“Jasmin, aku udah punya istri,”
353Please respect copyright.PENANASlPJ9FOjfy
Celine menghentikan langkahnya yang hendak keluar rumah menyusul Abidzar yang katanya akan menyiram tanaman strawberry.
353Please respect copyright.PENANA9rnxszc76m
“Aku ga bisa cari calon yang sebaik kamu, mas Abi. Harusnya saat itu aku setuju aja waktu mau dijodohin, aku malah mentingin karier.” sesal Jasmin dengan berderai air mata.
353Please respect copyright.PENANAbsCAYFdATZ
“Ga usah dibahas lagi, dari kecil aku udah dijodohin sama Celine, kita lebih baik sahabatan, Jasmin. Dari dulukan nyaman begitu, aku harap ga ada pembahasan ini lagi, Celine lagi hamil dan dia itu cemburuan, aku ga mau buat dia banyak pikiran,”
353Please respect copyright.PENANA8y6XYLbHFb
“Aku bisa jadi yang kedua,” Jasmin terlihat putus asa. Dia sudah bertemu dengan banyak pria namun tidak ada yang sebaik Abidzar.
353Please respect copyright.PENANALzmXfRyHii
Celine sontak menekuk wajahnya kesal. Minta di pites memang bunga Jasmin satu itu. Batin Celine terus misuh-misuh.
353Please respect copyright.PENANAb5Yed4xK79
“Sayangnya aku ga bisa dan ga mau, Jasmin. Celine cukup bagi aku, aku ga mau jadi salah satu luka di hidupnya. Aku belum bahagiain Celine, jadi aku ga akan mau sakitin dia,”
353Please respect copyright.PENANAe9MmFhFD74
Celine mesem-mesem baper terharu, membuat kedua matanya berkaca-kaca.
353Please respect copyright.PENANAE92bLa3G9A
“Jangan sampai hubungan persahabatan kita buruk, Jasmin. Aku akan menganggap hari ini kamu ga bilang apapun,”
353Please respect copyright.PENANApY4rc4Lq8L
Celine pun segera bersembunyi, dia akan memilih pura-pura tidak tahu saja.
353Please respect copyright.PENANA5yFEQwcmeT
***
353Please respect copyright.PENANAh7oldtyLxy
“Mau ke kota,” rengek Celine di pelukan Abidzar. Keduanya tengah rebahan hendak tidur.
353Please respect copyright.PENANAcyCq1835WD
“Kenapa jadi kayak Celine yang dulu rengekannya, hm?” Abdizar menghirup wangi rambut Celine sambil mengusap perutnya.
353Please respect copyright.PENANAkRKXr7okpR
“Ibu nikahnya ga bisa dipercepat ya, Abi?” keluhnya mengabaikan pertanyaan Abidzar.
353Please respect copyright.PENANA4xx9BNPKTs
“Ada apa?”
353Please respect copyright.PENANAmnaMmIIwi5
“Ak—Akh!” pekik Celine teramat kaget sambil menyentuh perutnya.
353Please respect copyright.PENANAyF6JZpwtxU
“Kenapa?” panik Abidzar.
353Please respect copyright.PENANAwuA18k4YV7
Celine terengah kaget. “Nendang? Gerak? Bayinya gerak, Abi,” lirihnya syok.
353Please respect copyright.PENANAsAsQYufA2a
“Nendang?” Abidzar mengusap perut Celine dengan senyuman senang, membuka piyama tidurnya.
353Please respect copyright.PENANAdhvO9n7zg1
“Iya, gerak. Apa mungkin ini minggu ke 25, ya? Kok cepet banget waktunya,” Celine terisak haru.
353Please respect copyright.PENANAhmUZxmy3u0
Waktu itu denyut jantung mereka, sekarang pergerakannya yang ketara sekali. Anak-anaknya mulai tumbuh bergerak.
353Please respect copyright.PENANADU5CROCA3T
Abidzar segera memeluk Celine. “Seneng ya, ssstt.. Nanti anak kita ikutan nangis,” bisiknya.
