Air menjulur di shower itu, terasa hangat dengan uap yang berubah jadi embun. Beberapa kali ia memeras rambut panjangnya dengan tangan yang tetap bermain di sekitar s3langk4ngan. Sedikit suara des4ahan akibat sensasi k3nikmatan. Ia menoleh disekitar sudut kamar mandi, didapatinya botol shampo berbentuk panjang nan lonjong dengan sudut tumpul. Pemikiran nakal mulai merasukinya, berniat untuk melakukan hal gila sampai ketika suara teriakan membuyarkan pikiran kotornya.
984Please respect copyright.PENANA4zSS2lLQ3o
"Maaa!! Siska berangkat ke toko ya!"
984Please respect copyright.PENANALIeKJt29bU
Maya tak menjawab. Ia sedikit kesal dan kaget akibat suara anaknya yang melengking.
984Please respect copyright.PENANANqg3dmbUjB
Selesai mandi dan berkemas, Maya menyempatkan diri untuk bersolek sejenak. Hanya sekadar bedak tipis dan coretan cilak untuk menegaskan mata. Ia tak suka berpenampilan begitu menor dan mencolok, namun kodrat wanita membuatnya harus membenah diri agar terlihat lebih menarik dimata lawan jenis. Terlebih lagi dengan status dirinya yang menjanda, tentunya ia ingin menjadi pusat perhatian, walau pada faktanya semua solekan tersebut ia lakukan demi membuat Adam tetap tergila kepadanya.
984Please respect copyright.PENANAbxf19UWkwY
*****
984Please respect copyright.PENANAq8nIf8GhjQ
Meja kasir masih terlihat kosong, hanya beberapa karyawan yang tengah sibuk merapikan gantungan baju, sekadar menyibukkan diri agar tak dapat teguran dari si pemilik toko. Siska memilah-milah pakaian dalam dan juga kut4ng yang akan di pajang dietalase sudut, decap kagum sepintas terlihat diwajahnya ketika ia menemukan ukuran kut4ng yang cukup besar. membandingkan miliknya dengan ukuran itu membuatnya sedikit kecewa 'mengapa bisa seorang wanita memiliki d4d4 sebesar ini' gumamnya.
984Please respect copyright.PENANALWgqYhjKyY
kesibukan itu mengalihkan dirinya akan masalah hidup yang ia hadapi. Kecurigaan tingkah laku Ibunya dan juga respon lambat dari sang pacar ketika dibutuhkan, semuanya sekilas hilang dari pikiran. Kedatangan teman lama yang kini seringkali dia temui membuatnya dapat tersenyum kembali, meski hanya sejenak dan mengobrol, meluangkan waktu, namun Siska menganggap hal itu sangat berharga.
984Please respect copyright.PENANAQlk4CegUaG
Beni seringkali menggodanya lewat pesan masuk. Ketika malam tiba, mereka berdua juga beberapa kali melakukan video call hanya untuk bercengkrama dan membahas masa lalu. Sepintas Siska merasa nyaman dengan pria itu dan teralihkan oleh Adam yang tengah sibuk bersama Maya, tanpa sepengetahuan Siska tentunya.
984Please respect copyright.PENANAC5guMs5gih
Dalam waktu senggang, Beni seringkali menyempatkan diri mengunjungi butik temannya itu. Awalnya mereka hanya bercengkrama hingga akhirnya membuat janji untuk keluar, mengisi waktu luang, mengobrol disalah satu kafe dikota tersebut atau mengunjungi tempat yang kiranya bisa memutar kilas balik kenangan keduanya.
984Please respect copyright.PENANA1JHWu5tqEU
"Aku suka tempat ini. Dulu kamu suka membaca buku di dekat pohon itu," Beni menunjuk disalah satu bangku panjang dekat pohon nan rindang. Taman yang seringkali ia kunjungi bersama Siska dimasa sekolah, tak banyak berubah. Hanya beberapa cat yang tergantikan warnanya dan beberapa ornamen patung yang ditambahkan agar terkesan estetika.
984Please respect copyright.PENANAAb1ZxjCZwI
Siska turut mengamati taman tersebut, beberapa kali matanya menangkap dua sejoli yang tengah dimabuk asmara, bergenggaman tangan atau bahkan saling berkecup yang membuatnya sedikit risih. Ia merasa dirinya tak pantas berada di area tersebut yang dipenuhi oleh remaja labil yang masih tahap proses belajar mencintai.
