Bab 4: Sesi 2 – Enema Pembersihan dan anal Pertama
1117Please respect copyright.PENANARggbAVSXJ2
Sabtu pagi berikutnya datang lebih cepat dari yang Amara bayangkan. Seminggu setelah sesi bondage sutra pertama, ia sudah berdiri di depan rumah Ali dengan jantung berdegup tidak karuan. Gaun hitam sederhana menempel di tubuh langsingnya, rambut hitam sepanjang ekor kuda tinggi, mata cokelatnya memancarkan campuran rasa gak enakan dan rasa penasaran yang semakin kuat. Payudaranya yang F cup naik-turun mengikuti napas cepat, bokong bulat besarnya terasa hangat hanya karena memikirkan apa yang akan terjadi hari ini.
1117Please respect copyright.PENANAokJJ6pXfln
Ali menyambutnya dengan pelukan hangat dan ciuman lembut di bibir. "Kamu semakin cantik setiap Sabtu, sayang. Hari ini sesi kedua. Kita akan melakukan enema dulu untuk membersihkan analmu, lalu main anal pelan-pelan. Aku berjanji akan membuat kamu merasa sangat penuh dan nikmat."
1117Please respect copyright.PENANAM6NU7oPU0E
Amara menggigit bibir bawahnya dengan kuat. "Enema? Kamu serius mau masukin cairan ke… analku? Aku malu banget, Ali. Ini terlalu mengarahkan."
1117Please respect copyright.PENANAuE63w9G0fn
Ali tersenyum romantis sambil mengusap pipi Amara. "Itu bagian dari pembersihan dan sensasi baru. Kamu akan merasa bersih, rileks, lalu analmu akan lebih sensitif. Aku akan melakukannya dengan lembut, dan kamu boleh berhenti kapan saja. Ingat, setelah ini aku akan merawat kamu sepenuhnya dan terima kasih hadiah."
1117Please respect copyright.PENANAQAd3xBvRyH
Mereka turun ke ruang bawah tanah ruang BDSM. Lampu redup menyala, aroma sabun antiseptik samar tercium. Ali sudah menyiapkan alat enema: selang tipis fleksibel dengan ujung bulat halus, kantong cairan hangat yang dicampur cairan orgasme alami, dan botol pelumas. Amara merasa pipinya panas melihat alat itu.
1117Please respect copyright.PENANAgV7S316Qe5
Ali membimbing Amara ke meja khusus yang bisa diatur posisinya. Ia melepas sarung tangan Amara perlahan, mencium setiap inci kulit yang terbuka. Bra dan celana dalam ikut terlepas, menampilkan tubuh telanjang Amara yang sempurna: kulit putih mulus, payudara besar dengan puting pink menggumpal, vagina yang sudah mulai basah, dan anal bulat yang tersembunyi di antara bokong besarnya.
1117Please respect copyright.PENANAluJcnWIaCv
“Berbaringlah menyamping, lutut ditekuk ke dada,” perintah Ali dengan suara lembut tapi tegas. Amara patuh, meski wajahnya memerah karena malu. Ali memakai sarung tangan lateks, mengoles pelumas banyak-banyak ke ujung selang dan ke anal Amara. Jari Ali menyentuh anal itu perlahan, menggosok lingkaran kecil dengan pelumas dingin. Amara menggeliat, “Ahh…dingin…”
1117Please respect copyright.PENANAMSRI3Lu7JW
“Rileks, sayang. Tarik napas dalam-dalam.” Ali memasukkan ujung selang perlahan ke anal Amara. Sensasi nyanyian itu membuat Amara mendesah panjang, “Mmmh… aneh… penuh di analku…”
1117Please respect copyright.PENANAarbAfKWKFI
Ali membuka keran pelan. Cairan hangat mengalir masuk perlahan ke dalam anal Amara. Rasa penuh dan hangat menyebar di perut bagian bawah. Amara merasakan cairan itu memenuhi bagian dalam analnya, tekanan lembut yang membuat vaginanya berkedut tanpa disentuh. “Ahhh… aku merasa penuh sekali… seperti mau buang air tapi enak,” keluh Amara, suaranya campur malu dan kenikmatan.
