Bab 2: Kehangatan yang Menenangkan Jiwa
4046Please respect copyright.PENANA5fv2JTwqqp
Pagi setelah malam penuh kelembutan itu, Bilqis terbangun dengan tubuh yang masih terasa hangat. Sinar matahari pagi menyusup melalui tirai tipis apartemennya di Sudirman, menyinari kulit putihnya yang halus. Ia meregangkan tubuh langsingnya, payudara F-cup yang indah bergoyang lembut saat ia duduk di tepi ranjang. Bokongnya yang bulat besar menyentuh seprai satin dengan nyaman. Rambut hitam panjangnya acak-acakan, tapi justru membuatnya terlihat semakin alami dan menggoda. Mata coklatnya masih sedikit mengantuk, tapi ada kilau bahagia di dalamnya.
4046Please respect copyright.PENANAANuQbspJs8
Dimas sudah bangun lebih dulu. Ia berada di dapur, hanya memakai celana pendek santai, memperlihatkan tubuh sedikit berototnya yang terawat. Aroma kopi dan roti panggang menyebar ke seluruh ruangan. Saat Bilqis melangkah keluar kamar dengan hanya memakai kemeja oversized milik Dimas yang longgar di tubuhnya, Dimas menoleh dan tersenyum lebar.
4046Please respect copyright.PENANAUoEvXOr69t
“Pagi, sayang. Kamu semakin cantik saat baru bangun tidur,” katanya sambil mendekat dan mencium kening Bilqis dengan lembut. Tangan hangatnya memeluk pinggang ramping Bilqis, menariknya ke pelukan.
4046Please respect copyright.PENANAOWxohydA4j
Bilqis tertawa kecil, suaranya yang lucu dan ringan selalu berhasil membuat suasana hangat. “Mas Dimas yang ganteng, sudah masak pagi-pagi. Aku beruntung sekali punya tunangan seperti kamu.”
4046Please respect copyright.PENANAsq9wo53ERk
Mereka sarapan bersama di meja kecil dekat jendela yang menghadap kota Jakarta yang sibuk. Dimas menceritakan rencananya hari ini — rapat dengan tim riset obat-obatan baru di perusahaannya. Bilqis mendengarkan sambil sesekali menggoda, “Jangan terlalu capek ya, Mas. Nanti malam aku mau minta jatah lagi seperti kemarin.”
4046Please respect copyright.PENANAB1cr6kkq51
Dimas tertawa pelan, matanya penuh kasih. “Tentu saja. Aku selalu siap membuatmu bahagia.”
4046Please respect copyright.PENANAHvLtOngWH7
Sepanjang hari, Bilqis bekerja dari rumah sebagai desainer grafis. Tapi pikirannya sesekali melayang ke pesan dari Kevin kemarin sore. Ia berusaha mengusirnya dengan keras. “Itu masa lalu. Aku sekarang milik Dimas,” gumamnya sambil fokus pada layar komputer. Namun, ada denyutan kecil di bagian bawah perutnya setiap kali bayangan video itu muncul. Ia menggelengkan kepala, mencoba berkonsentrasi lagi.
4046Please respect copyright.PENANAlsdx1emBs0
Sore harinya, Dimas pulang lebih awal. Ia membawa sebuket bunga lily putih kesukaan Bilqis dan sebotol wine ringan. “Hari ini kita rayakan saja, sayang. Dua minggu lagi pertunangan kita,” katanya sambil memeluk Bilqis dari belakang di ruang tamu.
4046Please respect copyright.PENANAceEkzJDvEW
Bilqis membalikkan tubuhnya, mencium bibir Dimas dengan penuh perasaan. Ciuman itu mulai lembut, tapi perlahan semakin dalam. Lidah mereka saling menari, rasa wine yang manis masih tersisa di mulut Dimas. Tangan Bilqis menyusup ke balik kaos Dimas, merasakan otot perutnya yang keras tapi tidak berlebihan. Kulit Dimas hangat dan sedikit berkeringat karena perjalanan pulang.
4046Please respect copyright.PENANA1OixDjz6WI
“Mas… aku ingin malam ini lebih spesial,” bisik Bilqis di telinga Dimas, suaranya agak serak karena hasrat yang mulai bangkit.
