Bab 1: Bayangan Masa Lalu yang Terpendam
4916Please respect copyright.PENANAGwN0XEE30s
Bilqis berdiri di depan cermin kamar mandi apartemen mewahnya di kawasan Sudirman, Jakarta. Usianya baru 26 tahun, tapi hari ini ia merasa seperti sedang memulai babak baru dalam hidupnya. Tubuhnya yang langsing dengan tinggi 166 cm terpantul sempurna di cermin. Payudaranya yang berukuran F-cup tampak penuh dan tegang di balik bra hitam tipis, sementara bokongnya yang bulat besar dan padat membuat siluetnya terlihat sangat menggoda. Kulitnya putih mulus seperti susu, rambut hitam panjangnya tergerai lembut hingga pinggang, hidung mancungnya memberi kesan elegan, dan mata coklatnya yang memikat selalu berhasil membuat orang berhenti sejenak saat menatapnya. Putingnya yang pink kecil tersembunyi di balik kain, tapi ia tahu betapa sensitifnya bagian itu jika disentuh dengan benar.
4916Please respect copyright.PENANANrWDBqSPKZ
Ia tersenyum kecil pada bayangannya sendiri. “Sudah cukup, Bilqis. Masa lalu itu sudah dikubur dalam-dalam,” gumamnya pelan sambil menyisir rambutnya. Dulu ia adalah wanita yang sangat berbeda — liar, haus akan sensasi, dan tak pernah puas dengan satu pria saja. Tapi sekarang, ia ingin menjadi Bilqis yang baru: tegas, lucu, dan siap membangun masa depan yang stabil.
4916Please respect copyright.PENANAuDIWJiLxN4
Ponselnya bergetar. Pesan dari Dimas.
4916Please respect copyright.PENANAlojGr07rbL
*Sayang, aku sudah di bawah. Siap untuk makan malam? Aku bawa bunga kesukaanmu.*
4916Please respect copyright.PENANAmYhAtOh0Cw
Bilqis tersenyum lebar. Dimas, tunangannya yang berusia 27 tahun, adalah pria impian banyak wanita. Tinggi 170 cm, tubuhnya sedikit berotot karena rutin berolahraga, rambut hitam lurus yang selalu rapi, dan senyum menawan yang bisa melelehkan hati siapa saja. Ia kaya, pekerja keras sebagai pengusaha startup farmasi, dan yang paling penting — ia romantis dan selalu memperlakukan Bilqis dengan lembut penuh kasih sayang. Tidak seperti pria-pria di masa lalunya yang hanya melihatnya sebagai objek nafsu.
4916Please respect copyright.PENANAzoK4a8v1NJ
“Datang ya, sayang,” balas Bilqis cepat sambil menyemprotkan parfum ringan beraroma bunga melati yang lembut.
4916Please respect copyright.PENANAFNlL2NOucC
Mereka bertemu di restoran Italia favorit di kawasan SCBD. Dimas sudah menunggu di meja pojok dengan seikat bunga mawar merah muda. Saat Bilqis mendekat, mata Dimas langsung berbinar.
4916Please respect copyright.PENANAIXpqlXqQjE
“Wah, kamu semakin cantik setiap hari,” katanya sambil berdiri dan mencium pipi Bilqis dengan lembut. Aroma cologne Dimas yang maskulin langsung memenuhi indra penciuman Bilqis, membuat dadanya sedikit berdesir.
4916Please respect copyright.PENANAtlnRjM1R7M
“Lebih ganteng juga kamu, Mas,” jawab Bilqis sambil tertawa kecil, suaranya yang lucu dan ringan selalu berhasil membuat Dimas tersenyum.
4916Please respect copyright.PENANA5f0kXr5Kq5
Makan malam berjalan hangat. Mereka berbicara tentang persiapan pertunangan yang akan digelar dua minggu lagi di aula hotel bintang lima. Dimas menceritakan ide-ide romantisnya — lampu-lampu kecil, musik live, dan kue yang ia desain sendiri dengan rasa favorit Bilqis. Bilqis mendengarkan sambil sesekali menggoda Dimas dengan lelucon kecil.
4916Please respect copyright.PENANAmYTJmgbYYP
“Tapi jangan lupa, Mas, aku suka yang sederhana. Jangan sampai acara ini jadi seperti pesta orang kaya yang sombong,” candanya sambil menyentuh tangan Dimas di atas meja.
