631Please respect copyright.PENANA42iXrPqqNu
Bab 2: Malam Pertama yang Brutal
631Please respect copyright.PENANAALEc9nOQs5
Pagi harinya, Fani terbangun dengan tubuh yang terasa remuk. Setiap ototnya terasa pegal, bokongnya masih terasa panas karena tamparan semalam, dan vaginanya bengkak lembut dengan sisa sperma yang kering di paha dalamnya. Ia berusaha duduk, rambut hitam panjangnya yang acak-acakan menutupi sebagian payudara F-cup yang penuh bekas hisapan merah.
631Please respect copyright.PENANAOXbp1OQOvQ
“Ngghh…” keluhnya pelan saat merasakan nyeri manis di antara selangkangan.
631Please respect copyright.PENANAVoB9ZOIwrG
Ponselnya bergetar. Grup chat sudah ramai sejak subuh.
631Please respect copyright.PENANAywwnS7XEhJ
Raka:
“Pagi, budak kecil. Malam ini kita bawa lima orang. Siapin tubuh lo yang bagus itu.”
631Please respect copyright.PENANAupKXmEsLRT
Dimas:
“Jangan mandi dulu. Biar kami yang bersihin.”
631Please respect copyright.PENANAU5oCQajGnZ
Gilang:
“Pakai baju tipis aja. Yang ketat. Kita mau lihat lo keluar kost dengan muka mesum.”
631Please respect copyright.PENANARkGaEopPAE
Fani membaca pesan-pesan itu sambil menggigit bibir. Bagian dirinya yang pemarah ingin membalas kasar, tapi bagian lain yang baru bangun justru merasa panas lagi. Ia suka cara mereka mulai mengambil kendali.
631Please respect copyright.PENANAYSPTLYCofB
Fani:
“Oke. Aku tunggu malam ini. Jangan telat.”
631Please respect copyright.PENANAirPvJ8lFCR
Sepanjang hari, Fani tidak bisa fokus. Ia berusaha membersihkan kost, tapi pikirannya terus melayang ke malam nanti. Lima pria. Lima kontol yang akan memakai tubuhnya tanpa ampun. Pikiran itu membuat vaginanya basah lagi meski ia belum disentuh.
631Please respect copyright.PENANABI3JmZrZwu
Malam akhirnya tiba. Fani memakai tank top putih tipis yang sangat ketat, sehingga bentuk payudaranya terlihat jelas, puting pinknya samar-samar menonjol. Bawahannya hanya rok pendek hitam yang hampir tidak menutupi bokong bulatnya. Tanpa celana dalam, seperti perintah mereka.
631Please respect copyright.PENANALbY5GgkSFU
Pukul 20.00, pintu kost diketuk. Kali ini bukan tiga orang, tapi lima. Raka, Dimas, Gilang, ditambah Andi (20 cm, paling panjang), dan Budi (16 cm, paling tebal dan suka kasar).
631Please respect copyright.PENANAOcVgLrYUdC
Begitu masuk, suasana langsung berubah menjadi liar. Raka langsung menarik Fani ke pelukannya, mencium bibirnya dalam-dalam sambil meremas payudaranya kasar.
631Please respect copyright.PENANAnY1bVz8Fnq
“Kamu beneran nggak pakai daleman ya?” bisik Raka sambil tangannya menyusup ke bawah rok dan langsung menemukan vagina Fani yang sudah licin.
631Please respect copyright.PENANAytTYRRON6O
“Basah banget dari tadi,” goda Dimas sambil tersenyum lebar.
631Please respect copyright.PENANAwBLoP6kC6f
Fani merona, tapi matanya menatap mereka dengan tatapan menantang. “Kalian bilang mau pakai tubuh aku sebebasnya. Jadi aku siapin dari sekarang.”
631Please respect copyright.PENANATqO4MsJxMM
Andi yang tinggi besar langsung mengangkat Fani seperti boneka, melemparnya ke tempat tidur. Kelima pria itu mengepungnya. Gilang dan Dimas langsung menarik tank top Fani ke atas, memperlihatkan payudara montok yang bergoyang bebas. Mereka berdua langsung menyerbu kedua puting pink itu, mengisap dan menggigit bergantian.
631Please respect copyright.PENANA9JyTAdpGcW
“Ahh… pelan… ahh!” desah Fani, punggungnya melengkung.
631Please respect copyright.PENANA9w0KgiqBtR
Budi berlutut di antara paha Fani, membuka lebar kedua kakinya. Lidahnya yang kasar langsung menjilat vagina Fani dari bawah ke atas, berhenti di kristoriskecil yang sudah membengkak. Ia mengisap kristorisitu kuat-kuat hingga Fani menjerit kecil.
631Please respect copyright.PENANAwo0qx9ixWz
“Jangan langsung diisap gitu… nghhh… sensitif!”