984Please respect copyright.PENANAQe9T2C3ES5
"Kenapa kamu membawaku kesini?" tanya Siska dengan nada sedikit kesal.
984Please respect copyright.PENANAJt7F22wqDc
"Aku hanya ingin mengenang masa lalu" jawab Beni tersenyum girang. Ia seperti ingin mendekati wanita dengan bermodalkan memori kenangan dan sedikit gombalan receh.
984Please respect copyright.PENANA8ytGuSkIii
"kamu sangat kolot. Apakah kamu ingin menggodaku dengan trik murahan itu? Haha... Aku tidak akan tertipu dengan gombalanmu" sangka Siska sembari terkekeh, "Lihatlah para remaja yang sedang dimabuk asmara, terlihat sangat menjijikkan dan itu membuatku muak!"
984Please respect copyright.PENANAiMmI8egGnt
"Jangan berbicara seperti itu. Ciuman pertamamu disini kan?"
984Please respect copyright.PENANATgDsxpVhY1
Siska terdiam, Beni seperti mengejek dalam tawanya. "dulu kamu juga seperti mereka, memeluk lenganku seperti tak ingin melepaskan"
984Please respect copyright.PENANAY7QEgIJV32
Siska hanya tersenyum sinis, malu tapi juga tersipu. Ia tak bisa menyangkal fakta tersebut. Keduanya kembali saling mengejek dan beradu nasib layaknya pasangan yang baru bertemu.
984Please respect copyright.PENANAYCCXySlWId
Sementara disisi lain, Maya dengan keringat di pelipisnya baru saja selesai dipu4skan oleh Adam. Sore itu mereka kembali menyempatkan untuk bertemu disalah satu penginapan yang tak jauh dari pusat kota. Penginapan tersebut terlihat cukup sederhana dengan ukuran kamar hanya berhiaskan ranjang dan meja serta kipas angin. Dikisaran hanya mengeluarkan biaya sekitar Rp200.000,- permalam mereka pun bisa dengan leluasa b3rg3nj0t ria tanpa mempedulikan kehadiran orang lain. Staf hotelpun tak peduli dengan pasangan masing-masing pengunjung, entah itu ibu rumah tangga yang menyeleweng, bapak-bapak dengan anak sekolahannya atau bahkan pasangan sesama jenis. Yang terpenting bagi mereka adalah bayaran yang diterima oleh para pengunjung hidung belang tersebut. Beberapa kali terlihat pegawai penginapan acuh tak acuh dan lebih memilih untuk memainkan ponsel untuk sekadar mengisi waktu dengan bermain game atau setidaknya melayani pelanggan dari telpon atau teriakan dari kamar.
984Please respect copyright.PENANAg5ykKsq1cF
Pekerjaan yang sungguh membosankan dengan gaji yang cukup minim.
984Please respect copyright.PENANAuhc8FI18kY
Maya bangkit dari kasur usang itu yang beralaskan seperai putih yang sudah terlihat pudar warnanya akibat bercak noda putih dari semburan k3l4m1n lel4ki. Entah sudah berapa banyak ceceran air m4ni yang tercecer di spray tersebut dan tak dihiraukan oleh staf untuk sekadar dibersihkan.
984Please respect copyright.PENANAQyT0uyAokY
Wanita paruh baya itu berjalan berlenggak lenggok menuju kamar mandi tanpa sehel4i ben4ng pun. Rasa malu untuk terlihat t3l4nj4ng sudah tak digubrisnya. Apa yang harus disembunyikan, bahkan lubang p4nt4tnya pun sudah Adam j1l4ti.
984Please respect copyright.PENANAhlmZwkbSt2
sesaat Adam terlihat kembali bir4hi ketika melihat calon mertuanya berjalan membelakangi. k0c0k4n di bat4ng p4njangnya seakan menyiratkan bahwa dirinya belum juga pu4s setelah bermain selama Empat ronde dan kurang lebih Tiga jam lamanya. Er4ngan terdengar samar dari kasur itu, Maya yang mendengarnya hanya tersenyum genit seakan mengerti bahwa permainan akan segera lanjut, 'Tunggulah, b4tangmu akan seg3ra terpuaskan lagi' gumamnya ditengah aliran air k3ncing bercampur m4ni setelah pergulatan tadi. Terlihat sel4ngkangannya agak memerah akibat h3ntakan dari adam, Dad4nya yang memerah akan k3cupan dan gigitan seakan membuktikan bahwa umur bukanlah halangan untuk menikung pacar anak sendiri, atau bahkan jika ada lelaki lain yang melihatnya sekilas, mereka pasti akan kepincut oleh tubuh m0lekny4.
