Tapi biarlah, yang penting aku bisa mengentot sepuasnya.
Dan kontolku bisa langsung menyundul-nyundul dasar liang memek Mama…!
Wow… ini sesuatu yang baru lagi bagiku.
Bahwa dadaku tidak bisa bertempelan dengan sepasang toket Mama, tapi moncong kontolku bisa terus-terusan menggedor dasar liang memek Mama.
Spontan Mama pun mulai merintih - rintih,
“Oooo… oooooohhhhh… Booonaaaa… kontolmu panjang sekali Naaaak… terus-terusan menyundul dasar liang memek mama saking panjangnya… tapi ini enak sekali Sayaaaang… ayo entooot teruuussss… entooot terusssss… entoooooottttttt… entooootttt …”
Memang enak juga mengentot Mama dalam posisi kedua kaki Mama berada di sepasang bahuku ini.
Tapi aku ingin merapatkan dadaku ke toket Mama.
Karena itu kusingkirkan kedua kaki Mama dari bahuku, kemudian menghempaskan dadaku ke sepasang toket Mama.
Dan langsung kupagut bibir Mama, lalu kami saling lumat dengan lahapnya.
Dalam posisi yang paling klasik ini aku bukan cuma bisa mengentot sambil mencium bibir Mama, tapi juga bisa meremas toketnya yang masih terasa belum kendor.
Terkadang aku menjilati leher jenjangnya disertai dengan gigitan-gigitan kecil, sehingga rintihan dan rengekan Mama mulai berlontaran dari mulutnya,
“Boonaaaa…
“Aaaaaaaah… kamu kok pandai sekali membuat mama keenakan gini Sayaaaang… ayo entoootttt… entooot teruuuussss Bonaaaa… entooot teruuuuussss… ini luar biasa enaknya… kontolmu memang enak sekali… entot teruuussss… entooooooootttt… entoooooottttt… entooootttt…”
Makin lama entotanku makin menggila.
Mama pun tidak berdiam seperti gebog pisang.
Pinggulnya mulai bergoyang-goyang erotis, meliuk-liuk dan memutar-mutar.
Sehingga kontolku seolah perahu yang sedang diombang-ambingkan oleh ombak di tengah samudera.
Iya… kontolku terasa dibesot-besot oleh liang memek Mama yang licin dan empuk serta hangat ini.
Tapi aku tak mau kalah.
Kuayun terus kontolku bermaju mundur di dalam liang memek Mama.
Makin lama entotanku makin gencar.
Sehingga pada suatu saat Mama mengerang histeris,
“Mama sudah mau lepas Sayaaaang… mau lepas… mau lepas mau lepaaaassssssss… aaaa… aaaa …”
Erangan itu terhenti.
Nafasnya pun tertahan, sementara sekujur tubuhnya mengejang tegang… membuatku ingin menikmati indahnya wanita pada waktu orgasme.
Kuhentikan dulu entotanku… kubiarkan kontolku menancap di dalam liang memek Mama, tanpa kugerakkan lagi.
Bersambung……
Lanjutan Ceritanya KLIK DISINI
ns216.73.216.69da2


