“Jangan kapok ya? Ga semua orang kayak bu Leila..” Abidzar terus mengusap punggung Celine, membujuknya agar tidak kapok bersosialisasi dengan warga desa.
370Please respect copyright.PENANA4PE0MOym38
Padahal Celine pertama kali ikut kumpulan, disambut baik walau akhirnya buruk karena satu orang.
370Please respect copyright.PENANAncdRN3oKId
“Mungkin cobaan, kamukan mau jadi lebih baik. Nanti kalau ada hal kayak gitu, kamu pergi terus lapor ke aku, oke?” suaranya yang lembut menenangkan membuat Celine mengangguk.
370Please respect copyright.PENANAhFuGL90BRZ
“Sini, luka cakarannya obatin dulu, aku ga mau kulit bagus istriku rusak.” dengan lembut Abidzar mengurai pelukan, membingkai wajah Celine.
370Please respect copyright.PENANAhwCzBPbS1U
“Iya, sebel! Dulu perawatannya sampai 15 juta seminggu tahu!” dumelnya.
370Please respect copyright.PENANA8YMSq71MNZ
Abidzar tersenyum. “Tanpa perawatan pun kamu cantik, nanti kalau udah di kota aku izinin perawatan lagi ya,” lalu mengusap puncak kepalanya.
370Please respect copyright.PENANAGkSjIN0qWH
“Emang ada uang?”
370Please respect copyright.PENANAjWJYXuMZTV
“Tabungan ada, nanti aku coba kerja lagi. Sekarang fokus ke sawah ayah, kita suruh orang buat tanam padi, berasnya kita jual..” jawab Abidzar sambil mengobati luka cakaran Celine.
370Please respect copyright.PENANAJ6HfN1PRzo
“Mana liat?!”
370Please respect copyright.PENANAqmzCY5Qg5A
“Nanti aja, kalau istriku yang baik ini makin lebih baik lagi.” bisiknya di depan wajah Celine dengan senyuman yang hangat.
370Please respect copyright.PENANA1YyePoXPlN
Celine jadi ikut mengulum senyum, dia usap celana Abidzar. “Mau dia,” rengeknya dengan kedua mata sembab.
370Please respect copyright.PENANAOYX5oFZd5Q
“Tapikan—”
370Please respect copyright.PENANAgH7fUdaGhy
“Hibur dong! Lagi kesel ini, jadi ga mau?” rengeknya.
370Please respect copyright.PENANA7qjGoJ7NJn
***
370Please respect copyright.PENANAVd6dzUs69P
“Mau cepet..” Celine tidak suka terlalu merayap,
370Please respect copyright.PENANA9hgIWsecqd
Abidzar takut suara deritnya kasur terdengar.
370Please respect copyright.PENANAi1ymHZgEHC
Abidzar pun mengangkat Celine hingga berdiri di samping kasur. Di sana dia mengabulkannya, sambil berdiri.
370Please respect copyright.PENANAeg2koKhodB
“Oh suka.” lirih Celine pelan dengan menggigit jemari tangannya guna menahan desah.
370Please respect copyright.PENANA4PK4N3WUYn
Abidzar merem melek, dia sama menahan erangannya. Membiarkan tubuh Celine yang memunggunginya terguncang hebat lalu bergetar samar di pelukannya.
370Please respect copyright.PENANAcbhhXQfCLe
Abidzar menarik lalu menghentaknya dan menarik lagi lalu barulah bergerak dalam dan cepat lagi.
370Please respect copyright.PENANAbxdyDqYSQ6
Celine meremas jemari Abidzar yang meremas keduanya bukitnya, tidak membiarkannya ikut terguncang.
370Please respect copyright.PENANAiYfIGHf9co
“Oh!” Celine menahan pekikannya dan terengah.
370Please respect copyright.PENANAinUQ1P5bzY
“Aku keluar di—”
370Please respect copyright.PENANATKcuG0zzDI
“Da-alem a-aja.”
370Please respect copyright.PENANALIdSrmeihD
***
370Please respect copyright.PENANALdKOn5lOqZ
“Boleh?”
370Please respect copyright.PENANAkayk9rEebb
“Nanti dulu.” Celine mengeratkan pelukannya. “Sebentar lagi aja.” pintanya.
370Please respect copyright.PENANA5O2JSIJLpM
Abidzar tetap harus membantu warga memasang bendera dan sebagainya. Dia tidak bisa tidak bergabung karena kebiasaannya selama ini jika berada di sini.
370Please respect copyright.PENANA90jVwS2UKX
“Mau ikut?”
370Please respect copyright.PENANA6Ap9bjXosF
“Ga mau, masih kesel. Besok aja, tapi ga suka sendiri! Pasang benderanya bisa ga di depan atau sekitar sini?” rengeknya.
370Please respect copyright.PENANAiOISKYjbEg
“Iya, nanti aku minta bagian sini ya, kamu bisa duduk di depan rumah sambil ngemil, masih adakan cemilannya?”
370Please respect copyright.PENANAeUDKpAJpSZ
“Ada,” Celine mengurai pelukan hendak turun namun Abidzar tahan.