984Please respect copyright.PENANA4nPQVkyZPc
Maya keluar dari bilik, melihat adam yang tengah m3ng4ngkan mempermainkan b4tangnya, seakan memancing untuk segera kembali memulai permainan. Maya tersenyum genit penuh naf5u. Ia berjalan pelan, mendekat dan akhirnya m3nggenggam bat4ng itu. Dihis4pnya dengan ganas, menaik-turunkan mlutny4 bersama dengan ca1r4n lud4h sebagai pelumas. Disaat kenikmatan itu menjalar, tiba-tiba Maya bangkit lantas bergegas menuju kembali ke bilik. Terdengar suara muntahan dari wanita tersebut. Adam yang mendengarnya kemudian menyusul, memastikan calon mertuanya baik-baik saja.
984Please respect copyright.PENANAJRMmdauHdZ
"kenapa? Apakah b4t4ngku semenjijik itu?" tanya Adam kesal.
984Please respect copyright.PENANAzMFNghAtdG
"Tidak. Aku hanya seperti ingin muntah. Aku menyukai b4t4ngmu, tapi entah kenapa akhir-akhir ini aku seringkali memuntahkan sesuatu" sangka Maya, berusaha menjelaskan.
984Please respect copyright.PENANA6dM7fICwu3
"Apakah siska mengetahuinya?" Adam terlihat gusar, berandai-andai dan terlihat panik.
984Please respect copyright.PENANAAJtCOwNRmy
"Mengapa harus? Ini hanya masuk angin" Maya berusaha menggubris
984Please respect copyright.PENANAG7tXPkyNQ9
"Bisa saja kamu hamil"
984Please respect copyright.PENANABKOhvgav8J
"Jangan mengada-ngada! Aku rutin meminum pil KB" sangka Maya lagi.
984Please respect copyright.PENANAAQ1lLP2TZg
"Aku harap kamu tidak hamil. Dan jika iya, sebaiknya kamu menggugurkannya" Adam keluar dari bilik, seperti tak mempedulikan, meninggalkan Maya yang tengah mematung dengan sejuta kekhawatiran.
984Please respect copyright.PENANAA1vjxEFySm
Setelah balik dari hotel tersebut, maya diliputi kecemasan berlebih. Ia menyempatkan diri untuk singgah ke apotek, membeli tes kehamilan. Wajahnya masam, tangannya dingin gemetar, matanya sayu seakan menatap kosong. Ia tak peduli lagi ucapan kasir yang tengah berbasa basi menawari barang lain. Ia ingin segera meninggalkan toko tersebut menuju kediamannya.
984Please respect copyright.PENANAObsxEQssNe
Sesampainya dirumah, Siska yang sedang menyambut diruang tamu seperti tak dipedulikannya. Ia hanya melontarkan senyuman paksa, yang membuat Siska ikut merasakan kejanggalan ibunya itu.
984Please respect copyright.PENANA6OZl0A8H4z
Maya berlalu menuju kamar, diletakkan tasnya ke kasur lantas menuju kloset. Dibukanya tes kehamilan itu dari kotak kemasan, membaca sekilas panduan penggunaan dan memakainya sesuai anjuran. Setelah beberapa menit benda tersebut dicelupkan ke ur1nnya, kini disaat menegangkan itupun terjadi. Dilihatnya hasil tes tersebut yang menunjukan bahwa dirinya positif hamil.
984Please respect copyright.PENANAWslFK4YtGg
Tangannya bergetar hebat, matanya tumpah dengan air mata, ia memeluk tubuhnya yang terasa kotor akibat dosa. Tangis Maya pecah di dalam bilik itu.
984Please respect copyright.PENANAP6deuIZqkF
"Aku mati! Aku layak mati"
984Please respect copyright.PENANAK1srsme49J
BERSAMBUNG...
Cerita lengkap ada di sini: https://lynk.id/shark95
984Please respect copyright.PENANAw6JTzJdsRb
984Please respect copyright.PENANAvg5EP8QwRM
984Please respect copyright.PENANAyyNOlNO8Gy
984Please respect copyright.PENANAflxlxNRTwA


