Bab 3: Rencana Jebakan dari Yoga dan Rekan
2552Please respect copyright.PENANAQwPjqcELBS
Beberapa hari setelah acara perusahaan, suasana di penthouse mewah Yoga terasa berbeda. Lampu redup, aroma wiski mahal bercampur asap cerutu tipis, dan suara musik jazz pelan-pelan mengalun dari speaker tersembunyi. Yoga duduk di sofa kulit hitam panjang, kakinya disilangkan santai, jasnya sudah dilepas, kemeja putihnya digulung lengan sampai siku memperlihatkan otot lengan yang berlatih. Di seberangnya, Ahmad dan Amari duduk dengan posisi serupa—Ahmad dengan gelas kopi hitam pekat di tangan, Amari memainkan ponselnya sambil tersenyum licik.
2552Please respect copyright.PENANAYvt5MIIH2n
Yoga menatap layar tablet di meja, menampilkan foto acara malam itu. Zoom ke wajah Amanda yang tersenyum malu-malu di samping Indra. "Lihat ini," katanya dengan suara dalam yang tenang tapi penuh hasrat. "Dia seperti permata mentah. Kulit putih, bentuk tubuh pas untuk dimodifikasi, dan yang paling penting... dia setia banget sama suaminya. Itu yang bikin tantangannya menarik."
2552Please respect copyright.PENANAGgJNjVHHhm
Ahmad mengangguk, matanya tajam seperti sedang menghitung rumus kimia. "Keturunan Arab ya? Kulitnya cocok untuk silikon premium yang aku kembangkan. Payudara E cup sekarang bisa naik ke G atau lebih tanpa terlihat palsu. Bokong juga, bisa dibuat lebih montok. Obat perangsang dosis tinggi yang aku punya bakal bikin dia ketagihan dalam seminggu." Dia tertawa pelan, suaranya kering. "Dan enema formula baru—bisa dikombinasi dengan vibrator untuk sensasi penuh tanpa henti."
2552Please respect copyright.PENANA49ZYUHghWD
Amari menyandarkan tubuh atletisnya ke belakang, senyum lebarnya menunjukkan gigi putih kontras dengan kulit gelap. "Aku sudah siapin setup kamera 4K di ruang show. Kostum latex, dengan masker built-in, plug ekor berbagai ukuran. Video pertama bakal di-upload ke dark web dulu, biar tes pasar. Kalau respon bagus, kita live stream berbayar. Gangbang setiap sesi, jumlah peserta naik setiap minggu. Minimal 6 di awal, bisa sampai 20 di akhir." Matanya berbinar. "Dan yang terbaik, identitasnya aman. Masker full coverage, tato sementara untuk menyamarkan tubuh. Nggak ada yang tahu itu istri karyawan kita."
2552Please respect copyright.PENANAQivp5BhqW7
Yoga mengangguk puas. "Bagus. Tapi kuncinya Indra dulu. Dia terlalu loyal, kerja keras, laporan selalu tepat waktu. Kita harus bikin dia terlibat dalam kesalahan besar—kerugian yang terlihat dari kelalaiannya sendiri." Dia mengetuk tablet, membuka spreadsheet proyek rahasia perusahaan. "Proyek ekspansi ke Asia Tenggara. Nilai kontrak ratusan miliar. Kita masukin klausul palsu di dokumen final, biar kalau audit, sepertinya Indra yang menyetujui tanpa cek detail."
2552Please respect copyright.PENANAYA4Qzq3DjK
Ahmad mengangkat alis. "Risikonya tinggi. Kalau dia curiga?"
2552Please respect copyright.PENANAyxwp7ffWzG
"Tidak akan," jawab Yoga tegas. "Indra percaya banget sama aku. Dia pikir aku bos yang adil. Kita kasih dia tanggung jawab besar minggu ini—review kontrak supplier baru. Aku kirim email palsu dari 'tim legal' dengan lampiran yang sudah dimodif. Dia sign, boom—kerugian muncul dua bulan kemudian. Kita salahkan dia, ancam tuntut, tapi tawarin jalan keluar: istri 'bantu' perusahaan."
2552Please respect copyright.PENANANYZISnJd9u
Amari tertawa keras. "Dan dia akan mengirim Amanda ke sini sebagai 'asisten'. Empat bulan tanpa libur. Sementara Indra dipromosikan ke cabang luar kota—jauh dari istrinya. Isolasi yang sempurna."
2552Please respect copyright.PENANAYOUgPdtzjR
Yoga bangun, berjalan ke jendela besar yang menghadap kota malam. Lampu-lampu gedung berkilauan di bawah. "Aku sudah melihat mata malam itu. Saat aku menyentuh sekilasnya, dia tersentak tapi tidak marah. Ada rasa penasaran di balik kepolosannya. Dia suka perlakuan dominan, meski belum sadar. Indra juga—dia tipe yang fantasi kasar sama istrinya, tapi terlalu sopan untuk mengatakannya. Kita bakal mengubah itu semua."
2552Please respect copyright.PENANA9zTKyzj9H5
Mereka melanjutkan diskusi detail: timeline jebakan, alat-alat yang akan dipakai untuk 'latihan' Amanda, jadwal tayang 12 kali seminggu sekali, masing-masing hampir seharian dengan 4 sesi berbeda. Sesi eksib, modifikasi tubuh, penyiksaan BDSM, dan gangbang klimaks. Obat perangsang dari Ahmad untuk bikin Amanda tak bisa menolak, kalung kontrol budak dengan remote untuk menahan orgasme, listrik ringan ke area sensitif, double dildo simultan, enema berulang untuk sensasi penuh.
