Bab 2: Keputusan yang Mengubah Segalanya
629Please respect copyright.PENANAhXZvTIu6bj
Pagi berikutnya sinar matahari menyusup lembut melalui tirai apartemen, menyentuh kulit putih Laura yang masih hangat dari malam penuh gairah tadi. Tubuhnya terasa lelah tapi puas. Dimas sudah berangkat kerja sejak subuh, meninggalkan secarik kertas di meja makan: “Sayang, hari ini lembur lagi. Aku sayang kamu. Kita akan segera menikah.” Laura tersenyum tipis sambil membaca, tapi hatinya terasa berat. Dimas bekerja terlalu keras, tubuhnya mulai terlihat lelah, dan tabungan pernikahan mereka masih jauh dari cukup. Laura ingin membantu, ingin mempercepat semuanya.
629Please respect copyright.PENANAxb6eSwOFlc
Ia mandi dengan air hangat, membiarkan air mengalir di payudara besarnya yang F cup, turun ke perut ramping, lalu ke bokong bulat besarnya yang masih terasa sensitif setelah dimasuki semalam. Setelah berpakaian casual – kaos longgar dan celana pendek – Laura memutuskan untuk mengunjungi temannya, Rina, seorang streamer dewasa yang sudah sukses. Apartemen Rina hanya dua blok dari tempatnya.
629Please respect copyright.PENANA8Mw6W3JT7o
Rina menyambutnya dengan pelukan hangat. Teman perempuan berusia 28 tahun itu memiliki tubuh seksi yang selalu jadi bahan omongan, rambut pendek berwarna merah, dan senyum percaya diri. “Laura! Lama nggak ketemu. Duduk dulu, aku buatkan kopi.”
629Please respect copyright.PENANAqwiH1gJONq
Mereka duduk di ruang tamu yang penuh peralatan kamera dan lampu ring light. Laura langsung cerita tentang masalahnya. “Rina, Dimas kerja keras banget. Lembur terus, ambil kerja sampingan. Aku kasihan. Aku mau bantu kumpulin uang biar cepat nikah. Kamu kan streamer… apa aku bisa coba?”
629Please respect copyright.PENANAvhujxO1bZu
Rina tertawa ringan, matanya berkilat. “Kamu serius? Laura, dengan wajah cantikmu, mata coklat yang memikat, kulit putih, rambut hitam panjang, payudara besar, dan bokong bulat itu… kamu bakal langsung meledak. Banyak cewek biasa aja bisa dapat jutaan per bulan. Kamu? Pasti lebih cepat.”
629Please respect copyright.PENANAb4g9ZYO8TR
Laura merasa pipinya panas. “Tapi aku nggak tahu caranya. Aku pemarah dan tegas, tapi juga suka bercanda. Apa penonton suka?”
629Please respect copyright.PENANAWIxegH6IKw
“Penonton suka cewek yang natural dulu, lalu perlahan keluar sisi binalnya. Kamu cocok banget. Mulai dari yang imut, pakai kostum seksi tapi nggak langsung telanjang. Lama-lama mereka kasih donasi besar minta yang lebih panas.” Rina mengambil beberapa peralatan lama dari lemari. “Ini pinjam dulu. Kamera HD, ring light, mic, dan beberapa kostum. Mulai malam ini aja. Aku bantu setup akunnya.”
629Please respect copyright.PENANAGE2E82BtAh
Laura menggigit bibir, antara excited dan was-was. “Oke… aku coba. Demi Dimas dan pernikahan kita.”
629Please respect copyright.PENANAfcre3znaUj
Sepanjang sore Laura belajar cara setup streaming dari Rina. Ia memilih nama akun “SweetLaura99”. Rina mengajarinya cara berinteraksi dengan chat, cara tersenyum manis, dan cara menolak permintaan kasar dengan lucu. “Jangan langsung kasih semua. Buat mereka penasaran.”
629Please respect copyright.PENANAR0w6285JuR
Malam harinya, pukul 20.30, Laura sudah siap di kamar apartemennya. Ia mengenakan kostum seksi imut yang dipinjam: crop top putih tipis dengan motif kartun yang membuat payudaranya terlihat penuh dan menggoda, ditambah rok pendek plaid merah yang hampir tak menutupi bokong bulatnya. Makeup-nya natural tapi menggoda – bibir merah muda, eyeshadow lembut, rambut hitam panjang diikat dua ekor kuda imut. Lampu ring light menyinari tubuhnya dengan cahaya lembut pink.
629Please respect copyright.PENANA6sVHHnmsEm
Laura menyalakan kamera, duduk di tepi kasur dengan pose santai. Jantungnya berdegup kencang. “Halo semuanya… aku Laura, baru pertama kali streaming. Senang bertemu kalian.” Suaranya lembut, sedikit gugup tapi lucu.
629Please respect copyright.PENANAZxVGKUWaw9
Chat langsung ramai. “Wah cantik banget!” “Payudaranya gede ya?” “Bokongnya mantap!” Donasi kecil mulai masuk. Laura tersenyum, “Terima kasih ya… jangan nakal dulu dong, kita kenalan dulu.”
