Bab 2: Malam Pertama yang Meledak di Kamar Tidur
1213Please respect copyright.PENANA3eAq9jsUwZ
Amara berdiri di depan cermin di dalamnya, jantungnya berdegup kencang sejak sakit tadi. Sudah seminggu sejak malam makan pasta di kasur Ali, dan hari ini adalah hari Sabtu yang ditunggu-tunggu sekaligus ditakuti. Ia memilih gaun pendek berwarna merah marun yang menempel di tubuh langsingnya, panjangnya hanya sampai pertengahan paha, menampilkan lekuk bokong bulat besarnya dengan sempurna. Payudaranya yang F cup didorong naik oleh bra push-up, menciptakan bagian yang menggoda. Rambut hitam panjangnya dibiarkan tergerai, menyentuh punggung putih mulusnya. Mata cokelatnya memandang bayangannya sendiri dengan campuran gugup dan penasaran. “Apa aku gila setuju sama omongannya?” gumamnya pelan, tapi senyuman kecil binal sudah muncul di bibir.
1213Please respect copyright.PENANAzSCDFqU8lX
Ali menjemputnya tepat jam tujuh malam dengan mobil mewahnya. Saat Amara masuk ke mobil, Ali langsung memandangnya dari atas ke bawah dengan membentuk lapar yang membuat Amara merinding. "Kamu cantik sekali malam ini, sayang. Gaun ini bikin aku susah sabar sampai rumah," katanya dengan suara rendah, tangan menyentuh paha Amara yang terbuka.
1213Please respect copyright.PENANAflEYWt8f17
Perjalanan ke rumah Ali terasa lama meski jaraknya dekat. Di dalam mobil yang sepi, Ali sesekali mengusap paha Amara naik-turun, jarinya menyusup sedikit ke bawah gaun. Amara menggigit bibir, vaginanya sudah mulai terasa hangat dan lembab. “Ali… jangan di sini,” desahnya, tapi suaranya tidak meyakinkan.
1213Please respect copyright.PENANA0KSJN28mfQ
Sampai di rumah besar yang kosong itu, Ali tidak membuang waktu yang sama sekali pun. Begitu pintu depan tertutup, ia langsung menarik Amara ke pelukannya dan melumat sekelilingnya dengan ganas. Ciuman itu panas dan basah, lidah Ali masuk, menari pembohong dengan lidah Amara. Suara kecupan basah menggema di ruang tamu, “Mmmch… slurp…” Tangan Ali memegang pinggang ramping Amara erat, menarik tubuhnya hingga payudara besar itu ditekan kuat di dada bidangnya.
1213Please respect copyright.PENANAyqxlaCql36
Amara mendesah ke dalam mulut Ali, “Ahh… sayang…” Tubuhnya langsung meleleh. Aroma parfum mahal Ali bercampur dengan bau maskulin alami membuat indra penciumannya terbang. Ia membalas ciuman dengan sama pembohongnya, bahkan merebahkan ke punggung Ali, merasakan otot-otot yang tegang di bawah kemeja.
1213Please respect copyright.PENANA0nNQx4KToF
Tanpa melepaskannya, Ali mengangkat Amara dengan mudah seperti boneka. Tangan kuatnya memegang bokong bulat besar Amara, jari-jarinya meremas daging dengan lembut melalui sarung tipis. Amara melingkarkan kakinya di pinggang Ali, merasakan cetakan titit Ali yang sudah keras menekan vaginanya yang menutup celana dalam. Mereka berciuman sepanjang tangga menuju kamar tidur utama, napas tersengal-sengal, suara desahan kecil Amara terdengar setiap kali bokongnya diremas.
1213Please respect copyright.PENANAodhnW2dfxa
Di kamar luas dengan lampu temaram dan tempat tidur king size berseprai satin putih, Ali menidurkan Amara di tengah kasur dengan gerakan tegas. Satu tangan langsung menahan kedua pergelangan tangan Amara di atas kepala, sementara tangan satunya mulai meraba tubuh Amara dengan penuh nafsu. Jari-jarinya menggerakkan leher ramping, turun ke bagian payudara, lalu meremas payudara F cup itu melalui gaun dan bra. Amara menggeliat, “Mmmh… Ali… pelan dulu…”
1213Please respect copyright.PENANAkxK6AM08CL
“Tapi aku sudah gak sabar, sayang,” bisik Ali di telinga Amara, napas hangatnya membuat bulu kuduk Amara berdiri. Ia menarik resleting gaun Amara turun dengan satu tangan, melepas gaun itu hingga pinggang. Bra hitam push-up terlepas berikutnya, menampilkan payudara besar Amara yang putih mulus dengan puting pink yang sudah menegangkan seperti dua buah kristorismatang. Ali menunduk, lidahnya menjilat puting kiri dengan lambat, mengitari puting itu sebelum mengulumnya kuat. Suara isapan basah terdengar, “Slurp… mmm… chup…”
1213Please respect copyright.PENANAFHgM6jDsmi
“Ahhh!” Amara melenguh, punggungnya melengkung. Sensasi lidah hangat Ali di putingnya membuat vaginanya berkedut, cairan orgasme mulai mengalir keluar membasahi celana dalam. Bau gairah samar mulai memenuhi udara kamar.
