Bab 2: Rahasia WiFi & Rasa Ingin Tahu
1310Please respect copyright.PENANA3sWDwYgulO
Pagi setelah malam yang panas itu, sinar matahari Jakarta menyusup melalui tirai tipis kamar Ica. Gadis itu terbangun dengan tubuh masih terasa lemas, sisa-sisa orgasme diam-diam semalam meninggalkan sensasi hangat di antara pahanya. Hijab tidurnya agak miring, rambut hitam panjangnya kusut menempel di pipi yang masih memerah. Dia menarik selimut lebih tinggi, mencoba mengusir rasa bersalah yang mulai merayap.
1310Please respect copyright.PENANAJIWLfivFIL
Di dapur, Amel sudah sibuk menyiapkan sarapan. Aroma kopi hitam dan roti bakar dengan selai kacang menguar ke seluruh apartemen. Amel tampak segar seperti biasa—hijab krem polos membingkai wajah cantiknya, mata cokelatnya berbinar saat melihat Riyan keluar dari kamar mandi dengan kaos ketat yang memperlihatkan otot dada dan lengan.
1310Please respect copyright.PENANAuTIQ05K9sE
“Pagi, sayang,” sapa Amel sambil mencium pipi Riyan sekilas. “Ica masih tidur ya? Biasanya dia udah bangun duluan.”
1310Please respect copyright.PENANAh3lusJgeNS
Riyan tersenyum tipis, tangannya merangkul pinggang Amel dari belakang. “Mungkin capek. Kemarin kan dia ada presentasi kuliah malam-malam.”
1310Please respect copyright.PENANAcQrhcpDVU6
Amel mengangguk, tidak curiga sama sekali. “Iya deh. Kasian adikku. Nanti aku bangunin.”
1310Please respect copyright.PENANAjMYZdif68e
Riyan mencium leher Amel pelan, tapi matanya melirik ke arah koridor menuju kamar Ica. Senyumnya sedikit lebih dalam, lebih gelap.
1310Please respect copyright.PENANAbgwCYpbzli
Sementara itu, di kamarnya, Ica sudah duduk di depan meja belajar. Laptop terbuka, browser incognito aktif. Semalam setelah orgasme pertamanya yang “terinspirasi” kakak ipar, dia tidak bisa tidur nyenyak. Pikirannya dipenuhi bayangan: suara tamparan pelan di bokong Amel, desahan kakaknya yang panjang, bisikan Riyan yang dalam. Ica tahu itu salah—Riyan adalah suami kakaknya, kakak iparnya sendiri. Tapi rasa penasaran itu seperti api kecil yang terus menyala.
1310Please respect copyright.PENANABajKMPCxdv
Dia mengetik di search bar: “cara orgasme lebih kuat wanita”. Hasilnya langsung muncul—artikel, forum, video pendek. Ica menelan ludah, jarinya gemetar saat mengklik salah satu video berjudul “Beginner’s Guide to Intense Pleasure”. Suara wanita di video itu mirip sekali dengan desahan Amel semalam. Ica mematikan suara laptop, tapi matanya tidak bisa lepas dari layar.
1310Please respect copyright.PENANAXyceRp26jt
Tangan kanannya merayap lagi ke bawah celana pendek tidurnya. Jari tengahnya menyentuh kristoris yang masih sensitif, menggosok pelan mengikuti ritme video. Napasnya mulai tersengal.
1310Please respect copyright.PENANAp156f1oW1O
“Aaah… kenapa enak banget…” gumamnya pelan.
1310Please respect copyright.PENANAz6U5eMla2E
Dia membayangkan lagi: kalau Riyan yang menyentuhnya seperti itu. Kalau kontol besar kakak iparnya yang menggesek kristorisnya, bukan jari sendiri. Ica menutup mata, jarinya masuk lebih dalam ke vagina yang sudah basah lagi. Gerakannya semakin cepat, pinggulnya bergoyang kecil di kursi.
1310Please respect copyright.PENANAUPoNCPmGg0
Tiba-tiba pintu kamar diketuk pelan.
1310Please respect copyright.PENANAFc5hkrYwBo
“Ica? Bangun belum, Ci?” suara Amel dari luar.
1310Please respect copyright.PENANAM6yvMyxD7V
Ica tersentak, tangannya langsung ditarik keluar. Wajahnya panas sekali. “I-iya, Kak! Bentar ya!”
1310Please respect copyright.PENANAf5f2qkDRRH
Dia buru-buru menutup laptop, merapikan hijab, dan berusaha menenangkan napas. Saat membuka pintu, Amel tersenyum lebar sambil membawa segelas jus jeruk.
