Gedoran pintu semakin keras mengguncang rumah itu, disertai teriakan Siska yang membuat beberapa penghuni sekitar menoleh dari balik jendela.
3028Please respect copyright.PENANAmYIdx0pYkX
Di dalam rumah, Adam dan Maya berusaha tetap tenang meski panik mulai terasa. Mereka tergesa-gesa merapikan diri, mencoba menyembunyikan kepanikan yang baru saja terjadi.
3028Please respect copyright.PENANA0t0hoyWnIx
Tak lama kemudian, pintu terbuka. Siska langsung menerobos masuk, mendorong Adam yang berdiri di hadapannya tanpa ragu.
Ia terdiam. Matanya memindai ruangan, lalu berhenti pada sosok ibunya. Siska membeku, seolah tak percaya dengan apa yang baru saja ia lihat. Ia tidak langsung berbicara, hanya berdiri dalam diam penuh kecurigaan.
3028Please respect copyright.PENANAHZ4VOr4rLa
"Kamu kenapa teriak-teriak?" tanya Maya, berusaha terdengar tenang sambil merapikan keadaan rumah yang tampak berantakan.
Sikapnya dibuat sewajar mungkin, seolah tidak ada yang terjadi sebelumnya. Ia mencoba mengalihkan perhatian, berpura-pura sibuk agar tidak menimbulkan kecurigaan lebih jauh dari putrinya.
3028Please respect copyright.PENANApEhuCOWBfv
"Ibu kenapa di sini?"
3028Please respect copyright.PENANA1cBRRcPcH2
"Aku mengembalikan dompet Adam yang tertinggal," jawab Maya, sebuah kebohongan yang ia ucapkan dengan cepat dan terlatih.
3028Please respect copyright.PENANA1Qx3nYKds3
"Kenapa tidak diberikan ke aku saja?"
3028Please respect copyright.PENANA1jkKHtqhCL
"Apa salahnya aku mengantarkannya sendiri?" balas Maya, nadanya mulai meninggi. "Kamu sendiri kenapa tiba-tiba mengamuk dan membuat orang memperhatikan? Seperti orang yang kehilangan kendali."
3028Please respect copyright.PENANA17aQ82If6A
"Aku hanya takut kalian berbuat sesuatu," ucap Siska dengan suara lebih pelan.
3028Please respect copyright.PENANAZk37VTx8mO
"Jangan berpikiran macam-macam."
3028Please respect copyright.PENANAGnj3aYgQfB
Adam yang sejak tadi hanya berdiri mematung tidak ikut banyak berbicara. Ia hanya mengamati percakapan itu, mencoba menjaga ekspresi agar tidak memperkeruh keadaan. Ketegangan yang beberapa saat lalu memenuhi rumah kini perlahan berubah menjadi kepanikan yang disembunyikan di balik rutinitas.
3028Please respect copyright.PENANAdXB3RK1AQg
Maya kemudian mulai merapikan ruang tamu yang tampak berantakan, berusaha mengembalikan suasana agar terlihat normal. Siska pun ikut membantu, memilih dan mengumpulkan pakaian kotor untuk dicuci, seolah mencoba mengalihkan pikirannya dari kecurigaan yang baru saja muncul.
3028Please respect copyright.PENANAahSJsHgOyC
Adam ikut bergerak. Ia menuju area cucian dan membantu pekerjaan itu tanpa banyak bicara. Suasana canggung itu membuat ketiganya terjebak dalam diam yang dipaksakan, masing-masing sibuk dengan pikirannya sendiri.
3028Please respect copyright.PENANAMMBWFwBV84
Dari kejauhan, Maya memperhatikan mereka. Ada sesuatu yang menusuk di dadanya—campuran antara rasa cemburu, takut, dan kesadaran bahwa situasi ini tidak akan pernah bisa kembali seperti semula.