4916Please respect copyright.PENANAsESBg9paMj
Dimas tertawa pelan. “Kamu yang paling penting. Aku cuma ingin hari itu menjadi kenangan indah buat kita berdua.”
4916Please respect copyright.PENANAMAgcqKPDb1
Setelah makan malam, mereka pulang ke apartemen Bilqis. Udara malam Jakarta yang hangat terasa nyaman saat Dimas memeluk pinggang Bilqis dari belakang di dalam lift. Tangan Dimas yang hangat menyentuh kulit pinggangnya yang terbuka karena gaun hitam pendek yang ia kenakan. Sentuhan itu lembut, penuh kasih, membuat Bilqis merasa aman.
4916Please respect copyright.PENANAmHmpc3OCKa
Begitu pintu apartemen tertutup, Dimas menarik Bilqis ke pelukannya. Bibir mereka bertemu dalam ciuman yang lembut tapi semakin dalam. Lidah Dimas menyusup pelan, menari dengan lidah Bilqis dalam irama yang penuh kasih sayang. Bilqis merasakan panas mulai menyebar di perutnya. Tubuh Dimas yang sedikit berotot terasa kokoh saat ia menempelkan dada padanya.
4916Please respect copyright.PENANA1Pgunwqw4o
“Bilqis… aku sangat mencintaimu,” bisik Dimas di antara ciuman, suaranya serak karena nafsu yang tertahan.
4916Please respect copyright.PENANAAH4eH1YFIp
Bilqis tersenyum di bibirnya. “Aku juga, Mas. Sangat.”
4916Please respect copyright.PENANAU3WLgDSjSx
Tangan Dimas turun perlahan, meraba pinggul Bilqis yang ramping lalu naik ke bokongnya yang bulat besar. Ia meremas pelan dengan penuh penghargaan, bukan kasar. Bilqis mendesah kecil, “Ahh…” suara itu keluar begitu saja dari bibirnya yang merah.
4916Please respect copyright.PENANADmt8qz9PgI
Mereka berpindah ke kamar tidur tanpa melepaskan pelukan. Dimas membaringkan Bilqis di atas ranjang king size yang empuk dengan selimut satin putih. Cahaya lampu tidur yang redup membuat kulit putih Bilqis terlihat semakin menggoda. Dimas melepas kemejanya perlahan, memperlihatkan dada dan perut yang sedikit berotot. Bilqis menatapnya dengan mata yang mulai berkabut karena hasrat.
4916Please respect copyright.PENANAKFmsUZGdvN
Dimas naik ke atas ranjang, mencium leher Bilqis dengan lembut. Bibirnya menyusuri kulit putih itu, meninggalkan jejak basah yang hangat. Tangan kanannya menyentuh payudara Bilqis dari luar gaun, meremas pelan. Jari-jarinya menemukan puting pink yang sudah mengeras di balik kain. Ia memutar jarinya perlahan di sekitar puting itu, membuat Bilqis menggeliat.
4916Please respect copyright.PENANA1gKmpJStYH
“Mas… enak…” desah Bilqis pelan. Suaranya yang lembut dan agak lucu membuat Dimas semakin bergairah.
4916Please respect copyright.PENANAvNOzKfKEbq
Ia menurunkan tali gaun Bilqis, memperlihatkan payudara F-cup yang indah dan kencang. Puting pink kecil itu berdiri tegak, mengundang. Dimas langsung mengecup salah satunya, lidahnya berputar pelan di sekitar puncak itu sebelum mengisapnya lembut. Bilqis melengkungkan punggungnya, “Ahh… ya, seperti itu…”
4916Please respect copyright.PENANAnFOmG9OegX
Tangan Dimas yang lain turun ke paha Bilqis, menyusup ke balik rok gaunnya. Jari-jarinya menyentuh celana dalam yang sudah sedikit basah. Ia mengusap pelan di atas kain tipis itu, merasakan panas dan kelembapan yang keluar dari bagian intim Bilqis. Bilqis menggigit bibir bawahnya, merasakan getaran kecil di seluruh tubuhnya.
4916Please respect copyright.PENANAQZiEs9gbFo
“Bilqis… kamu sangat basah,” bisik Dimas dengan suara penuh cinta. “Aku ingin membuatmu merasa dicintai malam ini.”
4916Please respect copyright.PENANA4RDKGiTODm
Ia menurunkan celana dalam Bilqis perlahan, memperlihatkan bagian intimnya yang halus dan sudah mengkilap karena cairan alami. Dimas mencium perut Bilqis, lalu semakin ke bawah. Lidahnya menyentuh bagian sensitif Bilqis dengan lembut, menjilat pelan dari bawah ke atas. Rasa manis asin Bilqis memenuhi mulut Dimas. Bilqis merintih, tangannya meremas rambut Dimas.