1310Please respect copyright.PENANAq9wlBeRMNd
“Sarapan dulu yuk. Kak Riyan udah nunggu.”
1310Please respect copyright.PENANAbW2fNCUTfA
Ica mengangguk cepat, berusaha tersenyum normal. “Iya, Kak. Makasih.”
1310Please respect copyright.PENANAcDCmKouFCN
Di meja makan, suasana terlihat hangat seperti biasa. Riyan duduk di ujung, membaca sesuatu di ponselnya. Saat Ica duduk, mata Riyan melirik sekilas—tatapan yang singkat, tapi cukup membuat Ica merinding. Ada sesuatu di mata pria itu, seperti sedang mengukur, menilai.
1310Please respect copyright.PENANAwZtdSKqDIt
“Pagi, ca.” sapa Riyan santai. Suaranya dalam, sama seperti suara bisikannya ke Amel semalam.
1310Please respect copyright.PENANAjQPKDJaZl2
“P-pagi, Kak Riyan,” balas Ica pelan, matanya menunduk ke piring.
1310Please respect copyright.PENANAAkyyZDc9Sq
Amel sibuk mengoles selai, tidak sadar ada ketegangan kecil di udara. “Ica, hari ini kuliah jam berapa? Kalau sore, pulang bareng Kak Riyan aja ya, dia ke arah kampus.”
1310Please respect copyright.PENANAbJMtRQnRid
“Iya, boleh,” jawab Ica cepat, takut kalau menolak malah dicurigai.
1310Please respect copyright.PENANAO4GoYNFR8N
Setelah sarapan, Amel berangkat ke kantor desain interiornya. Riyan bilang dia kerja dari rumah hari ini—meeting online. Ica seharusnya ke kampus, tapi dia memilih bolos pagi ini. Alasan: “Sakit perut ringan”. Amel percaya begitu saja.
1310Please respect copyright.PENANAAXHqO4JSov
Begitu apartemen sepi, Ica kembali ke kamar. Laptop dibuka lagi. Kali ini dia lebih berani—mencari “porn Indonesia couple BDSM ringan”. Video pertama yang muncul: pasangan berhijab, wanita diikat tangan di atas kepala, pria memukul bokongnya pelan dengan tangan kosong. Suara *plak plak* membuat Ica langsung basah lagi.
1310Please respect copyright.PENANASezYbV6Btk
Dia melepas celana dalam, berbaring di ranjang, kaki terbuka lebar. Jarinya bermain di kristoris, lalu masuk ke vagina. Dia meniru ritme tamparan di video—menampar pelan pahanya sendiri sambil membayangkan itu tangan Riyan.
1310Please respect copyright.PENANAia2iSvm5pX
“Aaah… Kak Riyan… tampar aku… ahh…”
1310Please respect copyright.PENANAJfxV1wYuWR
Orgasme datang cepat, cairan orgasmenya membasahi sprei. Ica terengah-engah, tapi rasa ingin tahunya belum puas. Dia buka tab baru: “cara tahu kalau seseorang lagi nonton porno di wifi rumah”.
1310Please respect copyright.PENANAPpVpUCwP85
Hasil pencarian membawanya ke forum-forum teknologi. Ada yang bilang router modern bisa dimodif untuk monitoring traffic. Ica tertawa kecil—mustahil kan? Tapi dia coba cek IP router rumah mereka. Password default masih aktif—Riyan memang pintar, tapi mungkin sengaja tidak ganti supaya mudah diakses.
1310Please respect copyright.PENANAJtBxpzAz31
Saat itu, di ruang kerja Riyan (yang sebenarnya adalah ruang server kecil di apartemen), layar monitor menampilkan log wifi real-time.
1310Please respect copyright.PENANAs8DHeCi7aL
Notifikasi muncul:
- Device: Ica’s Laptop
- Domain visited: pornhub.com
- Search term: BDSM hijab Indonesia
- Duration: 28 minutes
1310Please respect copyright.PENANAc4KqWRZanK
Riyan tersenyum lebar. Jarinya mengetuk meja pelan. “Bagus, ca... kamu mulai bergerak sendiri.”
1310Please respect copyright.PENANAJOffR1AtA9
Dia membuka software monitoring yang dia install sendiri—bukan cuma log situs, tapi juga screenshot acak, bahkan keystroke logger ringan. Dia melihat Ica mengetik “rasa kontol besar di mulut”, lalu menghapusnya cepat karena malu.
1310Please respect copyright.PENANAgZSWcF5hrE
Riyan tertawa pelan. “Lucu juga kamu kalau lagi horny.”
1310Please respect copyright.PENANAehZ1NWDKnI
Sore harinya, saat Amel belum pulang, Riyan sengaja keluar dari ruang kerja dengan kaos tanpa lengan—otot lengannya terlihat jelas. Dia berpura-pura ke dapur ambil air, melewati kamar Ica yang pintunya setengah terbuka.
