Bab 2 – Rahasia di Balik Pintu yang Terbuka
3037Please respect copyright.PENANA7gWeKOhbTM
Beberapa minggu sebelum malam panas yang membuat Aurel menunggangi Kevin dengan begitu liar, rumah mewah di kawasan elite Jakarta itu masih terasa biasa saja di permukaan. Tapi di balik dinding-dinding marmer putih dan furnitur mahal, sesuatu yang gelap dan menggoda mulai bergerak perlahan.
3037Please respect copyright.PENANASOeIsfor5R
Kevin tiba sore itu dengan mobilnya yang sederhana, tas ransel hitam tergantung di bahu. Tubuh atletisnya yang tinggi 171 cm terlihat enak dipandang dalam kaos hitam ketat dan celana jeans. Rambut hitam ikalnya masih agak basah karena mandi cepat di kost-nya tadi. Senyum menawannya langsung menyapa Om dan Tante yang sudah siap berangkat ke bandara.
3037Please respect copyright.PENANAYG8Mp5Q5IT
“Kevin, terima kasih ya sudah mau menginap. Kami pergi dua minggu penuh untuk urusan bisnis di Singapura,” kata Om sambil menepuk bahu Kevin. “Rumah ini besar, tapi tolong jaga Aurel baik-baik. Dia kadang suka keras kepala dan pemarah, tapi sebenarnya anaknya baik.”
3037Please respect copyright.PENANAWudAtHSN6R
Tante tersenyum lembut, “Iya, Kevin. Makanan sudah ada di kulkas. Kalau ada apa-apa, telepon kami saja. Aurel biasanya pulang kuliah sekitar jam 7 malam. Jangan biarkan dia keluar malam sendirian ya.”
3037Please respect copyright.PENANAXgrogbNOYZ
Kevin mengangguk sopan, senyumnya tetap hangat. “Tenang saja, Om, Tante. Saya akan jaga rumah dan Aurel sebaik mungkin.”
3037Please respect copyright.PENANAjWfSX7g5L4
Begitu mobil orang tua Aurel menghilang di ujung jalan, Kevin menghela napas panjang. Ia bukan tipe yang suka mengurus orang lain, apalagi keponakan perempuan yang hampir seusianya. Tapi karena permintaan keluarga, ia tak bisa menolak. Ia meletakkan tas di kamar tamu lantai dua, lalu berjalan-jalan mengelilingi rumah yang luas itu. Kolam renang di belakang rumah berkilau biru di bawah sinar matahari sore. Dapur modern, ruang tamu luas, dan kamar-kamar mewah. Semuanya terasa terlalu sepi untuk dua orang saja.
3037Please respect copyright.PENANAjyOsoY5x1L
Malam mulai turun. Kevin sudah mandi dan berganti kaos longgar serta celana pendek. Ia duduk di sofa ruang keluarga, menonton acara olahraga sambil sesekali melirik jam. Aurel belum juga pulang. Baru pukul setengah sembilan pintu depan terbuka.
3037Please respect copyright.PENANA0TxjE2XcTg
Aurel masuk dengan langkah cepat, rambut hitam panjangnya tergerai sedikit acak-acakan karena angin malam. Tubuhnya yang langsing 166 cm terbalut kaos crop top putih yang memperlihatkan pinggang ramping dan celana jeans ketat yang membungkus bokong bulat besarnya dengan sempurna. Payudara F-cup-nya menonjol indah di balik kain tipis. Kulit putihnya bersih, hidung mancung, dan mata cokelatnya yang memikat tampak lelah tapi tetap tajam.
3037Please respect copyright.PENANAs3fNJomHu3
“Eh, Kevin? Kamu sudah datang?” tanyanya dengan nada sedikit ketus, khas sifat pemarahnya. Ia meletakkan tas kuliah di sofa tanpa banyak bicara.
3037Please respect copyright.PENANAmaSeBUORb1
“Iya, Om Tante minta aku nginap jagain rumah sama kamu selama mereka ke luar kota,” jawab Kevin santai sambil tersenyum. “Makan malam sudah aku siapkan. Mau langsung makan atau mandi dulu?”