631Please respect copyright.PENANAgl2FFFwwMT
Tapi Budi tidak peduli. Ia terus menjilat dan mengisap dengan rakus, dua jarinya masuk ke dalam vagina Fani, mengaduk-aduk cairan yang sudah banjir.
631Please respect copyright.PENANA9evcOUhIsk
Raka berdiri di samping tempat tidur, mengeluarkan kontolnya yang sudah keras penuh. “Mulut lo sekarang milik aku.”
631Please respect copyright.PENANAS3ajpTACAu
Ia memegang kepala Fani dan memasukkan kontol 19 cm-nya ke dalam mulut hangat Fani. Gerakannya langsung dalam, mendorong hingga separuh batang masuk. Fani mengerang, suara basah terdengar dari tenggorokannya.
631Please respect copyright.PENANAW1DBGOGpAV
“Gluk… gluk… gluk…”
631Please respect copyright.PENANAm5nVu15scY
Andi tidak mau diam. Ia naik ke tempat tidur, menggesekkan kontol panjangnya yang 20 cm di celah bokong Fani. “Malam ini kita coba dua sekaligus ya, Fan.”
631Please respect copyright.PENANAojTTaGMKUD
Fani hanya bisa mengerang di sekitar kontol Raka. Tubuhnya sudah panas sekali.
631Please respect copyright.PENANAYvnVd96nLt
Dimas dan Gilang masih sibuk dengan payudara Fani, tangan mereka meremas kuat, sesekali menampar pelan permukaan payudara yang putih itu.
631Please respect copyright.PENANA58Hp4z5pop
“Plak! Plak!”
631Please respect copyright.PENANAnXm9GFSh3w
Suara tamparan membuat Fani semakin basah. Budi akhirnya bangkit, kontol tebalnya sudah siap. Ia mendorong masuk ke dalam vagina Fani dengan satu hantaman kuat.
631Please respect copyright.PENANAGWe2EURQSI
“AAHHH!!” jerit Fani, mulutnya masih penuh kontol Raka.
631Please respect copyright.PENANAWYVu0LWEDv
Sensasi penuh membuat matanya berkaca-kaca. Budi mulai bergerak kasar, setiap hantaman membuat bokong Fani bergoyang hebat.
631Please respect copyright.PENANAIzUrGh1m8s
Tak lama kemudian, Andi melumasi kontol panjangnya dengan cairan orgasme dan mendekat ke belakang Fani. Ia menekan kepala kontolnya ke lubang anal Fani yang kecil dan rapat.
631Please respect copyright.PENANAShX7UWqlGY
“Tarik napas dalam-dalam,” bisik Andi.
631Please respect copyright.PENANAHETZ89knPM
Fani berusaha rileks. Perlahan, kontol Andi masuk ke dalam analnya. Sensasi penuh di dua lubang sekaligus membuat Fani gemetar hebat. Air matanya mengalir.
631Please respect copyright.PENANAmePHsCqSwx
“Nghhh… penuh… terlalu penuh… ahhh!”
631Please respect copyright.PENANA7BGpz7fn8Y
Raka menarik kontolnya keluar dari mulut Fani sebentar, memberi kesempatan wanita itu bernapas dan berteriak.
631Please respect copyright.PENANAOTzixSYQsh
“Enak nggak, Fan? Dua kontol sekaligus di dalam tubuh lo?” tanya Raka sambil mengusap bibir Fani yang basah oleh air liur.
631Please respect copyright.PENANACrO38pSyL4
Fani mengangguk lemah, suaranya serak. “Enak… tapi sakit enak… jangan berhenti…”
631Please respect copyright.PENANAEiwzE7QAuF
Budi dan Andi mulai bergerak berirama. Satu maju, satu mundur. Setiap gerakan membuat Fani merasa seperti akan robek, tapi kenikmatan yang datang justru jauh lebih kuat. vagina dan analnya diisi penuh, gesekan di dinding tipis di antara keduanya membuat kristoris semakin sensitif.
631Please respect copyright.PENANAEuNoRYnC2b
Gilang naik ke atas, kembali memasukkan kontolnya ke mulut Fani. Kini Fani benar-benar penuh di tiga lubang sekaligus. Tubuhnya digoyang-goyang seperti boneka seks.
631Please respect copyright.PENANAZ3WzDpR64q
Suara basah “plok plok plok” bercampur erangan dan desahan memenuhi ruangan kost yang sempit.
631Please respect copyright.PENANAs03J1IbAbc
Dimas berdiri di samping, tangannya memainkan kristorisFani dengan jari, memutar dan menekan pelan sambil sesekali menampar payudara Fani.
631Please respect copyright.PENANAbvFPsQJ4Qu
“Plak! Plak! Plak!”