1213Please respect copyright.PENANAoUgIn9WDCA
Ali terus meraba, tangannya turun ke bawah, melepas gaun sepenuhnya bersama celana dalam Amara. Kini Amara telanjang bulat di bawah, kulit putihnya berkilau di bawah lampu temaram. vagina Amara sudah basah mengkilap, bibir yang halus terbuka sedikit, kristoriskecilnya bengkak merah muda. Ali menyentuh kristorisitu dengan jari tengahnya, menggosok perlahan dalam gerakan melingkar. Amara menggigit bibir bawah, pinggulnya terangkat otomatis, “Ahh… enak… jangan berhenti…”
1213Please respect copyright.PENANAj4DPfBqs3X
Ali tersenyum menawan, matanya gelap penuh dominasi. “Kamu sudah sangat basah, sayang.vaginamu lapar sekali ya?”
1213Please respect copyright.PENANAx8aANTxyG4
Ia melepaskan pakaiannya sendiri dengan cepat. Tubuh sedikit berototnya terpapar, titit Ali yang panjang 15 cm berdiri tegak, kepalanya berkilau oleh cairan awal. Amara memandangnya dengan mata setengah terpejam, wajahnya perlahan berubah binal. Ali naik ke kasur, lututnya di kedua sisi kepala Amara, lalu menyodorkan tititnya tepat di mulut depan Amara sambil tangan kirinya masih menahan kedua tangan Amara di atas kepala.
1213Please respect copyright.PENANA9t4gaqFWjD
Amara merasa jantungnya berdegup pembohong. Ia sadar benar bahwa pacarnya suka mendominasi. Ali tidak memaksakan dengan kata-kata kasar, tapi datang dan gerakannya penuh perintah lembut yang membuat Amara merasa kecil dan diinginkan sekaligus. Wajah Amara berubah semakin binal, senyum nakal muncul di bibir yang basah. Ia menjulurkan lidah pinknya, menjilat ujung titit Ali dengan perlahan, merasakan rasa asin manis yang maskulin. Kemudian ia membuka mulut lebar, mengulum kepala titit itu dalam-dalam. Suara isapan basah dan tenggorokan terdengar, “Gluck… slurp… mmmhh… gluck gluck…”
1213Please respect copyright.PENANArK4Dl5zfSv
Ali mendesah panjang, “Bagus sekali, sayang… isap lebih dalam… ya seperti itu…” Tangannya meremas rambut hitam panjang Amara, mengarahkan kepala Amara naik-turun secara perlahan. Amara mengulum dengan lahap, lidahnya menari di batang titit, air liurnya menetes-netes membasahi titit Ali hingga mengkilap. Sensasi dominasi membuat vagina Amara semakin banjir cairan orgasme, ia bisa merasakan cairannya mengalir ke celah bokongnya.
1213Please respect copyright.PENANAqypiqeQBol
Setelah hampir sepuluh menit Amara mengulum dengan penuh semangat, Ali menarik tititnya keluar dengan suara “pop” basah. Ia memposisikan dirinya di antara kaki Amara yang terbuka lebar. Ujung tititnya menggesek bibir vagina Amara yang licin, mengoles cairan orgasme Amara ke seluruh kepala titit. “Siap menerima tititku, sayang?”
1213Please respect copyright.PENANAUi3ObUDGNN
Amara mengangguk cepat, matanya penuh hasrat. “Masuk… aku mau tititmu yang gede itu… isi vaginaku…”
1213Please respect copyright.PENANAxjNWnx95Bx
Ali mendorong pinggulnya pelan tapi mantap. tititnya masuk ke vagina Amara dengan suara basah panjang “schluuup”. Amara melenguh keras, “Ahhhhh… sayang… titit kamu gede banget… mentok di memek aku… penuh sekali…”
1213Please respect copyright.PENANA7G6ZqEzhqa
Sensasi penuh membuat dinding vagina Amara merenggang nikmat, menggenggam titit Ali erat. Ali mulai memaju-mundurkan pinggulnya dengan ritme stabil. Suara benturan kulit terdengar ritmis dan semakin keras, “Plak… plak… plak… plak…” Setiap hantaran membuat payudara Amara bergoyang liar, putingnya yang pink ikut bergoyang.
