Bab 2: Godaan di Ruang Kerja yang Semakin Panas
2710Please respect copyright.PENANAfCCaubs9WY
Pagi berikutnya, Rina berdiri di depan cermin kamar mandi apartemen kecilnya dengan perasaan campur aduk. Memeknya masih terasa agak bengkak dan sensitif setelah permainan jari Alex kemarin. Ia memilih rok pensil abu-abu yang lebih pendek, hanya sepuluh senti di atas lutut. Tanpa bra seperti perintah bosnya. Payudara E-cupnya yang berat bergoyang bebas di balik kemeja putih tipis, puting cokelat mudanya sudah setengah mengeras karena gesekan kain. Celana dalamnya ia pilih yang paling tipis, berwarna hitam transparan.
2710Please respect copyright.PENANAl6vx5SwAsg
“Ya Tuhan, Rina… kamu benar-benar sudah gila,” bisiknya pada diri sendiri. Tapi bayangan hutang ibunya yang harus dibayar minggu ini membuatnya menghela napas panjang. Ia harus bertahan.
2710Please respect copyright.PENANAY4IMGkYmlh
Di kantor, Karina menyambutnya dengan senyum licik. “Wah, sudah mulai nurut ya? Bos pasti senang melihatmu begini.”
2710Please respect copyright.PENANA5FtwB2Wakn
Rina hanya tersenyum tipis sebelum masuk ke ruangan Alex.
2710Please respect copyright.PENANA6kVHmHKX5a
Alex sudah duduk di kursinya, tampak semakin tampan dengan jas hitam yang mahal. Matanya langsung menyala saat melihat penampilan Rina.
2710Please respect copyright.PENANA1SvUUqACwK
“Putar badanmu,” perintahnya dingin.
2710Please respect copyright.PENANA9M2gENWSJQ
Rina berputar pelan. Rok pendek itu menonjolkan bokong montoknya yang bulat sempurna. Payudaranya bergoyang lembut, putingnya jelas menonjol di balik kemeja.
2710Please respect copyright.PENANAZvb2UzNQuL
“Bagus. Sekarang kemari.”
2710Please respect copyright.PENANAjvAZuIyeix
Rina mendekat. Alex menariknya langsung ke pangkuannya lagi. Kontol pria itu sudah setengah tegang, menekan bokong Rina dengan panas yang menusuk.
2710Please respect copyright.PENANAtQlHGM6LlA
“Rokmu masih terlalu panjang,” gerutu Alex. Tangan besarnya menyusup ke bawah rok, meremas paha dalam Rina dengan kuat hingga meninggalkan bekas merah samar. “Mulai besok, rok minimal lima senti lebih pendek. Aku mau setiap kali kamu membungkuk, memekmu hampir kelihatan dari belakang.”
2710Please respect copyright.PENANA6vJJgOmSbC
Tangan Alex naik lebih tinggi, menarik celana dalam Rina ke samping dengan kasar. Jari tengahnya langsung menemukan memek gadis itu yang sudah basah lagi.
2710Please respect copyright.PENANADYcLObJlCI
“Basah sekali dari pagi. Memek perawan ini sudah ketagihan jari bosnya ya?” bisik Alex sambil mengusap celah memek yang licin itu naik-turun.
2710Please respect copyright.PENANAzna6O9qyPC
“Aaahh… Pak… pelan…” erang Rina, pinggulnya tanpa sadar bergerak pelan mengikuti gerakan jari pria itu.
2710Please respect copyright.PENANAwKZymg1WxJ
Alex tertawa rendah. Ia memasukkan satu jari ke dalam lubang sempit Rina, memompa perlahan sambil ibu jarinya menekan klitoris yang sudah membengkak. Sensasi panas, penuh, dan getaran kenikmatan membuat kaki Rina gemetar di atas pangkuan bosnya.
2710Please respect copyright.PENANAEZvKv4AF8r
“Bayangkan nanti kontolku yang 22 cm ini masuk ke sini,” bisik Alex di telinga Rina sambil menambah satu jari lagi. Dua jarinya sekarang memompa lebih cepat, suara “chup chup” basah terdengar jelas di ruangan yang sunyi. “Memekmu pasti akan robek-robek tapi ketagihan.”
