Abidzar menepikan kopernya di dekat meja kecantikan Celine. Dia melihat kamar megah itu, pantas Celine ngamuk saat pertama datang di desanya.
258Please respect copyright.PENANAlcmI1kb0Xl
Perubahan yang Celine rasakan begitu drastis.
258Please respect copyright.PENANABXd0dnZAZh
Abidzar melihat Celine yang berseru senang, melompat ke kasurnya dengan rindu.
258Please respect copyright.PENANAzf9ytbjJzB
“Akhirnya bisa rasain mereka,” Celine mengusap bantal bulu, sprai bulu mewahnya yang mahal.
258Please respect copyright.PENANAph7FebiTyL
“Kita lanjut nanti, kita ke ayah dulu.” ajak Abidzar sambil meraih jemari Celine dan membantunya bangun.
258Please respect copyright.PENANADFlttnuGvX
Celine menghela nafas, mencoba menahan marah dan rasa belum memaafkannya. Dia pasrah saja mengikuti sang suami.
258Please respect copyright.PENANAqRRQYkG3bE
“Nanti kalau punya rumah, kasurnya yang itu ya? Kasur kesayangan aku,” kasur pemberian mendiang ibunya yang hangat, nyaman dan selalu berhasil membuatnya nyenyak.
258Please respect copyright.PENANAoHXjEitwgA
“Iya, kita bahas nanti ya.”
258Please respect copyright.PENANAnLA94cqpeo
Gustav menyambut keduanya, mengkode pelayan untuk membuka pintu di mana menjadi ruangan Glen di rawat.
258Please respect copyright.PENANAO9vODgqvAM
Celine berdebar, dia bagai melihat ibunya sebelum meninggalkannya. Glen tidak membuka mata dengan banyak alat medis di tubuhnya.
258Please respect copyright.PENANA5ME6ahJrf8
Celine sontak urung marah. Ternyata Gustav bohong. Glen sangat tidak baik-baik saja sejak selesai operasi di jantungnya.
258Please respect copyright.PENANA7SlNfOGDrm
“Kak, ayah..” Celine tercekat.
258Please respect copyright.PENANANQn45rpfbm
Gustav menghela nafas, mencoba tidak sedih. Dia juga takut, kenapa ayahnya tidak kunjung sadar. Padahal setelah operasi sadar dulu dan keadaannya tiba-tiba memburuk, membuatnya tidak sadarkan diri.
258Please respect copyright.PENANA2Y939J7fcL
Gustav menjelaskan semuanya, tentang beberapa penyakit yang menyerang Glen.
258Please respect copyright.PENANAVN5TRPYvZq
Celine tidak bisa mendengar lagi. Dia terisak. Dia terus bergelung dengan amarahnya, tidak sadar selama ini ayahnya itu memiliki penyakit yang beresiko.
258Please respect copyright.PENANAe6qTfPqIVc
“Ayah pasti baik-baik aja,” Abidzar memeluk dan mengusap Celine yang terus menangis.
258Please respect copyright.PENANATMh6kRZOVH
Abidzar sungguh lega Celine mau menjenguk, dia tidak ingin Celine menyesal di kemudian hari.
258Please respect copyright.PENANAoGGkTHMc74
***
258Please respect copyright.PENANAaQHDrk2Ejr
Abidzar menatap semua make up mahal yang berjajar di meja kecantikan sang istri. Sungguh bagai princess.
258Please respect copyright.PENANAKJcKsrx5eg
“Kusam banget astaga!” celoteh Celine sambil bersiap memakai masker wajah yang dia rindukan.
258Please respect copyright.PENANA3Ncn7tKToD
“Ga kusam, cantik kok.” Abidzar mengusap kepalanya yang di bando kelinci.
258Please respect copyright.PENANATgH2I5OcY9
“Bohong banget! Abi,”
258Please respect copyright.PENANAzbkle3Opzl
“Ya?” sahutnya lembut.
258Please respect copyright.PENANAAah0ciPK9y
“Aku mau bawa mereka nanti boleh ke desa?” Celine mendongak sebelum memasang maskernya.
258Please respect copyright.PENANAd22Jn2gNWz
“Boleh, kenapa ga boleh? Yang ga boleh itu kalau berdampak buruk,” Abidzar tersenyum hangat.
258Please respect copyright.PENANAx2oR8ken74
Suara lembutnya sungguh Celine sukai. Membuatnya selalu berdebar.
258Please respect copyright.PENANA0oHTij0JPq
“Oke, makasih. Cium dulu,” Celine memanyunkan bibirnya.
258Please respect copyright.PENANARdiItdgqdr
Abidzar tatap manjanya Celine itu sejenak lalu menciumnya, menyesapnya dan membelitkan lidah namun tak lama.
258Please respect copyright.PENANAxMSDwppzE6
“Ini nanti kering, udah dulu.” Celine pun menjilat bibirnya yang basah, tanpa menyeka dia pasangkan masker itu.
258Please respect copyright.PENANAbEf01Ei0fi
Abidzar menatap kegiatan Celine dengan seksama, Rutinitasnya begitu lama. Abidzar sampai rebahan menunggunya selesai.
258Please respect copyright.PENANAEWpAzboUj1
Kasur Celine begitu empuk dan halus. Pasti sangat berat bagi Celine tidur di kasurnya yang tidak terlalu empuk.
258Please respect copyright.PENANAKtc9wqClHc
Kamarnya luas, megah bagai princess. Abidzar tersenyum samar. Jika Celine sudah benar-benar bisa dia arahkan ke jalan lebih baik, dia akan kembali bekerja, apapun akan dia lakukan selagi hal baik agar Celine tercukupi.