1213Please respect copyright.PENANAQ0dMIbGW4b
Mereka mencoba banyak gaya seks sepanjang malam itu. Pertama misionaris dalam, Ali menatap langsung ke mata cokelat Amara sambil bergerak dalam-dalam, sesekali menunduk untuk mengulum puting Amara. Kemudian Ali membalik tubuh Amara ke posisi doggy style. Tangan Ali memegang bokong bulat besar Amara erat, jari-jarinya meninggalkan bekas merah samar di kulit putih. tititnya menghantam vagina Amara dari belakang dengan lebih dalam, suara “plak plak” lebih keras. Amara menjerit kenikmatan, “Ahh…lebih dalam…hantam memekku keras!”
1213Please respect copyright.PENANApuCkeNBfrh
Cowgirl berikutnya. Amara naik ke atas, tangannya bertumpu di dada Ali. Ia naik-turun dengan pembohong, payudaranya yang besar bergerak naik-turun seperti dua bola kenyal. Ali meremas puting Amara sambil mendorong pinggul dari bawah. Reverse cowgirl, Ali menikmati pemandangan bokong bulat Amara yang naik-turun di atas tititnya, sesekali menampar bokong itu pelan, “Plak!” suara terdengar kecil terdengar.
1213Please respect copyright.PENANAKV7eaAO1pI
Persetubuhan itu berlangsung hampir satu jam penuh tanpa henti. Amara mencapai orgasme pertama di posisi doggy. Tubuhnya mengejang hebat, vaginanya berkedut kuat menggenggam titit Ali, cairan orgasmenya menyembur perlahan membasahi pangkal titit dan sengkangan Ali. "Ahhhhh... aku keluar...!! Sayang... enak sekali!!" jeritnya, suara serak dan penuh kenikmatan.
1213Please respect copyright.PENANAISeWpvrKI2
Ali tidak berhenti. Ia terus memutar gaya, membawa Amara ke orgasme kedua saat cowgirl, ketiga saat misionaris lagi, keempat saat Ali mengangkat satu kaki Amara tinggi, dan kelima saat posisi menyendok di samping. Setiap orgasme Amara semakin kuat. Tubuhnya gemetar hebat, nafas tersengal-sengal, keringat membasahi kulit putihnya, aroma manis gairah memenuhi seluruh kamar. Indra perasanya banjir oleh sensasi panas, basah, dan penuh.
1213Please respect copyright.PENANAZIGFyeHpsi
Akhirnya Ali tidak tahan lagi. Ia menarik tititnya keluar dari vagina Amara yang sudah merah dan berdenyut. Ia naik ke dada Amara, tititnya yang mengkilap menggesek payudara besar itu sebelum spermanya menyembur hangat dan kental. Cipratan sperma putih menghiasi payudara F cup Amara, beberapa tetes mencapai leher dan pipi putihnya. Orgasme kedua Ali datang saat ia mengarahkan ke wajah Amara. sperma kental menetes di bibir, pipi, dan dahi Amara.
1213Please respect copyright.PENANAzBKfn1XXkS
Amara menjulurkan lidah, menjilat sperma yang mengenai bibir dengan wajah binal penuh kepuasan. Rasa asin manis sperma Ali membuatnya tersenyum nakal. “Enak… spermamu banyak sekali, sayang…”
1213Please respect copyright.PENANASgIN4KW5NE
Ali turun, mengambil tisu hangat dan membersihkan tubuh Amara dengan lembut penuh kasih. Kemudian ia memesan makanan pesan antar – steak dan kentang goreng favorit mereka. Mereka makan bersama di kasur, tubuh masih telanjang, selimut satin hanya menutupi sebagian pinggul. Ali memberi suapan ke mulut Amara, sambil sesekali mengusap rambut hitam Amara dengan sayang.
1213Please respect copyright.PENANAb1ph96ShBK
Sambil mengunyah, Amara bertanya dengan nada lucu tapi ada nada gak enakan, “Sayang… kamu suka mendominasi banget ya pas lagi seks? Tadi kamu pegang kuat, angkat badanku kayak boneka, dan semuanya kontrol.”
1213Please respect copyright.PENANAHFIINOPjbk
Ali tersenyum romantis, matanya penuh kelembutan meski ada kilatan dominasi di dalamnya. "Iya, sayang. Aku memang suka mengendalikan. Aku bahkan punya fetis yang lebih dari itu."
1213Please respect copyright.PENANAZvpywQKhpX
Amara mengerutkan dahi, sedikit pemarah. "Fetis apa? Jangan-jangan kamu mau nyiksa aku habis-habisan."
