yk
“Aku mau nangis,” Celine bersembunyi pada Abidzar. Mereka semua tengah berkumpul setelah Mimah resmi menikah.
310Please respect copyright.PENANAAzBemGSq78
Abidzar tersenyum samar, mengusap kepala Celine dengan sayang. Sebenarnya Abidzar juga menahannya.
310Please respect copyright.PENANAb9WzVVUgYQ
Dia tidak menyangka ibunya akan bersanding dengan selain mendiang ayahnya. Walau begitu dia bahagia melihat Mimah tidak akan sendirian lagi.
310Please respect copyright.PENANAIK3CKwfbNL
Setelah hari bahagia sekaligus sedih itu berlalu. Celine dan Abidzar lebih dulu pulang ke kota, Mimah akan menyusul saat usia kandungan Celine sudah mendekati lahiran dan membantu mengurusnya selama di kota sampai Celine bisa mengurus kedua buah hatinya.
310Please respect copyright.PENANAGIHbq5cdQ5
“Ga nyangka, kita di sini jadi sebulan lebih.” Celine berusaha menalikan tali sepatu namun kesulitan. Membuatnya misuh-misuh lucu.
310Please respect copyright.PENANAWScKexgcBV
Abidzar tersenyum, mendekati Celine lalu mencubit manja bibir bebeknya.
310Please respect copyright.PENANArQH6f7UaF9
“Ih! Kaget, Abi!” rengeknya.
310Please respect copyright.PENANAj5hf1HLehv
“Aku iketin ya, sayang.” Abidzar segera bersimpuh, memastikan kedua tali sepatu Celine terikat dengan baik.
310Please respect copyright.PENANAnVW71WavDo
“Makasih, Abi.” Celine memanyunkan bibirnya.
310Please respect copyright.PENANA0HXWGUgdmF
Abidzar melirik sekitar terlebih dahulu lalu balas mengecupnya. “Aku jadi nakal.” bisiknya di depan wajah Celine lalu berdiri.
310Please respect copyright.PENANA1oF2YNNMdq
“Ga papa, sama istri ini.” Celine segera merapat, membelit sebelah lengan Abidzar.
310Please respect copyright.PENANAwgtyZ2BQqz
Sepertinya sekarang bukan istri nakal lagi, tapi istri bucinnya Abidzar. Celine mengulum senyum kasmaran memikirkan itu.
310Please respect copyright.PENANAQB7MyySNGY
“Kita izin ke ibu lagi,” ajak Abidzar sambil menyimpan koper ke pinggir.
310Please respect copyright.PENANA0RgPV0KSn6
“Ibu, aku sama Celine udah siap mau pergi.”
310Please respect copyright.PENANAWdckqX3Yl7
Mimah menyimpan teh hangat untuk suaminya.
310Please respect copyright.PENANAPuZIUHQwAR
“Pergi sekarang, nak?” tanya ayah tiri Abidzar dengan ramah.
310Please respect copyright.PENANA9mYtXtvqcR
Abidzar mencoba menerimanya walau sedih karena dulu yang duduk di sana mendiang ayahnya.
310Please respect copyright.PENANAYd036xmQDm
“Iya, pak. Biar ga terlalu malam sampai di kota. Nanti susul ya, ikut ibu ke sana kalau bapak ga sibuk,” Abidzar menerima pelukan sekilas dari ayah tirinya.
310Please respect copyright.PENANAjDxHzhds8n
Berpindah pada ibunya yang memeluknya erat, seolah berterima kasih karena mau membiarkan orang lain masuk ke dalam kehidupannya. Mengizinkan apa yang menjadi keputusannya.
310Please respect copyright.PENANAOE1wxsklm3
“Ibu sehat-sehat, nanti tanggal yang udah di tentuin jemputan ke sini,”
310Please respect copyright.PENANApnDBMhDV0f
“Iya, kalian juga sehat-sehat.” Mimah berpindah memeluk Celine. “Jaga cucu ibu ya, nak. Sehat-sehat di sana, jangan banyak pikiran,”
310Please respect copyright.PENANAqCnbleQXkQ
“Iya, ibu.”
310Please respect copyright.PENANAsNxpGUsx3R
Mereka pun benar-benar pergi menumpang pada mobil sayuran yang pemiliknya Abidzar kenal.
310Please respect copyright.PENANAviT4xL1n6F
“Abi, boleh buka jaket, gerah.”
310Please respect copyright.PENANAwq7O8VcvBc
“Jangan, lebih baik keringetan.” Abidzar menyeka peluh di pelipis dan leher Celine.
310Please respect copyright.PENANATS8u7MHzCl
“Yaudah.”
310Please respect copyright.PENANAh0PuBrRW34
Abidzar mengulum senyum. Celine begitu patuh, menggemaskan dengan perut bulatnya mengintip di balik jaket.