258Please respect copyright.PENANAsqtBgZpd8s
Kamarnya harus sama atau bahkan lebih dari saat Celine gadis.
258Please respect copyright.PENANA3tgOSw0KL8
Abidzar akan mengusahakan itu. Semakin meratukan istrinya, membuatnya paling bahagia di muka bumi ini.
258Please respect copyright.PENANAn66Ao82U0d
“Udah,” Celine berjalan mendekat lalu lompat hingga menimpa Abidzar.
258Please respect copyright.PENANAjkrzdn1y3G
“Ugh!” untung Celine tubuhnya kecil. Abidzar segera peluk, membiarkannya ndusel di leher, membuatnya kegelian. Itu tempat sensitif.
258Please respect copyright.PENANAGTGCCCMlkm
“Kita tidur, aku besok harus ke desa dulu.” Abidzar mengusap kepala dan punggung Celine.
258Please respect copyright.PENANAC0pDYK6iq6
“Kamu mau maskeran juga? Mau ya?” Celine mengangkat wajahnya, mengusap wajah Abidzar. “Kulit kamu bagus, padahal ga pake apapun.” sebalnya.
258Please respect copyright.PENANA1fZYGSKIcB
“Tipsnya mau?”
258Please respect copyright.PENANAirT0o6a2Ea
“Apa?”
258Please respect copyright.PENANAYwLrtLB4KD
“Mandi air dingin, jam 3, 4 atau 5 pagi.”
258Please respect copyright.PENANADzqDN7yj9y
“Ga mau,” tolaknya.
258Please respect copyright.PENANALa1YmF2AkA
“Aku belakangan ini jadi ikut mandi siang karena kamu, pasti aku juga kusam,”
258Please respect copyright.PENANAmJIV4DRExf
“Ga ada kusam sama sekali, kayak baby gini,” Celine duduk di perut Abidzar.
258Please respect copyright.PENANAUjUXzqW0Lr
Abidzar menatap celotehan Celine di atas tubuhnya. Jika saja keadaan baik-baik saja dan besok tidak ke desa.
258Please respect copyright.PENANAvvdECyGUiX
Abidzar ingin melakukannya di sini. Di tempat Celine tumbuh lama hingga secantik ini. Walau beberapa tahun tumbuh di California. Tetap saja dia lebih banyak tumbuh di negara ini.
258Please respect copyright.PENANAt8LbaKNZQD
“Mau ya?”
258Please respect copyright.PENANAdwz1NvFXcv
Abidzar mengangguk pasrah, semua di pasangkan di wajahnya. Entah apa saja, Abdizar tidak mengerti.
258Please respect copyright.PENANA7ZIiOkFSMR
Sampai ngantuk dan terlelap. Usapan Celine sungguh lembut membiusnya.
258Please respect copyright.PENANAS2vborxdQz
***
258Please respect copyright.PENANAYECmvU3KUG
“Ah..” Abidzar membuka matanya, menatap Celine yang naik turun di atasnya. Abidzar terengah, menatap sayu penyatuan yang timbul tenggelam itu.
258Please respect copyright.PENANAz02RPzQgTx
Nikmat sekali.
258Please respect copyright.PENANASuz2foeOir
Celine semakin cepat naik turun. Abizar juga mulai bergerak hingga membuat Celine kewalahan.
258Please respect copyright.PENANAbs7cgZ1qje
Dia pun bergetar dan ambruk. Tidak berhenti, Abidzar kembali menumbuknya, membuatnya menjerit dalam desahnya.
258Please respect copyright.PENANAd8PGRuQnub
“Ah enak, Abi.. Terus, yang kenceng.”
258Please respect copyright.PENANA0x57Pxjdlc
Abidzar semakin semangat dan menghentaknya dalam. Dia segera membanjiri rahim Celine.
258Please respect copyright.PENANAId7lam9JuG
Keduanya terengah dan bergetar bersama dengan leganya. Terkulai dan berkeringat lemas.
258Please respect copyright.PENANA47yAf9j02q
“Mau lagi,” Celine turun, menungging cantik dan segera Abidzar serang lagi hingga rasanya semakin hambar.
258Please respect copyright.PENANAAfQPaj8mgX
Dan ternyata semua mimpi. Abidzar bangun dengan Celine masih terlelap. Posisi Celine sudah berantakan dengan kepala di ujung kaki Abidzar.
258Please respect copyright.PENANAWpJ319EQba
“Aduh! Gimana kalau ke tendang, saking luas ga bisa diem.” Abidzar mengintip celananya yang basah.
258Please respect copyright.PENANAGcpT51lTNf
Abidzar tertawa samar. Ini pertama kalinya dia mimpi liar bersama Celine, saking terbayang semalam mungkin.
258Please respect copyright.PENANArTyTVoppaW
Abidzar menggendong Celine, memindahkannya dan menyelimutinya. Dia usap agar kembali terlelap.
258Please respect copyright.PENANAR9MTo16jqx
Celine hanya menggeliat pelan.
258Please respect copyright.PENANAia6FAosfvb
Abidzar melirik jam di nakas. “Masih jam 3 pagi ternyata.” dia memutuskan memeluk Celine dan tidur sampai alarm membangunkannya. “Celena aku basah, ga papa ya.” bisiknya.
258Please respect copyright.PENANA79rpwAyuVj
Abidzar masih ngantuk juga. Celine tidak akan marah, dia akan menjelaskan saja nanti saat bangun tidur.258Please respect copyright.PENANAPOCOXM8tMc


