Bab 3: Sesi 1 – Sutra Perbudakan dan Lambat Menggoda
1028Please respect copyright.PENANAiOfp0eLqus
Sabtu pagi yang cerah di Jakarta, Amara terbangun dengan perasaan campur aduk. Sudah seminggu sejak malam pertama yang meledak di kamar tidur Ali, dan hari ini adalah Sabtu pertama dari janji mereka. Tubuhnya masih ingat sensasi titit Ali yang menghantam vaginanya berulang kali, tapi pikiran dipenuhi kecemasan. “Apa aku benar-benar mau ini?” gumamnya di depan cermin sambil memilih pakaian. Ia akhirnya memakai gaun sederhana berwarna putih yang longgar, di bagian bawah hanya bra dan celana dalam tipis. Rambut hitam panjangnya dibiarkan tergerai, mata cokelatnya memandang bayangan diri dengan sedikit marah pada dirinya sendiri karena sudah setuju.
1028Please respect copyright.PENANAI8xtTmJN3g
Ali menjemputnya dengan senyum menawan seperti biasa. Di mobil, ia memegang tangan Amara erat. "Kamu tegang sekali, sayang. Tenang saja. Hari ini kita mulai pelan-pelan. Aku berjanji akan berterima kasih padamu kenikmatan yang luar biasa."
1028Please respect copyright.PENANAlww25cK6fW
Rumah Ali masih sepi, pembantu baru datang besok. Ali langsung menggandeng Amara ke ruang khusus BDSM di lantai basement yang selama ini tertutup rapat. Saat pintu terbuka, Amara terkejut. Ruangan itu luas, dinding hitam elegan dengan lampu redup, ada tempat tidur besar dengan rangka besi, rak-rak berisi tali sutra, vibrator, dan alat-alat lain yang membuat jantung Amara berdegup kencang. Bau kayu dan kulit samar tercium, suasana dingin namun menggairahkan.
1028Please respect copyright.PENANAq7kKtLjSB4
Ali memeluk Amara dari belakang, mencium lembut. "Ini ruanganku. Hari ini kita pakai bondage sutra dulu. Aku akan ikat tanganmu di atas kepala, lalu menggoda tubuhmu sampai kamu memohon. Tidak ada rasa sakit berat, hanya edging dan kenikmatan yang ditahan."
1028Please respect copyright.PENANAb4lUIjmvU8
Amara menggigit bibir, vaginanya tanpa sadar sudah mulai lembab. “Kamu janji pelan ya… aku masih gak enakan.”
1028Please respect copyright.PENANARVgR3EozFL
“Aku janji,” bisik Ali, lalu mulai melepaskan gaun Amara dengan gerakan lambat. Gaun putih yang jatuh ke lantai, menampilkan tubuh langsing Amara dengan payudara F cup yang berat dan bokong bulat besar. Kulit putihnya berkilau di bawah lampu redup. Ali melepas bra dan celana dalamnya, membuat Amara telanjang bulat. puting pinknya sudah kental, vaginanya mengkilap tipis oleh cairan orgasme awal.
1028Please respect copyright.PENANAphttiw67dT
Ali membimbing Amara ke tempat tidur khusus. Ia menyuruh Amara berbaring telentang, lalu menggunakan tali sutra merah lembut untuk mengikat kedua ikatan tangan Amara ke kepala ranjang besi. Tali itu kuat namun tidak melukai kulit, hanya membuat Amara tidak bisa menggerakkan tangan. Amara merasakan sensasi terikat untuk pertama kali – campuran takut dan bersemangat yang membuat kristoris berkedut.
1028Please respect copyright.PENANAamwDAMPRi0
“Bagaimana rasanya?” tanya Ali sambil mengusap paha Amara naik-turun.
1028Please respect copyright.PENANAs2bHpXEZgP
“Aneh… tapi… agak enak,” jawab Amara dengan suara gemetar, wajahnya mulai memerah.
1028Please respect copyright.PENANA1jxAeq9mle
Ali dominan tersenyum. Ia naik ke kasur, lututnya di kedua sisi tubuh Amara. Mulai dari leher, lidahnya menjilat pelan, turun ke bagian payudara. Ia mengulum puting kiri Amara dengan lembut, lidahnya berputar-putar di puting pink itu. Suara isapan basah terdengar pelan, “Slurp… mmm… chup…” Tangan Ali meremas payudara satunya, jari-jarinya mencubit puting ringan hingga Amara mendesah, “Ahh… enak…”
1028Please respect copyright.PENANAHU7zsuQZ9z
Ali turun lebih rendah. Lidahnya melewati perut rata Amara, lalu sampai ke vagina yang sudah basah. Ia meniup pelan ke kristoriskecil yang bengkak, membuat Amara menggeliat. Kemudian lidahnya menjilat bibir vaginanya dengan perlahan, dari bawah ke atas, berhenti di kristorisdan mengulumnya secara perlahan. “Mmm… kamu sudah sangat basah sayang.Rasa vaginamu manis sekali.”
1028Please respect copyright.PENANArI1fJ9toV6
Amara menggeliat hebat, tangannya menarik tali sutra tapi tidak bisa lepas. “Ahhh… Ali… jangan menggoda… aku mau lagi…”
1028Please respect copyright.PENANAalvQq2xqRN
Tapi Ali sengaja lambat. Ia hanya menggunakan lidah dan jari untuk merangsang. Jari tengahnya masuk ke vagina Amara, menggosok dinding dalam sambil lidahnya terus menari di kristoris Setiap kali Amara hampir mencapai puncak, Ali berhenti total. Tepi pertama membuat Amara memohon, “Tolong… jangan berhenti… aku hampir keluar…”
1028Please respect copyright.PENANAQ0xdcWfMza
Ali tersenyum, “Belum boleh, sayang. Hari ini kamu harus belajar menahan.”
