“Ayah sakit, dia kepikiran kamu dan juga ayah sekarang berhenti kerja, kakak yang ambil alih, kamu mau perusahaan—”
319Please respect copyright.PENANA4r7VSIzDzi
“Ga makasih! Gue ga mau berurusan sama kalian lagi! Gue udah nyaman di sini! Ga usah kalian pungut lagi!” potong Celine dengan berderai air mata.
319Please respect copyright.PENANAVH7iviN0Vi
Mimah mengusap punggung Celine, tidak bisa menegurnya. Dia membiarkan Celine mengeluarkan semuanya dulu.
319Please respect copyright.PENANAgX4O3cv1AC
“Gue manusia, kak! Gue punya perasaan! Gue tahu gue ga sesempurna lo! Tapi gue selalu berusaha, selalu berjuang walau peringkat gue ga ke satu!”
319Please respect copyright.PENANAp6miF6GL90
Gustav sudah tahu dan sadar. Apa yang salah, bahkan Glen juga. Sebenarnya ayahnya tidak maksud begitu, dia hanya ingin Celine semakin semangat lagi untuk membuktikan dia bisa pada keluarga Glen.
319Please respect copyright.PENANAWRJFGBvVGk
Di sini keluarga Glen memang yang paling terang-terangan membandingkan Gustav dan Celine.
319Please respect copyright.PENANAk72L62Mc1J
Semua yang terjadi di masa lalu memang rumit. Banyak kesalahan.
319Please respect copyright.PENANA5ukbvb3xpD
“Lo ga perlu berjuang buat jadi yang pertama, gue beda! Gue udah sampai berdarah-darah, tetep aja ga dihargain, terus aja kurang, terus aja kalian GA PERNAH PUAS!” suara Celine sampai serak meluapkannya.
319Please respect copyright.PENANA2tqkgAp745
Gustav diam, mendengarkan. Menatap kecewanya Celine pada dirinya sebagai kakak yang tidak bisa dengan tegas membantunya, terlalu sibuk dengan jalannya sampai meninggalkan adiknya sendirian.
319Please respect copyright.PENANARMhHtO1N8D
Abidzar mengusap jemari Celine. “Celine, jangan terlalu keras, nanti sakit.” dia usap sekilas tenggorokannya.
319Please respect copyright.PENANAh2yph8crJU
Celine menepis dengan masih menatap Gustav marah, dia ingin menumpahkan semuanya. Luka dari dia remaja hingga dewasa.
319Please respect copyright.PENANAHHrv2gQRqT
Dan untuk pertama kalinya setelah banyaknya badai menerpa. Gustav memeluk adiknya yang sepertinya sudah mengeluarkan semuanya.
319Please respect copyright.PENANAIhLhh3a0jE
Celine lemas tanpa berontak. Pelukan kakaknya itu terakhir dia dapat saat jatuh dari sepeda, kini dia bisa merasakannya lagi setelah jatuh bangun dalam kehidupan.
319Please respect copyright.PENANAx839hbdG4E
***
319Please respect copyright.PENANAkxOol4rQk4
Celine tetap tidak ingin banyak bicara. Dia fokus pada makannya walau tidak nafsu makan. Dia hanya tidak ingin membuat Mimah sedih.
319Please respect copyright.PENANAeNNmLvhFoG
“Mau tambah?” Abidzar menunjuk sayuran kesukaan Celine.
319Please respect copyright.PENANAbdfFZCOBuA
Celine menggeleng dengan mengunyah pelan. Abidzar tidak memaksa, dia usap sekilas punggung Celine dan lanjut makan.
319Please respect copyright.PENANAyjyhwrOlxO
Gustav juga ikut makan walau canggung. Ini juga pertama kalinya dia melihat lauk pauk baru, bahkan dia akan makan nasi.
319Please respect copyright.PENANAn2tkSm032v
Sama seperti saat Celine pertama kali. Bedanya, Gustav langsung mencoba dan mulai bisa menerima rasa baru itu.
319Please respect copyright.PENANAqC1tDiRyCw
Gustav melirik Celine yang gemukan, pipinya mulai berisi, lengannya mulai berdaging. Gustav tersenyum samar.