3037Please respect copyright.PENANAdE6D7m993y
Aurel mengangkat bahu, “Mandi dulu deh. Capek banget hari ini.” Ia berjalan menaiki tangga tanpa menoleh lagi. Kevin memperhatikan gerakan bokong bulat itu naik tangga, tapi ia segera menggelengkan kepala. “Fokus, Kevin. Ini keponakan,” gumamnya dalam hati.
3037Please respect copyright.PENANAwLyMs6cUiT
Setelah makan malam yang canggung—hanya obrolan singkat tentang kuliah Aurel dan pekerjaan Kevin—mereka berpisah ke kamar masing-masing. Kevin berbaring di kamar tamu, mencoba tidur. Tapi entah kenapa, pikirannya terus melayang ke Aurel. Gadis itu cantik, tubuhnya sempurna, dan ada sesuatu dalam sikap tegasnya yang justru membuat Kevin penasaran.
3037Please respect copyright.PENANAuurE4Van6A
Jam menunjukkan pukul 23.15 ketika Kevin terbangun karena haus. Ia berjalan pelan ke dapur untuk mengambil air. Saat melewati koridor lantai dua, ia mendengar suara samar dari kamar Aurel. Pintu kamarnya tidak tertutup rapat, hanya menyisakan celah sekitar sepuluh senti. Cahaya biru dari layar laptop menyelinap keluar.
3037Please respect copyright.PENANAOK4dLjrm1K
Kevin mengerutkan kening. Ia mendekat pelan, langkahnya tak bersuara di karpet tebal. Suara yang ia dengar semakin jelas: desahan perempuan yang dibuat-buat dari sebuah video porno, diikuti suara basah yang ritmis dan napas tersengal yang nyata.
3037Please respect copyright.PENANAvX4fOv42ox
Hati Kevin berdegup kencang. Ia mengintip melalui celah pintu.
3037Please respect copyright.PENANALVRHxcHaE6
Di dalam kamar yang hanya diterangi layar laptop, Aurel berbaring telentang di atas tempat tidur king size-nya. Piyama pendeknya sudah diturunkan hingga ke mata kaki, celana dalam pink tipis tergantung di salah satu kakinya. Kakinya terbuka lebar, lutut ditekuk. Rambut hitam panjangnya tergerai di bantal putih, beberapa helai menempel di kening yang berkeringat. Payudaranya yang besar naik-turun cepat di balik kaos tipis yang sudah digulung ke atas, memperlihatkan puting pink yang mengeras.
3037Please respect copyright.PENANAYPkrDLNRWu
Tangan kanannya memegang botol parfum berbentuk lonjong, cukup tebal dan panjang. Botol itu bergerak masuk-keluar dari memek-nya yang sudah mengkilap basah oleh cairan orgasmenya sendiri. Setiap dorongan menghasilkan suara “slup… slup…” yang basah dan menggoda. Pinggul Aurel terangkat sedikit, bokong bulatnya bergoyang pelan mengikuti irama tangannya.
3037Please respect copyright.PENANAfFZ48PJFgu
“Ahh… hmm… lebih dalam lagi…” desah Aurel dengan suara rendah yang penuh nafsu. Matanya terpejam rapat, bibirnya terbuka, lidahnya sesekali menjilat bibir bawah. Video di laptop menunjukkan adegan wanita yang sedang digangbang oleh beberapa pria, suara desahan dari speaker kecil ikut memenuhi kamar.
3037Please respect copyright.PENANAYQzh5FQQ4z
Kevin merasa kontolnya langsung mengeras di balik celana pendek. Napasnya menjadi berat. Ia tidak menyangka sama sekali bahwa keponakannya yang pemarah dan tegas ini ternyata punya sisi liar seperti ini. Tangan kanannya tanpa sadar meraih ponsel dari saku, membuka kamera, dan mulai merekam diam-diam. Layar ponsel menangkap setiap gerakan: botol parfum yang basah oleh cairan orgasme Aurel, memek yang merah muda dan mengembang karena gesekan, serta wajah Aurel yang semakin memerah dan penuh kenikmatan.
