Air menjulur di shower itu, terasa hangat dengan uap yang berubah jadi embun. Beberapa kali ia memeras rambut panjangnya dengan tangan yang tetap bermain di sekitar s3langk4ngan. Sedikit suara des4ahan akibat sensasi k3nikmatan. Ia menoleh disekitar sudut kamar mandi, didapatinya botol shampo berbentuk panjang nan lonjong dengan sudut tumpul. Pemikiran nakal mulai merasukinya, berniat untuk melakukan hal gila sampai ketika suara teriakan membuyarkan pikiran kotornya.
1773Please respect copyright.PENANAjjB9tltR2h
"Maaa!! Siska berankat ke toko ya!"
1773Please respect copyright.PENANALy4kbLNz0s
Maya tak menjawab. Ia sedikit kesal dan kaget akibat suara anaknya yang melengking.
1773Please respect copyright.PENANAWWUZEtiLcr
Selesai mandi dan berkemas, Maya menyempatkan diri untuk bersolek sejenak. Hanya sekadar bedak tipis dan coretan cilak untuk menegaskan mata. Ia tak suka berpenampilan begitu menor dan mencolok, namun kodrat wanita membuatnya harus membenah diri agar terlihat lebih menarik dimata lawan jenis. Terlebih lagi dengan status dirinya yang menjanda, tentunya ia ingin menjadi pusat perhatian, walau pada faktanya semua solekan tersebut ia lakukan demi membuat Adam tetap tergila kepadanya.
1773Please respect copyright.PENANA2WSotMlyom
*****
Meja kasir masih tampak kosong. Beberapa karyawan terlihat sibuk merapikan gantungan baju, sekadar mencari kesibukan agar tidak mendapat teguran dari pemilik toko. Siska sendiri sedang memilah pakaian dalam untuk dipajang di etalase sudut. Sesekali ia mengamati barang-barang itu dengan rasa kagum, lalu tanpa sadar membandingkannya dengan dirinya sendiri. Ada sedikit rasa tidak percaya diri yang muncul, meski ia segera menepisnya.
1773Please respect copyright.PENANALnoSee1iE7
Kesibukan di butik itu perlahan mengalihkan pikirannya dari berbagai hal yang akhir-akhir ini mengganggu: sikap ibunya yang terasa berubah, serta kekasihnya yang belakangan mulai sulit dihubungi.
1773Please respect copyright.PENANAhklGsx9ZaM
Namun semua itu perlahan memudar, terutama sejak Beni kembali hadir dalam hidupnya. Pria itu kerap mengirim pesan, sesekali mengajaknya berbicara di video call hanya untuk mengenang masa lalu. Siska merasa nyaman, seolah menemukan kembali ruang yang sempat hilang di antara kesibukan dan kebingungannya sendiri.
1773Please respect copyright.PENANAdCorLeniQc
Di sela waktu senggang, Beni juga beberapa kali datang ke butik. Dari percakapan singkat di tempat kerja, perlahan mereka mulai meluangkan waktu untuk bertemu di luar—di kafe, atau tempat-tempat yang menyimpan kenangan lama mereka.
1773Please respect copyright.PENANAnVlK9Qm49F
“Aku suka tempat ini,” ucap Beni suatu kali sambil menunjuk bangku di bawah pohon rindang. “Dulu kamu sering membaca di sini.”
1773Please respect copyright.PENANAZKS9AkXcMl
Siska menatap taman itu. Hampir tidak banyak yang berubah sejak terakhir kali ia datang ke sana. Hanya warna cat yang diperbarui dan beberapa ornamen baru yang membuatnya tampak lebih modern.
1773Please respect copyright.PENANAZbYXWSX4Cw
Di sekelilingnya, ia melihat pasangan muda yang saling bergandengan tangan. Pemandangan itu membuatnya sedikit tidak nyaman, seolah ia berada di tempat yang bukan miliknya lagi.
1773Please respect copyright.PENANACQEoHE5u3u
“Kenapa kamu membawaku ke sini?” tanya Siska, nadanya sedikit ketus.
1773Please respect copyright.PENANAeKi1BoTULq
“Aku hanya ingin mengenang masa lalu,” jawab Beni dengan senyum ringan.