319Please respect copyright.PENANAdZklNdPqO8
Hidup Celine di sini lebih baik. Dia sangat lega. Tidak apa terus di benci, jika Celine sudah siap memaafkannya dan Glen.
319Please respect copyright.PENANAp70so6FpHx
Pintu rumah dan hati akan selalu terbuka menyambut Celine.
319Please respect copyright.PENANARhNXg2kvX4
Makan siang pun selesai. Celine memilih mengurung diri di kamar. Mimah sudah kembali ke rumah bu Dewi.
319Please respect copyright.PENANAJlXYXd07HX
“Bi, Di sini susah sinyal?”
319Please respect copyright.PENANAPbdHMIY9GD
“Ga ada, susah.”
319Please respect copyright.PENANAwTWen9PNdR
Gustav menghela nafas. “Kalau gitu aku pamit, ga papa Celine biarin aja. Dia masih butuh waktu,” ujarnya maklum.
319Please respect copyright.PENANAyq4IJ8QxFi
“Soal ayah,” Abdizar memilih membahasnya. “Sakit apa? Apa parah?” tanyanya.
319Please respect copyright.PENANAjzoTCTLnZg
“Jantung, tapi udah di operasi. Lagi masa penyembuhan”
319Please respect copyright.PENANAL7eFSnggFZ
“Celine baik, dia akan segera ke kota.”
319Please respect copyright.PENANACVdGtbyEID
“Tapi, Bi. Dia—”
319Please respect copyright.PENANAGvi7iGFcwO
“Percaya, Celine ga terobsesi buat ke kota lagi, dia nurut sama suaminya. Dia istri yang baik,”
319Please respect copyright.PENANAec6eXE76dl
Gustav tersenyum. “Kamu keren, bi. Bisa bikin Celine kembali baik.” pujinya sambil menepuk bahu Abidzar.
319Please respect copyright.PENANAIQol9MVHpL
“Celine yang keren, dia yang mau tanpa di paksa.”
319Please respect copyright.PENANAUk19FYUtzz
***
319Please respect copyright.PENANATMSym5k4OP
“Kakak udah pulang?” Celine urung mengancingkan kemejanya, dia menabrak tubuh Abidzar dulu.
319Please respect copyright.PENANAScQxx7G1q3
Abidzar balas memeluk. “Hm, beberapa menit yang lalu. Aku anter dia sampai mobil.” jawabnya.
319Please respect copyright.PENANAYCe59ekLuC
Abidzar mengurai pelukan, mengancingkan kemeja Celine dengan telaten.
319Please respect copyright.PENANAnitB5LMfAJ
“Baguslah.” ketus Celine lalu diam menatap jemari Abidzar yang mengancingkan kancing kemejanya lalu membukanya lagi.
319Please respect copyright.PENANA4RUzbWvR1k
Celine sontak mendongak menatap Abidzar. “Dih, ngapain?!” Celine memukul lengannya pelan.
319Please respect copyright.PENANAgAjEI7ttvb
“Kirain ngelamun,” bisik Abidzar lembut, dia kembali mengancingkannya lalu mengecup kening Celine sekilas. “Ngobrol yuk?” ajaknya.
319Please respect copyright.PENANAEfuvJCWZK7
Celine menghela nafas, dia pun mengangguk sambil membelitkan lengan ke leher Abidzar dan tanpa mengeluh dia menggendongnya hingga duduk di ujung kasur.
319Please respect copyright.PENANA5J0RQhhzRF
“Ngobrol apa? Jangan bilang kamu mau buang aku ke kota biar pulang ketemu ayah gitu?” kesalnya.
319Please respect copyright.PENANAznWzDt1EzQ
“Buang, siapa yang buang kamu?” dengan lembut Abidzar usap sisi wajahnya. “Ga ada yang buang kamu, kamu berharga. Ayah sama kakak cuma mau kamu yang kayak sekarang, baik, patuh sama suami..
319Please respect copyright.PENANA1N42vrn722
Aku tahu, susah buat terima dan maafin semua yang terjadi, aku juga ga berada di posisi kamu,” belaian lembut Abidzar sungguh memadamkan emosi Celine.
319Please respect copyright.PENANAWgi2nRFQAK
Celine diam tidak menyela, dia nikmat saja diusap-usap. Mendengarkan nasehat Abidzar yang nyaman dia terima.