1213Please respect copyright.PENANA5J0dDVfCVD
Ali tertawa pelan, tangannya meraba pipi Amara lembut. "Aku gak maksa kamu sama sekali. Aku cuma mau cerita keinginanku. Aku suka BDSM. Aku punya lima belas konsep sesi BDSM yang ingin aku lakukan dengan kamu. Setiap konsep dilakukan satu hari penuh, setiap Sabtu. Mulai dari bondage sederhana sampai yang lebih intens seperti enema, cermin listrik ringan, lilin panas, double dildo, menahan orgasme, orgasme nonstop, kostum seksi, kalung budak, dan masih banyak lagi."
1213Please respect copyright.PENANANcuLB2M2Bp
Amara berpikir cukup lama. Hatinyanya bergejolak. Ia merasa gak enakan, takut, dan sedikit marah karena Ali berani mengungkap hal seintens itu. Tapi di dalam hatinya, ia juga tidak enak jika menolak keinginan pacarnya yang selama ini baik, kaya, romantis, dan pekerja keras. Tubuhnya masih memuaskan kenikmatan orgasme tadi, membuatnya semakin bingung.
1213Please respect copyright.PENANAjjqnWOrmTN
“Kamu gila ya… mau nyiksa aku seharian penuh?” tanya Amara dengan suara agak tinggi, tapi tidak benar-benar marah.
1213Please respect copyright.PENANAn7psJNpldW
“Bukan cuma nyiksa, sayangku,” jawab Ali dengan suara lembut tapi tegas. Ia menarik Amara ke pelukannya, mencium keningnya. Aku akan berterima kasih padamu kenikmatan yang belum pernah kamu rasakan. Campuran sakit dan nikmat yang akan membuatmu ketagihan. Aku janji akan selalu merawatmu setelah setiap sesi, memijat tubuhmu, mandikan, dan memberi hadiah yang kamu suka. Tapi aku benar-benar tidak memaksa. Kalau kamu tidak mau, kita cukup seperti malam ini saja selamanya.
1213Please respect copyright.PENANAlbRG9kgBvS
Amara menggigit bibir bawahnya dengan kuat. Ia ingat bagaimana dominasi Ali tadi membuat vaginanya begitu basah dan orgasmenya begitu kuat. Perlahan rasa penasaran mengalahkan ketakutan. “Emang… kamu mau ngelakuin apa saja ke aku di sesi-sesi itu?”
1213Please respect copyright.PENANANUsIBX7v1X
Ali menjelaskan secara singkat tapi detail beberapa konsep pertama: tali sutra untuk bondage, enema untuk membersihkan anal, alat listrik ringan untuk merangsang kristorisdan puting, lilin panas untuk sensasi terbakar nikmat, double dildo untuk pengisian ganda, edging untuk menahan orgasme sampai memohon, dan seterusnya. Amara mendengar dengan mata membesar, pipinya memerah, vaginanya tanpa sadar berkedut lagi mendengar deskripsi itu.
1213Please respect copyright.PENANA319ZAlrc4e
“Kamu benar-benar gila…” gumam Amara, tapi suaranya sudah lebih lembut. "Tapi... aku setuju. Asal kamu benar-benar aku habis merawat sesinya dan membeli hadiah setiap kali. Aku gak mau cuma disiksa tanpa kasih sayang."
1213Please respect copyright.PENANAuftFmGJUP9
Ali lebar tersenyum, matanya berbinar bahagia. Ia menarik Amara ke pelukannya lebih erat, mencium ciuman dengan penuh kasih. "Janji, sayang. Kamu akan menjadi ratuku. Aku akan merawat kamu seperti ratu setelah setiap sesi."
1213Please respect copyright.PENANAamWEm9v7Ci
Mereka berpelukan telanjang di bawah selimut, tubuh Amara masih hangat dan sensitif. Amara merasa campuran takut, bersemangat, dan sedikit marah kecil pada dirinya sendiri karena sudah setuju. Tapi api gairah di payudara sudah terlalu besar. Ia tahu Sabtu depan akan menjadi awal dari perjalanan baru yang jauh lebih intens.
1213Please respect copyright.PENANAzZDOXyKQ1Q
Malam itu mereka tidur dengan Amara yang tertutup di dada Ali, nafasnya pelan dan tenang meski pikiran penuh antisipasi. Perlahan, sisi binal di dalam dirinya mulai terbangun, siap untuk diungkapkan oleh tangan dominan Ali yang romantis.
1213Please respect copyright.PENANAI4ReN7BXUD
LANJUTAN CERITA BISA DI AKSES DI https://lynk.id/novelhambilah
1213Please respect copyright.PENANASgYZSVTEZ4
1213Please respect copyright.PENANA8ajP8xaObb


