4685Please respect copyright.PENANAnRHoHhKlUn
Bab 3: Perubahan Tubuh Selama Bulan Awal
4685Please respect copyright.PENANAsLkZeIiBqZ
Bulan-bulan pertama di rumah mewah Ahmad berlalu seperti mimpi yang lambat. Santi sudah terbiasa dengan rutinitas barunya. Setiap pagi pukul enam, ia bangun, membersihkan seluruh rumah yang luas itu dengan teliti. Lantai marmer mengkilap, dapur selalu harum masakan Indonesia yang ia buat, dan kamar-kamar tamu selalu rapi. Ahmad sering memujinya dengan suara lembut, “Kamu hebat, Santi. Rumah ini jadi lebih hidup karena kamu.”
4685Please respect copyright.PENANA9GlpK0BiJB
Malik, anak Ahmad yang berusia 22 tahun, juga semakin sering muncul di sekitarnya. Tubuh atletisnya yang enak dipandang selalu terlihat santai dengan kaos ketat yang menonjolkan otot dada dan lengan. Senyum keturunan Cina-nya yang manis membuat Santi terkadang merasa nyaman, meski ada sesuatu yang tak bisa ia jelaskan di balik munculnya itu.
4685Please respect copyright.PENANAyEWFBVwVZ3
Yang paling sering menemani Santi adalah Aisyah, anak perempuan Ahmad. Gadis itu pulang setiap akhir pekan dari kampusnya dan langsung menarik Santi ke gym pribadi di belakang rumah. "Kak Santi, ayo olahraga! Tubuh Kakak sudah bagus, tapi kita buat lebih sempurna lagi," kata Aisyah dengan semangat setiap kali.
4685Please respect copyright.PENANAKTgGyHfU6x
Santi yang awalnya ragu, lambat laun menikmati sesi olahraga itu. Mereka mulai dengan treadmill selama 30 menit, lalu angkat beban ringan untuk membentuk bokong dan paha, diakhiri yoga yang membuat tubuhnya semakin lentur. Keringat mengalir di kulit putih Santi, membasahi baju olahraga ketat yang menempel di payudaranya yang E-cup. Bokong bulat besarnya semakin kencang dan terangkat setiap kali ia melakukan squat. Pinggulnya yang ramping semakin berlekuk indah.
4685Please respect copyright.PENANABYm82oXsuo
Sehabis olahraga, Aisyah sering mengajak Santi ke ruang spa kecil di rumah. “Ini masker wajah alami Kak.Kulit Kakak putihnya akan semakin cerah.” Mereka berendam di air hangat dengan cairan esensial, lalu memakai lotion yang membuat kulit Santi semakin halus seperti sutra. Wajah Santi yang sudah cantik dengan hidung mancung dan mata coklat memikat semakin bersinar. Rambut hitam panjangnya semakin berkilau setelah dirawat rutin.
4685Please respect copyright.PENANAFlo4ycm8cX
Santi tak sadar bahwa semua perawatan dan olahraga ini adalah bagian dari rencana Ahmad yang halus. Setiap hari, tanpa sepengetahuan Santi, Ahmad mencampurkan obat perangsang dosis rendah ke dalam makanan atau jus yang ia minum. Dosisnya masih sangat ringan, tapi efeknya mulai terasa pelan-pelan.
4685Please respect copyright.PENANAQP3LxK53jk
Pada minggu keenam, Santi mulai merasakan perubahan aneh di tubuhnya. Malam hari, setelah mandi, ia sering duduk di tepi tempat tidur dengan napas agak cepat. Payudaranya terasa lebih berat dan sensitif. Puting pink-nya menegangkan hanya karena menyalakan kain baju tidur tipis. Vaginanya sering basah tanpa alasan yang jelas, cairan beningnya membasahi celana dalamnya.
4685Please respect copyright.PENANAuHPl4CeG74
Suatu malam, setelah telepon dengan Dani, Santi tak tahan lagi. Ia berbaring di tempat tidurnya, dia berbaring di bawah. Jari-jarinya menyentuh vagina yang sudah licin. “Ah… kenapa lagi basah sekali…” desahnya pelan. Ia mengusap kristoriskecilnya dengan gerakan memutar perlahan, merasakan sensasi nikmat yang menyebar ke seluruh tubuh. Satu jari masuk ke dalam vagina hangatnya, lalu dua jari. Ia membayangkan tangan suaminya, namun bayangan itu dengan cepat berganti dengan tubuh atletis Ahmad yang berdiri di belakangnya.
