Bab 3: Pertemuan dengan Tetangga yang Berbahaya
709Please respect copyright.PENANA2qN3WIVCpg
Pagi itu Laura terbangun dengan perasaan campur aduk. Tubuhnya masih terasa hangat mengingat streaming pertama semalam yang berhasil menghasilkan hampir tiga juta rupiah. Uang itu cukup untuk membayar dua bulan cicilan apartemen dan sisanya bisa ditabung untuk pernikahan. Tapi bayangan wajah Dani yang tersenyum licik saat mengatakan “aku bisa membantu” terus terngiang. Laura duduk di tepi kasur, rambut hitam panjangnya acak-acakan, payudara besarnya naik turun perlahan di balik kaos tidur tipis.
709Please respect copyright.PENANA3yvQFj6XOv
“Hari ini dia datang…” gumamnya pelan. Ia mandi lama, membiarkan udara hangat mengalir di kulit putih mulusnya, menyentuh puting pink yang masih sensitif, lalu turun ke vaginanya yang kemarin malam masih terasa penuh. Laura menggigit bibirnya. Ia pemarah dan tegas, tapi kali ini ia merasa lemah karena keinginan membantu Dimas.
709Please respect copyright.PENANA7MYJo0HWgs
Siang harinya Dimas menelepon sebentar. "Sayang, hari ini lembur sampai malam lagi. Maaf ya. Aku kangen kamu." Suara Dimas terdengar lelah. Laura manis menjawab, “Iya sayang, hati-hati. Aku tunggu kamu pulang.” Setelah telepon ditutup, Laura merasa semakin kasihan. “Aku harus melakukan ini.Demi kita.”
709Please respect copyright.PENANAo5biTisMtS
Pukul tujuh malam, bel apartemen berbunyi. Laura sudah siap dengan kostum streaming kedua – tank top hitam ketat yang membuat payudaranya terlihat semakin penuh dan menggoda, dipadukan hotpants pendek yang menempel ketat di bokong bulat besarnya. Rambutnya dibiarkan tergerai, riasan natural dengan lip gloss mengkilap.
709Please respect copyright.PENANAIAAN3SKWuo
Ia membuka pintu. Dani berdiri di sana dengan tas besar di tangan. Tubuh atletisnya terlihat jelas di balik kaos hitam, rambut ikal hitamnya sedikit berantakan, senyum menawannya langsung membuat Laura was-was. "Malam, Laura. Siap malam ini?"
709Please respect copyright.PENANANe8x3NNKRa
Laura mengangguk pelan, suaranya tegas tapi ada getar. "Masuk. Tapi ingat janji kita. Jangan macam-macam di luar streaming."
709Please respect copyright.PENANAfXHh7u26cB
Dani masuk, letakkan tas di lantai. Bau jantan segar dari tubuhnya langsung tercium oleh Laura. Ia tas membuka dan mengeluarkan barang-barang satu per satu: beberapa kostum seksi baru, dildo getar ukuran sedang, pelumas, obat perangsang cair, obat penahan orgasme, doping kecil dalam botol, kalung kontrol budak berwarna hitam dengan cincin logam, dan masker kecil. Laura membelalak.
709Please respect copyright.PENANAT5iIk8hYU3
“Ini… kamu percaya semua ini?” tanyanya dengan nada pemarah.
709Please respect copyright.PENANAmyRV6MsbiN
Dani tersenyum tenang. "Iya. Biar streaming kita lebih profesional. Penonton suka yang ekstrem, dan dengan tubuhmu yang luar biasa ini, kita bisa dapat uang banyak. Aku akan jadi admin chat, pilih donasi tertinggi, dan kasih Arah. Kamu tinggal ikut."
709Please respect copyright.PENANAq0KsT3vFd6
Laura duduk di kasur, kakinya sedikit gemetar. "Aku nggak tahu… ini terlalu cepat. Kemarin aku cuma stripping ringan."