353Please respect copyright.PENANAgmgm2caVKc
“Ga sabar rasanya pengen liat mereka,” isaknya lalu tiba-tiba berhenti. “Abi, mau pisang goreng satu aja, ada ga ya?” dia mendongak.
353Please respect copyright.PENANAGa9XFvDNBn
Abidzar menyeka air matanya. “Bu Hanum udah tutup jam segini, mau bikin aja? Ibu di kasih pisang sama bu Rahmi,” tawarnya.
353Please respect copyright.PENANAGRPNxqQLaC
“Maunya, bu Hanum.”
353Please respect copyright.PENANAAY2Ja3Aiuq
“Kalau gitu aku usahain dulu, kamu tungguin ya,” Abidzar mengecup dua kali perut Celine, memandangnya sejenak namun belum ada pergerakan lagi.
353Please respect copyright.PENANAdNmAbQsycO
“Di luar dingin, Abi. Jaketnya pakai,” Celine duduk menatap Abidzar yang patuh segera menuju lemari kayu sederhana miliknya untuk mengambil dan segera memakai jaketnya.
353Please respect copyright.PENANAdB3ZkUFqfF
***
353Please respect copyright.PENANAYZHtSGEzkK
“Belum tidur, bu?” tanya Abidzar setelah menutup pintu kamar.
353Please respect copyright.PENANAPw5ql9xliD
Mimah yang berpapasan baru keluar toilet sontak menoleh. “Kebangun, mau kemana, nak?” tanya Mimah.
353Please respect copyright.PENANA61rao0wUXf
“Celine ngidam lagi, bu. Mau pisang goreng bu Hanum,” jawabnya.
353Please respect copyright.PENANA6ihbOb2t1c
“Bu Hanum baik, ketuk aja ke rumahnya. Pasti maklum karena Celine sedang hamil,”
353Please respect copyright.PENANAoksRcBaXPN
Abidzar pun pamit, memakai sepedanya dan segera mengetuk pintu rumah bu Hanum setelah sampai.
353Please respect copyright.PENANAhE9UsniAcJ
“Eh, nak Abi.”
353Please respect copyright.PENANAAqOW0BHCrG
“Bu, baru tutup ya..” Abidzar tersenyum ramah.
353Please respect copyright.PENANAVn41zHCPnD
“Iya, baru aja. Ada apa? Perlu sesuatu? Nak Celine ngidam lagi?” tanyanya.
353Please respect copyright.PENANAuTCKmsCewM
“Iya, bu. Maaf mengganggu waktu istirahatnya,” ujar Abidzar tidak enak hati.
353Please respect copyright.PENANAuzWyqOVIRa
“Engga sama sekali, nak Abi. Ayo masuk, tunggu di dalem. Ngidamnya apa?” tanya Hanum.
353Please respect copyright.PENANAkfUp9HQBgg
“Mau pisang goreng bu Hanum, katanya satu maunya, harus satu, bu Hanum, bisa ga ya? Apa bahannya masih ada?”
353Please respect copyright.PENANARKrQLOryTE
“Ada, tenang saja. Bu Hanum buatkan sekarang,” Hanum beranjak. “Emang ya, ngidam itu aneh. Dulu anaknya bu Warni ngidamnya mau coklat dibalut tepung buat gorengan,”
353Please respect copyright.PENANAUpd3tfw114
Abidzar mendengarkan celotehannya, sesekali menyaut. Untungnya bu Hanum tidak keberatan membuat satu goreng pisang.
353Please respect copyright.PENANAT0pRraYBpk
***
353Please respect copyright.PENANAnWV94fv7El
“Enak,” Celine mengemuti seluruh jemari tangan kirinya satu persatu. Satu gorengan habis dengan rasa puas.
353Please respect copyright.PENANAOaoSvsDIoY
“Abi,”
353Please respect copyright.PENANAX7HvdQPkbC
“Ya?” sahutnya lembut lalu menutup lemari.
