4191Please respect copyright.PENANAe4JUQepCzQ
Maya menarik lengan baju Adam dengan nakal, bibirnya menampakkan n4fsu li4r, sengaja digigit agar terlihat bin4l.
4191Please respect copyright.PENANASKMdy2Lohi
"Aku menunggumu dari tadi" ucap Maya, sembari menyolek lembut wajah calon menantunya itu.
4191Please respect copyright.PENANA9mFhAuKeBh
"Aku memastikan Siska terlelap, agar kita bisa pu4s m4innya."
4191Please respect copyright.PENANAYC6hcTxnZs
keduanya tersenyum g4tal, dan akhirnya memulai pertempuran.
4191Please respect copyright.PENANA5vWGgOxamh
Adam meng3cup leher jenjang calon mertuanya itu. Maya menikmati setiap j1l4tan Adam. Ia terbuai penuh n4fzu dan sesekali tak bisa menahan erangannya.
4191Please respect copyright.PENANAIRQJ4dZQEY
"hussht! jangan ribut, nanti Siska bangun" bisik Adam.
4191Please respect copyright.PENANAWw3U8MVN5d
"Dia tidak akan dengar, lagipula dia ada dilantai dua."
4191Please respect copyright.PENANAW76covtQpc
Hujan mulai gerimis, suara deruh hujan menghantam kaca jendela dan genteng rumah, menutupi samar des4h4n dua sejoli.
4191Please respect copyright.PENANAGS2CoRjsQd
mereka berdua menikmati permainan terlarang itu. p4kaian telah terlucut1 tanpa sadar, berserakan diruangan itu.
4191Please respect copyright.PENANALXmjIigkC6
berbagai posisi telah mereka lakukan, demi kepu4asan n4fsu.
4191Please respect copyright.PENANALs3Sp2GZNu
Setelah berjalan kurang lebih Empat Puluh Lima menit, mereka pun akhirnya tumbang dengan keringat membasahi tubuh mereka.
4191Please respect copyright.PENANAuPU1jb9Kdp
"Kamu lagi-lagi keluar did4l4am"ucap Maya sambil terengah-engah.
4191Please respect copyright.PENANA6612W3TX00
"sangat nikm4t, aku tidak bisa menah4nnya."
4191Please respect copyright.PENANAa7nYBIfrm4
"Nakal..." Maya menyentil hidung Adam dengan senyum genit. Mereka berpeluk4n dan tertidur pulas setelah pergulatan penuh kasih. Malam yang dingin disertai badai menggelegar itu, terselip kering4t cinta dua sejoli 4ntara Ibu dan calon men4ntunya.
4191Please respect copyright.PENANAfEXReOdris
*****
Embun pagi masih menempel di dedaunan halaman rumah ketika Maya duduk di teras, menyeruput teh hangatnya dengan tenang. Udara pagi yang segar seolah berbanding terbalik dengan isi pikirannya yang tak pernah benar-benar sunyi. Di sela-sela kesunyian itu, bayangan Adam kembali muncul—membawa ingatan yang membuat sudut bibirnya tanpa sadar terangkat.
4191Please respect copyright.PENANAlKtiA8B6ra
Sudah sekitar tiga bulan hubungan itu berjalan tanpa sepengetahuan Siska. Awalnya Maya diliputi rasa bersalah dan kegelisahan yang sulit dijelaskan, namun waktu perlahan mengikis batas itu. Yang semula dianggap keliru, berubah menjadi sesuatu yang justru ia cari diam-diam.
4191Please respect copyright.PENANACpF1jOuLIf
Maya sendiri bukan perempuan yang jauh dari nilai agama. Ia masih menjaga diri, masih menutup aurat ketika keluar rumah, meski tidak seketat wanita yang sepenuhnya berhijab syar’i.
4191Please respect copyright.PENANA3QfvpWpLY4
Sejak kepergian suaminya, ia lebih banyak menarik diri dari dunia luar. Urusan di luar rumah sering ia serahkan pada Siska, seolah itu menjadi cara paling aman untuk tetap bertahan dalam rutinitas yang sunyi.
4191Please respect copyright.PENANAioY68YA4uS
Tentang Adam… pada awalnya Maya tidak terlalu menyetujui hubungan putrinya dengan pria itu. Bukan tanpa alasan. Adam hanyalah pria kantoran dengan penghasilan sederhana, jauh dari gambaran keluarga mereka yang dulu cukup terpandang saat suaminya masih menjabat sebagai eksekutif manajer di perusahaan besar. Kini, semuanya berubah. Keluarga itu hanya bertumpu pada sisa tabungan dan sebuah usaha butik yang tak terlalu ramai.
