Bab 5: Hari Ketiga: Permainan Dildo Ganda
1797Please respect copyright.PENANACKASKYflRR
Pagi ketiga di villa mewah Bali terasa seperti kabut tebal yang membuat pikiran Rahmi—matahari tropis menyinari pantai biru dengan lembut, angin laut membawa aroma segar yang seharusnya menyegarkan, namun tubuhnya terasa seperti beban berat yang tidak bisa dia angkat. Dari hari ini, aturan baru diberlakukan: Rahmi dilarang tidur sama sekali sampai perjanjian 7 hari selesai. Malam tadi, setelah rangsangan tanpa henti dari hari kedua, Ali, Riyan, dan Farhan memastikan dia tetap terjaga—vibrator rendah menyala terus di klitorisnya, obat perangsang dosis rendah disuntik setiap jam, dan jika mata Rahmi mulai terpejam, mereka bangunkan dengan perhatian pelan atau sentuhan erotis yang membuat dia tersentak. Tubuh montoknya, tinggi 167 cm dengan payudara besar yang sekarang bengkak dan sensitif karena permainan sebelumnya, bokong bulat yang merah karena pencahayaan berulang, dan kulit putih mulusnya yang basah keringat, terasa seperti api yang membakar dari dalam. Rambut hitam panjang ikalnya menempel lengket di punggung, hidung mancungnya menghirup udara pagi dengan susah payah, dan mata cokelatnya yang memikat sekarang karena kelelahan, penuh biasanya campuran emosi: kelelahan fisik yang membuat dia ingin menyerah, takut akan membayangkan yang semakin berat, tapi juga ketergantungan aneh pada kenikmatan yang membuat penasaran—*Gue nggak tidur semalaman, tubuh gue kayak zombie horny, tapi kenapa gue masih pengen lebih? Ini gila, gue benci tapi suka.* kepribadian lucunya mencoba bertahan untuk menjaga kewarasan: *Yah, setidaknya gue dapet 'insomnia party' gratis, meskipun hadiahnya orgasme paksa.* Tapi dalem hati, konflik internal mulai muncul kuat—dia merasa seperti kehilangan diri sendiri, dipermalukan karena jadi budak, tapi diberdayakan karena bertahan, marah pada Ali karena aturan baru ini, dan takut akan-hari depan tanpa istirahat.
LANJUTAN CERITA BISA DI AKSES DI https://lynk.id/novelhambilah
ns216.73.217.22da2