353Please respect copyright.PENANA9EvX1Idi67
“Udah, mau gendong dong, sikat gigi, cuci muka belum,” Celine merentangkan dua lengannya dengan senyum yang cantik.
353Please respect copyright.PENANAGNe43kgLye
Abidzar usap rambut pirangnya yang memanjang, membuat rambut aslinya yang berwarna hitam mulai semakin terlihat jelas.
353Please respect copyright.PENANAN7zQM5bgZx
Abidzar segera menggendongnya. “Euaghh.. Istri aku makin berisi, jadi seneng.” lalu tersenyum.
353Please respect copyright.PENANACSlkrVyxq3
“Kamu suka kalau aku ga slim lagi? Ga akan bisa begituan sambil digendong loh,” ceplos Celine.
353Please respect copyright.PENANAqaYFkbd8Wq
Abidzar menurunkan Celine dulu agar bisa membuka pintu kamarnya. Dia tertawa pelan mendengar celetukannya.
353Please respect copyright.PENANA4xdybtKkze
“Masih banyak kok gaya yang bisa kita lakuin,” Abidzar tersenyum geli dengan ucapan mesumnya.
353Please respect copyright.PENANAOsPWjGueIy
Dia jadi tahu banyak gaya memang. Abidzar sudah tidak bisa untuk tidak berpikir ke sana. Selalu saja ada waktu membahas soal itu bersama Celine bahkan mempraktekannya.
353Please respect copyright.PENANAarsi4BqGRO
“Asyik, mauuu..” bisik Celine sambil mengendus leher Abidzar, mengeratkan belitannya di leher Abidzar.
353Please respect copyright.PENANAfOYNZgvp4B
“Kata kamu mau tidur,”
353Please respect copyright.PENANA9dWHqky0vK
“Tidur enak juga boleh, jenguk debay dong, Abi.”
353Please respect copyright.PENANAkBjoVLtBrz
“Yaudah, sikat gigi dulu,” Abidzar menurunkannya dengan perlahan. “Udah bulet, cantik.” pujinya pada perut Celine.
353Please respect copyright.PENANA0LO9LS3yzs
***
353Please respect copyright.PENANAAQCtAz7AA7
Abidzar menyimpan semua pakaian Celine di tempat bersih, baru mengukungnya lagi. Abidzar kecupi perut buncit itu berkali-kali sambil meminta izin.
353Please respect copyright.PENANACBqYNeeqHM
Abidzar tersenyum melihat kenakalan Celine yang melebarkan kedua kakinya tanpa diminta, tanpa malu.
353Please respect copyright.PENANAjsgM2JBc5y
Keduanya mulai saling membelai, saling menatap barulah berciuman mesra. Mengasah suasana hingga menghangat.
353Please respect copyright.PENANAkDi5WLdU7v
Abidzar terus berusaha untuk Membuat Celine basah. Dia tusukan jemarinya, memutar dan menarik lalu mendorongnya.
353Please respect copyright.PENANAY5eG7U6SPq
Celine mengusap rambut Abidzar, menatap wajah yang terbenam dengan mulut menghisap puncaknya bergantian.
353Please respect copyright.PENANAUYnpL0Joj7
“Em, ini basah apa?” Abidzar menjilat puncak mengeras bekas hisapannya itu. “Tuh, ada ASInya ya?” Abidzar jilat lagi.
353Please respect copyright.PENANAPAaLSylCUf
“Eh iya, kok jadi basah.” Celine mengusapnya.
353Please respect copyright.PENANA2i06A4F2aC
Abidzar menghisap keduanya lagi lalu menelan ludah. “ASI, sayang. Aku coba sedot sedikit,” Abidzar mencecapnya.
353Please respect copyright.PENANAma3qyWl1UW
“Tuh, masih keluar.” komentar Celine.
353Please respect copyright.PENANAZ9afJFxVHW
Keduanya jadi asyik pada kemunculan ASI.353Please respect copyright.PENANAgNbFzPf4ph