3037Please respect copyright.PENANAONfGg2E6Q3
Aurel mempercepat gerakan tangannya. Botol parfum bergerak lebih cepat, suara basahnya semakin keras. Tangan kirinya meremas payudaranya sendiri, memilin puting pink yang sensitif. “Ahh… ya… seperti itu… lebih kasar…”
3037Please respect copyright.PENANABOGFhmOMc3
Kevin berdiri diam di balik pintu, mata cokelatnya yang tajam tidak lepas dari pemandangan itu. Bau samar aroma tubuh Aurel yang manis bercampur bau cairan orgasme intimnya samar-samar tercium hingga ke koridor. Ia bisa mendengar napas Aurel yang semakin memburu, desahannya yang semakin tidak terkendali.
3037Please respect copyright.PENANAqxMBuKKrQ0
Tubuh Aurel mulai menegang. Pinggulnya terangkat lebih tinggi, bokong bulatnya menggigil. Jari-jari kakinya melengkung sempurna. “Aku… mau… keluar… ahh…!”
3037Please respect copyright.PENANAMYq8zhkvcN
Dengan gerakan cepat, botol parfum didorong lebih dalam. Tubuh Aurel mengejang hebat. memek-nya menyemburkan cairan orgasme bening yang cukup banyak, membasahi botol, tangannya, dan seprai di bawahnya. Jeritannya pecah pelan tapi panjang, “Aaahhh…! Keluar… keluar banget…!!” Seluruh tubuhnya gemetar, payudaranya bergoyang hebat, rambut hitamnya acak-acakan.
3037Please respect copyright.PENANAvn4YOxesc0
Kevin terus merekam, jantungnya berdegup kencang. Ia menunggu hingga gelombang orgasme Aurel mulai reda. Begitu tubuh wanita itu mulai rileks dan napasnya masih tersengal, Kevin mendorong pintu terbuka lebar dan melangkah masuk ke kamar dengan ponsel masih menyala.
3037Please respect copyright.PENANAe8qz2PwnXJ
“Wah… wah… lihat ini. Ponakan gue ternyata binal banget ya?” katanya dengan nada setengah mengejek, setengah penuh nafsu. Suaranya yang dalam menggema di kamar yang sepi.
3037Please respect copyright.PENANAbVRSoDnwg0
Aurel tersentak hebat. Matanya terbuka lebar, wajahnya yang sudah memerah semakin pucat karena kaget. Tapi tubuhnya masih dalam sisa-sisa orgasme yang kuat; memek-nya masih berkedut-kedut di sekitar botol parfum, kakinya masih terbuka lebar, dan ia belum sempat menutup apa pun.
3037Please respect copyright.PENANAY7nnrDAL77
“Kevin…?! Apa-apaan…! Jangan… jangan rekam… ahh!” suaranya campur malu, panik, dan sisa kenikmatan yang belum hilang sepenuhnya. Tangan kirinya berusaha menutup memek-nya, tapi gerakannya lemah.
3037Please respect copyright.PENANAdWVzCATzBW
Kevin tersenyum lebar, mendekat ke tepi tempat tidur tanpa mematikan rekaman. “Gak usah malu, Aurel. Kamu cantik kok pas lagi begini. Lihat, memek kamu masih basah banget. Botol parfum aja bisa bikin kamu orgasme sekeras itu?”
3037Please respect copyright.PENANAvhTgJoZYVF
Aurel menggigit bibir, air mata malu mulai menggenang di mata cokelatnya yang memikat. “Matikan… tolong matikan kameranya… aku malu sekali… ini bukan urusan kamu!”
3037Please respect copyright.PENANAtXJ2unpFLg
Tapi Kevin malah duduk di tepi ranjang. Satu tangannya meletakkan ponsel di meja nakas sehingga masih terus merekam dari sudut yang sempurna. Tangan kanannya terulur pelan, jari telunjuknya menyentuh bibir memek Aurel yang masih terbuka dan basah. Aurel menggelinjang hebat, tubuhnya masih sangat sensitif.
3037Please respect copyright.PENANAzPYo2UuuPp
“Jangan sentuh…! Aku masih sensitif… ahh Kevin… jangan!”
3037Please respect copyright.PENANAamQXbGcqDr
Kevin tidak mendengarkan. Jarinya mengusap pelan celah memek yang licin, lalu menemukan kristorisyang masih membengkak. Ia mengocoknya dengan gerakan lembut tapi pasti, memainkan titik paling sensitif itu dengan ahli. Aurel mencoba menutup kakinya, tapi Kevin dengan mudah menahan paha kirinya tetap terbuka.
