Pagi setelah malam itu, gue bangun dengan perasaan campur aduk. Lia masih tidur di sebelah gue, mukanya polos banget, kayak gak ada apa-apa semalam. Gue cium keningnya pelan, lalu bangun ke kamar mandi. Sambil gosok gigi, gue mikir ulang omongan gue tadi malam. Fantasi itu bikin gue excited, tapi gue tau kalo gue terlalu cepet, Lia bisa marah beneran. Dia cewek Jakarta asli, lahir di Kelapa Gading, keluarga konservatif meskipun mampu. Ortu dia sering ngajarin soal kesetiaan, dan gue gak mau rusak kepercayaan kami. Tapi ya namanya nafsu, susah ditahan. Gue putusin buat mulai pelan-pelan, lewat chat dulu. Biar dia biasa dengerin ide gue tanpa langsung face to face.
108Please respect copyright.PENANABLyTlOTajD
Gue turun ke ruang tamu, buka laptop sambil minum kopi hitam dari mesin Nespresso yang gue beli tahun lalu. Apartemen kami di lantai 25, viewnya ke jalan Sudirman yang lagi macet pagi-pagi. Gue buka browser, cari artikel soal hotwife dari situs luar yang gue baca kemarin. Ada satu artikel bagus di Reddit, judulnya "Why Sharing Your Wife Can Strengthen Your Marriage". Isinya bahas gimana fantasi ini bisa bikin pasangan lebih dekat, asal komunikasi bagus. Gue screenshot, tapi gue mikir lagi, jangan langsung kirim. Mulai dari chat ringan dulu.
108Please respect copyright.PENANAY7ktNYWP2D
Siangnya, gue lagi di kantor, meeting zoom dengan tim gue soal project fintech baru. Tapi pikiran gue gak fokus, mata gue ke hape yang gue taruh di meja. Jam 12 siang, gue kirim chat ke Lia via WhatsApp. Lia lagi di butiknya sendiri di Mall Kelapa Gading, jual baju impor yang dia desain sendiri. Bisnis kecil-kecilan, tapi untungnya lumayan buat dia mandiri.
108Please respect copyright.PENANA46UYJBMEc2
Gue: "Sayang, lagi apa? Kangen nih sama kamu. Tadi malam seru banget ya?"
108Please respect copyright.PENANAcNTcT9lk1l
Lia balas cepet, mungkin lagi istirahat makan siang.
108Please respect copyright.PENANAunyFEUiIu6
Lia: "Lagi makan siang sama karyawan, Mas. Iya, seru. Kamu lagi meeting ya? Jangan ganggu dulu deh."
108Please respect copyright.PENANAlkdsZl8A80
Gue senyum, tapi gue gak berhenti. Gue pengen bawa topik semalam lagi, biar dia ingat.
108Please respect copyright.PENANAaOrh7mMghD
Gue: "Hehe, oke. Tapi tadi malam pas Mas bilang bayangin pria lain, kamu desahannya lebih kencang loh. Kayaknya kamu juga excited ya?"
108Please respect copyright.PENANAPmlu34rnma
Gue tekan send, hati gue deg-degan. Ini chat nakal pertama gue siang bolong gini. Biasanya kami chat romantis atau ngobrol kerjaan.
108Please respect copyright.PENANAoT3I3oRYPZ
Lia balas agak lama, mungkin dia baca ulang.
108Please respect copyright.PENANAmg4Jtob3HR
Lia: "Mas! Jangan ngomong gitu di chat. Malu kalau ada yang baca. Aku gak excited kok, cuma ikut alur aja karena Mas yang bilang."
108Please respect copyright.PENANAqKBDhkVv9d
Penolakannya halus, gak marah, tapi gue tau dia lagi ragu. Gue bisa bayangin mukanya merah, sambil liat-liat sekitar takut ada yang liat hape dia.
108Please respect copyright.PENANASx9PiAvErM
Gue: "Hehe, sorry Sayang. Tapi beneran deh, Mas suka liat kamu begitu. Bayangin kalau beneran ada pria lain yang bikin kamu lebih liar. Pasti Mas tambah sayang sama kamu."
108Please respect copyright.PENANA9SW6XTjeru
Gue tambahin emoji api, biar keliatan santai.
108Please respect copyright.PENANAnROBs2kJXz
Lia: "Mas, emang serius? Kamu gak cemburu kalau gitu? Aku takutnya nanti hubungan kita rusak."