709Please respect copyright.PENANA9M1BQ5bpxA
“Tenang,” kata Dani sambil mendekat. Tangannya menyentuh bahu Laura pelan. Sentuhannya hangat, membuat kulit Laura merinding. "Mulai pelan dulu. Kalau kamu tidak nyaman, kita berhenti. Tapi ingat, semakin banyak donasi, semakin cepat kamu mengumpulkan uang untuk pernikahan sama Dimas."
709Please respect copyright.PENANAgDdZSJHZdW
Nama Dimas disebut membuat Laura tersentak. Ia mengangguk pelan. “Oke… tapi aku tetap mengontrolnya.”
709Please respect copyright.PENANAZqI7pCffdn
Mereka mulai menyiapkan. Kamera dinyalakan, ring light menyala dengan cahaya pink lembut. Laura duduk di tepi kasur, Dani di belakang kamera, wajahnya tersembunyi. Streaming dimulai.
709Please respect copyright.PENANA2Pwrc09TWU
Halo semuanya.malam ini aku Laura lagi.Dan.ada teman baru yang membantu di belakang layar, kata Laura dengan suara manis tapi gugup. Chat langsung meledak. “Siapa cowoknya?” “Panas banget kostumnya!” Donasi mulai masuk kecil-kecil.
709Please respect copyright.PENANAaCIv1pk2Bm
Dani mengetik di chat sebagai admin: "Malam ini kita buka level baru. Donasi tertinggi yang menentukan apa yang dilakukan Laura."
709Please respect copyright.PENANA6IYf9fE2ou
Permintaan pertama datang cepat. Donasi 500 ribu minta Laura melepas tank top. Laura ragu, tapi Dani memberi kode dengan anggukan. Dengan tangan gemetar, Laura menarik tank topnya ke atas. Payudara F cupnya yang putih dan penuh langsung terbebas, puting pinknya sudah menegang karena udara dingin dan tegang. “Ah… ini… cukup ya?” Sambil menutupi dengan tangan, tapi jari-jarinya tak mampu menutup semuanya.
709Please respect copyright.PENANACkQGMSBC0f
Ngobrol gila. Donasi naik drastis. Dani memilih donasi 2 juta: “Laura, sentuh payudaramu sendiri, remas pelan.”
709Please respect copyright.PENANA81oGudVPsc
Laura menelan ludah. Tangan menjelang naik, meremas payudara kirinya. Daging lembut itu ditekankan di antara jari-jarinya, puting pinknya tersembul. “Nnnh… seperti ini?” desahnya pelan. Sensasi sentuhannya sendiri membuat vaginanya mulai basah. Ia merasakan panas naik ke wajahnya.
709Please respect copyright.PENANA3kqyYKEjkJ
Dani tersenyum di belakang kamera. Ia keluar dari balik layar, masuk ke frame untuk pertama kalinya. Tubuh atletisnya terlihat jelas. "Halo para penonton setia. Aku Dani, teman Laura. Malam ini kita main bareng. Semakin besar donasi, semakin pembohong yang kita lakukan. Kostum, alat, obat – semua tersedia."
709Please respect copyright.PENANAboUkb4W5vE
Ia berdiri di belakang Laura, memegang bahu Laura dari belakang. Laura tersentak, tapi tak berani menolak di depan kamera. Tangan Dani turun perlahan, meremas payudara Laura dari belakang. Jari-jarinya menekan daging empuk itu kuat, mencubit puting pink dengan lembut tapi tegas. “Lihat ini guys… payudaranya lembut banget kan?”
709Please respect copyright.PENANAAmN6gdFHwn
Laura mendesah tanpa sadar. “Ahh… Dani…” Suaranya keluar serak. Bau tubuh Dani yang maskulin memenuhi hidungnya. Kulitnya merinding di mana-mana.
709Please respect copyright.PENANAttA0iYtzYH
Donasi langsung banjir. Salah satu penonton memberikan 10 juta sekaligus dengan permintaan: “Masukkan dildo getar ke vagina Laura, biarkan dia orgasme di depan kamera.”