1773Please respect copyright.PENANA509LjP4OAp
“Kamu masih saja pakai cara lama. Mengira kenangan bisa menarik orang kembali,” Siska terkekeh kecil. “Lihat mereka itu… terlalu berlebihan. Menjijikkan.”
1773Please respect copyright.PENANAp6vL8M3hNU
“Jangan bicara begitu,” sahut Beni pelan. “Ciuman pertamamu juga di sini, kan?”
1773Please respect copyright.PENANAB2aojexwOZ
Siska terdiam sesaat.
1773Please respect copyright.PENANAqhbTxLGRaK
“Dulu kamu juga tidak jauh berbeda,” lanjut Beni, suaranya masih ringan. “Suka menggandeng tanganku, tidak mau melepaskan.”
1773Please respect copyright.PENANA8aOS7cU8xQ
Siska hanya tersenyum tipis, antara malu dan tersinggung, tapi tidak membantah. Kenangan itu memang nyata, dan sulit untuk dihapus begitu saja.
1773Please respect copyright.PENANAycw0w791jx
Sementara itu, di tempat lain, kehidupan Maya dan Adam berjalan di jalur yang berbeda—lebih sunyi, lebih tersembunyi, dan jauh dari pandangan orang-orang di sekitar mereka.
1773Please respect copyright.PENANAHW7fdC1cSa
****
Maya bangkit dari kasur usang itu yang beralaskan seperai putih yang sudah terlihat pudar warnanya akibat bercak noda putih dari semburan k3l4m1n lel4ki. Entah sudah berapa banyak ceceran air m4ni yang tercecer di spray tersebut dan tak dihiraukan oleh staf untuk sekadar dibersihkan.
1773Please respect copyright.PENANAs2QXNSVTJS
Wanita paruh baya itu berjalan berlenggak lenggok menuju kamar mandi tanpa sehel4i ben4ng pun. Rasa malu untuk terlihat t3l4nj4ng sudah tak digubrisnya. Apa yang harus disembunyikan, bahkan lubang p4nt4tnya pun sudah Adam j1l4ti.
1773Please respect copyright.PENANAGsh6pjSMwB
sesaat Adam terlihat kembali bir4hi ketika melihat calon mertuanya berjalan membelakangi. k0c0k4n di bat4ng p4njangnya seakan menyiratkan bahwa dirinya belum juga pu4s setelah bermain selama Empat ronde dan kurang lebih Tiga jam lamanya. Er4ngan terdengar samar dari kasur itu, Maya yang mendengarnya hanya tersenyum genit seakan mengerti bahwa permainan akan segera lanjut, 'Tunggulah, b4tangmu akan seg3ra terpuaskan lagi' gumamnya ditengah aliran air k3ncing bercampur m4ni setelah pergulatan tadi. Terlihat sel4ngkangannya agak memerah akibat h3ntakan dari adam, Dad4nya yang memerah akan k3cupan dan gigitan seakan membuktikan bahwa umur bukanlah halangan untuk menikung pacar anak sendiri, atau bahkan jika ada lelaki lain yang melihatnya sekilas, mereka pasti akan kepincut oleh tubuh m0lekny4.
1773Please respect copyright.PENANAofWEzR7sWZ
Maya keluar dari bilik, melihat adam yang tengah m3ng4ngkan mempermainkan b4tangnya, seakan memancing untuk segera kembali memulai permainan. Maya tersenyum genit penuh naf5u. Ia berjalan pelan, mendekat dan akhirnya m3nggenggam bat4ng itu. Dihis4pnya dengan ganas, menaik-turunkan mlutny4 bersama dengan ca1r4n lud4h sebagai pelumas. Disaat kenikmatan itu menjalar, tiba-tiba Maya bangkit lantas bergegas menuju kembali ke bilik. Terdengar suara muntahan dari wanita tersebut. Adam yang mendengarnya kemudian menyusul, memastikan calon mertuanya baik-baik saja.
1773Please respect copyright.PENANAPRbe5RQLGM
"kenapa? Apakah b4t4ngku semenjijik itu?" tanya Adam kesal.