1310Please respect copyright.PENANAlJ6vD6nXvz
Ica sedang berganti baju setelah mandi. Handuk melilit tubuh, rambut basah menetes. Saat melihat bayangan Riyan di koridor, dia tersentak—handuk hampir jatuh.
1310Please respect copyright.PENANAVf3MSaGSXA
“Kak Riyan!” seru Ica panik, menarik handuk lebih erat.
1310Please respect copyright.PENANAmKyGDiLVCh
Riyan berhenti, memandang Ica dengan tatapan tenang tapi penuh arti. “Maaf, ca. Aku cuma mau ambil air. Kamu… oke?”
1310Please respect copyright.PENANARjOSIGQ07N
Ica mengangguk cepat, wajahnya merah padam. “I-iya… oke…”
1310Please respect copyright.PENANAFp3wYSLpHe
Riyan tidak langsung pergi. Dia melangkah satu langkah lebih dekat ke pintu. “Kamu kelihatan capek. Kurang tidur ya?”
1310Please respect copyright.PENANAkNTueXUVX5
Ica menunduk. “Sedikit…”
1310Please respect copyright.PENANA5Gau2q4k43
Riyan tersenyum—senyum yang membuat jantung Ica berdegup kencang. “Kalau butuh apa-apa, bilang aja ke aku. Kakak iparmu ini siap bantu kapan saja.”
1310Please respect copyright.PENANAzrqo9um3q4
Kata “kapan saja” itu terdengar biasa, tapi nada suaranya… dalam, menggoda, seperti janji tersembunyi.
1310Please respect copyright.PENANATFcOUFiOaS
Ica hanya bisa mengangguk kecil. “Makasih, Kak…”
1310Please respect copyright.PENANArGEDgjQ4oV
Riyan berbalik pergi, tapi sebelum masuk ruang kerja lagi, dia berbisik pada dirinya sendiri: “Sabar. Baru mulai.”
1310Please respect copyright.PENANApptyGlNNZq
Malam itu, setelah makan malam bertiga, Amel dan Riyan masuk kamar lebih awal. Ica pura-pura ke kamarnya, tapi pintu tidak ditutup rapat. Dia duduk di lantai dekat dinding pembatas, telinga menempel.
1310Please respect copyright.PENANAu6SOSYI3kw
Tak lama, suara mulai terdengar lagi.
1310Please respect copyright.PENANAoBTJkybpb7
*Plak! Plak!* Tamparan ringan.
“Aaahh… Riyan… lebih keras…” desah Amel.
1310Please respect copyright.PENANA2RS7Ykxczs
Ica menutup mulut dengan tangan, tapi tangan satunya sudah merayap ke bawah lagi. Dia menggosok kristorisnya pelan, mengikuti ritme tamparan kakaknya.
1310Please respect copyright.PENANAvrhHwpOMUZ
Di ruang kerja, monitor Riyan menunjukkan:
- Device: Ica’s Phone (terhubung wifi)
- App: Private browser
- Tab 1: “free BDSM porn step sibling”
1310Please respect copyright.PENANAxXWYqwkq6u
Riyan tertawa kecil. “Kamu cepat sekali belajar, ca.”
1310Please respect copyright.PENANAus1HiZ4c0k
Dia membuka folder rahasia di komputernya—ada subfolder baru: “Project Ica”. Di dalamnya, screenshot pertama malam ini: Ica di kamar mandi, handuk setengah jatuh, mata memandang ke arah pintu dengan ekspresi campur malu dan penasaran.
1310Please respect copyright.PENANAbXdNxp8QOr
Riyan menyimpan gambar itu, lalu mengetik catatan:
“Hari 1 monitoring: Subjek mulai aktif eksplorasi. Respon terhadap visual & audio stimulus tinggi. Tahap selanjutnya: kontak fisik ringan + sugesti.”
1310Please respect copyright.PENANASPoZYo1KUi
Malam semakin larut. Di kamar utama, Amel sudah orgasme dua kali, suaranya serak keenakan. Di kamar sebelah, Ica menyusul—cairan orgasmenya membasahi jari untuk ketiga kalinya hari itu.
1310Please respect copyright.PENANAKMiTnhLUQ1
Dan di ruang kerja gelap, Riyan mematikan monitor, tapi senyumnya tidak hilang. Rencana besarnya baru saja memasuki fase dua.
1310Please respect copyright.PENANAIjMMx9u86b
1310Please respect copyright.PENANA3uL6ADx0c1
1310Please respect copyright.PENANArUZS84Cdfj