4916Please respect copyright.PENANAAxzE39FyQU
“Oh… Mas… lidahmu enak sekali…”
4916Please respect copyright.PENANAPWSCWq58UD
Dimas terus menjilat dan mengisap bagian kecil yang sensitif itu dengan ritme yang sabar. Dua jarinya menyusup masuk ke dalam liang hangat Bilqis, bergerak pelan keluar masuk sambil lidahnya terus bekerja di bagian atas. Suara basah kecil terdengar setiap jari bergerak. Bilqis mulai menggeliat lebih kuat, napasnya semakin cepat.
4916Please respect copyright.PENANA3qEMrGLiXB
“Mas… aku sudah dekat…” desahnya.
4916Please respect copyright.PENANAuBAku5BTec
Dimas mempercepat gerakan lidahnya sedikit, tapi tetap lembut. Tak lama, tubuh Bilqis menegang. Gelombang kenikmatan pertama melanda dirinya. Cairan hangat keluar membasahi jari dan mulut Dimas. Bilqis mendesah panjang, “Aaaahh… ya… sayang…”
4916Please respect copyright.PENANA1tLYRBXo96
Dimas naik ke atas, mencium bibir Bilqis lagi sambil melepas celananya. Kontolnya yang berukuran 15 cm sudah keras dan tegak, ujungnya mengkilap karena cairan awal. Ia memposisikan diri di antara paha Bilqis yang terbuka lebar.
4916Please respect copyright.PENANA038SqzKzgX
“Bilqis… boleh ya?” tanya Dimas dengan suara lembut, selalu memastikan persetujuan.
4916Please respect copyright.PENANAWAZG4RL3Oj
Bilqis mengangguk, matanya penuh kasih. “Masuklah, sayang. Aku ingin merasakanmu.”
4916Please respect copyright.PENANAJodZeVsJuY
Dimas mendorong pelan. Kepala kontolnya menyusup masuk ke dalam liang hangat dan basah Bilqis. Bilqis mendesah panjang, “Ahhh… enak… pelan-pelan dulu ya, Mas.”
4916Please respect copyright.PENANAhcNo1yh4XJ
Dimas bergerak sangat lembut, masuk keluar dengan ritme yang penuh kasih sayang. Tangan kirinya meremas payudara Bilqis yang besar, jempolnya memutar puting pink itu. Tangan kanannya menopang pinggul Bilqis agar penetrasi lebih dalam tapi tetap lembut. Setiap dorongan membuat suara basah kecil terdengar di antara napas mereka yang semakin berat.
4916Please respect copyright.PENANASaTCmkzkaj
“Bilqis… kamu sangat sempit dan hangat… aku sangat mencintaimu,” bisik Dimas sambil mempercepat sedikit gerakannya.
4916Please respect copyright.PENANAbSR7cwkblB
Bilqis melingkarkan kakinya di pinggang Dimas, bokongnya yang bulat besar terangkat sedikit dari kasur. “Lebih cepat sedikit, Mas… ahh… enak banget…”
4916Please respect copyright.PENANAFQKfDSsN6l
Dimas mulai mengenjot lebih cepat tapi tetap penuh perasaan. Tangan kirinya meremas kedua payudara Bilqis bergantian, merasakan kelembutan dan beratnya yang sempurna. Puting pink itu semakin keras di antara jarinya. Bilqis merasakan setiap inci kontol Dimas yang menggesek dinding dalamnya dengan sempurna. Sensasi panas mulai menumpuk lagi di perut bawahnya.
4916Please respect copyright.PENANAhSz3B9XDpu
“Ahh… sayang… lagi… lebih cepat… aku mau keluar lagi,” desah Bilqis dengan suara yang mulai pecah karena kenikmatan.
4916Please respect copyright.PENANA0lJ0Kd15Zq
Dimas mempercepat ritme, pinggulnya bergerak lebih kuat. Suara tamparan kulit bertemu kulit terdengar pelan tapi ritmis. “Ya, sayang… keluarlah… aku juga sudah dekat…”
4916Please respect copyright.PENANAL0GvsPrFO5
Tubuh Bilqis menegang untuk kedua kalinya. Gelombang orgasme yang lebih kuat melanda dirinya. Cairannya yang hangat dan banyak menyembur keluar, membasahi kontol Dimas dan selangkangan mereka. “Aaaahhh… Mas… aku keluar… ahhh!”