4685Please respect copyright.PENANAwIhglLSOTC
Gerakannya semakin cepat. Suara basah jari yang keluar terdengar pelan di kamar yang sunyi. “Mmm… ahh…” Santi menggigit bantal agar suaranya tak keluar terlalu keras. Tubuhnya menegangkan, bokong bulatnya terangkat dari kasur. Akhirnya cairan orgasmenya menyembur keluar, basah kuyup. Ia gemetar hebat selama hampir satu menit, napasnya tersengal.
4685Please respect copyright.PENANAB0f8xIcx02
Setelah itu Santi merasa bersalah. “Aku ini istri Dani… kenapa malah membayangkan majikan?” Tapi rasa puas itu terlalu enak. Ia membersihkan diri dan tidur dengan tubuh yang masih bergetar.
4685Please respect copyright.PENANAGoIR6sp57N
Dani sering menghubungi Santi melalui video call. "Kamu semakin cantik, Sayang. Badanmu terlihat lebih langsing dan seksi. Olahraga di sana enak ya?"
4685Please respect copyright.PENANAkKzcflVkMv
Santi tersenyum di layar, rambut hitamnya tergerai indah. “Iya, Dani. Aku olah raga setiap hari sama anak perempuan majikan. Gajinya juga sudah aku kirim bulan ini. Kamu pakai untuk bayar utang ya.”
4685Please respect copyright.PENANAik7ytaloor
Dani mengangguk, tapi matanya penuh keraguan. “Aku senang kamu sehat. Tapi… aku mendengar rumor banyak TKI di Saudi yang akhirnya jadi… budak seks majikan. Kamu hati-hati ya.”
4685Please respect copyright.PENANAlCbyW0mnrW
Santi tertawa keras, suaranya lucu seperti biasanya. "Kamu ini! Pak Ahmad orang baik sekali. Dia bahkan bilang aku seperti keluarga sendiri. Jangan khawatir berlebihan. Aku tahu batasanku."
4685Please respect copyright.PENANA70K6tDa8Mt
Tapi di dalam hati Santi, kata-kata Dani membuatnya sedikit risih. Ia ingat bagaimana Ahmad terkadang merawat lebih lama dari biasanya, atau bagaimana Malik tersenyum saat melihat bokongnya saat ia membungkuk membersihkan lantai.
4685Please respect copyright.PENANABEL3d8B0og
Obat perangsang yang dicampur Ahmad semakin hari semakin terasa. Pada bulan kedua, Santi hampir setiap malam harus melakukan masturbasi. Kadang di pagi hari sebelum kerja, ia sudah basah sekali. Ia duduk di kamar mandi, kakinya terbuka lebar di atas toilet. Jari tengahnya menggosok ceri-nya dengan cepat sementara tangan satunya meremas payudara E-cup-nya sendiri. Puting pink-nya ditarik pelan, membuatnya mendesah keras. “Ahh… kenapa tubuhku begini… panas sekali…”
4685Please respect copyright.PENANAqEQ8K4MHZD
Orgasme datang dengan cepat dan kuat. cairannya menyembur ke lantai kamar mandi. Santi gemetar, lututnya lemas. Ia tak tahu bahwa setiap adegan itu direkam oleh kamera kecil yang dipasang Ahmad di sudut kamar mandi.
4685Please respect copyright.PENANAsoCnHtJ9Lz
Di ruang kerja pribadi, Ahmad dan Malik duduk bersama menonton rekaman itu. Ahmad puas tersenyum sambil memegang gelas kopi. "Lihat, tubuhnya semakin responsif. Payudaranya semakin sensitif, bokongnya semakin indah. Dosisnya kita naikkan pelan-pelan minggu depan."
4685Please respect copyright.PENANAOwW1NhwQMJ
Malik mengangguk, matanya tak lepas dari layar yang menampilkan Santi sedang orgasme dengan wajah merah dan bibir terbuka. "Dia cantik sekali saat menikmati diri sendiri. Aku sudah tidak sabar melihat dia di bawah kita berdua."