108Please respect copyright.PENANAYJ8BVCjv7n
Nah, ini dia mulai tanya. "Emang Mas serius?" Itu pertanda bagus, artinya dia gak langsung tolak mentah-mentah. Gue rasain adrenalin naik, kayak lagi main game yang seru.
108Please respect copyright.PENANAiu4Op3rSoa
Gue: "Serius dong, Sayang. Ini cuma fantasi buat bumbuin rumah tangga kita. Banyak pasangan yang coba, malah tambah mesra. Nih, Mas kirim artikelnya. Baca ya, jangan langsung judge."
108Please respect copyright.PENANAj5fGu3wpu0
Gue attach screenshot artikel itu, lengkap dengan poin-poinnya: komunikasi terbuka, trust lebih dalam, dan gimana istri yang hotwife bisa ngerasa lebih seksi. Gue pilih artikel yang netral, gak terlalu vulgar, biar Lia gak kaget.
108Please respect copyright.PENANAr7Jgespmf9
Lia balas setelah 10 menit.
108Please respect copyright.PENANALwccmOBUwU
Lia: "Oke, aku baca nanti. Tapi Mas, aku gak yakin deh. Aku cuma mau sama Mas aja. Jangan dipaksa ya."
108Please respect copyright.PENANApSsTtOZcdy
Gue: "Gak paksa kok, Sayang. Cuma pengen sharing aja. Nanti malam kita ngobrol lagi deh. Love you."
108Please respect copyright.PENANA9WdXdrRY3D
Gue tutup chat, tapi sepanjang siang gue senyum-senyum sendiri. Di kantor, rekan gue nanya, "Bro, lagi happy apa sih?" Gue jawab asal, "Ah, lagi dapet deal bagus." Padahal pikiran gue ke Lia, bayangin dia lagi baca artikel itu di butiknya, sambil bimbang.
108Please respect copyright.PENANALyDQgfRHUm
Sore harinya, gue pulang duluan karena meeting selesai cepet. Lia bilang dia pulang jam 7 malam, karena ada customer. Gue manfaatin waktu buat browsing forum lagi. Gue daftar akun anonim di forum dewasa lokal, seperti yang bahas swinging di Jakarta. Ada thread soal "Pengalaman Hotwife di Indo", isinya cerita orang-orang dari keluarga mampu kayak gue, yang coba ini diam-diam. Gue baca, excited, tapi gue tahan diri. Belum waktunya cari bull, gue harus bujuk Lia dulu selama 3 bulan seperti rencana gue.
108Please respect copyright.PENANAgNJ6zagLmK
Malamnya, Lia pulang bawa makanan dari restoran Jepang favorit kami di mall. Kami makan di meja makan, ngobrol santai soal hari kami. Gue gak bawa topik fantasi lagi, biar dia gak curiga. Tapi gue perhatiin, Lia agak gelisah, matanya sering ke hape. Setelah makan, kami nonton Netflix di sofa, serial drama Korea yang lagi hits. Lia peluk gue, tapi gue rasain tangannya agak dingin, kayak lagi mikir apa.
108Please respect copyright.PENANA0mYV8ciDS5
Jam 10 malam, kami masuk kamar. Gue bilang, "Tidur yuk, Sayang." Lia angguk, tapi dia ke kamar mandi lama banget. Gue pura-pura tidur, tapi mata gue setengah buka. Lia keluar dari kamar mandi pakai piyama, rambutnya basah. Dia ambil hape dari meja samping, lalu duduk di pinggir kasur, punggungnya ke gue. Gue liat dari celah mata, dia buka WhatsApp, scroll ke chat gue tadi siang. Dia baca ulang chatnya, lalu buka screenshot artikel itu. Mukanya fokus, bibirnya digigit pelan, kayak lagi bimbang. Gue liat bahunya naik turun pelan, napasnya agak cepet. Dia gelisah banget, mungkin campur takut dan penasaran. Gue pengen bangun dan peluk dia, tapi gue tahan. Ini bagian dari bujukan gue.
108Please respect copyright.PENANAdlnCaHQpq5
Lia akhirnya matiin hape, taruh kembali, lalu peluk gue dari belakang. "Mas, udah tidur?" bisiknya. Gue pura-pura mendengkur pelan. Dia sigh panjang, lalu tidur. Tapi gue tau, malam itu dia gak langsung tidur nyenyak. Ini baru permulaan.
ns216.73.216.75da2