4191Please respect copyright.PENANA6WHhAifXJA
“Ma, Adam sudah pulang,” suara Siska memecah lamunannya. Maya tersentak kecil, buru-buru menyembunyikan ekspresi yang sempat melayang jauh. Ia menoleh dan tersenyum ringan. “Ah… iya, sudah pulang.”
4191Please respect copyright.PENANAaTyTwGRXmu
Ada sekejap kekecewaan di wajah Siska. Ia tampak menahan kesal, lalu bergumam pelan, “Harusnya dia ke kamar dulu…”
4191Please respect copyright.PENANANuzO5nhNCD
4191Please respect copyright.PENANA42MMmuZL7Q
Siska pun berbalik pergi, meninggalkan Maya yang kembali sendiri di teras. Senyum Maya masih tersisa, namun kali ini terasa berbeda—lebih dalam, lebih rumit—seolah ia sedang menyimpan sesuatu yang tak seharusnya diketahui siapa pun.
4191Please respect copyright.PENANA62ncThS8av
Di sebuah kontrakan sederhana, Adam masih terlelap setelah malam panjang yang menguras pikirannya. Tubuhnya terasa berat, seakan baru saja melewati sesuatu yang lebih dari sekadar kelelahan biasa. Hari Minggu membuatnya tak perlu terburu-buru; tak ada kantor, tak ada tumpukan pekerjaan yang menunggu, hanya keheningan yang memberi ruang untuk memikirkan banyak hal.
4191Please respect copyright.PENANAdJnyKnpjzT
Di antara kesunyian itu, pikirannya kembali pada malam sebelumnya. Ada rasa bersalah yang tak sepenuhnya bisa ia tepis. Namun di sisi lain, ada sesuatu yang lebih jujur dari dirinya sendiri—perasaan yang justru membuatnya sulit menolak apa yang telah terjadi.
Ingatan itu tidak datang begitu saja.
4191Please respect copyright.PENANAnRwxXOeioL
Dulu, pertemuannya dengan Maya terasa biasa saja. Saat itu, ayah Siska masih hidup—seorang pria yang tampak hangat dan menerima kehadirannya tanpa banyak curiga. Justru Maya yang awalnya terlihat lebih berhati-hati, lebih menjaga jarak. Namun setahun setelah itu, sebuah tragedi merenggut kepala keluarga tersebut, mengubah segalanya.
4191Please respect copyright.PENANAbIvB6JEuTP
Sejak itu, rumah itu menjadi lebih sunyi. Kedua perempuan itu seolah kehilangan arah, menutup diri dari dunia luar. Di tengah kekosongan itulah, Adam perlahan hadir lebih dekat—membantu, menemani, menjadi bagian kecil dari upaya mereka untuk kembali berdiri.
4191Please respect copyright.PENANAyayVWvSYX6
Dari sekadar percakapan ringan, tentang kabar Siska dan kehidupan sehari-hari, perlahan batas itu mulai memudar.
4191Please respect copyright.PENANA5w1zLPg5qJ
Hingga suatu sore yang basah oleh gerimis dan angin lembut, di ruang sempit kontrakan itu, sesuatu yang tidak pernah mereka rencanakan akhirnya terjadi. Tanpa banyak kata, tanpa persiapan apa pun, keduanya terseret dalam perasaan yang selama ini dipendam terlalu lama.
4191Please respect copyright.PENANAeNp5DxORyH
Setelahnya, keheningan yang muncul terasa lebih berat dari sebelumnya.
4191Please respect copyright.PENANA8d4iu5U4az
Maya sempat menangis. Ada penyesalan yang jelas di matanya. Namun pelukan Adam saat itu seolah menjadi jeda antara rasa bersalah dan kenyataan yang sudah terlanjur terbentuk.
4191Please respect copyright.PENANA8WtCU5EnnW
Sementara itu, Maya sendiri tidak tinggal diam di rumah. Setelah seharian berada di dalam ruangan, ia memutuskan keluar untuk mencari udara segar. Langit masih menyisakan sisa gerimis pagi, membuat suasana komplek terasa teduh dan lembap. Dengan cardigan sederhana, rok panjang berbahan katun, dan sandal santai, ia berjalan pelan menyusuri jalanan komplek.
