Abidzar membuka matanya, suara burung menyapa pagi yang hangat. Matahari sudah memberikan kehangatan, tanda dia harus segera bangun..
292Please respect copyright.PENANA05OMRgeqzJ
“Celine,” Abidzar mengusap kepala Celine. “Kita harus siap-siap, aku mandi duluan ya,” bisiknya.
292Please respect copyright.PENANAnOXHpRpapD
“Hm.. Tapi nanti mandiin,”
292Please respect copyright.PENANA2LH6mTtB2l
“Ada ibu, mandi sendiri dulu ya istri baik,” bisiknya lalu menanamkan kecupan di puncak kepalanya.
292Please respect copyright.PENANAqn0dd0Jn2n
“Iya.” Celine masih belum ingin membuka matanya, masih nyaman malas-malasan di kasur.
292Please respect copyright.PENANAhNFMMx8ifn
Di saat dia akan ke kota, kenapa berat sekali. Apa dia sudah nyaman dengan segala kesederhanaan di sini? Atau nyaman karena ada Abidzar.
292Please respect copyright.PENANA4Qanh9mOu3
Celine tersenyum tipis di tidurnya.
292Please respect copyright.PENANAsbFVmL023r
“Kamu lagi bayangin apa?” bisik Abidzar sambil mengusap sisi wajah Celine.
292Please respect copyright.PENANAn7HsNL5LxK
“Lagi bayangin emut—”
292Please respect copyright.PENANAq0KJ7HKCjQ
“Celine.” bisik Abidzar menegur lembut plus tertawa pelan.
292Please respect copyright.PENANAQbcYPQKcww
“Apa? Mau beneran di emut tytydnya?”
292Please respect copyright.PENANA7T8AEUQmMc
“Sst..” Abidzar mengecup pipinya. “Aku mandi dulu, tidur lagi aja nanti dibangunin.” bisiknya.
292Please respect copyright.PENANAT0SwiwjEhp
***
292Please respect copyright.PENANAyZxFWdT52g
“Kalian serius mau ke kota?” Mimah menatap Abidzar yang segar baru selesai mandi.
292Please respect copyright.PENANA7nW72RcMbf
“Iya, bu. Jangan masak banyak, aku mungkin nginep sehari di sana,” jawabnya sambil melihat sarapan yang sedang di siapkan Mimah.
292Please respect copyright.PENANAMGgcAyEFn9
“Celine ga akan kenapa-napakan?” Mimah agak cemas Celine tidak ingin kemari lagi dan meninggalkan Abidzar.
292Please respect copyright.PENANAJSTWo3tQZ0
“Celine milik aku, bu. Dia juga udah ga mau pisah sama aku,” bisiknya meyakinkan Mimah.
292Please respect copyright.PENANABcoTVRiXJs
“Bagus kalau gitu, semoga kalian selamat sampai tujuan, di sini ibu akan tunggu kalian, sarapan dulu, Celinenya mana?”
292Please respect copyright.PENANAGvsXaJonnP
“Aku suruh tidur sambil nunggu aku mandi, aku bangunin dulu, bu.”
292Please respect copyright.PENANA47DHxqdipZ
Mimah mengangguk, dia menyiapkan semuanya.
292Please respect copyright.PENANASMOYxtXyzF
Tak lama Celine keluar. “Pagi, ibu.” sapanya.
292Please respect copyright.PENANAF3L1Yr4rnP
“Pagi mantu, mau mandi pakai air hangat?” tawarnya.
292Please respect copyright.PENANAUUfrgQRfxZ
“Ga usah, bu. Udah bisa pake air dingin,” lalu tersenyum.
292Please respect copyright.PENANAASUhNzeeNb
“Yaudah, jangan lama-lama nanti masuk angin,”
292Please respect copyright.PENANAhZ2jHDFYbW
“Iya, bu.” Celine masuk dengan senang. Di perhatikan Mimah dan Abidzar ternyata menyenangkan. Dia merasa tidak sendiri di dunia.