4046Please respect copyright.PENANAkmHQOcu9K5
Dimas mengangkat Bilqis dengan mudah, membawanya ke kamar tidur. Ia membaringkan Bilqis di ranjang dengan penuh kehati-hatian, seolah Bilqis adalah benda rapuh yang sangat berharga. Lampu tidur redup dinyalakan, menciptakan suasana intim yang hangat. Dimas melepas kemeja Bilqis perlahan, memperlihatkan tubuh telanjangnya yang sempurna. Payudara F-cup dengan puting pink kecil itu berdiri tegak karena udara sejuk dan antisipasi. Bokong bulat besarnya terlihat menggoda saat Bilqis berbaring miring.
4046Please respect copyright.PENANAJU7il7xBkr
“Kamu indah sekali, Bilqis,” puji Dimas sambil mencium lehernya. Bibirnya menyusuri kulit putih halus itu, meninggalkan jejak basah yang membuat Bilqis menggeliat. Aroma tubuh Bilqis yang manis seperti vanila bercampur keringat ringan memenuhi indra penciuman Dimas, membuatnya semakin bergairah.
4046Please respect copyright.PENANAA88JXR0uZD
Tangan Dimas meraba payudara Bilqis dengan lembut. Ia meremas keduanya bergantian, merasakan kelembutan dan beratnya yang sempurna. Jari-jarinya memilin puting pink itu dengan gerakan melingkar yang sabar. Bilqis mendesah pelan, “Ahh… Mas… sentuhanmu selalu membuatku meleleh…”
4046Please respect copyright.PENANAWx4PGWuD2Z
Dimas menunduk, mulutnya menangkap salah satu puting. Lidahnya berputar pelan di sekitar puncak yang sensitif itu, kemudian mengisapnya dengan lembut tapi mantap. Suara isapan kecil terdengar, membuat Bilqis melengkungkan punggungnya. Tangan Dimas yang lain turun ke paha Bilqis, membuka lebar kedua kakinya. Jari-jarinya menyentuh bagian intim Bilqis yang sudah mulai basah. Ia mengusap pelan di sepanjang celah yang hangat dan licin, merasakan cairan alami yang keluar semakin banyak.
4046Please respect copyright.PENANA3UEbKONkiE
“Bilqis… kamu sudah sangat siap,” bisik Dimas dengan suara penuh cinta. Ia memasukkan satu jari perlahan ke dalam liang vaginanya, merasakan dinding dalam yang hangat dan berdenyut. Jari itu bergerak keluar masuk dengan ritme lambat, sementara ibu jarinya mengusap bagian kecil yang sensitif di atasnya.
4046Please respect copyright.PENANA0GrclPdI71
Bilqis menggigit bibir bawahnya, napasnya mulai tersengal. “Mas… lebih dalam… ahh… enak sekali…”
4046Please respect copyright.PENANApniF25KF8W
Dimas menambah satu jari lagi, menggerakkannya dalam gerakan melengkung yang menyentuh titik sensitif di dalam. Lidahnya masih sibuk dengan puting Bilqis, bergantian antara kiri dan kanan. Bau aroma seks yang mulai muncul membuat ruangan terasa semakin panas. Bilqis merasakan setiap sentuhan seperti listrik kecil yang menjalar ke seluruh tubuhnya — sentuhan lembut jari Dimas, kehangatan mulutnya, dan tekanan ringan di payudaranya.
4046Please respect copyright.PENANAqDgdrPHP1r
Tak lama, Dimas turun lebih rendah. Ia mencium perut Bilqis, lalu bagian paha dalamnya yang halus. Akhirnya, lidahnya menyentuh bagian intim Bilqis dengan penuh kasih. Ia menjilat pelan dari bawah ke atas, merasakan rasa manis asin yang khas dari Bilqis. Lidahnya berputar di sekitar klitoris, mengisapnya lembut sambil dua jarinya terus bergerak di dalam. Suara basah kecil dan desahan Bilqis memenuhi kamar.
4046Please respect copyright.PENANA5my1N4ztna
“Oh… Mas… lidahmu… ahh… jangan berhenti…” erang Bilqis. Tangannya meremas rambut hitam Dimas, mendorong kepalanya lebih dekat. Pinggulnya mulai bergerak pelan mengikuti ritme lidah Dimas.
