Bab 3: Kostum dan Kalung Budak
577Please respect copyright.PENANAguW6pSmL4h
Dua hari setelah malam brutal itu, Fani duduk di tepi tempat tidur kostnya sambil memandangi ponsel. Tubuhnya masih terasa pegal, terutama vagina dan analnya yang masih agak bengkak. Tapi anehnya, setiap kali ia mengingat bagaimana lima pria memakainya habis-habisan, darahnya justru kembali panas.
577Please respect copyright.PENANAlo1gvDM5KP
Grup chat bergetar lagi.
577Please respect copyright.PENANAVKrK89oMUL
Raka:
“Malam ini kita ke villa temen gue di pinggir kota. Bawa baju cadangan yang seksi. Kita mau mulai latih lo dengan kostum dan kalung. Siap?”
577Please respect copyright.PENANAO5UOcZe0Rm
Fani mengetik balasan dengan jari yang sedikit gemetar karena excited.
577Please respect copyright.PENANAxQWmCQ7VYi
Fani:
“Aku siap. Mau pakai apa?”
577Please respect copyright.PENANAntMtjBSSNR
Raka:
“Kita yang pilih. Lo tinggal datang dengan rok pendek dan tank top. Tanpa daleman.”
577Please respect copyright.PENANAYy7Ci0g7b5
Pukul tujuh malam, sebuah mobil SUV hitam sudah menunggu di depan kost Fani. Di dalamnya ada Raka, Dimas, dan Gilang. Mereka langsung tersenyum nakal melihat penampilan Fani yang sudah sesuai perintah: tank top putih ketat dan rok hitam pendek yang hampir tidak menutupi bokongnya.
577Please respect copyright.PENANA3RJeDfjh68
“Naik,” kata Raka singkat.
577Please respect copyright.PENANAyiJN4mQlqa
Sepanjang perjalanan ke villa, tangan Dimas tidak berhenti merayap di paha Fani. Jari-jarinya sesekali menyentuh vaginanya yang sudah mulai basah lagi.
577Please respect copyright.PENANAqPD8ZPT7h8
“Lo udah basah dari sekarang?” goda Dimas.
577Please respect copyright.PENANAfg0yZ3rZSP
Fani memalingkan muka, pipinya merona. “Kalian yang bikin aku gini…”
577Please respect copyright.PENANA36IJfphxy2
Gilang tertawa pelan. “Bagus. Karena malam ini lo bakal pakai kostum kelinci seksi yang kita beli khusus buat lo.”
577Please respect copyright.PENANAs8kEcKuV3E
Sesampainya di villa mewah yang cukup jauh dari keramaian kota, Fani dibawa masuk ke kamar utama yang luas. Di atas tempat tidur king size sudah tersedia beberapa barang: kostum kelinci hitam-putih yang sangat terbuka, telinga kelinci, ekor plug anal berbentuk bola bulu putih, dan sebuah kalung kulit hitam elegan dengan cincin logam di depan serta tulisan kecil “MILIK KITA” yang terukir.
577Please respect copyright.PENANAnUbFmiQzNL
Fani menelan ludah melihat semua itu.
577Please respect copyright.PENANATqYbhZ5hqW
Raka mendekat dari belakang, tangannya memeluk pinggang Fani lalu naik ke payudaranya, meremas pelan.
577Please respect copyright.PENANAxpCxPoJsHE
“Malam ini lo resmi jadi kelinci kecil kami. Pakai semuanya. Termasuk ekornya.”
577Please respect copyright.PENANA1UjbYDxZIP
Fani mengangguk pelan. Ia melepas semua pakaiannya hingga telanjang bulat. Kulit putihnya berkilau di bawah lampu kamar yang hangat. Payudara F-cup-nya bergoyang lembut saat ia mengambil kostum itu.
577Please respect copyright.PENANAvMp2Q6JyHD
Kostum kelinci itu sangat minim. Bagian atas hanya bra tipis berbentuk cup kecil yang hampir tidak bisa menutupi putingnya, ditambah pita hitam. Bagian bawah hanya celana dalam tipis dengan lubang di tengah untuk vagina dan anal tetap terbuka. Fani memasang telinga kelinci di kepalanya, lalu mengambil plug ekor.
577Please respect copyright.PENANAYQEKt1whjp
“Masukin sendiri anal lo,” perintah Gilang sambil duduk di sofa, menonton.
577Please respect copyright.PENANA4QDMSKhhJl
Fani merasa malu sekaligus terangsang. Ia melumasi plug itu dengan cairan pelumas, lalu membungkuk di depan mereka. Perlahan ia mendorong bola bulu putih itu ke dalam analnya. Sensasi penuh membuatnya mendesah pelan.
577Please respect copyright.PENANAkjc9DIjkd6
“Nghh… masuk…”
577Please respect copyright.PENANAD2Jn5b7FZ3
Begitu plug terpasang sempurna, ekor kelinci putih bergoyang lucu di bokong bulatnya. Para pria tersenyum puas.
577Please respect copyright.PENANAP5p1rcDOq1
Terakhir, Raka memasang kalung kulit di leher Fani. Kalung itu pas sekali, tidak terlalu ketat tapi cukup memberi kesan kepemilikan. Raka mengaitkan rantai pendek ke cincin depan kalung.
