Bab 7: Hari Kelima: Dominasi Total
1926Please respect copyright.PENANAYMfZDI6LQj
Pagi kelima di villa mewah terpencil Bali terasa seperti api penyucian yang tak ada titik—matahari tropis naik pelan, menyinari pantai biru dengan cahaya hangat yang ironis, tapi bagi Rahmi, dunia terasa seperti penjara kabut yang menekan pikiran. Sudah tiga hari penuh tanpa tidur sejak aturan kejam itu dimulai di hari ketiga (bab 5), dan sekarang memasuki hari kelima, total lima hari tanpa istirahat mata yang benar-benar. Obat energi dan perangsang dari Farhan terus disuntik setiap beberapa jam, membuat tubuh tetap 'terjaga' dalam keadaan setengah zombie, tapi pikiran sudah retak-retak seperti kaca yang hampir pecah. Tubuh montoknya yang dulu lincah sekarang terasa seperti beban mati: payudara besar yang bengkak parah karena remasan dan pencapaian berhari-hari, bokong bulat yang penuh bekas memar merah keunguan, kulit putih mulusnya penuh keringat dingin dan cum kering dari gangbang kemarin, rambut hitam panjang ikalnya kusut seperti sarang burung, hidung mancungnya napas pendek dan tersengal, dan mata cokelat yang dulu memikat kini merah, lingkaran hitam tebal di seperti tanda-tanda kekalahan. Emosinya sudah seperti badai yang tak terkendali: kelelahan ekstrem membuatnya ingin menyerah dan mati saja, marah yang membara seperti api neraka karena merasa tubuhnya bukan miliknya lagi, terhina karena setiap detik dia merasakan kenikmatan yang tertutup, tapi di balik itu ada ketergantungan gelap—setiap rangsangan memberi jeda singkat dari rasa sakit, membuat penasaran sangat jauh batasnya, berkonflik karena benci tapi juga ketagihan. Kepribadian lucunya masih mencoba muncul sebagai perlindungan terakhir: *Gue kayak vampir yang alergi matahari, tapi bukannya darah, gue haus orgasme. Kalau gue pingsan lagi, mereka bakal tampar gue atau masukin sesuatu. Tapi… kenapa gue masih horny?*
LANJUTAN CERITA BISA DI AKSES DI https://lynk.id/novelhambilah
ns216.73.217.22da2


