Bab 3: Getaran di Balik Meja dan Rahasia yang Mulai Terbuka
2432Please respect copyright.PENANAzFdVWPYrRW
Pagi ketiga Rina berdiri di depan cermin dengan napas berat. Tubuhnya sudah terasa berbeda. Memeknya masih sensitif, sedikit bengkak dari permainan lidah Alex kemarin. Putingnya pun terasa nyeri tapi enak setiap kali tersentuh kain. Ia memilih rok hitam yang sangat pendek, hanya delapan senti di atas lutut. Tanpa bra lagi. Kemeja putihnya semakin tipis, hampir transparan kalau terkena cahaya. Celana dalamnya diganti dengan yang berenda sangat tipis, hampir tak ada artinya.
2432Please respect copyright.PENANAotjq0aunqn
Sebelum berangkat, Rina sempat melihat ibunya. Bu Siti duduk di kursi roda, wajahnya pucat karena cuci darah kemarin.
2432Please respect copyright.PENANAnNjXVQUJ0O
“Nak, kerjaannya jangan terlalu capek ya. Bosnya baik?” tanya Bu Siti lemah.
2432Please respect copyright.PENANApOadI9dGay
Rina tersenyum getir. “Baik, Bu. Gajinya besar. Untuk obat Bu nanti.”
2432Please respect copyright.PENANA2gKkL08Rrv
Di dalam hati, Rina merasa bersalah. Tapi kenikmatan yang diberikan Alex kemarin membuat memeknya basah lagi hanya dengan mengingatnya.
2432Please respect copyright.PENANAlBSXxc2s9n
Sesampainya di lantai 38, Karina langsung menyeringai melihat penampilan Rina.
2432Please respect copyright.PENANAxGeIpb8mb5
“Sudah mulai jadi slut kecil ya? Bos pasti senang banget hari ini.”
2432Please respect copyright.PENANARyFMePWSQy
Rina tidak menjawab, langsung masuk ke ruangan Alex.
2432Please respect copyright.PENANAZ057FnJcs2
Alex berdiri di depan jendela kaca, memegang secangkir kopi. Begitu melihat Rina, matanya langsung gelap nafsu.
2432Please respect copyright.PENANAkqddufVEM8
“Datanglah sini. Angkat rokmu.”
2432Please respect copyright.PENANApWbfRtgYm6
Rina berdiri di depan bosnya, mengangkat rok pendeknya dengan tangan gemetar. Celana dalam tipisnya sudah basah di tengah.
2432Please respect copyright.PENANAJv1WtckjNc
Alex merogoh laci meja dan mengeluarkan sebuah benda kecil berbentuk telur berwarna merah muda — vibrator remote control.
2432Please respect copyright.PENANAJYRIi1kvgk
“Ini hadiah untukmu. Masukkan ke memekmu sekarang.”
2432Please respect copyright.PENANADlPJT3003u
Rina terbelalak. “Pak… itu… di kantor?”
2432Please respect copyright.PENANAQdigrelLI6
“Sekarang juga. Atau kamu mau aku yang masukkan?”
2432Please respect copyright.PENANATJk59l9bI0
Dengan wajah merah malu, Rina menarik celana dalamnya ke samping. Memek pinknya sudah mengkilap lendir. Ia mendorong vibrator itu pelan ke dalam lubangnya yang masih sempit. Getaran kecil langsung membuat lututnya lemas.
2432Please respect copyright.PENANAgYwl7SDg0x
“Bagus. Sekarang kerja seperti biasa.”
2432Please respect copyright.PENANAMq2C08A3X1
Sepanjang pagi, Alex bermain kejam dengan remote. Saat Rina berdiri membuat kopi, vibrator menyala pelan. Getaran rendah membuat dinding memek Rina berdenyut nikmat. Cairan mulai menetes pelan ke paha dalamnya.
2432Please respect copyright.PENANAiZavh0ef84
“Ngghh…” Rina menggigit bibir, berusaha tidak menjerit.
2432Please respect copyright.PENANAXaFLWbvBlH
Saat rapat dengan dua manajer departemen lain, Alex menyalakan getaran sedang. Rina duduk di sampingnya, kakinya rapat, tangannya mencengkeram pena kuat-kuat. Memeknya bergetar hebat di dalam. Klitorisnya ikut berdenyut. Wajahnya memerah, napasnya tersengal pelan.
2432Please respect copyright.PENANAyg25AKnk3x
Salah satu manajer bertanya, “Kamu baik-baik saja, Mbak Rina?”
2432Please respect copyright.PENANAkaavP9nZWp
“I-iya, Pak… cuma… agak panas,” jawab Rina sambil menahan orgasme.
2432Please respect copyright.PENANAVPrJO9T7DA
Alex tersenyum tipis dan menaikkan getaran ke level tinggi selama lima detik. Rina hampir squirt di kursi rapat. Ia mencengkeram paha sendiri, memeknya berkontraksi kuat di sekitar vibrator. Cairan hangat membasahi celana dalamnya sampai tembus ke rok.
2432Please respect copyright.PENANAfiPO2YueXU
Begitu rapat selesai, Alex menarik Rina ke ruang kerjanya dan mengunci pintu.
2432Please respect copyright.PENANAf9itelsceM
“Berlutut.”
2432Please respect copyright.PENANAvxgBBA0Rcs
Rina berlutut di karpet mewah. Alex membuka celana, mengeluarkan kontol monsternya yang sudah ngaceng keras. Urat-uratnya berdenyut, kepala kontolnya mengkilap precum yang banyak.
2432Please respect copyright.PENANAmaeL5AzpUr
“Hari ini kamu belajar menelan lebih dalam.”