4685Please respect copyright.PENANAJme8h0srTb
Santi terus bekerja dengan tekun. Ia masih pemarah dan tegas saat ada kesalahan kecil di rumah, tapi semakin sering tertawa lucu saat bercanda dengan Aisyah. Tubuhnya berubah drastis dalam dua bulan. Pinggangnya semakin ramping, bokong bulat besarnya semakin kencang dan terangkat, payudaranya tetap montok tapi terlihat lebih padat karena olahraga. Kulit putihnya semakin halus, wajahnya semakin cantik dengan rambut hitam panjang yang selalu terawat.
4685Please respect copyright.PENANAux4YyHcfyr
Suatu sore, saat Santi sedang menyiram tanaman di taman belakang, Ahmad mendekat. Tubuh atletisnya terlihat segar setelah berolahraga. “Santi, kamu semakin cantik setiap hari. Olahraga dan perawatan itu cocok sekali buat kamu.”
4685Please respect copyright.PENANA6R8px0hLdk
Santi merasa pipinya panas. “Terima kasih Pak. Semua berkat Aisyah yang rajin mengajak saya.”
4685Please respect copyright.PENANA9hqzsUMtO5
Ahmad tersenyum, melirik lekuk tubuh Santi yang basah keringat. "Kalau ada yang kamu perlukan, katakan saja. Kami senang kamu di sini."
4685Please respect copyright.PENANAdvVmKROHDS
Malam itu, Santi lagi-lagi menelepon Dani. Ia memakai baju tidur tipis, payudaranya terlihat jelas di balik kain. "Dani, aku kangen kamu. Tapi di sini semuanya baik-baik saja. Badanku sekarang lebih fit, kamu pasti suka lihatnya."
4685Please respect copyright.PENANAV6b5iQKyFF
Dani tersenyum di layar, tapi ada kekhawatiran yang semakin mendalam. "Aku juga kangen. Kamu hati-hati ya. Jangan sampai ada yang aneh."
4685Please respect copyright.PENANAn09qreHsnw
Santi mengangguk, tapi dalam hati dia merasa ada yang berubah. Rasa panas di tubuhnya semakin sering datang. Ia mulai menyukai sensasi saat putingnya disentuh angin atau saat bokongnya bergesekan dengan celana dalam. Malam itu, setelah telepon, ia tak bisa menahan diri lagi. Ia berbaring telanjang di tempat tidur, kakinya terbuka lebar. Dua tekad memasukkan ke dalam vagina yang sudah banjir cairan, sementara ibu jarinya menggosok ceri-nya dengan cepat.
4685Please respect copyright.PENANAWJuVxxESOr
“Ahh… ya… lebih dalam…” desahnya. Bayangan titit yang lebih besar dari milik Dani terlintas di pikiran. Ia orgasme hebat, tubuhnya melengkung, cairannya menyembur ke dalam. “Aku… tidak tahan lagi…”
4685Please respect copyright.PENANAzxRdBIhI7V
Santi terbaring lemas, napasnya tersengal. Ia merasa bersalah, tapi juga semakin haus akan sesuatu yang lebih. Perlahan, sifat binalnya yang selama ini tersembunyi mulai terbangun, meski ia sendiri belum menyadarinya sepenuhnya.
4685Please respect copyright.PENANAM5e1h9rFYt
Ahmad dan Malik di ruangan lain tersenyum melihat rekaman malam itu. “Bulan depan kita tingkatkan dosisnya,” kata Ahmad pelan. “Dia sudah hampir siap.”
4685Please respect copyright.PENANACmrvwYj74B
Malik tertawa kecil. “Aku sudah menyiapkan mainan-mainan spesial untuknya.Wanita ini akan menjadi milik kita.”
4685Please respect copyright.PENANA77pjkRtOEY
Santi tidur dengan tubuh yang masih hangat. Di luar, malam Arab yang dingin menyembunyikan rencana gelap yang semakin mendekat. Tubuhnya yang semakin cantik dan langsing hanyalah awal dari perubahan yang jauh lebih besar.
LANJUTAN CERITA BISA DI AKSES DI https://lynk.id/novelhambilah
4685Please respect copyright.PENANAGsTgprp63R


