Ketika ku pegang kedua sisi celananya, sebenarnya aku sangat gemetaran.
Bagaimana tidak deg-degan?
Karena aku akan melihat untuk pertama kalinya, tempat kenikmatan surga dunia milik ibu yang sudah lama menjadi tujuanku sejak menginjak masa baligh (mimpi keluar sperma).
Perlahan memek ibuku mulai menampakkan bagian atasnya yang berbulu tipis, di situ nafasku mulai sesak dan jantungku berdegup kencang!
Tentunya kontolku semakin menegang mengarah ke lobang memeknya yang belum terlihat.
Ketika CD ibuku sudah setengah pahanya, aku tersenyum dan merasa lapang hatiku melihat memek ibuku secara utuh.
Ku lihat sejenak bentuk pubisnya yang membusung, bibirnya yang tebal juga bulu-bulu halus tertata rapih yang menghiasi sekitar memeknya.
Lalu aku lanjutkan misiku menurunkan cd-nya, sehingga kini kami berdua telanjang bulat di kamar ibuku.
Setelah itu aku lebarkan kedua kaki ibuku yang besar ke samping sambil aku tekuk, sehingga tulang keringnya menghadap ke atas.
Di depan mataku kini terlihatlah memek ibu seutuhnya, dengan bibirnya yang tebal kini merenggang dan nampak di balik lembah kenikmatan itu lobang memek ibuku.
Aku merunduk dengan wajahku menghadap memek ibu yang merekah, kedua pahanya aku pegang lalu aku cium dan ku hirup memeknya.
Ughh..!
Bau memek ibuku sungguh luar biasa!
Aromanya yang merasuk ke dalam hidungku, bagaikan nasi ketan hitam yang menurut hasil cernaan akalku begitu wangi.
Entah mungkin karena sudah diselimuti hawa nafsu incest yang membuat penciumanku merasa ketagihan, atau karena baunya yang begitu istimewa?.
Aku gesek-gesek ujung hidungku sembari aku hirup dari belahan memeknya yang bawah berakhir di klentitnya.
Sampai antara mulutku dan hidungku belepotan oleh lendir yang sudah keluar dari memeknya.
Lalu aku mencoba menjilat belahan memek ibuku dengan sekali jilatan.
Wow!
Rasanya sangat enak!
Tekstur yang lembut, aroma memek yang baunya istimewa, lendirnya yang sedikit asin gurih membuatku ketagihan ingin terus menjilatinya, bahkan sampai aku telan tanpa keraguan.
“Bu, memek ibu enak banget bu… Ucup suka.. ”
ku lanjutkan menjilati memeknya.
Ketika lidahku menari-nari dan menyundul-nyundul klentitnya, ibuku semakin gelisah.
Puncaknya pas klentit ibu aku sedot kuat seperti mengemut teteknya, ibuku mengerang hebat!
kepalanya ditekan-tekan ke bantal, tubuhnya berkeringat disuhu kamar yang dingin.
Lalu,
“Oouuugggghhhh…!! Ccuuuuppp ibu kelluaaarrrr… Aaahhhh… Enak bangeeettt… Entot ibumu ini saya… nnggg… Aaaaahhhhh…!!!”
Bersambung…..
Lanjutan Cerita CHAPTER 5 KLIK DISINI
ns216.73.216.69da2