2710Please respect copyright.PENANAWFiFgAArlZ
Rina menggigit bibirnya kuat, air liurnya hampir menetes. Payudaranya naik-turun cepat karena napasnya yang tersengal. Alex menggunakan tangan satunya untuk membuka kemeja Rina, melepaskan payudara besar itu ke udara. Ia meremas keduanya kasar, menarik puting, memilinnya hingga Rina menjerit kecil.
2710Please respect copyright.PENANA2yXo7w76AT
“Enak ya? Putingmu keras sekali. Sensitif banget.”
2710Please respect copyright.PENANAwTqVf1SQfq
Alex menunduk, mulutnya langsung menyedot puting kiri Rina dengan rakus. Lidahnya berputar di sekitar puting, mengisap kuat, sesekali menggigit pelan. Rasa sakit kecil bercampur kenikmatan membuat Rina hampir gila.
2710Please respect copyright.PENANAIPLEne1cIi
“Pak… aaahh… saya… mau keluar lagi…”
2710Please respect copyright.PENANArWRFsxc1Ga
“Belum boleh,” Alex menghentikan gerakan jarinya tepat saat Rina hampir orgasme. Edging pertama. Rina menggelinjang frustrasi, memeknya berdenyut minta diteruskan.
2710Please respect copyright.PENANANQ5mgqPHaC
“Tolong Pak… lanjutkan…” pinta Rina dengan suara memohon.
2710Please respect copyright.PENANAvz8nvXEm5T
Alex tersenyum sadis. “Belum. Kerja dulu.”
2710Please respect copyright.PENANA3gr1XcF6Cl
Sepanjang pagi, Alex terus menyiksa Rina dengan edging berulang. Setiap kali membawa dokumen, Rina harus duduk di pangkuannya. Jari Alex bermain di memeknya, kadang memompa cepat, kadang hanya mengusap klitoris pelan. Dua kali Rina hampir squirting, tapi Alex selalu menghentikan di ambang klimaks.
2710Please respect copyright.PENANA1Cf2XLWnOY
Siang hari, saat makan siang di ruangan, Alex memerintahkan Rina berlutut di bawah meja.
2710Please respect copyright.PENANAfYFn5AEZeF
“Buka mulutmu.”
2710Please respect copyright.PENANAuW65rVJo1N
Rina membuka mulut dengan gugup. Alex mengeluarkan kontolnya yang sudah sangat keras. 22 cm, tebal, berurat menonjol, kepala kontolnya besar dan mengkilap precum.
2710Please respect copyright.PENANAMIyUPMJwjr
“Jilat dulu. Belajar deepthroat.”
2710Please respect copyright.PENANA1XrYJvMogY
Rina menjulurkan lidahnya yang pink, menjilat kepala kontol Alex dengan malu-malu. Rasa asin precum pria itu memenuhi mulutnya. Bau maskulin yang kuat membuat kepalanya pusing.
2710Please respect copyright.PENANAG28JEEFej5
“Bagus. Masukkan ke mulut.”
2710Please respect copyright.PENANAZHGRIHELv1
Rina membuka mulut lebar, memasukkan kepala kontol itu. Mulutnya penuh sekali. Alex memegang kepala Rina, mendorong pelan hingga kontolnya masuk lebih dalam, menyentuh tenggorokan gadis itu.
2710Please respect copyright.PENANAkCidZdhyYc
“Ngghh…! Uhk…!” Rina tersedak, air mata keluar. Air liurnya menetes deras ke kontol Alex.
2710Please respect copyright.PENANAYZ4kjMmdpX
“Tarik napas lewat hidung. Relaks tenggorokanmu,” perintah Alex sambil menggoyang pinggul pelan, fucking mulut Rina dengan perlahan.
2710Please respect copyright.PENANA7lrmxgiyqh
Suara gluck… gluck… gluck basah terdengar dari bawah meja. Rina berusaha menelan sebanyak mungkin, lidahnya menjilat urat-urat kontol yang berdenyut. Alex mendesah nikmat, tangannya mengelus rambut Rina seperti memuji anjing peliharaan.
2710Please respect copyright.PENANAlz0nRMnHln
Setelah sepuluh menit, Alex menarik kontolnya keluar, meninggalkan benang air liur Rina yang panjang.
2710Please respect copyright.PENANATdoV1vrp08
“Belum crot hari ini. Malam nanti mungkin.”
2710Please respect copyright.PENANANbjfq9q7ui
Sore harinya, ketegangan semakin memuncak. Alex memanggil Rina ke ruang rapat kecil di sebelah ruang kerjanya. Ia mengunci pintu.