3037Please respect copyright.PENANAN4Ui3TXbwO
Desahan Aurel kembali keluar tanpa bisa ditahan. “Ahh… jangan… di situ… terlalu… sensitif… hmm!”
3037Please respect copyright.PENANArMajukZBMq
Kevin tersenyum melihat reaksi itu. “Tadi kamu bilang ‘lebih kasar’, kan? Sekarang aku yang kasih yang lebih baik dari botol parfum.”
3037Please respect copyright.PENANAiXZQieurum
Ia mempercepat gerakan jarinya, dua jari masuk ke dalam memek Aurel yang masih sangat basah, mengaduk-aduk dinding dalamnya sambil ibu jarinya terus memilin kristoris Suara basah “squish… squish…” memenuhi kamar. Aurel menggeliat hebat, tangannya mencengkeram seprai, kepalanya menggeleng-geleng.
3037Please respect copyright.PENANADiXqNGo9qv
“Kevin… ahh… aku… mau lagi… tolong… jangan berhenti…!”
3037Please respect copyright.PENANATZU3iIMFf6
Kevin merasakan memek Aurel mulai menyempit di sekitar jarinya. Ia tahu wanita itu sudah hampir mencapai puncak lagi. Dengan suara rendah penuh dominasi, ia berbisik, “Orgasme lagi buat Paman, Aurel. Tunjukkan betapa binalnya kamu sebenarnya.”
3037Please respect copyright.PENANAhnByegbbFW
Itu cukup. Tubuh Aurel mengejang untuk kedua kalinya malam itu. cairan orgasmenya menyembur kecil ke telapak tangan Kevin, tubuhnya melengkung indah, jeritannya pecah lagi, lebih lemah tapi tetap penuh kenikmatan. “Aaahhh…! Lagi… keluar lagi…!!”
3037Please respect copyright.PENANAX0QWACGNkU
Kevin menarik tangannya yang basah, menatap Aurel yang kini terbaring lemas, napasnya tersengal-sengal, wajahnya penuh campuran malu dan kepuasan yang tak bisa disembunyikan. Rambut hitam panjangnya lengket di kening, payudaranya naik-turun cepat, puting pink-nya masih mengeras.
3037Please respect copyright.PENANAMzVn3UGQZC
Kevin berdiri, melepaskan celana pendeknya perlahan. kontolnya yang sudah tegang penuh, 19 cm dengan kepala yang membengkak, terayun bebas di depan mata Aurel. Aurel menatapnya dengan mata setengah terpejam, campuran ketakutan dan hasrat yang mulai bangkit kembali.
3037Please respect copyright.PENANAYlywRSRpIr
“Kevin… jangan… kontol kamu… terlalu besar… aku takut…” bisiknya lemah, tapi suaranya sudah tidak sekeras tadi.
3037Please respect copyright.PENANAFjfQtYW6AC
Kevin mendekat, menggesekkan kepala kontolnya yang panas di celah memek Aurel yang masih basah dan berkedut. “Malam ini baru permulaan, ponakan. Kamu sudah buka rahasiamu di depanku. Sekarang giliran aku yang buka rahasiamu yang lebih dalam.”
3037Please respect copyright.PENANAMl8n0S8xv4
Ia mendorong pelan. Hanya kepala kontol yang masuk, Aurel sudah menggigit bibir kuat-kuat, tangannya mencengkeram lengan Kevin.
3037Please respect copyright.PENANADp4tqCNTLU
“Pelan… sakit… ahh…”
3037Please respect copyright.PENANAw6jYp0C2ky
Tapi Kevin terus mendorong perlahan, merasakan memek Aurel yang sempit dan panas melingkupi kontolnya. Bau aroma seks yang manis dan maskulin mulai memenuhi udara kamar. Kevin tahu, setelah malam ini, hubungan mereka tidak akan pernah sama lagi.
3037Please respect copyright.PENANAjMCJzLSh9B
Dan Aurel, di balik rasa malu dan sakit yang masih ada, mulai merasakan gelombang kenikmatan baru yang jauh lebih kuat daripada botol parfum kesayangannya.
3037Please respect copyright.PENANAjzf7hrB0p8
Malam yang sepi itu baru saja berubah menjadi malam yang akan mereka ingat seumur hidup.
3037Please respect copyright.PENANAJ1hotZbVSH