4046Please respect copyright.PENANAP84aLTaOfr
Dimas mempercepat gerakan lidahnya sedikit, tapi tetap penuh perhatian. Ia merasakan dinding vaginanya semakin berdenyut dan cairan semakin melimpah. Bilqis mulai menjerit kecil, tubuhnya menegang. Gelombang orgasme pertama datang dengan lembut tapi intens. Cairannya yang hangat menyembur pelan ke mulut Dimas. “Aaaahhh… Mas… aku keluar… ya… seperti itu…”
4046Please respect copyright.PENANA3ePoYxLHw3
Dimas menjilat bersih cairan itu dengan penuh cinta, lalu naik ke atas. Ia melepas celana pendeknya, memperlihatkan kontol 15 cm yang sudah sangat keras, ujungnya mengkilap. Bilqis menatapnya dengan mata berkabut, tangannya meraih kontol itu dan mengocoknya pelan.
4046Please respect copyright.PENANA5NlU5MRXDa
“Mas… masuklah sekarang. Aku ingin merasakanmu sepenuhnya,” pinta Bilqis dengan suara parau.
4046Please respect copyright.PENANAlXua9GTcKX
Dimas memposisikan diri di antara paha Bilqis yang terbuka. Ia menggosokkan kepala kontolnya di celah basah Bilqis beberapa kali, membuat Bilqis menggeliat karena sensasi gesekan itu. Kemudian, ia mendorong pelan. Kepala kontolnya menyusup masuk ke dalam liang hangat yang sudah sangat licin. Bilqis mendesah panjang, “Ahhh… enak… pelan-pelan dulu, Mas… rasanya penuh sekali…”
4046Please respect copyright.PENANAmdVCBpliYo
Dimas bergerak sangat lembut, masuk sedikit demi sedikit hingga seluruh 15 cm tenggelam sempurna. Ia berhenti sejenak, membiarkan Bilqis menyesuaikan. Tangan kirinya meremas payudara Bilqis, jempolnya memilin puting pink yang sudah sangat keras. Tangan kanannya memegang pinggul Bilqis dengan lembut. Mulai bergerak keluar masuk dengan ritme lambat dan penuh perasaan.
4046Please respect copyright.PENANAa9o6aOrWyl
Setiap dorongan membuat suara basah kecil terdengar. Bilqis merasakan setiap inci kontol Dimas menggesek dinding dalamnya dengan sempurna, menyentuh titik-titik sensitif yang membuat panas menyebar ke seluruh tubuhnya. “Mas… lebih cepat sedikit… ahh… aku suka cara kamu mengenjotku…”
4046Please respect copyright.PENANAIjuk7N17EZ
Dimas mempercepat ritme secara bertahap, tapi tetap lembut. Pinggulnya bergerak naik turun, bokong Bilqis yang bulat besar bergoyang mengikuti setiap dorongan. Suara tamparan kulit yang pelan dan ritmis memenuhi kamar. Dimas menunduk, mencium bibir Bilqis dalam ciuman panjang sambil terus bergerak.
4046Please respect copyright.PENANApuBnpqpXPx
“Aku mencintaimu, Bilqis… kamu adalah segalanya bagiku,” bisik Dimas di antara napasnya yang berat.
4046Please respect copyright.PENANA6ZAchN22Nz
Bilqis melingkarkan tangan dan kakinya di tubuh Dimas, menariknya lebih dekat. “Aku juga, Mas… ahh… lebih dalam… remas payudaraku lebih kuat…”
4046Please respect copyright.PENANAs2KXRn8a7l
Dimas meremas kedua payudara Bilqis dengan kedua tangannya, merasakan kelembutan yang sempurna sambil jarinya memilin puting-puting pink itu. Gerakannya semakin cepat tapi masih penuh kasih. Bilqis merasakan sensasi panas yang semakin menumpuk di perut bawahnya. Bau keringat mereka bercampur, aroma seks yang manis dan maskulin memenuhi udara. Rasa kontol Dimas yang mengisi dirinya sepenuhnya membuatnya merasa dicintai dan diinginkan.
4046Please respect copyright.PENANA3dW6xXAHrR
“Ahh… Mas… aku sudah dekat lagi… lebih cepat… ya… seperti itu…” desah Bilqis dengan suara yang mulai pecah.
