Perkenalan pun tak terputus . Karena Richie merasa senang karena telah di bantu oleh perempuan cantik berhijab ini dalam memahami ibuku, lalu pikiran nya pun mulai liar berimajinasi.
Pertama Tama Richie bertrima kasih, lalu sebagai wujud terimakasih Richie mulai menawarkan sesuatu sebagai imbal terimakasih. seperti ingin mengajak makan, bersedia mengantarkan, atau hal hal apa saja yang di butuhkan oleh si perempuan. Pada awalnya perempuan ini menolak. Dan mengatakan bahwa sesama manusia perlu saling membantu. Dan bukan sesuatu yang istimewa. Tetapi karena Richie ini memang dasarnya banyak akal. Maka selanjutnya Richie dapat juga akhirnya menawarkan sesuatu bantuan untuk nya.
Richie adalah tipe pemuda yang mempunyai karakter keinginan kuat, jika telah menginginkannya sesuatu maka ia akan berusaha dengan berbagai jalan untuk mendapatkan. Dan ini telah terbukti. Pada saat si perempuan hendak pulang. Richie menawarkan untuk mengantar. Sambil tak lupa mengucapkan mungkin suatu saat ia akan membutuhkan lagi banyak bantuan darinya.
Singkat kata singkat cerita, mereka berdua akhirnya telah mengenal nama masing masing. Dan juga sering bertemu di perpustakaan yang sama. Perkenalan mereka berdua akhirnya menciptakan sebuah kedekatan. Semacam relasi persahabatan.
Seperti biasanya Richie dan perempuan ini bertemu di perpustakaan, mereka berburu buku bacaan sambil mengobrol tentunya. Di sela-sela waktu. Mereka mengobrol dalam beberapa hal. Seperti kuliah, hobi, keluarga, atau orientasi masa depan. Obrolan mereka semakin lama semakin intens dan semakin nyambung. Mereka juga memiliki kesamaan hobi sehingga menambah chemistry.
Dan pada saatnya pulang , Richie pun mengantar sampai di depan rumah. Sesampainya di rumah sang perempuan, Richie di tawarkan untuk mampir sebentar dan Richie pun mengiyakan. Maka bertamulah Richie pada saat itu. Dan seperti pada umumnya Richie melakukan aktivitas seperti yang biasanya di lakukan oleh orang orang yang baru saja bertamu. Berbasa-basi sebentar. Ketika di perkenalkan dengan ibunya si perempuan Richie bersikap santun, bahasanya sebisa mungkin di jaga dan halus. Tentu saja untuk menambah respect kepada anggota keluarga
Ibunya masih terbilang cukup muda. Usianya sekitar tiga puluh tujuh tahunan , berpenampilan cantik dan rapi, tubuhnya proporsional, juga berjilbab, kulitnya putih. Jika dapat di gambarkan mungkin sedikit mirip-mirip artis Instagram Mira filzah. Ibu ini berprofesi sebagai dosen di salah satu universitas swasta di luar pulau Jawa.
Di rumah hanya ada empat orang di sana. Ibu , anak gadisnya , serta satu pembantu rumahtangga dan satu lagi yang bertugas sebagai satpam. Rumah nya cukup besar, dari luar nampak bersih dan rapi. Karena terus di rawat.
Mereka bertiga berbincang bincang hangat. Saling memperkenalkan diri, menceritakan pengalaman hidup dan lain sebagainya.
***
Suatu pagi di hari libur, Richie bertandang kerumahnya. Untuk mengajak nya menonton sebuah pertunjukan stand up comedy di salah satu kota. Mereka berdua pun di izinkan. . Tetapi sebelum berangkat ada seorang tamu datang kerumah . Orang yang bertamu ini adalah seorang pria paruh baya yang berpenampilan rapi memakai jas hitam, penampilannya lebih mirip seperti seorang pejabat. Setelah Richie bertanya pada gadis itu menjawab bahwa pria itu adalah rekan mamanya . Pertemanan mereka sudah sejak beberapa tahun yang lalu.
Di dalam perjalanan menuju studio pertunjukan mereka nampak semakin akrab. Mereka banyak bicara. Richie banyak membahas tentang keadaannya sendiri, tentang kuliahnya, tentang keluarganya dan seterusnya. Si gadis pun sama. Sekitar setengah jam kemudian barulah mereka sampai di lokasi studio pertunjukan stand up comedy dan segera menuju ke loket untuk menyerahkan tiket. Setelah itu berjalan kedalam ruangan dan mencari nomor kursi yang sesuai dengan catatan.
Ketika para penonton sudah mulai memenuhi ruangan tersebut, suasana pun semakin ramai barulah pertunjukan stand up comedy di mulai. Host acara berjalan kedepan panggung dan memperkenalkan siapa saja yang akan tampil di stand up comedy ini. Jumlahnya ada enam orang dan yang paling pertama tampil adalah seorang lelaki muda bernama Eric . Eric di panggil kedepan panggung dan gema tepuk tangan riuh segera terdengar.