4191Please respect copyright.PENANArdNzBpHSEe
Beberapa ibu-ibu yang ditemui di sepanjang jalan sempat menyapanya, mengajaknya berbincang ringan atau sekadar bertukar kabar. Namun Maya hanya membalas dengan senyum sopan sebelum melanjutkan langkahnya. Ia tidak sedang ingin berbicara banyak.
4191Please respect copyright.PENANAQ8MdDQK3yx
Langkahnya berhenti di sebuah taman kecil. Ia duduk di bangku kosong di bawah pohon, membiarkan tubuhnya beristirahat setelah berjalan cukup jauh.
4191Please respect copyright.PENANAIcWWoFcKIl
“Umur memang tidak bisa disembunyikan,” gumamnya pelan.
4191Please respect copyright.PENANAJQrLdgXtHa
4191Please respect copyright.PENANARYKd7iWor4
Tangannya memijat lembut betis yang terasa sedikit pegal, sementara pandangannya kosong ke depan—seolah pikirannya sedang berada di tempat yang tidak bisa dijangkau siapa pun.
4191Please respect copyright.PENANA5Xletwj2hw
ditengah peristirahatannya, ia terpikir untuk bertemu dengan seseorang. Dia tahu hari ini dia pasti dirumah, dia libur dan tak masuk kerja. Seperti sudah mengetahui sebelumnya, Maya tahu kesempatan dirinya untuk bertemu dengan orang itu lagi.
4191Please respect copyright.PENANAqXTPXLTl5w
Dengan memesan ojek online, ia hanya menunggu si pengemudi agar dirinya segera diantar ke alamat yang hendak ia tuju.
4191Please respect copyright.PENANA9rhHOGvVhE
Adam mulai terbangun dari tidurnya, sekilas ia menoleh kesudut kamar yang dipenuhi oleh pakaian yang menumpuk, belum dicuci dan masih bau apek.
4191Please respect copyright.PENANAkJmwJ7JBoo
Sebenarnya ia sungguh malas mengerjakan itu semua, dan berniat untuk membawanya ke penatu agar cepat dibersihkan, namun mengingat kondisi keuangannya yang serba pas-pasan, iapun mengurungkan niat tersebut.
4191Please respect copyright.PENANAYTCCwcd1cS
ditengah kesibukannya, ketukan pintu rumah memecah kesibukan. Ia bergumam seakan mengumpat kesal, "siapa sih pagi-pagi begini!"
4191Please respect copyright.PENANAgbH9RaXMEC
Awalnya ia tak mempedulikan, hingga akhirnya ia beranjak sembari menampilkan wajah masam.
4191Please respect copyright.PENANAnvGiKQc5YR
"iyaa! sebentar" teriaknya, menuju pintu rumah itu.
4191Please respect copyright.PENANAmSHtECMnbI
Pintu terbuka dan menampilkan sosok wanita yang sangat ia kenal.
4191Please respect copyright.PENANAntJdutiZSq
"Tante??" Adam terkejut, kekesalan yang ia rasakan seketika padam.
4191Please respect copyright.PENANA2vcgsy1vqG
"Kamu sibuk?" tanya Maya, memastikan.
4191Please respect copyright.PENANAeBEvEQxtOa
"ohh.. iya, sedikit. Tapi gak apa-apa. Tante ada apa? kok tiba-tiba?"
4191Please respect copyright.PENANAm7ayZK1yap
"Aku hanya ingin berkunjung, maaf kalau aku mengganggu kesibukanmu."
4191Please respect copyright.PENANAbtMQWLMMK3
"Ah! tidak. Masuklah," bantah Adam, dan mempersilahkan masuk.
4191Please respect copyright.PENANADd6tzuIPQv
Ruang tamu terlihat agak berantakan. Untuk kontrakan yang tak begitu luas dan hanya dihuni oleh seorang pria berusia 20an tahun hal ini sangatlah wajar.
4191Please respect copyright.PENANAJnSnPK0t6y
Maya sesekali memperhatikan setiap sudut rumah itu, sepintas kekecewaan terlihat diwajahnya dan beberapa barang ia singkirkan, menempatkannya kembali ke tempat yang semestinya.
4191Please respect copyright.PENANAkFEZhwRXDW
"maaf agak berantakan." Adam tersenyum sembari menggaruk kepala.
4191Please respect copyright.PENANAB5xQv2sWja
Maya membalas senyum. "Tante hanya berkunjung untuk memastikan kamu baik-baik saja. Aku agak khawatir karena kamu pulang subuh. Siska menanyakanmu."