370Please respect copyright.PENANAfIoMKQwbCp
“Pakai dulu kaosnya,” Abidzar memasangkan kaosnya ke tubuh Celine.
370Please respect copyright.PENANAWXj1IMBepV
“Ga keluar, itu cemilannya.” tunjuk Celine.
370Please respect copyright.PENANAlsEEtXjVuU
Abidzar tersenyum merutuki dirinya yang mendadak bodoh saking takut ada yang melihat Celine, padahal di sini hanya dia yang melihatnya.
370Please respect copyright.PENANAmsbms6aQwe
“Takutnya aku mau lagi, kan doyan,” jenaka Abidzar dengan lembutnya yang khas, tawanya yang pelan begitu terdengar merdu.
370Please respect copyright.PENANAhMhTh84M0o
Sungguh pria baik yang tidak pernah meninggikan suaranya pada perempuan. Celine merasa beruntung kini.
370Please respect copyright.PENANA7iYKU4wfRr
“Yaudah ayo, mau nungging atau—”
370Please respect copyright.PENANApbVKN4UGe4
“Hari ini cukup. Kamu ga mau aku keluar kayaknya,” potong Abidzar menggodanya sambil mencolek pinggang Celine.
370Please respect copyright.PENANAnbfEDNSHoU
Celine berjengit geli sambil cekikan. “Emang ga mau,” lalu memeluk Abidzar lagi.
370Please respect copyright.PENANABQ4EdwLOYC
“Tapi aku harus keluar, yuk bersih-bersih dulu.” Abidzar usap punggung Celine, mengecupi puncak kepalanya.
370Please respect copyright.PENANAJjoUePGhKb
***
370Please respect copyright.PENANAK4aU16yXKN
Celine mengunyah sambil melihat Abidzar yang tengah memasangkan bendera agak cukup jauh dari rumah namun masih bisa dia lihat.
370Please respect copyright.PENANAEyoBf4rhhT
Hingga sosok yang lemah lembut berada di antara pemuda dan Abidzar. Mereka terlihat menyambut Jasmin tertarik kecuali Abidzar.
370Please respect copyright.PENANAWPGDamcNFE
Celine tersenyum samar melihat Abidzar yang merespon seadanya lalu fokus lagi, sambil menoleh ke arahnya lalu tersenyum sesaat.
370Please respect copyright.PENANAvs3jLGGVT0
“Apa Abi tahu kalau gue ga suka dia deket cewek itu ya?” gumamnya lalu tersipu senang jika memang iya.
370Please respect copyright.PENANAC7pWHECHJp
Celine merasa kian hari dirinya menjadi berubah, dia lupa bagaimana dirinya yang dulu.
370Please respect copyright.PENANAeVDZ85iFrc
Oh ketus, pedas, sarkas, entah kapan terakhir kali dia begitu pada Abidzar atau Mimah.
370Please respect copyright.PENANAGGLU7ER44N
Hingga senyum Celine luntur. Hari ini sungguh menyebalkan. Soal Bu Leila dan kini dia melihat sosok kakaknya yang disambut Abidzar.
370Please respect copyright.PENANA7XOoroc7Lh
Untuk apa dia kemari?
370Please respect copyright.PENANA4l0bNgCOjN
Celine berdiri dengan tidak ramah saat Abidzar pamit pada para pemuda lalu membawa Gustav berjalan ke arahnya hingga berhadapan. Ngocoks.com
370Please respect copyright.PENANAvtx2S3zAM5
Gustav memarkirkan mobilnya entah di mana, mungkin di dekat bu Dewi karena sempat berpapasan dengan Mimah.
370Please respect copyright.PENANAcwwYmJgpPp
“Lo ngapain?!” Celine begitu benci, dia pun menendang kaki Gustav sampai mengaduh.
370Please respect copyright.PENANA4xZ8ehd8Lg
“Celine,” tegur Abidzar segera menahannya. Dia tatap wajah Celine.
370Please respect copyright.PENANAZr7Jb5Kcyu
Kedua matanya yang masih bengkak kini kembali menangis lagi. “Lo ngapain?” bibir dan suaranya bergetar. “Lo ngapain datang ke sampah yang lo buang? Mau pungut?” nafasnya terengah.
370Please respect copyright.PENANArXhiXFFRKt
“Sstt.. Celine, hey.. Liat aku, Celine liat aku,”
370Please respect copyright.PENANAzWd8SciXzY
Celine menatap Abidzar dengan berderai air mata. Nafasnya terengah dengan jemari terkepal kuat.
370Please respect copyright.PENANAGePVuf6LgY
“Aku tahu kamu marah, kamu kecewa, kita dengerin dulu ya kakak mau bilang apa, yuk masuk dulu, sstt.. Jangan nangis, nanti pusing,” Abidzar menggendong lembut Celine untuk masuk.
370Please respect copyright.PENANAtoFGbw15bs
Dengan agak pincang, Gustav masuk. Dia semakin tenang melihat cara Abidzar menenangkan ketantruman Celine.
370Please respect copyright.PENANARTpU02e6fg
Sungguh tidak salah dia dan ayahnya mengambil keputusan.370Please respect copyright.PENANAKvZeEuZnHd