310Please respect copyright.PENANAe93tOVFxQT
“Abi, jujur sama aku, kamu kenapa murung? Ga seneng ibu nikah ya?”
310Please respect copyright.PENANAZ5z5UsNJAm
Abidzar menggenggam jemari Celine. “Bukan gitu, cantik.” Abidzar seka lagi keringat Celine.
310Please respect copyright.PENANAOrKEN2nIiV
“Terus?”
310Please respect copyright.PENANA0s54yF2UQX
“Sedih keinget ayah aja, bahagia kok ibu memilih nikah, dia ga akan kesepian di rumah,”
310Please respect copyright.PENANAUF8MX1VVds
“Eum.. Sini peluk, kamu tahan nangiskan, nanti di kamar aku lepasin rindunya ya, jangan sedih suaminya Celine,” lirih Celine.
310Please respect copyright.PENANAwFIJTQwNo4
Abidzar tersenyum tipis, menghela nafas panjang guna menahan kedua matanya yang merebak basah.
310Please respect copyright.PENANAj7m0pHvXjb
“Iya, nanti kita bahas di rumah ya.. Aku keluarin semuanya,”
310Please respect copyright.PENANAiPzr7vRYuP
“Sama keluar di dalem tapi jangan, diluar aja.”
310Please respect copyright.PENANA7Rq52myYvs
Abidzar tertawa pelan, cukup terhibur dengan peralihan Celine.
310Please respect copyright.PENANAhM46b5wDm0
“Ke sana ya arahnya,”
310Please respect copyright.PENANALqhJ5zmLNm
“Iya, pasti. Akukan harus hibur kamu, biar seneng. Katanya kamu suka liat aku perutnya buncit,”
310Please respect copyright.PENANA79Wf3AVxqp
“Suka banget,”
310Please respect copyright.PENANAufWWtNMsTQ
“Oke, maksimal 5 aja.”
310Please respect copyright.PENANAxgtH19XH0n
“Apanya? Ronde?”
310Please respect copyright.PENANA7KtpUqBtvD
“Bukan, tapi anak.”
310Please respect copyright.PENANAGBi02VkNGB
Abidzar kembali tertawa pelan. Celine dengan celetukannya yang ringan.
310Please respect copyright.PENANATUT6b1gMUc
“Anak kita ini kelaminnya apa ya? Mau tanya ke dokter nanti ah jenis kelaminnya,” riang Celine dengan masih bersandar di bahu Abidzar dan tangannya di usap-usap Abidzar.
310Please respect copyright.PENANAsPkn7HSAsM
“Apapun yang penting sehat,”
310Please respect copyright.PENANAfrj0uPBUGl
“Dan kayak kamu,”
310Please respect copyright.PENANAUVufJehFVt
“Kayak kamu juga,”
310Please respect copyright.PENANAMvqMlMcgFR
“Jangan! Ih nanti nakal, Abi!” rengeknya.
310Please respect copyright.PENANALfM9Xs0ypG
“Nakal karena keadaan, kamu baik kok. Kita—”
310Please respect copyright.PENANAtCArkh9Zbd
“Ga mau! Kayak kamu aja!” kesalnya lucu.
310Please respect copyright.PENANAVFt5mGloGs
“Iya, kayak aku.” Abidzar mengalah dengan lembut. “Mau minum? Ngemil?” tawarnya sebagai peralihan.
310Please respect copyright.PENANAEv115xwCdG
“Mau dong,” Celine menelan ludah lucu, dia jadi doyan makan. Apa karena membawa dua bayi sekaligus ya?
310Please respect copyright.PENANAOHIo7lcXDc
***
310Please respect copyright.PENANAAZvjySy87n
Keduanya sudah sampai di rumah Glen. Gustav masih di kantor, lembur katanya. Celine dan Abidzar pun memilih membiarkan Glen istirahat setelah di periksa dokter.
310Please respect copyright.PENANAvu9DonyPOR
Keduanya kini tengah rebahan, selesai mandi, mencuci muka, gosok gigi dan berganti pakaian.
310Please respect copyright.PENANA0myRoFps5z
“Jadi, kamu kangen ayah?”
310Please respect copyright.PENANAPBLeQGNmqj
“Pasti, selalu, sayang..” Abidzar tersenyum getir, dia tidak menutupinya lagi. Jujur saja, setelah kehilangan sosok ayah, Abidzar agak hilang arah dan memilih pergi ke negara lain dengan nekad.
310Please respect copyright.PENANAzkqZBOOU3e
Berada di desa terus membuatnya selalu tidak bisa makan saking rindu sosok ayah yang mengajarkan banyak hal tentang hidup dengan penuh kebaikan.
