Bab 4: Belanja yang Mengubah Segalanya
1494Please respect copyright.PENANA9s5cpdkwol
Pagi Sabtu di Jakarta Selatan terasa lebih cerah dari biasanya. Matahari sudah tinggi saat Aisyah dan Bram keluar dari rumah, tangan mereka saling bergandengan menuju mobil SUV hitam yang parkir di garasi. Aisyah mengenakan gaun pendek berwarna krem yang ringan, bahan katun tipis yang menempel lembut di tubuh langsingnya, menampilkan lekuk payudara E+ cup yang bergerak pelan setiap langkah. Rambut hitam panjangnya dikuncir ponytail tinggi, membuat leher putihnya terlihat lebih panjang dan menggoda. Sepatu flat putih membuatnya terlihat segar dan muda.
1494Please respect copyright.PENANAGeX1ok5YgW
Bram, dengan kemeja linen biru muda yang digulung lengan sampai siku dan celana chino hitam, terlihat santai namun tetap maskulin. Senyum menawannya muncul setiap kali melirik Aisyah. “Kamu cantik banget hari ini. Kayak pengen aku batalin rencana belanja, langsung balik ke rumah aja.”
1494Please respect copyright.PENANAaAneWNDD5O
Aisyah tertawa, memukul lengan Bram pelan. "Jangan deh! Aku udah lama nggak belanja baju. Kamu janji mau manjain aku hari ini."
1494Please respect copyright.PENANAZcWpeNw7jw
Bram membuka pintu mobil untuk istrinya, lalu mencium pipi Aisyah dengan cepat sebelum menutup pintu. “Janji. Hari ini kamu ratu. Belanja sepuasnya.”
1494Please respect copyright.PENANArKXKfs41b4
Mereka menuju salah satu mall mewah di kawasan SCBD—tempat favorit Aisyah karena butik-butik branded dan suasana yang nyaman. Begitu masuk, aroma parfum mahal dan kopi spesial langsung menyambut. Aisyah langsung bersemangat, matanya berbinar melihat etalase-etalse yang penuh warna.
1494Please respect copyright.PENANAF4rHC1UXVe
Pertama mereka mampir ke butik lingerie premium di lantai dua. Aisyah memilih beberapa set bra dan celana dalam renda hitam dan merah, cobalah di ruang ganti sambil Bram menunggu di luar dengan senyum sabar.
1494Please respect copyright.PENANAGFvVj3R3jZ
Saat Aisyah keluar dengan set pertama—bra push-up hitam renda yang membuat payudaranya terlihat lebih penuh dan bulat—Aisyah berputar kecil di depan Bram. "Gimana? Bagus kan?"
1494Please respect copyright.PENANAM4qoU53k6J
Bram menelan ludah, matanya gelap. “Bagus banget. Malah bikin aku pengen langsung bawa kamu ke mobil sekarang.”
1494Please respect copyright.PENANAFpb5yOKIKX
Aisyah tersipu, tapi senang. “Nanti malam aja ya. Masih banyak yang mau dicoba.”
1494Please respect copyright.PENANAEX6LrGAdiY
Mereka berbelanja terus—baju tidur sutra, gaun seksi untuk dipakai di rumah, bahkan sepatu hak tinggi merah yang Aisyah bilang “buat malam spesial”. Tas belanjaan sudah penuh, tapi mood Aisyah semakin bagus. Dia tertawa riang, memeluk lengan Bram setiap kali melihat sesuatu yang lucu.
1494Please respect copyright.PENANAsH9h0Dzjt6
Saat istirahat di food court mewah, mereka duduk di sudut yang agak privat. Aisyah memesan es krim matcha, Bram kopi hitam. Sambil menikmati, Bram mulai membuka pembicaraan yang sudah dia rencanakan sejak beberapa hari lalu.
1494Please respect copyright.PENANAJcDYTwXlzJ
“Sayang… kamu inget kemarin malam aku bilang pengen eksplor lebih dalam?”
1494Please respect copyright.PENANAEJC1lRuRly
Aisyah mengangguk, sendok es krim berhenti di mulut. "Iya. Yang tepi itu kan? Aku suka banget loh, meski sempat kesel karena ditahan-tahan."
1494Please respect copyright.PENANAHNfZODwNL6
Bram tersenyum kecil, tangannya meraih tangan Aisyah di atas meja. "Itu baru permulaan. Aku mikir… kita bisa coba hal-hal lain. Mainan seks, alat bantu, mungkin sedikit permainan kekuasaan. Aku pengen kamu merasakan sensasi yang berbeda, yang lebih intens. Tapi hanya kalau kamu setuju."
LANJUTAN CERITA BISA DI AKSES DI https://lynk.id/novelhambilah
1494Please respect copyright.PENANAk8SgqCYVwQ


