Irna melangkah masuk ke ruang rapat utama lantai tiga Hotel Aston dengan langkah tegap yang. Kebaya hijau brokatnya masih terlihat segar meski sudah menempuh perjalanan panjang subuh tadi. Kain itu menempel sempurna di tubuhnya, menonjolkan lekuk pinggang ramping dan payudara bulat yang penuh, seolah menolak untuk disembunyikan oleh busana formal sekalipun. Jilbab hijau senada membingkai wajah cantiknya yang berwajah oval, bibir penuh berpoles lipstik merah muda samar, dan mata cokelatnya yang tajam tapi hangat. Begitu pintu ruang rapat terbuka, aroma kopi dan parfum pria langsung menyambutnya.
33Please respect copyright.PENANA9VKmgZNcyb
Di dalam ruangan panjang itu sudah duduk belasan pejabat dari berbagai daerah di Banten. Bupati, sekretaris daerah, kepala dinas, dan beberapa kepala bagian. Semua pria, usia antara empat puluh hingga lima puluh lima tahun, berpakaian kemeja batik rapi atau jas formal. Begitu Irna muncul, obrolan kecil yang tadinya riuh langsung mereda. Mata mereka bergerak hampir serentak, turun dari wajah ke leher jenjang, lalu berhenti lama di bagian dada. Payudara bulat Irna yang terdorong oleh bra hitam tipis di balik kebaya membuat kain brokat itu membentuk dua bukit lembut yang menggoda. Setiap kali Irna bernapas dalam, payudaranya naik turun pelan, dan kain kebaya ikut bergerak mengikuti irama itu.
33Please respect copyright.PENANA9QDi1mDhh8
Selamat siang, Bapak-bapak semua. Maaf saya agak terlambat sedikit, ucap Irna dengan suara lembut tapi berwibawa, sambil tersenyum manis dan mengangguk ke arah meja panjang.
33Please respect copyright.PENANAEQFdhoZB2C
Tidak apa-apa, Bu Irna. Justru kami yang senang Bu Irna bisa hadir. Silakan duduk di sini, Bu, jawab Bupati Serang dengan nada ramah, tapi matanya tidak bisa lepas dari lekuk dada wanita itu saat Irna berjalan mendekat.
33Please respect copyright.PENANA8YcSStiSFZ
Irna duduk di kursi yang disediakan, tepat di sisi kiri meja. Posisinya membuat payudaranya terlihat lebih menonjol dari sudut pandang para pria yang duduk berhadapan. Saat ia membungkuk sedikit untuk membuka map dokumen, kebaya sedikit merenggang di bagian atas, memperlihatkan garis belahan dada yang dalam dan kulit putih mulus di baliknya. Beberapa pria menelan ludah pelan. Ada yang menggeser posisi duduk agar celananya tidak terlalu ketat karena kontol mereka mulai mengeras hanya dengan melihat gerakan kecil itu.
33Please respect copyright.PENANAVID1dRLiRx
Sepanjang rapat berlangsung selama hampir enam jam, tatapan liar itu tidak pernah berhenti. Saat Irna berbicara tentang program pembangunan infrastruktur, suaranya yang merdu dan nada tegasnya justru membuat imajinasi para pejabat semakin liar. Mereka membayangkan bagaimana rasanya meremas payudara bulat itu dengan kasar, mencubit puting merah kecil yang pasti tersembunyi di balik bra, lalu menjilati kemaluan Irna sampai wanita itu menggelinjang dan meminta lebih. Irna sendiri merasakan sesuatu yang aneh di tubuhnya. Panas yang perlahan menyebar dari perut bawahnya, memek tembemnya mulai terasa basah dan berdenyut pelan setiap kali ia sadar ada puluhan mata pria yang menelanjanginya tanpa malu-malu.
33Please respect copyright.PENANA5C1WXtQcuK
Ia mencoba fokus pada presentasi, tapi setiap kali ia menoleh ke arah peserta, tatapan lapar itu seperti menyentuh kulitnya secara fisik. Puting kecilnya mulai mengeras, menonjol samar di balik kain kebaya. Ia merapatkan paha, berusaha menekan sensasi horny yang semakin kuat. Napasnya menjadi sedikit lebih cepat, dada naik turun lebih terlihat. Beberapa pria di seberang meja tersenyum tipis, seolah tahu apa yang sedang dirasakan walikota cantik itu.
33Please respect copyright.PENANAMYSM4fTz2z
Sementara itu, di lantai empat hotel, kamar supir yang sederhana tapi nyaman sudah menjadi tempat pelarian Asep dan Anto. Begitu Irna turun di lobi tadi pagi, keduanya langsung check-in ke kamar twin bed yang disediakan panitia. Begitu pintu kamar tertutup, suasana langsung berubah. Kontol mereka yang sudah tegang sejak perjalanan subuh tadi tidak bisa ditahan lagi.
33Please respect copyright.PENANAQgd19d0mLk
Asep masuk lebih dulu ke kamar mandi, mengunci pintu dari dalam. Ia menurunkan celana dinasnya sampai ke lutut, kontolnya yang sudah keras dan berurat langsung terlepas. Panjangnya sekitar enam belas senti, kepalanya merah keunguan karena penuh darah. Ia menggenggam batang itu kuat-kuat, mata terpejam membayangkan Irna telanjang di kursi belakang mobil tadi. Payudara bulat yang berguncang setiap mobil bergoyang, puting merah kecil yang ia ingin hisap sampai Irna mendesah panjang. Ahhh... Bu Irna... toketmu gede banget... pengen gue remes sampe merah... memek tembemnya pasti enak banget dimasukin...