310Please respect copyright.PENANAcDawhDHVpo
Celine segera memeluk kepala Abidzar, membirakan bersandar di dadanya. Terus dia usap sayang.
310Please respect copyright.PENANAu0yywFT547
“Liat ibu sama yang lain jelas sedih, ayah ga bisa temenin ibu sampai tua,”
310Please respect copyright.PENANA8BQjfUrbQp
Celine menekuk bibirnya ke bawah. “Aku jadi takut, aku ga bisa loh kehilangan kamu,” isaknya.
310Please respect copyright.PENANAE9DirEsqbV
Abidzar sontak mengurai pelukan, dia menatap Celine yang menatap bekas luka kecelakaaan di tangannya.
310Please respect copyright.PENANAxnCRkKusef
“Aku jadi takut, Abi.”
310Please respect copyright.PENANAHLweehJmQU
Abidzar segera memeluk dan menenangkannya. Abidzar menjelaskan dengan lembut, hidup memang tidak ada yang tahu. Makanya kita harus menghargai hal-hal kecil dalam hidup.
310Please respect copyright.PENANAyG3SysM8uh
Sesibuk apapun, selelah apapun, jangan jadikan alasan untuk mengabaikan keluarga. Segala sesuatu yang hilang baru akan terasa, makanya selagi ada jangan disia-siakan keberadaannya.
310Please respect copyright.PENANAUyHWFBt8JL
Celine mengangguk.
310Please respect copyright.PENANAhBjpP8LhNe
Abidzar mengurai pelukan, mengusap jejak air mata di wajah Celine.
310Please respect copyright.PENANABKK7fkRDW2
“Jadi aku sedih ada, tapi seneng kok. Seneng liat ibu ada temen cerita, ga sendirian kalau aku tinggal, itu juga pilihan ibu, aku ikut bahagia kalau ibu bahagia,”
310Please respect copyright.PENANAHJ0t41LCCH
“Kamu baik, aku kayak di kasih kejutan hadiah yang luar biasa, Abi. Aku kayak hidup lagi semenjak putusin buat berubah, kamu banyak bantu perubahan itu,” dengan berkaca-kaca Celine mengusap pipi basah Abidzar.
310Please respect copyright.PENANAC5FXYXP8R3
Ini malam pertama mereka curhat selama dan tentang banyak hal.
310Please respect copyright.PENANAoZoIc01c1W
Benar-benar terbuka tidak hanya soal pakaian saja.
310Please respect copyright.PENANAA7ak4CY1rT
“Semua yang terjadi atas pilihan kamu, kamu yang ciptain damai di diri kamu, kamu yang berjuang keras, aku cuma tuntun kamu, selebihnya kamu yang jalan sendiri sampai di titik ini.”
310Please respect copyright.PENANAAVtur9hJf4
Celine ndusel dan terisak haru. “Pokoknya bahagia punya kamu,” isaknya teredam di dada Abidzar.
310Please respect copyright.PENANAWEFUqukKI1
“Aku lebih bahagia, sayang. Tapi, tunggu. Kamu rembes lagi?” Abidzar mengurai pelukan, melihat piyama yang dibelikan Celine kini basah tak hanya oleh air mata.
310Please respect copyright.PENANAorcUu6602T
“Iya, kamu mau mimi?” tawar Celine dengan ceplosan polos. “Mimi dulu sini,” Celine menurunkan tali gaun tidurnya.
310Please respect copyright.PENANAWYGoPUO06Q
Celine yang tidak memakai apapun jelas membuat Abidzar segera bisa mengeksekusinya.
310Please respect copyright.PENANA4IuGMBlLYp
Celine menatap sedotan Abidzar dengan sayu dan nafas memberat.
310Please respect copyright.PENANAnAxjv8Nm2T
“Ah..”
310Please respect copyright.PENANAv7Yanha6yq
“Aku lagi mimi,” goda Abidzar. “kenapa kamu malah mendesah?” lanjutnya.
310Please respect copyright.PENANAyoS5uP3iTe
“Enak, lagi.” lalu tersenyum.
310Please respect copyright.PENANAicojFz5vOu
Abidzar menyeka air mata Celine dan begitu pun sebaliknya.
310Please respect copyright.PENANAExpJAhyxX8
“Udah ya, jangan nangis,”
310Please respect copyright.PENANAkeerncX2dV
Celine mengangguk. “Ayo mimi lagi,” Celine tekan sebelah bobanya ke mulut Abdizar.
310Please respect copyright.PENANAGLzuyGQtzZ
Abidzar tertawa pelan, dia mengabulkannya sambil mengusap perut Celine. Berharap merasakan pergerakan bayi di dalamnya.310Please respect copyright.PENANAIdXqrgL9IL