2552Please respect copyright.PENANAd1d301HNrv
LANJUTAN CERITA BISA DI AKSES DI https://lynk.id/novelhambilah
2552Please respect copyright.PENANAnk0HjYad8m
Sementara itu, di rumah kecil mereka di pinggiran kota, Amanda dan Indra sedang menikmati malam biasa. Amanda di dapur, memasak sup ayam kesukaan Indra. Hijabnya sudah dilepas, rambut hitam panjang terurai bebas. Dia mengenakan kaus longgar dan celana pendek, payudaranya bergoyang lembut saat bergerak. Indra masuk dari kantor, tampak lelah tapi senang. "Sayang, aku pulang!"
2552Please respect copyright.PENANAvFXmllw9Fm
Amanda berlari memeluknya dari belakang, dagunya di bahu Indra. "Capek ya? Duduk dulu, aku ambilin air." Kepribadian lucunya muncul: "Kalau kamu capek banget, nanti aku pijit sambil marah-marah biar kamu ketawa." Indra tertawa, memutar tubuh dan mencium keningnya. "Kamu memang obat terbaik."
2552Please respect copyright.PENANAhzn5gcDqSI
Mereka makan malam sambil ngobrol. Indra cerita soal proyek baru. "Besok aku harus review kontrak besar. Bos Yoga percaya banget sama aku, terima kasih tanggung jawab ini." Amanda mengangguk bangga. "Kamu memang hebat, sayang. Aku yakin kamu bisa." Tapi diam-diam, Amanda ingat datangnya malam Yoga itu—intens, seperti bisa menembus jiwa. Dia goyang-goyang kepala, buang pikiran itu.
2552Please respect copyright.PENANAVsjZ7NInL1
Setelah makan, mereka ke kamar. Lampu redup, suasana intim. Indra menarik Amanda ke pangkuannya di kasur. “Aku kangen kamu seharian,” bisiknya sambil menciumnya. Amanda mendesah pelan, memeluknya ke dada Indra. "Aku juga. Kamu pengen apa malam ini?"
2552Please respect copyright.PENANAy1U13PB7PW
Foreplay dimulai lambat. Indra melepas kaus Amanda, menampilkan payudaranya yang montok. putingnya menegang saat Indra menyentuhnya dengan lembut. "Kamu cantik banget," gumamnya, lidahnya bermain di salah satu puting. Amanda menggeliat, "Ahh... Indra... pelan..." Tapi tubuhnya bereaksi, vaginanya mulai basah.
2552Please respect copyright.PENANAy9YgqMVG11
Indra membalik posisi, sekarang di atas. Tangannya turun, menyentuh kristorisAmanda, menggosok pelan. "Kamu basah cepet banget nih." Amanda menggigit bibir, "Karena kamu... aku suka kalau kamu begini." Indra tersenyum, tapi di benak muncul fantasi: pengen ikat tangan Amanda ke kepala kasur, bikin dia tak bisa bergerak, lalu masuk kasar. Dia menggeleng pelan, fokus pada sekarang.
2552Please respect copyright.PENANA0LJqAs3ZZW
Amanda menarik Indra naik, menciumnya dalam. Lidah mereka saling bertarung, napas berat. Dia meraih titit Indra, mengelusnya pelan. Keras banget..pengen masuk ya? Indra mengangguk, memposisikan diri. Dorongan pertama pelan, masuk penuh. Suara plok lembut saat mereka membeku. Gerakan maju mundur sinkron, Amanda mengerang, "Lebih cepat... ahh..."
2552Please respect copyright.PENANAKfaurrk6xf
Indra mempercepat, meremas bokong Amanda. Tamparan ringan: plak! Amanda tersentak, tapi matanya berkilau. "Lagi..." pintanya pelan. Indra terkejut, tapi senang—fantasinya mulai sedikit nyata. Gerakan semakin intens, suara plok-plok-plok memenuhi kamar. Amanda mencapai orgasme pertama, tubuhnya bergetar, vaginanya lemah kuat. “Aku… keluar… Indraaa!”
2552Please respect copyright.PENANAnUWODS6xaw
Indra ikut, menyemprot ke dalam, napas tersengal. Mereka berpelukan, berkeringat basah. "Aku sayang kamu," bisik Amanda. Indra membalas, "Aku juga. Selamanya."
2552Please respect copyright.PENANAoTykQyChxK
Tapi di luar sana, rencana sudah berjalan. Keesokan harinya, Indra di kantor menerima email dari 'tim legal'—lampiran kontrak yang sudah dimodif Yoga. Tanpa curiga, dia meninjau dan menandatangani digital. Kerugian mulai ditanam.
2552Please respect copyright.PENANAvjSYBQrlmR
Malam berikutnya, Amanda sendirian di rumah karena Indra lembur. Dia mengisi ulang sofa, menggulirkan ponsel. Tiba-tiba teringat Yoga lagi. “Kenapa ya aku mikirin dia?” gumamnya. Ada rasa aneh—campur takut dan... tertarik? Dia goyang kepala, matikan lampu, tidur dengan hati nyaman.
2552Please respect copyright.PENANAWgXZ93gdrB
Di penthouse, Yoga mendapat update dari pengemudi. "Indra sudah tanda tangan. Dua bulan lagi, kerugian muncul." Dia gelap tersenyum. Bagus.Saatnya tahap berikutnya.
2552Please respect copyright.PENANASgFfZJUUka
Rencana jebakan semakin dekat. Kehidupan harmonis Amanda dan Indra masih utuh—untuk sementara.
2552Please respect copyright.PENANAX52g5GmeOZ