631Please respect copyright.PENANASukKMSWkOE
Fani sudah tidak bisa berpikir jernih. Ia hanya bisa merasakan panas, penuh, dan kenikmatan yang datang bertubi-tubi. Beberapa kali ia hampir mencapai orgasme, tapi setiap kali itu terjadi, salah satu dari mereka berhenti atau memegang pinggulnya kuat.
631Please respect copyright.PENANAOstHwuK6SX
“Belum boleh keluar,” kata Raka tegas. “Tahan dulu. Kita mau latih lo supaya bisa tahan lama.”
631Please respect copyright.PENANAgTaThKIZIt
Fani menangis karena frustrasi kenikmatan. “Please… aku mau keluar… aku nggak tahan lagi…”
631Please respect copyright.PENANAduh6zRJBs7
Tapi mereka tetap kejam. Mereka bergantian memakai tubuh Fani selama hampir dua jam. Kadang dua kontol di vagina, kadang satu di vagina satu di anal, kadang Fani dinaikkan ke pangkuan salah satu sambil yang lain masuk dari belakang.
631Please respect copyright.PENANAnj9lAb468F
Keringat membasahi seluruh tubuh langsing Fani. Rambut hitamnya lengket di kulit putihnya. Payudaranya penuh bekas merah, bokongnya memerah karena tamparan berulang.
631Please respect copyright.PENANAqv8lmOaMxw
Akhirnya, setelah Fani sudah menangis karena terlalu banyak ditahan, Raka memberi izin.
631Please respect copyright.PENANA2HwRtVYC1K
“Sekarang boleh keluar, budak.”
631Please respect copyright.PENANAaRqwGIVZKq
Saat itu juga, orgasme pertama Fani malam itu datang seperti gelombang tsunami. Tubuhnya kejang-kejang hebat, vaginanya menyemprot cairan bening yang membasahi perut Budi. Ia menjerit panjang di sekitar kontol yang masih ada di mulutnya.
631Please respect copyright.PENANAEr5KO0NmEh
“AAAAAHHH…!!”
631Please respect copyright.PENANA5kyErZbGgg
Orgasme itu tidak berhenti di satu kali. Begitu satu reda, yang lain langsung memasukkan kontolnya lagi, memicu gelombang orgasme berikutnya. Fani mengalami orgasme nonstop selama hampir sepuluh menit, tubuhnya gemetar tak terkendali, matanya melotot, mulutnya terbuka lebar.
631Please respect copyright.PENANAfIuGht8qrq
Ketika akhirnya mereka semua meledak hampir bersamaan — sperma panas menyembur ke dalam vagina, anal, dan mulut Fani — Fani sudah tidak berdaya. Ia tergeletak lemas di tengah tempat tidur, napasnya tersengal, cairan sperma dan cairan orgasminya bercampur di seluruh tubuhnya.
631Please respect copyright.PENANA1XtdhNRysj
Kelima pria itu duduk mengelilinginya, masih bernapas berat.
631Please respect copyright.PENANAf5Qy63ka3z
Raka mengusap pipi Fani yang basah air mata dengan lembut.
“Lo tahan juga ternyata. Tapi ini baru pemanasan, Fan. Besok kita bawa lebih banyak orang lagi.”
631Please respect copyright.PENANAuCqh8LHx9s
Fani membuka mata setengahnya, suaranya sangat serak tapi ada senyum kecil di bibirnya.
631Please respect copyright.PENANAMcZax4i5oa
“Aku… suka…
Aku mau kalian pakai aku lebih kasar lagi…
Aku mau jadi pemuas kalian semua.”
631Please respect copyright.PENANAxEdsX09Ky2
Dimas tersenyum puas. “Bagus. Mulai besok, lo resmi jadi mainan seks kita bersepuluh. Siap-siap aja hidup lo berubah total.”
631Please respect copyright.PENANAREI88VgXWA
Fani hanya mengangguk lemah. Di dalam hatinya, ada campuran ketakutan, kegembiraan, dan nafsu yang semakin membara. Ia yang dulu pemarah dan suka mengatur, kini justru merasa hidup saat tubuhnya dikuasai dan dipermainkan habis-habisan.
631Please respect copyright.PENANAMhdAtPAdTx
Malam itu, saat kelima pria pulang, Fani berbaring sendirian di tempat tidur yang basah oleh keringat dan cairan. Ia menyentuh vaginanya yang masih berdenyut pelan, tersenyum kecil.
631Please respect copyright.PENANAsvCiDMFhvq
“Ini baru Bab 2…” gumamnya pelan.
631Please respect copyright.PENANAQYRZ9Ju5Qo
Dan ia sudah tidak sabar menunggu apa yang akan mereka lakukan selanjutnya.
631Please respect copyright.PENANAjrxocQCI7O
631Please respect copyright.PENANAGuzM8gMKO7