4916Please respect copyright.PENANAD36CPZHnpy
Dimas menarik kontolnya keluar perlahan, membiarkan Bilqis menikmati getaran orgasmenya yang panjang. Ia mencium kening Bilqis dengan penuh kasih sambil mengusap rambutnya yang basah oleh keringat.
4916Please respect copyright.PENANAf7ewA0m4Lm
Setelah napas Bilqis agak tenang, ia mendorong Dimas agar berbaring telentang. Dengan senyum nakal yang mulai muncul — sisi binalnya yang perlahan terungkap — Bilqis naik ke atas tubuh Dimas. Ia memegang kontol 15 cm yang masih keras dan basah oleh cairannya sendiri, lalu menunduk. Mulutnya yang hangat langsung melahap ujung kontol itu.
4916Please respect copyright.PENANAnJQtYB5E3Z
Dimas mendesah keras, “Bilqis… ahh… mulutmu selalu enak sekali…”
4916Please respect copyright.PENANAfMDSt9w9ko
Bilqis mengulum dalam-dalam, lidahnya berputar di sekitar batang kontol sambil tangannya mengocok bagian bawah. Setiap sedotan membuat Dimas menggeliat. Ia merasakan kehangatan mulut Bilqis, lidah yang lincah, dan sedikit gigitan lembut yang membuat sensasi semakin intens. Bau maskulin Dimas memenuhi hidung Bilqis, rasa asin manis kontolnya membuatnya semakin bergairah.
4916Please respect copyright.PENANADTyYhjjr4q
Tak lama, Bilqis naik lebih tinggi, memposisikan diri tepat di atas kontol Dimas. Ia memegang batang itu dan mengarahkan ke mulut vaginanya yang masih basah dan berdenyut. Dengan gerakan pelan, ia menurunkan bokongnya yang bulat besar.
4916Please respect copyright.PENANAF4vaxiRwwn
“Ahh… sayang… enak banget kontolmu… masuk semua…” desah Bilqis saat seluruh 15 cm itu tenggelam sempurna di dalam tubuhnya.
4916Please respect copyright.PENANAkyxLqSBhZA
Dimas terpukau melihat pemandangan di depannya. Tubuh Bilqis yang sempurna — payudara F-cup yang bergoyang lembut, pinggang ramping, bokong besar yang bulat, dan wajah cantik dengan mata coklat yang berkabut nafsu — sedang menaiki kontolnya dengan penuh kendali. Bilqis mulai menggerakkan pinggulnya naik turun, semakin cepat. Bokongnya yang besar beradu dengan paha Dimas, menghasilkan suara tamparan yang semakin keras dan basah.
4916Please respect copyright.PENANAQyGlNE7SnW
“Mas… aku suka posisi ini… ahh… lebih dalam lagi…” erang Bilqis sambil meremas payudaranya sendiri, memilin puting pinknya.
4916Please respect copyright.PENANAbGU34w6jch
Dimas memegang pinggul Bilqis, membantu gerakannya. “Ya, sayang… gerakkan bokongmu yang indah itu… kamu sangat seksi…”
4916Please respect copyright.PENANA35TK5KHlJ9
Bilqis semakin cepat. Keringat mulai mengalir di kulit putihnya yang halus. Bau aroma seks yang manis mulai memenuhi kamar. Ia merasakan kontol Dimas menggesek titik sensitif di dalam vaginanya setiap kali ia turun sepenuhnya. Sensasi itu membuatnya mendekati orgasme ketiga.
4916Please respect copyright.PENANAmF7D8LygBA
“Ahh… sayang… aku mau keluar lagi… kamu juga ya?” tanya Bilqis dengan suara parau.
4916Please respect copyright.PENANApDPZeMwYOe
“Ya… bareng ya, sayang… aku juga sudah mau…” jawab Dimas sambil mengangkat pinggulnya untuk bertemu setiap gerakan Bilqis.
4916Please respect copyright.PENANAM6IxU22k5G
Mereka mencapai puncak bersama. Bilqis menjerit kecil, tubuhnya bergetar hebat saat orgasme melanda untuk ketiga kalinya. Cairannya yang hangat menyembur lagi, membasahi kontol Dimas. Dimas mendorong dalam-dalam dan menyemburkan spermanya yang hangat ke dalam vaginanya yang berdenyut. “Bilqis… ahhh… aku keluar di dalammu…”
4916Please respect copyright.PENANAhtAAUodNrj
Mereka berdua ambruk dalam pelukan, napas saling bercampur. Dimas mencium kening Bilqis dengan lembut.