3028Please respect copyright.PENANA96oCZFV3Xn
Kesibukan itu akhirnya selesai. Rumah kembali bersih dan tertata rapi, seolah tidak pernah terjadi kekacauan sebelumnya.
Adam merasa lega sekaligus berterima kasih atas kehadiran dua wanita itu—dua sosok yang diam-diam telah mengisi ruang dalam hidupnya dengan cara yang rumit.
3028Please respect copyright.PENANA756NoVXIi1
Siska kembali tersenyum seperti biasa ketika menerima kecupan ringan di kedua pipinya. Sementara Maya menepuk pundak Adam, seperti seorang calon mertua yang tengah mengamati dan mengapresiasi menantunya.
3028Please respect copyright.PENANAN3ruvdvMfB
"Kami pulang dulu, sayang," ucap Siska sambil menggandeng tangan ibunya.
3028Please respect copyright.PENANAjIxf75pJJl
Maya melambaikan tangan dengan senyum tipis, bahkan sempat mengedipkan mata ke arah Adam. Adam membalas dengan senyum ringan dan lambaian tangan yang sama.
3028Please respect copyright.PENANAf6zBoXXtb6
Matahari mulai tenggelam, langit berubah jingga indah. Mobil melaju menyusuri jalan yang masih basah, sementara suasana di dalamnya terasa hening. Tidak banyak percakapan terjadi di antara keduanya.
3028Please respect copyright.PENANAib868tRMtl
Maya sesekali melirik wajah Siska. Dalam benaknya muncul pertanyaan yang tidak bisa ia singkirkan begitu saja—apakah putrinya mulai menyadari sesuatu? Ataukah Siska sebenarnya sudah tahu, namun memilih diam dan menyembunyikan perasaannya?
3028Please respect copyright.PENANAOMCCvarETD
Kekhawatiran itu terus mengganggu pikirannya.
3028Please respect copyright.PENANAdOjhCHIHXG
Sesampainya di rumah, Siska langsung masuk ke kamarnya tanpa banyak bicara. Keheningan di antara mereka terasa tidak biasa.
Beberapa menit kemudian, Maya menyusul masuk.
3028Please respect copyright.PENANA37Qz63ew8o
"Kamu kenapa?" tanyanya memastikan.
3028Please respect copyright.PENANAyMGsgC5Xhz
"Tidak, aku hanya lelah."
3028Please respect copyright.PENANAGRKE2vlnhw
Maya mengusap rambut panjang Siska dengan lembut. Gadis itu bersandar manja, menaruh kepalanya di paha sang ibu, mencari ketenangan yang tidak ia jelaskan dengan kata-kata.
3028Please respect copyright.PENANAEqNrzaDopU
Melihat kepolosan itu, dada Maya terasa sesak. Ada rasa bersalah yang perlahan menyelinap masuk, menekan pikirannya tanpa ampun. Ia tak bisa membayangkan jika semua yang terjadi harus sampai melukai Siska—anak yang selama ini ia lindungi.
3028Please respect copyright.PENANAmNZ18QRKK3
Dengan suara pelan, Maya mencoba mengalihkan suasana, mengajak Siska berbicara ringan, sekadar obrolan kecil yang hangat. Hingga tanpa terasa, Siska tertidur dalam dekapan ibunya.
3028Please respect copyright.PENANA5PKJOfqUKa
Maya mencium kening anaknya sebelum keluar dari kamar, lalu menutup pintu perlahan. Ia kemudian berjalan ke dapur, berniat mengisi perut yang sejak tadi kosong.
3028Please respect copyright.PENANAgWJYfd4Xjw
Ia membuka kulkas dan mendapati roti tawar serta selai kacang. Kombinasi sederhana itu cukup untuk mengembalikan tenaganya setelah hari yang melelahkan.
3028Please respect copyright.PENANAG9yOBu9WNk
Senin pagi seperti biasa, Adam sudah duduk di meja kantornya, tenggelam dalam tumpukan dokumen yang harus diselesaikan satu per satu. Sesekali ia menatap keluar jendela, menghela napas panjang di sela kesibukan yang tak ada habisnya.