292Please respect copyright.PENANAAYK3WRwU91
Dia bagai menemukan lagi kehidupannya. Bagai hidup seperti saat Celine ada sosok ibu.
292Please respect copyright.PENANAHdi4fLQpiW
***
292Please respect copyright.PENANAmGHYieW7vT
“Ibu tunggu kamu pulang,” Mimah memeluk Celine. “Ibu udah kayak punya anak perempuan, jadi jangan lama di sana ya, apalagi ga mau ke sini lagi..” lanjutnya.
292Please respect copyright.PENANApIs7eejJZO
“Ibu tenang aja, aku pasti pulang.”
292Please respect copyright.PENANAQgJtuRCSIP
Keduanya kembali berpelukan. Abidzar tersenyum hangat. Sungguh hubungan yang semakin baik entah sejak kapan.
292Please respect copyright.PENANAKoTgxnaNAQ
“Kita berangkat ya bu.” pamit Abidzar lalu meraih jemari Celine dan satunya koper milik Celine yang diisi pakaian milik Abidzar juga.
292Please respect copyright.PENANAQOaQHdvlxv
Mimah menatap keduanya.
292Please respect copyright.PENANAKO1cGD7XTc
“Naik sepeda, kopernya gimana?” tanya Celine.
292Please respect copyright.PENANAkCU4udky0W
“Naik itu, maaf ya..”
292Please respect copyright.PENANAh53ELffNq9
Celine menatap mobil berisi sayuran.
292Please respect copyright.PENANAQjOBQjR62i
“Kita duduk bareng sayuran,”
292Please respect copyright.PENANAm7rnRe6xx8
Celine menekuk wajahnya.
292Please respect copyright.PENANAFmktjLGMLz
“Jangan marah, hm? Kita pindah ke bus di kota nanti, ga mungkin kita naik sepeda,” bujuknya lembut.
292Please respect copyright.PENANAyrV1jqLIqa
“Yaudah, nanti beli mobil dong. Kamu ga mau bantu warga lain?”
292Please respect copyright.PENANAVnxluTOiCu
“Kamu mau?” Abidzar tersenyum senang dengan niat baik Celine.
292Please respect copyright.PENANAhU2hNQJdpB
“Iyalah! Biar aku gampang juga,” lalu tersenyum manis.
292Please respect copyright.PENANAyE4HAh192T
Abidzar usap gemas puncak kepalanya. “Makin baik, aku cinta kamu boleh ya?” balasnya.
292Please respect copyright.PENANAHOPb8EAVhZ
“Ih apa sih!” Celine memalingkan wajahnya, kok dia malu. Kenapa harus bereaksi seperti remaja saja. Menyebalkan sekali dirinya sendiri.
292Please respect copyright.PENANAuOifAOCO4m
“Ga boleh?”
292Please respect copyright.PENANAqXgvlLallq
“Ck! Boleh!” sebalnya gengsi lucu.
292Please respect copyright.PENANAKE1oFC4TAL
“Kamu juga ya?”
292Please respect copyright.PENANA5P2lRLDtPT
“Iya! Udah jangan dibahas! Usia kita itu bukan masanya cinta-cintan, tapi bercinta!”
292Please respect copyright.PENANAkptEI05bFq
“Ssstt..” tegurnya lalu mengusap jemari yang Abidzar tuntun.
292Please respect copyright.PENANAFRuCj3q8CP
“Makanya jangan bahas itu!”
292Please respect copyright.PENANAkjzHcYafrN
“Iya, engga lagi.”
292Please respect copyright.PENANANu24neQz9f
***
292Please respect copyright.PENANAtLuIvQDZyB
“Ga nyaman? Sini duduk di samping aku, tubuh kamu ringan, kayak mau ke hempas,” Abidzar terkekeh pelan sambil membantu Celine pindah ke sampingnya..