4916Please respect copyright.PENANAbVELSK11Gy
“Kamu luar biasa, sayang,” bisiknya.
4916Please respect copyright.PENANAirb09RDiip
Bilqis tersenyum, tapi di dalam hatinya ada sedikit bayangan gelap yang muncul sejenak. Ia menikmati kelembutan Dimas, tapi ada bagian dari dirinya yang mulai merasa… kurang. Sesuatu yang lebih kasar, lebih brutal, lebih besar.
4916Please respect copyright.PENANAALNEEuFnpy
Ia segera mengusir pikiran itu. “Ini kehidupan baruku,” katanya dalam hati. “Aku tidak akan kembali ke masa lalu.”
4916Please respect copyright.PENANAkaS9Jt7JFq
Keesokan harinya, mereka menjalani rutinitas biasa. Dimas pergi ke kantornya yang sibuk, sementara Bilqis bekerja dari rumah sebagai desainer grafis freelance. Di tengah kesibukan persiapan pertunangan, Bilqis merasa bahagia. Dimas selalu mengirim pesan manis, membawa makan siang, dan memeluknya setiap malam dengan penuh kasih.
4916Please respect copyright.PENANA2yo4ADkfk2
Namun, sore itu, saat Bilqis sedang duduk di sofa sambil memeriksa desain, ponselnya bergetar. Nomor tak dikenal mengirim sebuah video pendek.
4916Please respect copyright.PENANAkZGveJEpnt
Ia membukanya dengan rasa penasaran.
4916Please respect copyright.PENANAVfDPyDCHaX
Di layar, terlihat dirinya sendiri — beberapa tahun lalu — sedang dalam posisi yang sangat vulgar. Tubuhnya telanjang, tangan diikat ke atas, sementara seorang pria dengan tubuh atletis dan kontol besar sedang mengenjotnya dengan brutal dari belakang. Suara desahannya yang liar terdengar jelas: “Lebih keras… ahh… siksa aku…”
4916Please respect copyright.PENANAmx9RzrOG8L
Pesan teks menyusul:
4916Please respect copyright.PENANAChppPgyMiO
*Kamu masih ingat ini, Bilqis? Kamu jangan ganggu aku. Aku sudah punya kehidupan baru.
Kamu hanya lari saja dari kenyataan. Apa aku harus kasih tau calon suamimu?*
4916Please respect copyright.PENANADY2dsrNJCM
Jantung Bilqis berdegup kencang. Ia langsung mengenali pria di video itu.
4916Please respect copyright.PENANA5nVwKosch0
Kevin.
4916Please respect copyright.PENANAVQhHCWg6AS
Mantan kekasihnya yang dulu membuatnya ketagihan akan kenikmatan brutal, BDSM, dan segala bentuk penyiksaan nafsu.
4916Please respect copyright.PENANA7zXYvbGK2T
Tangan Bilqis gemetar. Ia mengetik balasan dengan cepat:
4916Please respect copyright.PENANA7xjNkb7ISb
*Jangan ganggu aku. Aku sudah punya kehidupan baru.*
4916Please respect copyright.PENANAuYWLuwxVys
Balasan Kevin datang seketika:
4916Please respect copyright.PENANAAGdtmVBMqd
*Kalau tidak mau rahasia ini terbongkar, habiskan satu hari penuh denganku. Aku ingin kamu ingat bahwa kamu masih Bilqis yang dulu. Yang suka kontol besar dan diperlakukan kasar.*
4916Please respect copyright.PENANA5Be5tsEpKH
Bilqis menatap layar ponselnya lama. Wajahnya pucat, tapi di antara ketakutan itu, ada sesuatu yang berdenyut pelan di bawah perutnya — sensasi lama yang mulai bangkit.
4916Please respect copyright.PENANAGPRFSLuXAy
Ia bimbang. Sangat bimbang.
4916Please respect copyright.PENANAuLnHsumkVJ
Tapi di dalam hatinya yang paling dalam, sisi binal yang selama ini ia kubur mulai berbisik pelan.
4916Please respect copyright.PENANAMSKX0FRwr9
“Apakah aku benar-benar bisa melupakan semua itu?”
4916Please respect copyright.PENANA98IzANwi5Q


