Bab 6: Hari Keempat: Gangbang Pertama
2044Please respect copyright.PENANACqypztRAZD
Pagi keempat di villa terpencil Bali terasa seperti mimpi buruk yang tak pernah berakhir—matahari sudah tinggi, cahaya keemasan menyusup melalui jendela kamar, tapi bagi Rahmi, dunia terasa gelap dan berat. Empat hari tanpa tidur sama sekali. Matanya merah, kelopaknya berat seperti ditarik gravitasi, tapi obat energi campur perangsang dari Farhan terus dipompa ke tubuhnya setiap beberapa jam, membuatnya tetap terjaga meski dalam kondisi setengah sadar. Tubuh montoknya yang dulu penuh energi sekarang terasa seperti boneka rusak: payudara besar yang bengkak dan sensitif karena remasan serta memuat berulang, bokong bulat yang penuh bekas merah, kulit putih mulusnya berkilau keringat dingin, rambut hitam panjang ikalnya kusut menempel di wajah pucat, hidung mancungnya napas napas pendek-pendek, dan mata cokelat yang dulu memikat kini redup, penuh lingkaran hitam. Emosinya sudah seperti roller coaster yang rusak: kelelahan ekstrem membuatnya ingin menangis setiap detik, marah yang mendidih karena merasa diperlakukan seperti barang, dipermalukan karena tubuhnya terus dipamerkan dan digunakan tanpa ampun, tapi di balik itu semua ada ketergantungan aneh—setiap orgasme paksa memberi jeda singkat dari rasa sakit, membuat penasaran seberapa jauh dia bisa bertahan. kepribadian lucunya masih mencoba bertahan, tapi semakin lemah: *Gue kayak zombie yang dipaksa dansa di pesta pembohong. Kalau aku pingsan, mereka akan tampar aku lagi. Tapi… kenapa gue masih basah setiap mereka menyentuhnya?*
LANJUTAN CERITA BISA DI AKSES DI https://lynk.id/novelhambilah
ns216.73.217.22da2