292Please respect copyright.PENANAovuLKlrOOZ
“Haa.. Gini amat perjalanannya, jalan rusak, mobilnya terbuka, panas, Abi…” rengeknya.
292Please respect copyright.PENANAOw823nrZin
Abidzar segera melepas kemejanya, menyisakan kaos polos sebagai dalaman saja, dia balut kepala Celine dengan perhatian.
292Please respect copyright.PENANAKXQDVgelvm
“Teduh ga?”
292Please respect copyright.PENANAUzahIzA8j1
Celine mengangguk dengan perasaan menghangat. Abidzar memang sebaik itu, bagaimana bisa dia selamanya menolak kebaikan suaminya.
292Please respect copyright.PENANAENGtap2kXW
“Kamu juga panas, berdua.”
292Please respect copyright.PENANAIFjhe94U9A
“Ga papa..”
292Please respect copyright.PENANAKLwYS2N0NA
“Berdua!” tegas Celine dengan keras kepala.
292Please respect copyright.PENANAbQgzfaNvtW
“Yaudah..” Abidzar memposisikan diri walau lebih mengutamakan Celine. Dia hanya ingin membuat Celine tidak protes lagi.
292Please respect copyright.PENANAjsX4S74jpv
Panas pun tidak masalah, asal Celine jangan. Dia pasti belum pernah kerja keras di bawah terik matahari.
292Please respect copyright.PENANArq9GIjMXdw
Abidzar sudah mengalami semua perjalanan naik turun di hidupnya. Menjadi kuli hingga bekerja di luar negeri untuk memperbaiki perekonomian.
292Please respect copyright.PENANAPQoYxCvCum
Dia berhasil melunasi hutang keluarga, bahkan bisa menabung untuk masa depan. Niat untuk keluarga memang luar biasa, semua lebih dimudahkan. Bahkan diberi lebih dari yang dipinta.
292Please respect copyright.PENANATCjWCgP0I3
“Tidur boleh?”
292Please respect copyright.PENANAgJdhhM46wE
“Ngantuk? Boleh, sini bersandar.” Abidzar memposisikannya dengan nyaman.
292Please respect copyright.PENANAAxxAamEz0U
Rasanya adem. Celine sungguh menikmati perjalanan sederhana yang tidak mulus itu. Ada Abidzar rasanya aman.
292Please respect copyright.PENANAKnpvwwQ3VF
***
292Please respect copyright.PENANA85ib8uUBec
“Kamu serius?!” kaget Celine melihat bus yang lumayan tua, berisi manusia dan ada beberapa ayam, kambing.
292Please respect copyright.PENANAj0CWldgmiK
Oh astaga!
292Please respect copyright.PENANAcEjlA5IVQb
“Kita naik ini dulu sampai setengah perjalanan, di sana baru bisa pilih mau bus mewah juga ada, sabar dulu ya..” bujuknya lembut yang lagi-lagi meluluhkan Celine.
292Please respect copyright.PENANASFZBjcEYW2
Celine menekuk bibirnya tak suka, ada ayam, bahkan temannya bebek! Kenapa banyak sekali spesies mereka di desa Abidzar dan kini di bus pun.
292Please respect copyright.PENANAIl5QEhCNcj
“Duduk di sini, aku jagain.” Abidzar mengusap peluh di pelipis Celine..
292Please respect copyright.PENANAVuLtGQy31B
“Gorengan, kacang, kerupuknya, mba, mas.. Air, rokoknya ada..” ujar si pedagang asongan yang ramah.
292Please respect copyright.PENANAgk0iZIe95z
Celine menatap beberapa makanan itu, dia semenjak hidup bersama keluarga Abidzar sungguh tidak memikirkan kalori.
292Please respect copyright.PENANAxLkZd8IFKf
Dia hanya penasaran dan ingin banyak mencoba makanan baru baginya.