1028Please respect copyright.PENANAClybalmx3D
Ia ulangi proses itu berkali-kali – lidah di kristoris jari di vagina, terkadang dua jari sekaligus. Amara berkeringat, tubuhnya menggeliat liar, bokong bulatnya terangkat dari kasur. Aroma gairahnya memenuhi ruangan, suara desahan dan erangan Amara semakin keras, “Ahh… ahhh… sayang… aku gak tahan…”
1028Please respect copyright.PENANAGpANzTNq9W
Setelah hampir 40 menit menggoda tanpa henti, Ali akhirnya naik ke atas Amara. Ia menyodorkan tititnya yang sudah keras ke mulut Amara. “Isap dulu sayang.Buat tititku licin.”
1028Please respect copyright.PENANAM2g0lpHPVj
Amara dengan wajah binal membuka mulut, mengulum titit Ali dalam-dalam. Suara deepthroat pelan terdengar, “Gluck… slurp… mmmhh…” Air liurnya menetes-netes, membuat titit Ali mengkilap sempurna.
1028Please respect copyright.PENANAThAndXwiDf
Ali menarik tititnya, lalu memposisikan di bibir vagina Amara yang sudah banjir cairan orgasme. Dengan satu dorongan mantap, tititnya masuk penuh, “Schluuup!” Amara melenguh panjang, “Ahhhhh… tititmu mentok lagi… penuh sekali di memekku…”
1028Please respect copyright.PENANAvno2kbUvAy
Ali mulai bergerak dengan ritme lambat tapi dalam. Karena tangan Amara terikat, ia dapat mengontrol sepenuhnya. Ia menggerakkan misionaris ke dalam, lalu mengangkat pinggul Amara ke sudut lebih dalam. Suara benturan kulit terdengar ritmis, “Plak… plak… plak…” Payudara Amara bergoyang pembohong setiap hantaman.
1028Please respect copyright.PENANAXZOE2wzpnA
Amara orgasme pertama kali setelah edging panjang. Tubuhnya mengejang hebat, tali sutra menarik, vaginanya berkedut kuat memegangi titit Ali, cairan orgasmenya menyembur membasahi selangkangan Ali. "Ahhhhh… aku keluar…!! Enak banget…!!" jeritnya, air mata kenikmatan mengalir di pipi.
1028Please respect copyright.PENANAKnR6Hvui3y
Ali tidak berhenti. Ia terus memutar gaya – doggy dengan tangan Amara masih terikat di depan, cowgirl di mana Ali duduk dan Amara naik-turun di pangkuannya meski tangan terikat, dan menyendok sambil Ali meremas puting dari belakang. Amara mencapai orgasme kedua, ketiga, dan keempat dengan cara yang semakin intens. Setiap kali orgasme, ia menjerit lebih keras, tubuhnya gemetar tak terkendali, aroma manis cairan orgasmenya memenuhi udara.
1028Please respect copyright.PENANAUZVpStavnZ
Akhirnya Ali mencapai puncak. Ia menarik kontolnya, naik ke dada Amara dan menyemburkan sperma hangat ke payudara besarnya. sperma kental menetes di puting merah muda dan bagian dada. Amara menjilat sebagian yang mengenainya, rasa asin manisnya membuatnya tersenyum puas meski lemas.
1028Please respect copyright.PENANADjA8uQrcbL
Ali segera melepas tali sutra dengan lembut, memijat tangan Amara yang sedikit merah. Ia membawa Amara ke kamar mandi, mandikan tubuhnya dengan air hangat, sabun lembut, dan pijat bahu serta bokongnya dengan penuh kasih. “Kamu hebat sekali hari ini, sayang. Aku bangga.”
1028Please respect copyright.PENANAz1IqA5a6uX
Setelah mandi, Ali membawa Amara ke kamar tidur biasa, memberikan makanan ringan dan jus. Saat mereka berbaring, Amara tiba-tiba sedikit marah. Wajahnya meniru, “Kamu kejam tau… menggodaku hampir satu jam tanpa kasih keluar. Aku hampir gila tadi!”
1028Please respect copyright.PENANA7JNMx3SPci
Ali tertawa pelan, menarik Amara ke pelukannya. "Tapi kamu menikmatinya kan? Orgasme kamu tadi sangat kuat."
1028Please respect copyright.PENANAxCs1vf5H13
Amara menggerutu, “Iya sih… tapi tetap aja gak enakan. Jangan lakuin lagi ya…” Tapi suaranya sudah melunak saat Ali mencium keningnya.
1028Please respect copyright.PENANA5tX05O718S
Ali mengeluarkan hadiah kecil – pakaian dalam sutra merah elegan yang mahal. "Ini untukmu. Kamu pantas pakai yang cantik."
1028Please respect copyright.PENANAgri42XRzab
Amara menerima hadiah itu dengan senyuman kecil, meski masih pura-pura marah. Dalam hati, ia merasa ada sisi baru yang mulai terbangun – sisi yang menikmati saat digenggam dan ditease sampai memohon.
1028Please respect copyright.PENANAKCcots7fbZ
Malam itu mereka tidur berpelukan. Amara sudah tidak sabar sekaligus takut menunggu Sabtu depan. Perlahan-lahan, kepribadian binalnya mulai terungkap di bawah dominasi romantis Ali.
1028Please respect copyright.PENANAiTEGfnUs2a
1028Please respect copyright.PENANAqnhFkrIeDX
LANJUTAN CERITA BISA DI AKSES DI https://lynk.id/novelhambilah
1028Please respect copyright.PENANAq237vHcRoF