709Please respect copyright.PENANA3wctjHsJ09
Dani mengambil penis buatan getar 15 cm dari tas. Ia menyuruh Laura berbaring di kasur, membuka kaki lebarnya. Hotpants Laura diturunkan perlahan, menampilkan vaginanya yang sudah basah mengkilap. “Lihat betapa basahnya dia sudah,” kata Dani ke kamera sambil menunjuk.
709Please respect copyright.PENANANGylFScAXK
Laura merasa malu luar biasa. Pipinya memerah, matanya berkaca-kaca. Tapi tubuhnya berkhianat – vaginanya memuaskan. Dani menuangkan pelumas dingin ke vagina Laura, lalu perlahan memasukkan vibrator getar itu. “Ahhh… masuk… dingin… ahh…” Laura mendesah panjang. Getaran dildo langsung menyentuh dinding di dalamnya.
709Please respect copyright.PENANAFZ1omyHuKT
Dan menyalakannya pada level sedang. Suara “zzzzz…” pelan terdengar. Laura menggeliat, bokong bulatnya sedikit terangkat. “Nnnnh… enak… tapi pelan… aku belum siap…” Tapi Dani tak berhenti. Ia menggerakkan dildo keluar masuk perlahan sambil tangan satunya meremas payudara Laura.
709Please respect copyright.PENANAYJH7xcV684
Sensasinya luar biasa. Getaran di dalam vaginanya bercampur dengan remasan di putingnya membuat Laura naik dengan cepat. “Ahh… aku mau… ahh jangan cepat…” Ia mencoba menahan, tapi Dani sengaja mempercepat gerakannya.
709Please respect copyright.PENANAlN56TcQXhZ
Donasi terus masuk. Penonton meminta “Biarkan dia orgasme sekarang!”
709Please respect copyright.PENANAQmdrY8surB
Dani tersenyum. "Dengarkan itu, Laura. Mereka ingin melihat kamu keluar." Ia menekan dildo lebih dalam, memasukkannya ke level tinggi.
709Please respect copyright.PENANAHaWvPfLu2i
Laura nikmat sekali. Tubuhnya kejang hebat. “Ahhhhh! Keluar… ahh enak bangettt!!” Cairan orgasmenya (cairan orgasme) menyembur keluar dari sela penis, membasahi kasur. vaginanya berdenyut-denyut kuat, kakinya gemetar tak terkendali. Wajahnya memerah, mata coklatnya memancarkan karena kenikmatan.
709Please respect copyright.PENANAhBRzGCEoae
Dani mencabut dildo perlahan, menampilkan vagina Laura yang masih berdenyut basah ke kamera. “Bagus sekali ronde pertama. Tapi ini baru awal.”
709Please respect copyright.PENANAfHH3iZ5UHH
Streaming masih berlanjut. Laura terengah-engah, keringat mengalir di kulit putihnya. Ia merasa malu, tapi juga ada getar aneh – kenikmatan yang lebih kuat dari yang pernah ia rasakan dengan Dimas. Dani melihatnya dengan dominan, senyumnya penuh kepuasan.
709Please respect copyright.PENANAafrlD1lMRe
Malam itu baru dimulai. Laura tahu, besok akan semakin pembohong. Tapi uang terus mengalir masuk, dan itu yang ia butuhkan. Di antara desahan dan keringat, Laura berbisik dalam hati, “Maafkan aku, Dimas… tapi ini demi kita.”
709Please respect copyright.PENANAxsqTQHwggx
Setelah streaming selesai hampir dua jam kemudian, total donasi malam itu mencapai 28 juta. Laura terbaring lemas di kasur, tubuhnya lengket. Dani mendekat, menyeka keringat di dahi Laura dengan lembut. "Kamu hebat. Besok kita naik level lagi."
709Please respect copyright.PENANA38P4XFOf0g
Laura hanya mengangguk lemah. Matanya menatap langit-langit apartemen. Perasaan pembarahnya mulai memudar, digantikan oleh sesuatu yang lebih gelap dan binal yang perlahan terbangun.
LANJUTAN CERITA BISA DI AKSES DI https://lynk.id/novelhambilah
709Please respect copyright.PENANAow77mSZgmU
709Please respect copyright.PENANArZZmX4oLdR