2432Please respect copyright.PENANAss01X92kMx
Alex memegang kepala Rina dan mendorong kontolnya masuk ke mulut gadis itu. Rina tersedak, tenggorokannya penuh dengan daging panas yang tebal. Air liurnya menetes deras ke lantai.
2432Please respect copyright.PENANAHh7fss8llm
“Gluck… gluck… gluck…” Suara deepthroat basah memenuhi ruangan.
2432Please respect copyright.PENANAMH8k1ZGnVC
Alex menggoyang pinggulnya, fucking mulut Rina dengan ritme stabil. Kadang ia dorong dalam hingga hidung Rina menempel di perutnya, menahan di sana beberapa detik hingga gadis itu kehabisan napas dan air mata mengalir.
2432Please respect copyright.PENANALFwXL1OVhn
“Bagus… tenggorokanmu panas dan sempit. Bayangkan ini memekmu nanti.”
2432Please respect copyright.PENANA4hEWBJC5c6
Sambil fucking mulut Rina, Alex menyalakan vibrator di level maksimal. Rina menjerit di sekitar kontol Alex. Tubuhnya kejang hebat. Squirt menyembur deras dari memeknya, membasahi karpet dan paha Alex.
2432Please respect copyright.PENANAaFWcO74uSV
Alex menarik kontolnya keluar tepat sebelum ia crot, meninggalkan Rina tersengal di lantai dengan mulut penuh air liur dan precum.
2432Please respect copyright.PENANATgiFkd1IlE
“Belum boleh crot. Aku mau simpan untuk nanti.”
2432Please respect copyright.PENANAhN4gg2WjQM
Siang harinya, Alex membawa Rina ke ruang pribadi di belakang ruang kerjanya. Ada sofa panjang dan meja rendah di sana.
2432Please respect copyright.PENANAq8bQ0ieyJf
“Telanjang. Bokong ke atas di sofa.”
2432Please respect copyright.PENANA1NUumVLDwU
Rina melepas semua pakaiannya. Tubuh telanjangnya yang indah terpapar. Payudara besar bergoyang, memeknya merah dan basah setelah berjam-jam digetarkan.
2432Please respect copyright.PENANAvN0MEpaUF6
Alex mengoleskan pelumas dingin ke lubang anus Rina yang kecil dan rapat.
2432Please respect copyright.PENANArqvgwV6A6x
“Hari ini kita coba anal pertama dengan jari.”
2432Please respect copyright.PENANAeeAWh1nVt3
“Pak… itu kotor… jangan…” Rina memohon.
2432Please respect copyright.PENANAS2Fm8oiql0
Alex menepuk bokongnya keras. “Plak! Plak! Plak!” Bekas merah muncul di kulit putih itu.
2432Please respect copyright.PENANAmUJuNJe49u
“Kamu budak seks bosmu sekarang. Semua lubangmu milikku.”
2432Please respect copyright.PENANASGI1Me5NLA
Jari telunjuk Alex yang licin pelumas mendesak pelan ke dalam anus Rina. Sensasi penuh, dingin, dan aneh membuat Rina menjerit kecil. Sakit tapi ada kenikmatan aneh yang aneh.
2432Please respect copyright.PENANA6xMH52g20t
“Ngghhh… penuh… Pak…”
2432Please respect copyright.PENANAYQrtLFU9mf
Alex memompa jari di anus sambil memasukkan dua jari ke memek Rina. Double penetration dengan jari. Ia memompa kedua lubang secara bergantian, cepat dan dalam.
2432Please respect copyright.PENANAjrGPER3frf
Rina menangis kenikmatan. Kakinya gemetar hebat. Perutnya terasa penuh. Memeknya berdenyut liar, squirting kecil berkali-kali membasahi sofa.
2432Please respect copyright.PENANA7Ut49vcZEr
“Pak Alex… saya… sudah gila… kontol Bapak… kapan masuk ke memek saya…” erang Rina tanpa sadar.
2432Please respect copyright.PENANAm547qACJdN
Alex tersenyum puas. Ia menambah satu jari lagi di anus Rina, meregangkannya perlahan.
2432Please respect copyright.PENANAa1u5EBLRH3
“Belum sekarang. Kamu harus semakin basah, semakin ketagihan dulu.”
2432Please respect copyright.PENANASRt4C24BKH
Sore menjelang malam, Alex memerintahkan Rina memakai vibrator lagi sebelum pulang. Getaran rendah terus menyala sepanjang perjalanan pulang menggunakan mobil kantor.
2432Please respect copyright.PENANAC2S2DzWqqy
Di apartemen, Rina langsung masuk kamar dan orgasme berkali-kali di tempat tidur sambil memeluk bantal, membayangkan kontol besar Alex mengguncang memek dan anusnya.
2432Please respect copyright.PENANAWfovberXT4
Bu Siti sempat bertanya kenapa anaknya pulang dengan wajah merah dan napas tersengal. Rina hanya bilang “Capek kerja, Bu.”
2432Please respect copyright.PENANAw4ppyZ9t2J
Malam itu, sebelum tidur, Alex mengirim pesan:
2432Please respect copyright.PENANA2m08YcyFlm
“Besok pakai butt plug kecil yang aku kirim via kurir besok pagi. Masukkan sebelum masuk kantor. Jangan dilepas seharian.”
2432Please respect copyright.PENANAm9Ldl8mUVK
Rina menatap layar ponsel dengan tangan gemetar. Memeknya kembali basah hanya dengan membaca pesan itu.
2432Please respect copyright.PENANAOasK0qX8vx
Ia tahu, ia sudah terperosok semakin dalam ke dalam nafsu bos besarnya. Tapi entah kenapa, ia tidak ingin berhenti.
2432Please respect copyright.PENANAxeEyVaBZoH