3028Please respect copyright.PENANAogGT2Bl5yo
Ponselnya beberapa kali bergetar. Ada pesan masuk dari dua wanita yang berbeda: Siska yang mengirimkan ucapan semangat untuk kekasihnya, dan Maya yang menanyakan hal sederhana seperti seorang ibu, “Sudah sarapan sebelum berangkat kerja?”
Adam hanya membaca sekilas. Ia belum membalas, masih mencoba fokus pada pekerjaannya.
3028Please respect copyright.PENANANwB2erg2Wx
Di sisi lain, Siska sedang sibuk merapikan barang dagangan di butik kecilnya ketika seorang pelanggan tiba-tiba masuk di pagi itu.
Seorang pria bertubuh tinggi, berkumis tebal namun rapi, berpakaian kemeja flanel dan celana kain, masuk dengan langkah tenang.
Ia tersenyum hangat.
3028Please respect copyright.PENANAHdxvxLfc0R
“Sibuk? Sepertinya kamu sudah tidak mengenaliku lagi.”
3028Please respect copyright.PENANAtTaE1ZQCI9
Siska menatapnya lama, menyipitkan mata berusaha mengingat. “Beni?” tebaknya ragu.
3028Please respect copyright.PENANAvK2J051UqB
“Iya. Kukira kamu sudah lupa,” jawab pria itu sambil tertawa kecil.
3028Please respect copyright.PENANApDzGEkYCXU
“Sepintas kamu seperti koboi. Kumismu itu yang bikin aku tidak langsung mengenali.”
3028Please respect copyright.PENANAkiIMP4gamq
“Hahaha… sudah lama kita tidak bertemu. Apa kabar?”
3028Please respect copyright.PENANAcCS58lqg1Z
“Baik. Berusaha lebih baik,” jawab Siska.
Keduanya kemudian saling berpelukan, melepas rindu setelah lama kehilangan kontak.
3028Please respect copyright.PENANA4kB9mWjOlj
Dengan secangkir kopi di tangan, mereka duduk di teras toko dan mulai berbagi cerita. Beni, yang dulu pernah menjadi bagian penting dalam hidup Siska, kini kembali setelah lama merantau.
3028Please respect copyright.PENANAZX3dIo1nCK
Ia bercerita tentang kegagalan rumah tangganya, tentang istrinya yang pergi saat ia jatuh bangkrut dan memilih lelaki lain. Siska mendengarkan dengan saksama, sesekali menanggapi dengan tawa kecil mengenang masa lalu mereka.
3028Please respect copyright.PENANACB6CGG74gM
“Jadi kamu sekarang sudah menikah?” tanya Siska.
3028Please respect copyright.PENANAXShbxfkx7s
“Sudah, tapi sudah cerai,” jawab Beni jujur.
3028Please respect copyright.PENANAr9YI2ann07
“Kenapa bisa pisah?”
3028Please respect copyright.PENANATDqAJLUpyP
“Dia hanya suka uangku. Begitu aku jatuh, dia pergi.”
3028Please respect copyright.PENANAIbmWC7SKC4
“Kamu salah pilih istri.”
3028Please respect copyright.PENANAcLQze1phZ1
“Begitulah. Jadi aku kembali ke sini untuk memulai dari awal lagi.”
3028Please respect copyright.PENANAqpoDi6uLDs
“Kamu akan menetap di sini?”
3028Please respect copyright.PENANAJxpNQNzeN0
“Iya. Aku ingin membuka usaha di sini.”
Siska mengangguk pelan, masih mendengarkan.
3028Please respect copyright.PENANAlWyLIcbwZR
“Dan kalau sudah sukses,” lanjut Beni sambil tersenyum, “aku akan menikahimu.”
3028Please respect copyright.PENANA1HjJODH0yc
Siska terkekeh kecil. “Hihi… tapi aku sudah punya kekasih.”