292Please respect copyright.PENANAZpdSKOY4uU
“Abi, mau..” tunjuknya.
292Please respect copyright.PENANASj4WvVplZr
“Boleh sebentar ya—, bang..”
292Please respect copyright.PENANAMfsOwcY7l4
Celine tersenyum senang, bagai bocah dan mulai memilih makanan ringan yang bergelantungan itu.
292Please respect copyright.PENANANojQ5ayOJA
“Ini apa?”
292Please respect copyright.PENANAWqeEYEDsXd
“Ini apa?”
292Please respect copyright.PENANACy3RhYndQF
“Kalo ini?”
292Please respect copyright.PENANA8k3F8Q7fZa
Celine begitu bawel, untung si pedagang asongannya baik dan sabar. Abidzar menggeleng samar melihat banyaknya yang dibeli Celine saking penasaran.
292Please respect copyright.PENANASHfVIGwb9s
“Udah?” tanya lembut Abi saat Celine duduk anteng di tempatnya lagi.
292Please respect copyright.PENANAzl9Qbmq4qg
“Udah.”
292Please respect copyright.PENANA2ZmBvTBeLm
“Berapa bang?”
292Please respect copyright.PENANAZ0Jdlm6ewL
“120, mas.” jawab si penjual dengan senang karena di borong. Tidak sia-sia dia menjelaskan semuanya sampai pegal rahang..
292Please respect copyright.PENANANsuJEoguze
***
292Please respect copyright.PENANACDBptIeasj
“Bangun, kita pindah bus.. Mau yang mana, kamu boleh pilih..”
292Please respect copyright.PENANADRugYZCxcS
“Mau yang ada kasurnya, ada ga? Sakit banget tidur sambil duduk.” keluhnya serak khas bangun tidur.
292Please respect copyright.PENANAgymWvb995k
“Ada, ayo kita pindah dan lanjut tidur, my queen..”
292Please respect copyright.PENANAQy02VRBmjP
Celine mengangguk dengan senyum senang. Akhirnya akan berada di tempat nyaman.
292Please respect copyright.PENANAuOQAV8x76b
Celine benar-benar lanjut tidur, tidak terganggu selama perjalanan. Mungkin karena pertama lagi merasakan tidur dengan AC lagi.
292Please respect copyright.PENANAyqnAPJFEaO
Abidzar tersenyum melihat kedamaian Celine. Kelak dia akan membuat rumah nyaman untuk Celine.
292Please respect copyright.PENANA7srAqsJDYM
Untuk sekarang dia akan fokus membuat Celine semakin baik dan dirinya pun sama, ingin lebih baik memperlakukan istrinya. Ngocoks.com
292Please respect copyright.PENANA9Hgp0fgzIq
Hingga mereka pun sampai, naik taksi dan otw ke rumah Celine.
292Please respect copyright.PENANA2ZqwhkGss5
“Wah..” Celine begitu rindu pemandangan kota yang macet dengan gedung tinggi pencakar langit.
292Please respect copyright.PENANARnogGSJLJK
“Kangen?”
292Please respect copyright.PENANAF7tJ0CUKuc
“Banget, Abi. Club di san—” Celine menatap Abidzar. “Ga boleh ya?” tanyanya.
292Please respect copyright.PENANAv03wRX2ruX
“Iya.” Abidzar menatap Celine lembut, dia menunggu reaksi Celine.
292Please respect copyright.PENANAYrBQkvzWyS
“Yaudah, kalau ke sana mall, boleh?” Celine kembali menatap Abidzar.
292Please respect copyright.PENANAjhcRvQD2EB
“Kalau itu boleh, tapi kita fokus ke ayah dulu. Kita simpen koper di rumah kamu, terus bareng sama kakak jagain ayah ya..”
292Please respect copyright.PENANAgT6O5NhtXB
Celine mengangguk dengan senyum senangnya karena bisa kembali ke sini.292Please respect copyright.PENANAKAFD40uxJa