4191Please respect copyright.PENANAgJ61Jh4fdK
"Siska tahu kalau tante datang kesini?"
4191Please respect copyright.PENANAqwMUxbt4xY
"Tidak..."
4191Please respect copyright.PENANAynjWGiPSOR
mereka berpandangan sejenak dan kembali tersenyum. Keduanya duduk disofa seperti terikat oleh perasaan yang tak bisa dijelaskan.
4191Please respect copyright.PENANAYEh6ejIHXF
"Aku memikirkanmu,"Maya menggoda dan mulai menggeser tubuhnya mendekat ke Adam.
4191Please respect copyright.PENANASVEzZHPFFa
Remasan tangannya terasa di sekitar pah4 Adam. Wajahnya mendekat, suara lembut, dan sikap manja mulai diperlihatkannya. Maya seakan memancing singa lapar dengan sepotong daging segar.
4191Please respect copyright.PENANAYksJfvest9
beberapa kali ia menyandarkan kepalanya didada calon menantunya itu, sembari meremas pah4 dengan bisikan lembut.
4191Please respect copyright.PENANAQOjsi3rmX7
Adam yang menerima umpan itu seketika terhasut dan mulai memainkan tempo permainan. Tanganny4 mulai bermain dis3kitar punggun9 Maya, sesekali rem4san disekitar b0k0n6 dan p4yud4ra. Maya yang sudah merasa berhasil dengan pancingannya, mulai menikm4ati belaian itu.
4191Please respect copyright.PENANAxfFG8rcJjH
kini mu|u+ mereka mulai bermain. lumat4n demi lumat4n, pelukan penuh kehangatan disertai bir4hi n4afsu tak tertahankan. sudah sekitar 8 menit mereka beradu kasih, keduanya pun tak senggan untuk melucu+1 pakaian masing-masing.
4191Please respect copyright.PENANAMzb2UO6nNh
Maya kini hanya mengenakan Qu+4ng tanpa baw4han, sementara Adam sudah terlihat t4np4 sehelai benang. mereka saling menj1l4+1, menikmati setiap inci +ubuh pasangan masing-masing.
4191Please respect copyright.PENANAf2kWhJmcql
disementara itu, Siska yang tengah sibuk di toko butik miliknya seakan merasakan keresahan. Beberapa kali ia menelpon kekasihnya itu namu. tak satupun dapat balasan. Pesan untuk ibunya pun tak terbalas.
4191Please respect copyright.PENANALcuQZ9Uk9b
Dikarenakan toko yang tak terlalu ramai dan tak banyak yang harus dikerjakan. Siska pun berlalu meninggalkan butik, mengendarai mobil sedannya menuju kerumah pacarnya.
4191Please respect copyright.PENANAuEfviunRlJ
kekhawatiran akan sang pacar akibat kepulangannya tanpa pamit, membuatnya curiga akan satu hal, apa yang ia sembunyikan?
4191Please respect copyright.PENANALaekPweaYl
Sesampainya di sekitaran kontrakan itu, Maya memarkirkan mobil tak jauh dari rumah Adam, dengan langkah santai, ia menuju rumah tersebut.
4191Please respect copyright.PENANAKlURsHv4Rc
Sementara dua sejoli yang tengah dimabuk asmara masih 4sik berg0yang dengan keringat disekujur tubuh. Maya terlihat m3nungg1ng tanpa malu, m3n3r1ma s0d0k4an b4t4ang p∆nj4ng dari calon menantunya itu.
4191Please respect copyright.PENANA24LdeCRMkq
D3s∆h4n demi d3s4han, hingga akhirnya permainan mereka harus terhenti oleh ketukan p1ntu.
4191Please respect copyright.PENANAasjpvly94k
Suara Siska memanggil dibalik pintu. Wajah kedua sejoli ini seketika panik dan segera berkemas.
4191Please respect copyright.PENANAtmfoDfpWsB
Siska yang lama menunggu tak ada jawab tersadar akan satu hal, ia melihat sepasang sandal yang sangat ia kenali. kecurigaan muncul, dan seketika amarah memuncak dengan menggedor pintu rumah Adam dengan keras.
4191Please respect copyright.PENANAcpwuV3RzdU
"Adam keluaaar!!!"
BERSAMBUNG...
Cerita lengkapnya ada di sini: https://lynk.id/shark95
ns216.73.216.67da2