2710Please respect copyright.PENANAl4nS5LAFLi
“Sekarang buka bajumu. Semua.”
2710Please respect copyright.PENANA5lfEjOaaQb
Rina melepas kemeja dan roknya dengan tangan gemetar. Hanya celana dalam tipis yang tersisa. Tubuhnya yang indah — payudara besar, pinggul lebar, memek pink yang sudah banjir — terpapar di depan bosnya.
2710Please respect copyright.PENANATHWi4pptlD
Alex duduk di kursi rapat, menarik Rina hingga berdiri di depannya dengan kaki terbuka.
2710Please respect copyright.PENANASjfOdMkKfk
“Pegang meja, bokong ke belakang.”
2710Please respect copyright.PENANAcuEdGKXU05
Rina membungkuk, memegang pinggir meja. Bokong montoknya terangkat, memeknya terbuka jelas dari belakang. Alex menarik celana dalamnya ke bawah hingga jatuh ke mata kaki.
2710Please respect copyright.PENANAfU8JGRSZXZ
Tangan Alex meremas bokong Rina kuat, menepuk pelan hingga kulit putih itu memerah.
2710Please respect copyright.PENANADQnui7GGqu
“Plak! Plak!” Suara tamparan bokong terdengar.
2710Please respect copyright.PENANAUz4GRgM8Ws
“Aaahh!” Rina menjerit kecil. Rasa panas dan sakit bercampur kenikmatan.
2710Please respect copyright.PENANAbkX01mI9W0
Alex berlutut di belakang Rina. Wajahnya tepat di depan memek gadis itu. Ia menjulurkan lidah, menjilat celah memek dari belakang dengan lambat. Rasa asin-manis cairan Rina memenuhi mulutnya.
2710Please respect copyright.PENANAW8Fb9cvuAB
“Ngghh… Pak… itu… kotor…” Rina menggelinjang.
2710Please respect copyright.PENANACgoHX3ecQ9
“Bukan kotor. Ini enak.” Alex menyelipkan lidahnya ke dalam lubang memek, menjilat dinding dalam yang berdenyut. Kemudian ia mengisap klitoris Rina dengan kuat sambil dua jarinya memompa cepat.
2710Please respect copyright.PENANAUbE3qdHfPw
Rina hampir pingsan kenikmatan. Kakinya gemetar hebat. “Pak… saya… mau squirt… tolong…!”
2710Please respect copyright.PENANAcPKdP9BdbD
Kali ini Alex tidak menghentikan. Ia mempercepat jilatan dan pompaannya. Rina menjerit saat orgasme menyembur. Cairan squirt bening menyembur deras ke wajah Alex, membasahi lantai ruang rapat.
2710Please respect copyright.PENANA1t7R6dkJTS
Rina ambruk ke meja, tubuhnya kejang-kejang, air mata kenikmatan mengalir.
2710Please respect copyright.PENANAD8egChzdjh
Alex berdiri, mengusap wajahnya yang basah, lalu mencium Rina dalam-dalam, memindahkan rasa memek gadis itu ke mulutnya sendiri.
2710Please respect copyright.PENANAv8XQc6pgfA
“Kamu squirt pertama kali karena lidah bosmu. Besok akan lebih gila,” bisik Alex sambil meremas payudara Rina lagi.
2710Please respect copyright.PENANAdjAswKoIAo
Malam harinya, Rina pulang dengan tubuh lelah tapi memek yang terus berdenyut. Di apartemen, ia langsung mandi air dingin, tapi tetap tidak bisa menahan diri. Ia memainkan memeknya sendiri di kamar mandi sambil membayangkan kontol Alex yang tebal.
2710Please respect copyright.PENANArogtWlrfQu
“Kontol Pak Alex… masukkan ke memekku… guncang aku…” erangnya saat orgasme lagi.
2710Please respect copyright.PENANAAnYU7gtTV5
Bu Siti memanggil dari kamar, “Rina, kamu kenapa nak? Kok suaranya aneh?”
2710Please respect copyright.PENANAdib2KFfYSd
“Tidak apa-apa Bu… cuma… capek kerja,” jawab Rina sambil tersengal.
2710Please respect copyright.PENANAKOdOazchYx
Ia tahu, ia sudah mulai ketagihan. Godaan Alex semakin dalam, dan ia tidak yakin bisa menolak lagi.
2710Please respect copyright.PENANAkA3KMOTJ5k