319Please respect copyright.PENANASuDVUfJsSW
Celine bagai sudah menemukan pawang yang tepat.
319Please respect copyright.PENANAh4ljoDBUDm
“Dengerin ga?”
319Please respect copyright.PENANAR9f31ZmiE9
“Hm?” Celine mendongak lalu mengangguk.
319Please respect copyright.PENANAelmfQ5UVqa
“Kalau gitu tangannya keluarin, kita lagi ngobrol,” Abidzar tertawa pelan melihat tangan nakal itu. Sungguh tak habis pikir, bisa-bisanya merayap sampai sana.
319Please respect copyright.PENANAeAcGfiuhHv
***
319Please respect copyright.PENANAOPbm4CSbSU
Celine tidak bisa tidur, dia diam dengan Abidzar memeluknya dari belakang. Sudah terlelap, meninggalkannya sendirian dengan pemikiran soal nasehat serta keadaan ayahnya.
319Please respect copyright.PENANAHTto77gukp
Celine mendengar semua yang diobrolkan Abidzar walau tangan tidak bisa diam saat itu.
319Please respect copyright.PENANAtgEzu0HP7d
Celine memikirkan apa yang harus dia lakukan. Perasaan sudah tidak ingin ke kota, tapi dia dipaksa untuk ke sana.
319Please respect copyright.PENANABDzGsAfQiE
“Abidzar,” Celine mengguncang Abidzar agar bangun. “Abi! Ga bisa tidur, temenin,” rengeknya.
319Please respect copyright.PENANAxxeBL5wnyU
“Hm.. Kenapa ga tidur? Mau di usap-usap?” tawarnya dengan mata setengah mengantuk.
319Please respect copyright.PENANAY1SMvhbrRQ
“Iya, sambil ngobrol.” Celine berbalik, memeluk Abidzar sambil wajah berhadapan. “Ke kota sama kamu ya, jangan buang aku di sana,” lirihnya.
319Please respect copyright.PENANAhJ7ypGPwHM
“Aku bilang ga ada yang buang kamu. Aku ga akan tinggalin kamu di sana, tugas aku belum selesai jadi suami kamu, aku masih bernafas..” dengan suara lembut yang selalu ingin Celine dengar itu, membuat Celine menghangat dan berdebar.
319Please respect copyright.PENANAwr6QY29iMh
“Jangan cemas. Aku ga akan tinggalin kamu, kecuali kamu yang tinggalin aku karena ga mau sama aku hidup sederhana—”
319Please respect copyright.PENANACJdgRbhUZj
“Kata siapa! Mau!” semprot Celine sambil mengeratkan pelukannya.
319Please respect copyright.PENANAhwYAiBijS7
“Masa?” Ngocoks.com
319Please respect copyright.PENANAZ026pqmozA
“Iya! Serius, udah ga mau ke kota kok.. Kalau pun ke sana pokoknya sama kamu terus pulang lagi ke sini!” cerocosnya sebal.
319Please respect copyright.PENANAkXfITLo1UW
“Kalau kamu ingkar, aku hamilin ya?”
319Please respect copyright.PENANA7rzQRFZSc2
“Yah, bakal ingkar dong,”
319Please respect copyright.PENANAkMpw6mJQFM
Abidzar tertawa pelan sambil mengeratkan pelukannya. “Jangan tinggalin aku, aku belum bahagiain kamu,” bisiknya.
319Please respect copyright.PENANA9RjAYM8OXs
Celine mendengus dengan mata berkaca-kaca setelah mendengarnya. Ternyata di muka bumi ini masih ada yang ingin membuatnya bahagia.
319Please respect copyright.PENANAz6eDEX1vVM
“Yah, kok nangis. Aku harus bujuk kamu dong,”
319Please respect copyright.PENANAvwLSevkhCc
“Iya, bujuk.”
319Please respect copyright.PENANA9HV775uZwm
“Pake dia?” tunjuk Abidzar pada celananya.
319Please respect copyright.PENANARV0vW8nKVb
“Iya, boleh banget.”
319Please respect copyright.PENANALGTklXsHZy
Keduanya cekikikan pelan, kembali saling memeluk erat.319Please respect copyright.PENANAO1fO45lgzw