3028Please respect copyright.PENANAZFE2KC8O9Q
Beni menatapnya. “Sudah menikah?”
3028Please respect copyright.PENANA0fQaZwqwIa
“Belum… masih tunangan,” jawab Siska pelan.
3028Please respect copyright.PENANARbe49rjKGa
“Berarti aku masih punya kesempatan,” ucap Beni dengan percaya diri.
3028Please respect copyright.PENANAYXPVIGeW8X
Siska hanya tersenyum, sedikit tersipu, tanpa benar-benar menanggapi serius ucapan itu.
3028Please respect copyright.PENANAdY2qH4RnKq
*****
3028Please respect copyright.PENANAFzUDcfaTSC
Maya duduk terdiam di depan meja rias. Rambut panjangnya terurai, jatuh lembut di bahu. Ia menatap bayangannya sendiri di cermin, seolah sedang menilai ulang dirinya.
3028Please respect copyright.PENANAPzOfEO5TN1
Dengan perlahan ia merapikan postur tubuhnya, menarik napas dalam, seakan mencoba meyakinkan diri bahwa ia masih bisa terlihat menarik.
3028Please respect copyright.PENANAKsbvpSKWvQ
Dalam pikirannya, sebuah lintasan singkat muncul—andaikan Adam bertemu dengannya saat ia masih lebih muda, mungkin semuanya akan berbeda.
3028Please respect copyright.PENANAqOJfOrgdi4
Ia tersenyum kecil, sedikit malu pada pikirannya sendiri yang terlalu jauh berandai-andai.
3028Please respect copyright.PENANABmDRgt3NnP
Kepuasan batin dan rohani bersama calon menantunya menutupi kegilaannya selama ini. Luang waktu disaat sendiri dirumah itu membuatnya bisa mengeluarkan sisi liar yang selama ini ia pendam. entah berapa kali ia melakukan m4stu7b451 dengan hanya melihat foto calon menantunya. cairan k3w4nit44nya berserakan dikasur putih itu. Jika sudah tak tertahankan, bahkan dirinya seringkali menelpon Adam hanya untuk mendengar suaranya dan bermain dengan k3lam1nnya ditengah percakapan itu.
3028Please respect copyright.PENANAQPtt5nLnOP
Pernah sesekali ia memesan d1ld0 hanya untuk mengalihkan nafsunya terhadap Adam, namun hal tersebut tak berdampak dan dalam seminggu kemudian ia kembali menemui Adam untuk menerima kepu45an dari calon menantunya itu.
3028Please respect copyright.PENANATEJEXg0mDa
Sebenarnya banyak hal yang bisa ia lakukan untuk mengalihkan pikiran kotor dalam otaknya, menyibukkan diri dengan bergaul dengan ibu-ibu komplek salah satunya, namun seperti tak tertarik; Maya lebih memilih menutup diri dari para tetangga, menghindari pergunjingan dan drama para wanita seumurannya.
3028Please respect copyright.PENANAix36DMfa3A
Dan jika memang suntuk mulai mengusik batin, Maya lebih memilih untuk mengunjungi Siska di butik atau bahkan bertemu Adam dan akhirnya ber53tubuh dengan pu∆s.
3028Please respect copyright.PENANAIsChUdITDq
Dimalam Jumat, dimana ketika Siska tak ada dirumah karena urusan mendadak dari toko yang mengharuskan dirinya mengantar pesanan ke kota seberang. Maya yang sendirian dirumah tak menyia-nyiakan kesempatan itu. Seperti sudah menantikan momen tersebut, dengan perasaan berdebar, wanita tersebut bersolek dan mengenakan pakaian longgar nan seksi. Ia seperti ingin menampilkan lekuk tubuhnya yang sudah tidak muda lagi.