4046Please respect copyright.PENANArceo9JCzbl
Dimas mengenjot lebih cepat, pinggulnya beradu dengan bokong Bilqis yang bulat. “Ya, sayang… keluarlah… aku juga sudah mau…”
4046Please respect copyright.PENANAVrmvFpL6dg
Tubuh Bilqis menegang hebat. Orgasme kedua melanda dirinya dengan gelombang yang lebih kuat. Cairannya yang hangat dan banyak menyembur keluar, membasahi kontol Dimas dan seprai di bawahnya. “Aaaahhh… Mas… aku keluar… ahhh… enak sekali!”
4046Please respect copyright.PENANAy7VAw9BhqY
Dimas mendorong dalam-dalam beberapa kali lagi, lalu menarik kontolnya keluar tepat saat ia mencapai puncak. Ia menyemburkan spermanya yang hangat dan kental ke perut dan payudara Bilqis yang naik turun karena napasnya yang cepat. Beberapa semburan mengenai puting pink Bilqis, membuatnya terlihat semakin erotis.
4046Please respect copyright.PENANAhqqNUx9r2L
Mereka berdua ambruk berdampingan, saling memeluk erat. Dimas mencium kening Bilqis berkali-kali, mengusap rambutnya yang basah oleh keringat dengan penuh kasih.
4046Please respect copyright.PENANA3AGfwCZggc
“Kamu luar biasa malam ini,” bisik Dimas. “Aku tidak pernah bosan denganmu.”
4046Please respect copyright.PENANAoNFEVCIv5c
Bilqis tersenyum, kepalanya bersandar di dada Dimas. “Aku juga, Mas. Kamu selalu membuatku merasa dicintai dan aman.”
4046Please respect copyright.PENANA0n2Fs0Cnee
Namun, saat Dimas tertidur lelap setelah mandi bersama mereka, Bilqis terjaga sejenak. Ia menatap langit-langit kamar. Kenikmatan tadi memang indah dan penuh kasih, tapi ada bagian kecil di dalam dirinya yang merasa… kurang lengkap. Ada rasa lapar akan sesuatu yang lebih intens, lebih kasar, lebih menguasai. Bayangan kontol yang lebih besar dan tangan yang lebih tegas muncul sejenak di pikirannya.
4046Please respect copyright.PENANA1Pzb73r2I9
Ia menggelengkan kepala kuat-kuat. “Tidak. Aku tidak akan kembali ke sana. Dimas adalah masa depanku.”
4046Please respect copyright.PENANAZyi9v5m1aL
Keesokan paginya, mereka melanjutkan hari dengan rutinitas manis. Dimas pergi ke kantor, Bilqis bekerja dari rumah. Di tengah kesibukan persiapan pertunangan — memilih undangan, mencoba gaun, dan merencanakan menu — Bilqis merasa bahagia. Dimas selalu menelepon di tengah hari, mengirim foto lucu, dan berjanji pulang cepat.
4046Please respect copyright.PENANAAek0glGhQl
Tapi sore itu, ponsel Bilqis bergetar lagi. Pesan dari nomor yang sama.
4046Please respect copyright.PENANAxOAQ4f6U8S
*Masih ingat rasanya? Satu hari bersamaku, dan semua video itu akan hilang selamanya. Atau… calon suamimu akan tahu betapa binalnya tunangannya dulu.*
4046Please respect copyright.PENANANqUqBAASnc
Bilqis menatap pesan itu lama. Jantungnya berdegup kencang. Tangan kanannya tanpa sadar menyentuh bagian bawah perutnya, merasakan denyutan kecil yang mulai muncul lagi.
4046Please respect copyright.PENANAhJQK7AqEDj
Ia belum membalas. Tapi di dalam hatinya, pertarungan antara kehidupan baru yang lembut dan masa lalu yang brutal mulai semakin nyata.
4046Please respect copyright.PENANAlvfm9XW4Vw
Malam itu, saat Dimas memeluknya lagi di ranjang dan melakukan seks lembut yang ketiga kalinya — penuh cumbuan, foreplay panjang, dan orgasme manis — Bilqis menikmatinya dengan sepenuh hati. Tapi saat mencapai klimaks, ada bayangan samar di pikirannya: tangan yang mengikat, suara tamparan keras, dan sensasi penuh yang jauh lebih besar.
4046Please respect copyright.PENANAkXB9cd3Fyt
Ia menekan bayangan itu dalam-dalam.
4046Please respect copyright.PENANA8CWaOqnSOk
“Besok aku akan putuskan,” pikirnya sambil tertidur di pelukan Dimas.
4046Please respect copyright.PENANAmdm8i4MSVa