33Please respect copyright.PENANAfY4rb1n5oV
Ia mengocok kontolnya dengan cepat, tangan kanan naik turun ritmis, jempolnya menggosok kepala kontol yang sudah licin karena cairan pra-ejakulasi. Desahannya pelan tapi dalam. Ssshhh... ahhh... Bu... gue pengen entot memekmu dari belakang... sambil narik jilbabmu... ahhh... pejuh gue mau keluar di dalem... ahhhh...
33Please respect copyright.PENANA1rSosrfgpu
Di luar kamar mandi, Anto tidak kalah. Ia berbaring di ranjang, celana sudah diturunkan sampai mata kaki. Kontolnya lebih panjang tapi lebih kurus, sekitar delapan belas senti, urat-uratnya menonjol jelas. Ia menggosok batang itu dengan lambat tapi kuat, membayangkan Irna berlutut di depannya, mulut penuh bibir merah itu mengulum kontolnya dalam-dalam. Gue pengen jilatin clitorismu Bu... sampe basah kuyup... terus gue sodok memek tembem itu sampai lo jerit... ahhh... sperma gue banjirin rahim lo...
33Please respect copyright.PENANA3S09KmHkFZ
Mereka berdua mencapai klimaks hampir bersamaan. Asep mengeluarkan pejuh kental berwarna putih susu yang menyembur ke dinding keramik kamar mandi, tiga kali semburan kuat disertai desahan panjang. Anto menyemprotkan sperma ke perutnya sendiri, cairan lengket itu mengalir ke selangkangan sambil ia menggigit bibir agar tidak terlalu keras mendesah.
33Please respect copyright.PENANAtMzBaKZm1H
Rapat akhirnya selesai pukul enam sore lewat. Para pejabat berpindah ke ruang makan kecil di lantai yang sama untuk makan malam ringan dan ngobrol santai. Irna duduk di antara mereka, masih dengan kebaya hijau yang sama. Tatapan lapar tadi tidak hilang, malah semakin terang-terangan karena suasana sudah lebih rileks. Ada yang memuji penampilan Irna, ada yang sengaja menyentuh lengan wanita itu saat mengambil piring cemilan.
33Please respect copyright.PENANAtgj79Uhsff
Bu Irna cantik sekali hari ini. Kebaya hijaunya cocok banget, puji seorang kepala dinas sambil matanya turun ke dada lagi.
33Please respect copyright.PENANAiMFNBHG8ZZ
Terima kasih, Pak. Kebetulan ini kebaya favorit saya, jawab Irna sambil tersenyum, tapi di dalam dadanya jantung berdegup kencang karena ia tahu persis apa yang mereka inginkan.
33Please respect copyright.PENANAm5Kx1IKkpn
Jam menunjukkan pukul tujuh lewat tiga puluh menit malam. Para pejabat mulai berdiri, saling berpamitan karena besok pagi masing-masing harus kembali ke daerah. Irna juga berdiri, merapikan map dan tas kerjanya.
33Please respect copyright.PENANAx8HMll3TSI
Saya pamit dulu ya, Bapak-bapak. Terima kasih atas waktunya hari ini. Semoga program kita bisa berjalan lancar, ucap Irna sambil mengangguk hormat.
33Please respect copyright.PENANA0mfDLLAKjj
Kami yang berterima kasih, Bu. Hati-hati di jalan pulang besok, balas mereka hampir serentak, mata masih menempel di tubuh wanita itu.
33Please respect copyright.PENANADJHIFEck8Q
Irna berjalan keluar ruang makan, high heels-nya kembali berbunyi klik-klok di koridor hotel yang sepi. Ia mengeluarkan ponsel dari tas, menekan nomor Asep.
33Please respect copyright.PENANAooogE73hEu
Halo, Pak Asep. Sudah istirahat? Tolong jemput saya di lobi ya, sekarang. Kita balik ke kamar hotel dulu, besok pagi pagi-pagi kita langsung pulang.
33Please respect copyright.PENANA6xtluOgg9z
Baik, Bu. Kami langsung turun. Tunggu sebentar ya, Bu, jawab Asep dengan suara yang masih agak serak karena baru saja selesai mandi setelah coli tadi.
33Please respect copyright.PENANAUihil0wBEi
Irna berdiri di lobi yang sudah mulai sepi. Cahaya lampu kristal menerangi tubuhnya dari atas, membuat bayangan payudara bulatnya semakin jelas di kebaya hijau. Ia merasa tubuhnya masih panas, memek tembemnya masih basah samar-samar sejak rapat tadi. Ia menarik napas dalam, mencoba menenangkan diri.
33Please respect copyright.PENANAg1p5h92YCi
Tak lama kemudian, Asep dan Anto muncul dari lift. Keduanya sudah berganti baju kaos oblong dan celana pendek, tapi mata mereka langsung tertuju ke Irna lagi. Tatapan yang sama seperti pagi tadi, penuh nafsu yang disembunyikan di balik senyum sopan.
33Please respect copyright.PENANAx6d5TDaXJl
Siap, Bu. Mobil sudah di depan, kata Anto sambil membungkuk sedikit.
33Please respect copyright.PENANAob7YyiR83t
Irna mengangguk, berjalan di depan mereka menuju pintu keluar. Punggungnya yang ramping, pinggul yang bergoyang lembut saat berjalan, dan payudara yang ikut bergoyang kecil setiap langkah membuat kedua supir itu menelan ludah lagi. Malam ini baru saja dimulai, dan besok perjalanan pulang akan jauh lebih panjang dari yang mereka bayangkan.
ns216.73.216.75da2