577Please respect copyright.PENANAJySsubHMO5
“Sekarang lo adalah kelinci budak kami,” kata Raka dengan suara rendah. “Kamu boleh bergerak, tapi setiap kali kami tarik rantai ini, lo harus langsung patuh.”
577Please respect copyright.PENANACTZ1OjpHIA
Fani merasakan getaran aneh di perutnya. Ia yang biasanya tegas dan pemarah, kini berdiri di depan lima pria dengan kostum kelinci seksi, ekor di analnya, dan kalung budak di leher. Rasanya memalukan… tapi juga sangat menggairahkan.
577Please respect copyright.PENANA3ugTHcAXIu
“Bagus,” puji Dimas. “Sekarang jalanlah keliling kamar. Goyang bokong lo biar ekornya goyang.”
577Please respect copyright.PENANAKHMTk6x7IZ
Fani mulai berjalan pelan. Setiap langkah membuat plug di analnya bergeser, menekan dinding sensitif. Ekor bulu putih itu bergoyang lucu di belakang bokong besarnya. Payudaranya yang besar hampir meluber dari bra tipis.
577Please respect copyright.PENANAjCLlOYP5gv
“Andi, pasang vibrator remote,” kata Raka.
577Please respect copyright.PENANAX7HYMzAIsb
Andi mendekat dengan senyum lebar. Ia memasukkan vibrator telur berukuran sedang ke dalam vagina Fani yang sudah basah. Alat itu pas sekali dan langsung terhubung dengan remote di tangan Raka.
577Please respect copyright.PENANA72O7Y7bVRL
“Coba kita tes,” kata Raka sambil menekan tombol.
577Please respect copyright.PENANAVpW0jKecoQ
“Zzzzzz…!”
577Please respect copyright.PENANAbt8uyPQpgr
Getaran kuat langsung menyentuh dinding dalam vagina Fani. Lutut Fani langsung lemas.
577Please respect copyright.PENANAUNFGFl1t9Z
“Ahh…! Terlalu kuat… nghh!”
577Please respect copyright.PENANABUjob3m5nO
Raka tersenyum dan menarik rantai kalung pelan. “Jalan terus. Jangan berhenti.”
577Please respect copyright.PENANAY6zrxYvPy2
Fani berjalan mengelilingi kamar sambil tubuhnya gemetar. Getaran di vaginanya naik turun intensitasnya sesuai kemauan Raka. Kadang pelan menggoda, kadang kuat hingga ia hampir jatuh berlutut.
577Please respect copyright.PENANAMdEYY5loxb
“Plis… aku mau keluar…” pinta Fani dengan suara manja.
577Please respect copyright.PENANAPlgvrBEgZf
“Belum boleh,” jawab Dimas tegas. “Malam ini kita latih lo menahan orgasme lebih lama.”
577Please respect copyright.PENANAVLc1htLjAT
Mereka membawa Fani ke ruang tamu villa yang luas. Di sana sudah menunggu tiga HTS lain: Cakra (18 cm), Eko (21 cm), dan Fajar (17 cm). Total delapan pria kini mengelilingi Fani yang berpakaian kelinci seksi.
577Please respect copyright.PENANAE40ZcXp1qf
“Kelinci kecil kita malam ini,” kata Eko sambil menarik rantai kalung Fani hingga wanita itu berlutut di depannya.
577Please respect copyright.PENANAkSQfcKqKH3
Fani langsung tahu apa yang diinginkan. Ia membuka celana Eko, mengeluarkan kontol panjang 21 cm yang sudah setengah keras, lalu mulai menjilat dari bawah ke atas dengan lidahnya yang hangat. Bau maskulin kontol itu memenuhi hidungnya.
577Please respect copyright.PENANAbZc0kwr2B6
Sementara itu, Gilang dari belakang menarik ekor plug pelan-pelan, memutarnya di dalam anal Fani.
577Please respect copyright.PENANAySjEXQdQeQ
“Nghh… jangan tarik…” desah Fani di sela-sela menjilat.
577Please respect copyright.PENANAO31gvP7R3x
Tapi Gilang terus memainkan plug itu, membuat sensasi penuh di anal Fani semakin intens.
577Please respect copyright.PENANALTyewbzpBI
Raka menekan remote lagi. Vibrator di dalam vagina Fani bergetar lebih kuat. Fani mengerang keras, mulutnya penuh dengan kepala kontol Eko.
577Please respect copyright.PENANAGKsJr9APv4
Mereka tidak memberi Fani waktu istirahat. Dimas dan Andi mengangkat tubuh Fani, membawanya ke meja besar di tengah ruangan. Mereka membaringkannya telentang, kaki Fani dibuka lebar dan diikat longgar ke pinggir meja dengan tali sutra.
577Please respect copyright.PENANARmAtkrJcTQ
Kini Fani benar-benar terbuka. vagina dan analnya terpampang jelas di depan delapan pria.
577Please respect copyright.PENANAQTD5lIaUGk
Budi mendekat dengan kontol tebalnya. Ia mencabut vibrator itu, lalu memasukkan kontolnya ke dalam vagina Fani dengan satu hantaman dalam.
577Please respect copyright.PENANAbhpbknWcEw
“AAHHH!!” jerit Fani.
577Please respect copyright.PENANAzRRPBkWBea
LANJUTAN CERITA https://lynk.id/novelhambilah577Please respect copyright.PENANAMQPdYWHecQ
577Please respect copyright.PENANA8BMHd0HfON
577Please respect copyright.PENANADffroZG176


