Lia ketawa kecil, badannya menempel ke gue. "Mas, capek nih. Tapi kalau Mas pengen, aku ikut aja deh." Dia putar badan, cium bibir gue lembut. Gue balas ciumannya, lidah kami saling main, dan gue dorong dia ke kasur king size kami. Gue tarik dressnya ke atas, liat celana dalam hitam renda yang gue beliin minggu lalu. "Wah, memeknya Lia udah basah nih," gue godain, jari gue gesek pelan di selangkangannya.
109Please respect copyright.PENANAW1oXOaAjuM
Dia mendesah pelan, "Ahh... Mas, jangan gitu dong, malu." Tapi matanya udah sayu, nafsu. Gue lepas baju gue sendiri, kontol gue udah ngaceng keras, 17 cm panjangnya, dan gue gosok-gosok ke pahanya. Lia pegang kontol gue, kocok pelan, "Kontol Mas gede banget, suka deh." Gue senyum, tapi pikiran gue udah ke fantasi itu. Gue angkat bra-nya, toketnya yang ukuran 34C muncul, putingnya pink lagi mengeras. Gue jilat puting kirinya, hisap kuat, sambil tangan gue mainin puting kanannya.
109Please respect copyright.PENANAHdhH6yuZ14
"Ohh... Mas... enak... hisap lebih kuat," desah Lia, tangannya narik rambut gue. Gue turun ke bawah, lepas celana dalamnya, liat memeknya yang mulus, udah basah mengkilap. Gue jilat klitorisnya pelan, lidah gue muter-muter, bikin badannya bergetar. "Ahh... Mas... jilat lebih dalam... yaahh..." Lia rintih, pinggulnya goyang naik turun. Gue masukin satu jari ke memeknya, keluar masuk pelan, rasain dinding memeknya yang hangat dan licin.
109Please respect copyright.PENANApB80sdtJij
Setelah dia basah banget, gue naik ke atas, posisi misionaris. Kontol gue gesek-gesek di bibir memeknya, "Mau dimasukin ya, Sayang?" Lia angguk, "Iya Mas, masukin kontol Mas... aku pengen." Gue dorong pelan, kontol gue masuk setengah, rasain memeknya yang ketat ngejepit. "Uhh... ketat banget memek Lia," gue desah, dorong lagi sampe full masuk. Kami mulai goyang, gue pompa pelan dulu, nikmatin setiap gesekan.
109Please respect copyright.PENANAO8mFNaQeM1
Sambil gue entot dia, gue mulai bisik, "Sayang, bayangin kalau ini bukan kontol Mas, tapi kontol pria lain. Cowok ganteng, badannya six pack, kontolnya lebih gede dari Mas." Lia langsung buka mata, kaget. "Hah? Mas ngomong apa sih? Aku cuma mau sama Mas aja, gak mau yang lain." Tolakannya halus, tapi gue liat matanya ada keraguan kecil, mungkin penasaran. Gue gak berhenti pompa, malah lebih cepat, "Coba aja bayangin, Sayang. Bayangin dia lagi entot memek Lia, Mas nonton dari samping. Pasti lebih nikmat."
109Please respect copyright.PENANAqMKGpbVcen
Lia geleng-geleng kepala, tapi desahannya malah lebih keras, "Ahh... Mas... jangan ngomong gitu... ohh... tapi... kontol Mas enak banget... lebih cepat Mas..." Gue tau dia mulai terbawa, badannya bergetar lebih hebat. Gue pegang toketnya, remas kuat, "Bayangin aja, Sayang. Pria itu lagi hisap puting Lia, sambil kontolnya keluar masuk memek Lia." Lia tutup mata, rintihannya panjang, "Uhh... Mas... aku... aku gak mau... tapi... ahh... aku mau keluar..."
109Please respect copyright.PENANAbcwVJHlzag
Gue pompa lebih kencang, kontol gue nabrak-nabrak dinding memeknya, rasain cairannya makin banyak. "Yaahh... Mas... kontolnya... gede... entot lebih dalam... oh God..." Lia teriak pelan, badannya mengejang, orgasme pertama. Memeknya ngejepit kontol gue kuat, bikin gue hampir ikut keluar. Gue tahan, balik badannya jadi doggy style. "Sekarang dari belakang ya, Sayang." Gue masukin lagi, pegang pinggulnya, pompa cepat. Bokongnya yang bulat goyang-goyang, gue tampar pelan, "Enak gak kalau pria lain yang nge-doggy Lia gini?"
109Please respect copyright.PENANAjKFy8GzPqj
Lia mendesah, "Mas... stop... aku cuma pengen Mas... tapi... yaahh... kontolnya nembus dalem banget... remas toketku Mas..." Gue raih toketnya dari belakang, remas putingnya, sambil entot lebih dalam. Kami sama-sama berkeringat, kamar berbau nafsu. Lia orgasme lagi, kali ini squirt sedikit, cairannya muncrat ke seprai. "Ahh... Mas... aku squirt... enak banget... terus Mas..." Gue gak tahan lagi, "Sayang, Mas mau keluar... di dalem ya?" Lia angguk, "Iya Mas, isi memekku... ahh..."
109Please respect copyright.PENANALvRhc38EI2
Gue dorong terakhir, kontol gue berdenyut, keluar banyak di dalam memeknya. Kami ambruk bareng, napas ngos-ngosan. Lia peluk gue, "Mas, tadi ngomong apa sih? Aku gak mau yang gitu-gitu." Gue cium keningnya, "Cuma fantasi aja, Sayang. Biar lebih panas." Dia senyum tipis, tapi gue liat ada gejolak di matanya, campur ragu dan penasaran. Malam itu gue peluk dia tidur, tapi pikiran gue udah ke mana-mana.
109Please respect copyright.PENANAYgIUapbzEg
Pagi harinya, Lia bangun duluan, masak sarapan. Gue duduk di sofa, buka laptop diam-diam. Gue mulai browsing forum chatting dewasa, seperti Kaskus atau Reddit lokal yang bahas swingers dan hotwife. Gue baca cerita orang-orang, dan gue mulai excited. Gue pikir, ini baru awal. Gue harus bujuk Lia pelan-pelan.
ns216.73.216.75da2