3028Please respect copyright.PENANAGsto1uTlqO
Pesan masuk dari ponselnya memecah keheningan 'Aku sudah didepan rumah'
3028Please respect copyright.PENANARJiy0cXnks
'Masuklah... tidak dikunci' balasnya, dengan tangan gemetar.
3028Please respect copyright.PENANAoeE2UZ2HJh
Ia berjalan menelusuri ruang tamu, dibalik tirai jendela nampak sosok pria yang sedari tadi ia tunggu.
3028Please respect copyright.PENANAvyRIcBNJOF
Begitu pria tersebut masuk, ia lantas menyambutnya dengan pelukan dan c1um4n dibibir.
3028Please respect copyright.PENANAdUqioWxm3p
"Adam... aku menginginkanmu"
3028Please respect copyright.PENANAxSAic0FcCx
Adam menggenggam tangan Maya, memopongnya dalam pelukan dan membawanya menuju k∆mar. Ia membaringkan calon mertuanya itu. m3lucu+1 pakaiannya dan menj1l∆+1 tubuhnya tanpa terlewatkan sedikitpun, bahkan area yang kiranya terlarang tak luput dari l1d∆hnya.
3028Please respect copyright.PENANAZrcjfwJwLP
Maya m3nggelinjang k3enakan. ia tak kuasa dan menarik rambut pria tersebut ketika Adam mulai menikmat1 area s3langkang∆nnya. Ia berpegangan di tepian r4njang menikmati s0d0kan l1dah yang nakal itu.
3028Please respect copyright.PENANAwPf4vXwCU7
S3perti dirasuki oleh set∆n. Maya yang hanya menerima permainan, mulai membalas dengan bermain di atas 2buh Adam. G0y∆ngan dan hentakan ia lakukan demi merasakan b∆tang panj4ang dari calon menantunya itu.
3028Please respect copyright.PENANAC3Uj7ZsGbe
"Masukkan l3bih d4alam!" teriak Maya bersama des4h4n.
3028Please respect copyright.PENANAXYIO06hMYK
"Kamu mau lebih?" Adam menantang. Maya hanya menganggup lemas lantas terkapar dalam pelukan.
3028Please respect copyright.PENANAjVED7XPpQS
Mereka bergant1 p0s151 dengan Maya yang terlihat m3nun661ng siap menerima b∆tang tumpul itu. Dilebarkannya b0k0n6nya untuk siap dim4sukk∆n. "j∆m∆h aku, sayang.."
3028Please respect copyright.PENANAHDU6wGVuju
"4∆∆rrgghhh!! Lagi! §0d0k terus say∆ng! m3nt0k1n sampai ®∆h1mku!" Maya merincau dan mengerang.
3028Please respect copyright.PENANAQWJ7SdSM55
Umpatan demi umpatan keluar dari dua sejoli itu sembari men1kmat1 tubuh masing-masing.
3028Please respect copyright.PENANADDT37WDq9t
sudah sekitar sejaman mereka bergul∆t, berganti p0sisi dan saling melum∆t. Adam memeluk erat Maya dan akhirnya kembali meny3mpr0tkan cairan put1h kentalny4.
3028Please respect copyright.PENANAPE2mIyOFdL
Mereka berdua berpelukan dengan lemas, deruh nafas bersama kenikmatan tiada tanding.
3028Please respect copyright.PENANAiJ77C6pjcs
"Lagi-lagi keluar did4l4m..." keluh Maya dengan senyum genit.
3028Please respect copyright.PENANAxUdefT1FD3
Adam hanya membalas senyum dengan tetesan keringat didahi.
3028Please respect copyright.PENANANbyxQXSsoo
"Jangan sampai 4ku h∆M1L.." Maya menambahkan...
3028Please respect copyright.PENANA3LowxkiUSq
BERSAMBUNG..3028Please respect copyright.PENANAlsNKEM3kQH
Cerita lengkapnya ada disini: https://lynk.id/shark95
3028Please respect copyright.PENANAhkdSOlz130
3028Please respect copyright.PENANA6YYabwOF1I