1773Please respect copyright.PENANAZtQrQsX4Pr
"Tidak. Aku hanya seperti ingin muntah. Aku menyukai b4t4ngmu, tapi entah kenapa akhir-akhir ini aku seringkali memuntahkan sesuatu" sangka Maya, berusaha menjelaskan.
1773Please respect copyright.PENANAZgtDon61qZ
“Apakah Siska mengetahuinya?” Adam terlihat gusar, suaranya penuh kecemasan.
1773Please respect copyright.PENANAOf0fd9jdEe
“Mengapa harus? Ini hanya masuk angin,” Maya berusaha menenangkan situasi.
1773Please respect copyright.PENANAPWbCamcPHg
“Bisa saja kamu hamil.”
1773Please respect copyright.PENANAwGsFw1dmdm
“Jangan mengada-ada. Aku rutin minum pil KB,” balas Maya cepat.
1773Please respect copyright.PENANAGZKk6cer3G
“Aku harap kamu tidak hamil,” ujar Adam dingin. Sejenak ia terdiam, lalu menambahkan tanpa emosi, “Dan jika iya, sebaiknya kamu menggugurkannya.”
1773Please respect copyright.PENANAY9MbF6LxOL
Kalimat itu menggantung di udara.
1773Please respect copyright.PENANAIGvlxhpAvQ
Adam kemudian berbalik dan pergi begitu saja, meninggalkan Maya yang terpaku dengan pikiran yang berantakan.
1773Please respect copyright.PENANAwCctqsdpbf
Sepulang dari hotel, Maya diliputi kecemasan yang tak bisa ia redam. Di tengah perjalanan, ia menyempatkan diri singgah ke apotek untuk membeli alat tes kehamilan.
1773Please respect copyright.PENANAzaQDytT9wI
Wajahnya tampak tegang. Tangannya dingin, gemetar halus. Pandangannya kosong, seolah pikirannya berada di tempat lain. Ia bahkan tidak benar-benar mendengar sapaan kasir yang mencoba menawarkan barang lain. Satu-satunya yang ada di pikirannya hanyalah kepastian yang ia takutkan.
1773Please respect copyright.PENANAESJXiCZq5x
Ia segera pulang.
1773Please respect copyright.PENANApcbz5XJjlE
Sesampainya di rumah, Siska yang menyambut di ruang tamu hanya ia balas dengan senyum singkat dan terpaksa. Siska menangkap sesuatu yang janggal, namun tidak mengatakan apa-apa.
1773Please respect copyright.PENANAIjS0aOfA2k
Maya langsung menuju kamar. Ia meletakkan tas di atas ranjang, lalu masuk ke kamar mandi dengan langkah berat. Kotak tes kehamilan itu ia buka dengan tangan yang masih bergetar. Ia membaca petunjuknya sekilas, lalu mengikuti prosedur dengan mekanis, tanpa benar-benar tenang.
1773Please respect copyright.PENANA6zkLTHGWwb
Beberapa menit kemudian, hasil itu muncul.
1773Please respect copyright.PENANA0VZCJX3lfl
Positif (+)
1773Please respect copyright.PENANAkF1N3zpLGf
Dunia Maya seolah runtuh seketika.
1773Please respect copyright.PENANASasqgfzkTb
Tangannya bergetar hebat. Air mata jatuh tanpa bisa ditahan. Ia memeluk dirinya sendiri, seakan mencoba menghapus rasa bersalah yang tiba-tiba menekan seluruh dadanya.
1773Please respect copyright.PENANA2ZReEGFYdE
“Aku… aku mati… aku layak dihukum…” bisiknya di antara tangis yang pecah.
1773Please respect copyright.PENANAE8YNBo1u2W
BERSAMBUNG..1773Please respect copyright.PENANADtQ6IiUj3j
Cerita lengkap ada di sini: https://lynk.id/shark95
1773Please respect copyright.PENANAU8JmXxLjL4
1773Please respect copyright.PENANAHRyw5y28s9
1773Please respect copyright.PENANAI9iY9kI9ee
1773Please respect copyright.PENANASOmH5qDari
1773Please respect copyright.PENANAeDlUd4IDq4