1117Please respect copyright.PENANAvucs20Kyt0
Ali mengusap perut Amara pelan, membantu cairan menyebar. Ia menahan selang selama lima menit penuh, sesekali mencium leher dan mengulum puting Amara untuk mengalihkan perhatian. Suara isapan lembut terdengar, “Slurp… chup…” Amara mendesah semakin keras, cairan orgasme dari vaginanya mulai mengalir ke paha.
1117Please respect copyright.PENANAKPf6MIoRXA
Setelah waktu yang cukup, Ali mencabut selang dengan hati-hati. "Sekarang tahan sebentar, sayang. Lalu kita ke kamar mandi."
1117Please respect copyright.PENANA4qjwG0h1Cs
Amara berjalan ke kamar mandi dengan kaki gemetar, rasa penuh di analnya membuat langkahnya pelan. Ali membantu membersihkan tubuhnya dengan udara hangat, memijat perut Amara lembut. Sensasi membersihkan anal membuat Amara merasa sangat rentan tapi juga anehnya terangsang. Kulitnya semakin sensitif, aroma sabun bercampur gairah memenuhi kamar mandi.
1117Please respect copyright.PENANApoGJDjdBy3
Kembali ke ruang BDSM, Ali membaringkan Amara di tempat tidur dengan posisi doggy style ringan – bokong bulat besarnya terangkat tinggi. Ia mengoles pelumas lagi ke anal Amara yang sekarang bersih dan berkedut. Jari telunjuk Ali masuk perlahan ke anal itu, menggerakkan masuk-keluar dengan ritme lambat. “analmu sangat ketat dan hangat setelah enema, sayang. Enak sekali.”
1117Please respect copyright.PENANAZe9UNT8odp
Amara menggigit bantal, “Ahh… jari kamu di analku… aneh tapi… enak… jangan berhenti…”
1117Please respect copyright.PENANA21GEMTA538
Ali menambah satu jari lagi, mencium anal Amara dengan hati-hati. Sensasi penuh di anal membuat vagina Amara banjir cairan orgasme, cairannya menetes ke kasur. Ali kemudian mengambil plug anal kecil berbahan silikon halus, ukuran sedang. Ia mengoles pelumas tebal, lalu mendorong plug itu masuk ke anal Amara perlahan. “Schlup…” suara masuk pelan terdengar. Amara melenguh panjang, “Ahhhhh… penuh di analku… plugnya mentok…”
1117Please respect copyright.PENANATsS2Nff2GA
Plug itu memberi tekanan konstan di dalam anal, membuat setiap gerakan Amara terasa lebih intens. Ali mengutarakan Amara ke posisi telentang, lalu mulai merangsang vaginanya. Lidahnya menjilat kristorisdengan lambat, jari-jarinya masuk ke vagina sambil plug di anal tetap terpasang. Setiap gerakan jari membuat plug bergeser di anal, menciptakan sensasi ganda yang gila.
1117Please respect copyright.PENANAvgpVEGsOdy
“Ali… aku merasa penuh di dua tempat… ahh… enak sekali…” desah Amara, pinggulnya bergoyang otomatis.
1117Please respect copyright.PENANAdZyHHM4y1r
Ali naik ke atas, menyodorkan tititnya ke mulut Amara. Amara mengulum dengan lahap meski tangannya bebas kali ini, “Gluck… slurp… mmmhh…” titit Ali menjadi licin oleh air liur.
1117Please respect copyright.PENANAoYHN1aqokY
Kemudian Ali memasukkan kontolnya ke vagina Amara yang sudah sangat basah. Sial! titit masuk penuh, mendorong plug di anal semakin dalam. Amara menjerit kenikmatan, “Ahhhhh… tititmu di memekku… plug di analku… aku penuh banget!!”
LANJUTAN CERITA https://lynk.id/novelhambilah1117Please respect copyright.PENANADfJQHcjCXE
1117Please respect copyright.PENANAikjZRbPe7D
LINK ALTERNATIF https://lynk.id/hambilah1117Please respect copyright.PENANApEDdzKSoip
1117Please respect copyright.PENANAkSlyA4ys4i
1117Please respect copyright.PENANAQLiChdENGq
1117Please respect copyright.PENANAv29ZCbFwSv
1117Please respect copyright.PENANAv2cfaJxqpm


