Bab 5: Masuk ke Dunia Rahasia
1746Please respect copyright.PENANAHWo0ucv47s
Malam itu rumah terasa lebih sunyi dari biasanya. Lampu ruang tamu sudah diredupkan, hanya menyisakan cahaya kuning hangat dari lampu meja sudut. Aisyah duduk di sofa panjang, kakinya dilipat, masih mengenakan gaun krem pendek dari tadi siang. Tas belanjaan “rahasia” dari Secret Pleasure ada di karpet di depannya, belum disentuh sejak pulang. Bram keluar dari dapur membawa dua gelas wine merah, duduk di samping istrinya sambil menyerahkan satu gelas.
1746Please respect copyright.PENANAlVGMw8hx8Z
“Cheers buat malam pertama eksplorasi kita,” kata Bram lembut, mengangkat gelasnya.
1746Please respect copyright.PENANAAnsjDyZrcz
Aisyah menyesap wine-nya pelan, rasa manis asam langsung menyebar di lidah. "Aku deg-degan banget, Bram. Kayak lagi mau ujian tapi nggak tahu soalnya apa."
1746Please respect copyright.PENANATWdbYXEJAR
Bram tertawa kecil, tangannya menyentuh paha Aisyah di atas gaunnya. "Tenang aja. Kita mulai pelan-pelan. Malam ini cuma coba vibrator kecilnya dulu. Nggak ada yang aneh-aneh."
1746Please respect copyright.PENANAgczoiByoZ0
Aisyah mengangguk, tapi dia sedikit gemetar saat membuka tas belanjaan. Dia mengeluarkan kotak berwarna merah muda kecil berlabel “Bullet Remote Control”. Di dalamnya terdapat vibrator berbentuk telur mungil, remote kecil seperti gantungan kunci, dan kabel charger.
1746Please respect copyright.PENANAoZze5eUKI5
“Gimana caranya pakai?” tanya Aisyah, suaranya hampir bisik.
1746Please respect copyright.PENANAeYZF0me5M4
Bram mengambil vibrator itu, menyalakan pengisian daya sebentar. “Pertama, kita lumasi dulu biar masuk mudah. Kamu mau aku bantu masuknya?”
1746Please respect copyright.PENANA3k3Vt6P5r7
Aisyah mengangguk cepat, wajahnya merah padam. “Iya… aku malu kalau sendiri.”
1746Please respect copyright.PENANA8CmUvjtuqx
Mereka pindah ke kamar tidur. Bram menyalakan lampu di samping tempat tidur saja, membuat ruangan terasa intim dan hangat. Aisyah berdiri di depan kasur, Bram membantu menurunkan resleting dress-nya dengan pelan. Kain krem meluncur ke bawah, menampilkan tubuh telanjang Aisyah yang putih mulus. Payudara E+ cup-nya terangkat karena napas cepat, puting-putingnya sudah terisi karena udara dingin dan antisipasi.
1746Please respect copyright.PENANAAXnAr0xAlg
Bram menatap lama, matanya gelap penuh hasrat. “Kamu semakin cantik setiap hari.”
1746Please respect copyright.PENANAwwjuckmrdx
Dia membaringkan Aisyah di kasur, lalu mengambil botol pelumas premium yang dibeli tadi. Tetesan bening dituang ke lehernya, lalu dioleskan perlahan ke vibrator bullet. Dinginnya lube membuat Aisyah menggelinjang kecil saat Bram menyentuh bibir vagina-nya.
1746Please respect copyright.PENANA7N3LhMEDpb
“Napas dalam, Sayang,” bisik Bram.
1746Please respect copyright.PENANARYQ4QM8rSh
LANJUTAN CERITA BISA DI AKSES DI https://lynk.id/novelhambilah
1746Please respect copyright.PENANATkARhOpMyL