Eric ini adalah seorang komedian terkenal ia juga sering kali mempersembahkan materi materi stand up comedy yang menyangkut tentang tema tema politik. Gaya materi nya sering satir namun di sampaikan dan di kemas secara lucu.
Eric segera memegang microphone untuk memperkenalkan namanya .
"Halo semuanya, kali ini gue mau bicara soal Garuda Pancasila
"Dilema Burung Tembok" suaranya keras agak bergetar. Penonton pun bertepuk tangan beberapa ada yang bersiul
Eric Berjalan ke tengah panggung, pegang mik, muka nya agak bingung
"Gue perhatiin, kita ini bangsa yang sangat terobsesi sama simbol ya..... Coba deh kalian liat Garuda Pancasila di ruang kelas atau kantor lurah. Kalian pernah perhatiin warnanya? Pasti pernah dong ?
Emas murni, man! Dari ujung paruh sampai kuku, warna nya itu...kinclong banget.
Ini sebenernya lambang negara atau content creator yang lagi pamer kekayaan sih?
(Penonton tertawa dan bertepuk tangan)
Kayaknya Garuda kita ini pengen negasin: 'Indonesia itu kaya!'. Saking kaya_nya, burung di tembok aja lebih makmur daripada yang liatin di bawahnya. Kita yang liatin lagi pusing bayar cicilan, dia di atas sana... flexing emas 24 karat."
Penonton pun semakin riuh dalam tertawa
Setelah tawa penonton mulai mereda Nampak Eric tangannya memeragakan posisi sedang mencengkeram
"Terus liat kakinya. Itu nyengkeram pita 'Bhinneka Tunggal Ika' kenceng banget. Pokok nya Kenceng parah dah...!! Gue mikir, ini burung lagi megang prinsip atau lagi ketakutan?
Kayaknya dia takut kalau jarinya kendor dikit, itu pita bakal terbang ditiup angin... terus kita semua langsung berantem gara-gara beda cara makan bubur. Dia sadar, mewujudin persatuan itu lebih susah daripada nyari parkir gratis di Jakarta. Makanya dipegang terus, jangan sampe lepas!"
Eric pun memeragakan Menolehkan kepalanya ke kanan secara kaku
"Dan kenapa dia selalu nengok ke kanan? Kenapa nggak sesekali nengok kiri atau depan?
Mungkin karena kanan itu dianggap 'jalan yang benar'. Kalau dia nengok ke kiri, dia takut tiba-tiba dituduh subversif. Takut tiba-tiba akun sosmed-nya di- report massa karena dianggap terlalu 'progresif'. Jadi dia main aman... nengok kanan terus sampai lehernya salah urat."
Penonton tak hentinya tertawa sembari bertepuk tangan. Eric kembali memeragakan sesuatu. Ia melihat ke atas seolah ada gambar Garuda
"Tapi yang paling kasihan itu sayapnya.sih...
Terbentang lebar, gagah, bulunya dihitung sampai detail buat simbol kemerdekaan. Kelihatannya siap terbang menembus awan, kan? Tapi kenyataannya? Berpuluh-puluh tahun cuma nempel di tembok. Berdebu.
Sayapnya lebar, tapi nasibnya kayak resolusi tahun baru kita: Kelihatannya mau melesat tinggi, tapi aslinya cuma diem di tempat sambil nahan beban. Liat tuh, ada perisai besi segede gaban digantung di lehernya. Pantesan dia nggak terbang-terbang... lehernya pegel, bos! Itu perisai isinya lima sila, beratnya minta ampun. Dia mau terbang, tapi mikir: 'Aduh, bantuin dong, ini banteng sama pohon beringin di dada gue berat banget!'"
Setelah Eric puas melihat penonton meledak dalam tawanya. Pada akhirnya ia menyampaikan closing yang juga tetap lucu
"Tapi ya sudahlah, seenggaknya Garuda kita beda sama elang-nya bangsa Slavia yang kepalanya dua. Garuda kita satu kepala, satu tujuan. Cuma ya itu... tujuannya belum nyampe-nyampe karena dia masih nempel di tembok nungguin debunya dilap sama penjaga sekolah."
"Gue Eric, Thank you!
***
Richie dan perempuan ini masih menyisakan tawanya di bibir mereka masing masing. Dan karena mereka berdua terlalu asyik dalam tawa, secara tak sengaja tubuh perempuan di sampingnya menempel cukup lama pada tubuh Richie. Richie pun merasakan tubuh perempuan yang baru di kenali ini begitu hangat. Suhu tubuh yang khas seorang perempuan. Tidak cuma tubuhnya yang hangat, tetapi juga tercium aroma wangi pada tubuhnya.
Semakin perempuan ini meledak dalam tawa, semakin wajahnya terlihat semakin cantik dan anggun. Richie yang belum pernah bersentuhan dengan tubuh wanita. Hari ini menjadi pengalaman pertama ia bersentuhan dengan tubuh wanita yang cantik pula...
Acara pertunjukan stand up comedy tentunya masih terus berlangsung. Dan komedian ke dua segera di panggil oleh host untuk menampilkan materi lawakannya. Penampil ke-dua juga seorang lelaki, usia nya mungkin sekitar empat puluh tahun. Tubuhnya kekar dan wajahnya agak sedikit terkesan lucu. Karena nampak tidak simetris.
