Ucap ibu sambil kedua kakinya masih mengangkang karena aku sedang mengelap memeknya.
“Bu..?”
“Iyaa sayang..?”
“Kapan ibu memasuki masa subur..?”
“Besok sayang… Kenapa?”
Ucap ibu.
“Ucup ingin punya adik lagi Bu… Tapi…(aku diam sejenak) tapi… Ingin Ucup sendiri yang menghamili ibu…”
Kataku masih mengelap memek ibuku yang lebar dan tembem.
“Tapi sayang ibu takut dengan keadaan keluarga kita seperti ini… Nanti kalau bapak kamu tahu ibu hamil anak kamu gimana?”
Ucap ibu kapadaku yang sekarang beranjak dari tidurnya, lalu duduk di sampingku memelukku yang sedang samasama duduk.
Aku usap kepala ibuku dengan penuh kasih sayang, ibu semakin erat memelukku seperti seorang gadis yang ingin bermanja-manja denganku.
“Bu, Ucup takkan memaksa ibu untuk mengandung anak Ucup… Tapi Ucup janji sama ibu akan bertanggung jawab merawat dan melindungi anak kita, Ucup juga akan bekerja cari uang buat pendidikan dan makannya juga Bu. Ibu jangan khawatir anak kita takkan terurus… Karena Ucup akan melindunginya.. Bu, bolehkan Ucup menghamili ibu.. ibu percaya kan sama Ucup?”
Aku dan ibuku saling berpandangan, mata ibu begitu dalam menatap mataku karena permintaanku ini bukanlah meminta mainan, tapi meminta ijin membuahi sel telurnya oleh sel spermaku.
“Iya sayang ibu mau…”
Ucap ibuku.
“Mau apa Bu..?”
Kataku memastikan.
“Ibu mau dihamili kamu, tapi sayang… Kamu akan bertanggung jawab kan?”
Ucap ibuku memandang dan memelukku ketika kami sedang duduk ditengah kasur.
“Tentu Bu, Ucup kan sudah janji, jika ibu mau dihamili oleh Ucup, pasti Ucup akan bertanggung jawab… Percayalah Bu…”
Kataku memegang dagu ibuku.
Lalu ibuku tersenyum dan terpancar dari raut wajahnya kebahagiaan,
“kalau begitu hari ini ibu takkan minum pil KB sayang… Ibu ijinkan kamu menghamili ibu…”
“Beneran Bu? Ucup boleh menghamili ibu?!”
“Iyaa sayang, ibu mau mengandung anakmu… Akan ibu biarkan sperma kamu tadi membuahi sel telur ibu… Ibu senang sekali akan punya anak lagi sayang…”
“Syukurlah kalau begitu Bu, karena Ucup juga senang akan punya anak dari persetubuhan kita… Selama ayah masih di kota, kita ngentot setiap hari ya Bu…?”
“Iyaa sayang… Makasih yaa sudah meyakinkan ibu untuk mau hamil lagi…?”
“Justru yang harusnya bilang terimakasih itu Ucup Bu, makasih ya Bu mau dihamili sama Ucup…?”
“Iyaa sayang sama-sama… Mmmuuuaacchhh!! Mandi yuk?”
Ibu menciumku lalu menarik tanganku mengajakku ke kamar mandi.
Bersambung……
Lanjutan Ceritanya KLIK DISINI
ns216.73.216.69da2