629Please respect copyright.PENANArf0MJ82fLQ
Ia mulai dengan permainan ringan. Menari pelan mengikuti musik, memutar tubuhnya sehingga rok pendeknya sedikit terangkat, memperlihatkan paha putih mulus. Lalu ia duduk bersila, sengaja membiarkan payudaranya bergoyang saat ia tertawa. “Kalian lucu banget chatnya. Aku suka yang kasih donasi sambil bilang pujian, bukan langsung minta yang aneh-aneh.”
629Please respect copyright.PENANAfPFazfLNxu
Penonton bertambah cepat. Dalam 30 menit sudah ada lebih dari 800 orang online. Donasi mulai naik. Ada yang minta “Angkat rok dikit dong”, Laura melakukannya dengan malu-malu, memperlihatkan celana dalam putih tipis. “Cukup ya… jangan serakah.” Ia tertawa kecil, gaya pemarahnya keluar sedikit tapi tetap lucu.
629Please respect copyright.PENANAkEqlmLyfrE
Tiba-tiba bel pintu apartemen berbunyi. Laura mengerutkan kening. “Tunggu sebentar ya guys, ada tamu.” Ia matikan mikrofon sementara, tapi kamera masih hidup. Dengan kostum seksi itu ia berjalan ke pintu, bokongnya bergoyang alami.
629Please respect copyright.PENANAENecQpKbCl
Di depan pintu berdiri Dani, tetangga apartemen sebelah. Pria berusia 22 tahun itu tinggi 171 cm, tubuh atletis enak dipandang, rambut hitam ikal, kulit sawo matang, dan senyum menawan. Ia memegang amplop surat. “Maaf ganggu malam-malam. Suratmu masuk ke kotakku.”
629Please respect copyright.PENANAUhu5DoDdal
Laura langsung panik dalam hati. Kostumnya terlalu terbuka. Payudaranya hampir tumpah dari crop top, rok pendeknya memperlihatkan paha mulus. “Oh… terima kasih,” katanya cepat sambil mengambil surat, berusaha menutup pintu.
629Please respect copyright.PENANArq1pRyLihf
Tapi Dani tak langsung pergi. Matanya menelusuri tubuh Laura dari atas ke bawah – mata coklat memikat, hidung mancung, payudara besar yang naik turun karena napas gugup, bokong bulat besar yang terlihat menggoda dari samping. Dalam hati Dani berpikir, “Wah… ini cewek yang sering bawa cowok ke apartemen. Ternyata malam ini dia… hot banget.”
629Please respect copyright.PENANAq0yOan9jJt
Laura merasa was-was. “Udah ya, makasih lagi.” Ia hampir menutup pintu.
629Please respect copyright.PENANAoCKNBB8Ztv
Dani tersenyum lebar. “Kamu lagi streaming ya? Kostumnya cocok banget. Aku penasaran berapa banyak uang yang kamu hasilkan malam ini.”
629Please respect copyright.PENANA3SKxdgQR01
Laura membeku. Wajahnya memucat. “Kamu… tahu?”
629Please respect copyright.PENANAknbFMUxrLw
Dani mengangkat bahu. “Dinding apartemen tipis. Suara kamu tadi kedengeran. Lagian aku suka nonton streaming dewasa. Kamu baru mulai kan? Penontonnya pasti banyak dengan tubuh seperti itu.”
629Please respect copyright.PENANAFZgxyTIu37
Laura merasa jantungnya mau copot. Ia takut Dani bilang ke Dimas. “Jangan bilang ke siapa-siapa ya… apalagi ke pacarku. Aku mohon. Ini cuma buat bantu kumpulin uang pernikahan.”
629Please respect copyright.PENANArOEKYBXqeH
Dani tersenyum licik, tapi tetap ramah di permukaan. “Tenang saja, aku bukan orang jahat. Tapi… sebagai tetangga, aku bisa bantu kamu. Besok aku bisa bantu di belakang kamera, pilih donasi yang bagus, kasih arahan biar dapat uang lebih banyak. Gimana?”
629Please respect copyright.PENANASNygS3B4xA
Laura ragu. Tapi bayangan Dimas yang capek kerja membuatnya mengangguk pelan. “Oke… tapi jangan macam-macam.”
629Please respect copyright.PENANAviLyQMueSD
Mereka bertukar nomor telepon. Dani pergi dengan senyum puas. Laura kembali ke kamera, wajahnya masih merah. “Maaf guys, tamu sebentar. Lanjut ya…”
629Please respect copyright.PENANAbfOGCOEhbj
Streaming berlanjut satu jam lagi. Laura melakukan permintaan ringan: meniup ciuman, goyang pinggul, angkat crop top sedikit memperlihatkan perut rata. Donasi total malam itu mencapai hampir 3 juta. Laura merasa senang, tapi juga khawatir dengan tawaran Dani.
629Please respect copyright.PENANAinfwwdAOOu
Setelah streaming selesai, ia berbaring di kasur. Tubuhnya masih hangat. Ia memikirkan Dimas yang sedang lembur, lalu memikirkan Dani yang tampan dan atletis. “Apa aku salah?” gumamnya. Tapi uang itu nyata. Besok Dani akan datang. Laura merasa campur aduk – malu, penasaran, dan sedikit getar aneh di perutnya.
629Please respect copyright.PENANA5oe3onFRiQ
Malam itu ia tidur dengan mimpi yang campur antara pelukan Dimas dan tatapan lapar Dani.
629Please respect copyright.PENANAZJmOUgON2P