Penampil ke-dua meraih microphone untuk opening..
" Halo penonton, selamat pagi, perkenalkan nama saya Saputra...
Kali ini gua mau bicara tentang orang orang yang memiliki pekerjaan bergaji rendah di negara Indonesia
Eh.. kalian tau nggak kuli bangunan itu jenis manusia yang berbeda..sebab....
“Gaji Kecil, Otot Besar”
Belum sempat Saputra melanjutkan materinya, penonton sudah riuh bertepuk tangan. Mungkin penonton telah paham kearah mana si komedian ini akan bicara. Tak terkecuali dengan Richie dan teman wanitanya. Mereka pun terbahak
Halo semuanya…Saya tuh sering mikir…di negara kita ada profesi yang badannya kekar… tapi dompetnya kurus.
Namanya… kuli bangunan. Serius…!! mereka itu satu-satunya manusia yang bisa angkat semen 50 kilo…tapi ketika angkat saldo ATM… gagal terus.
Oleh karena suasana menjadi semakin lucu. Perempuan di samping Richie semakin sering menempel kan tubuhnya ke tubuh Richie. Dan karena Richie pun sebenarnya merasa senang bersentuhan tubuh hangat wanita. Richie beberapa kali juga sengaja menempel kan kakinya ke wanita cantik ini. Tetapi tetap dengan pura pura tidak sengaja. Itu sering di lakukan nya seiring mereka tengah tertawa
**
Sang komedian melanjutkan
Saya pernah ngobrol sama tukang bangunan. Saya tanya:
“Mas, kerja mulai jam berapa?”
Dia bilang:
“Jam 7 pagi.”
Saya tanya lagi:
“Pulang?”
Dia jawab:
“Tergantung hujan… atau tergantung mandor mood-nya.”
Lah… kerjaannya bukan bangunan…ini kayak hubungan toxic.
Yang lucu itu…rumah mewah di Indonesia kebanyakan dibangun oleh orang yang…tidak mungkin tinggal di situ.
Dia yang bangun rumah 3 lantai…tidurnya di kontrakan ukuran parkiran motor.
Dia yang pasang marmer…lantai rumahnya masih semen kasar. Ironis banget…
dia lebih sering lihat rumah orang kaya…daripada lihat masa depannya sendiri.
Kuli bangunan itu profesi paling filosofis menurut saya. Bayangin…
Dia bangun tembok orang lain…tapi hidupnya sendiri… sering mentok di tembok ekonomi. Dia yang bikin pondasi kuat…tapi jaminan hidupnya… goyang terus.
(Penonton kembali di buat riuh tertawa oleh komedian bernama Saputra ini) Dan karena tubuh Richie dan teman wanitanya itu sering kali menempel. Maka dengan sendirinya keakraban di antara mereka semakin terbangun. Sudah tidak ada lagi semacam sekat sekat grogi atau merasa canggung. Mereka berdua seperti telah menjadi teman karib yang sudah lama
Saputra melanjutkan
Dan saya baru sadar…kuli bangunan itu satu-satunya profesi yang:
kerja kerasnya nyata. capeknya kelihatan. Tapi kenaikan gajinya… ghaib.
Yang paling sakit itu…kalau ada orang bilang:
“Kerja keras pasti sukses!”
Kuli bangunan dengar itu cuma senyum. Karena dia tahu…kalau kerja keras saja sudah cukup…dia harusnya sudah punya perusahaan properti.
Tapi saya salut sama mereka. Karena…di saat kita ngeluh macet…mereka sudah di atas atap jam 9 pagi. Di saat kita ngeluh panas…mereka sudah akrab sama matahari…sampai kalau malam… mereka bingung…“loh… lampu kok kecil banget ya?”
(Penonton bersorak-sorai, mendengar cerita yang lebih satir tentang kondisi para pekerja bergaji rendah)
Kadang saya mikir…negara ini aneh. Yang kerja di kantor duduk dapat AC.Yang kerja di panas… dapat nasihat motivasi. Tapi ya…
kuli bangunan itu juga manusia paling optimis. Karena tiap hari dia bangun rumah orang…dengan harapan…suatu hari… hidupnya juga ikut dibangun. Dan mungkin…yang perlu kita bangun bukan cuma gedung…tapi juga… cara kita menghargai orang yang membangunnya.
Terima kasih . Saya Saputra dari Cibitung...
Penonton masih riuh dalam tawa sembari bertepuk tangan. Sementara itu Richie dan teman wanitanya seperti sedang merasakan sesuatu yang asing di dalam pikiran mereka ketika telah begitu cepat mereka menjadi akrab.
***
Sekian untuk bagian kedua. Tinggalkan like jika suka..tunggu kelanjutan nya
1137Please respect copyright.PENANAOqZ8khtdHQ
1137Please respect copyright.PENANAQx2jQBgH3o
1137Please respect copyright.PENANAslqnsTtLHU


