2228Please respect copyright.PENANA6J6UaGlbn9
BAB 2
2228Please respect copyright.PENANAVgKooaEikI
Mba Rien – Ketika Bara Mulai Memercik
2228Please respect copyright.PENANAFhcIqPbpKF
2228Please respect copyright.PENANAjTNwZtX2WM
Seminggu setelah peristiwa di belakang panggung itu, Goni mengantar Susi ke sanggar Mba Rien. Sebelum berangkat, ia sudah bersumpah untuk tidak akan berlama-lama lagi. Begitu sampai, ia akan segera melepas Susi dan kembali kerumah secepatnya.
Kepada Susi ia telah berpesan agar tidak perlu diantar sampai pintu ruang latihan. Susi mencibir manja, tetapi tidak membantah ucapan kakaknya.
Namun semua rencana buyar ketika ternyata Goni berjumpa Mba Rien di gerbang halaman sanggar.Turun dari sepedanya, Goni tergagap menyampaikan salam kepada wanita yang tubuhnya memenuhi hayal Goni seminggu ini.
2228Please respect copyright.PENANAY5KCT4ezmr
“Hai, Goni … lama sekali kamu tidak kelihatan. Kemana saja?” sambut Mba Rien riang.
2228Please respect copyright.PENANAcQBmCQ8dfz
“Sibuk, mbak..,” jawab Goni menunduk. Adiknya sudah turun dan berlari masuk.
2228Please respect copyright.PENANAkeEI5jGj5T
“Wah… begitu sibuknya, sampai tidak sempat menonton Mba Rien lagi, ya!?” sergah Mba Rien sambil tersenyum manis
Goni menyahut dengan gumam tak jelas, dan menunduk seperti seorang pesakitan di hadapan polisi.
2228Please respect copyright.PENANAUalewo62xB
“Eh .. tidakkah kamu ingin melihat adikmu menari lengkap?” ucap Mba Rien lagi, dan tiba-tibatangannya telah menyentuh tangan Goni . Tergagap, Goni menjawab sekenanya, tetapi entah apa isijawaban itu, ia sendiri tak ingat!
2228Please respect copyright.PENANADKLYfy2m1r
“Hayo masuk, sekali ini kamu bisa melihat anak-anak menari sampai selesai!” kata Mba Rien yang kinisudah memegang erat satu tangan Goni dan menariknya masuk ke halaman sanggar. Goni tak kuasamenolak, dan dengan kikuk ia mengikuti langkah Mba Rien sambil menyeret sepedanya.
2228Please respect copyright.PENANAHoM7CUETvM
Mba Rien tidak memakai kain sore ini. Tubuhnya dibungkus rok span hitam dan hem kuning mudadengan leher V yang agak rendah. Ia juga tidak berdiri memberi contoh di depan anak-anak,melainkan duduk bersimpuh di lantai, di sebelah Goni yang bersila.
Dari tempat mereka duduk, Goni bisa melihat anak-anak menari lengkap tanpa instruksi Mba Rien. Bagi Goni , anak-anak itu kelihatan seperti daun-daun kering yang berterbangan di tiup angin. Jauh sekali bedanya dibandingkan dengan jika yang menari adalah Mba Rien.
2228Please respect copyright.PENANAEMDmgVI49S
Goni melirik ke sebelah kanannya, tempat Mba Rien bersimpuh. Darahnya berdesir cepat melihat rokspan wanita itu terangkat sampai setengah pahanya. Aduhai, pahanya mulus sekali, dihiasi bulu-buluhalus yang hampir tak tampak.
2228Please respect copyright.PENANACMBMlvd2FS
Betisnya juga indah sekali, tidak terlalu besar, tetapi juga tampak kokoh karena sering berdiri lamaketika menari. Mba Rien sendiri sedang serius memperhatikan anak-anak menari, sehingga tidakmenyadari bahwa remaja di sampingnya sedang sibuk menelan ludah!
Ketika suatu saat Mba Rien harus berganti posisi bersimpuhnya, Goni mencuri pandang lagi. Sekejap,ia bisa melihat seluruh pangkal paha Mba Rien. Celana dalam berwarna putih, tipis menerawangkan warna kehitaman di selangkangan, membuat Goni terkesiap. Cepat-cepat dialihkannya pandangan kembali ke tempat anak-anak menari.
2228Please respect copyright.PENANAgJqAwXK5lC
Rien menoleh untuk menanyakan sesuatu, tetapi seketika ia melihat wajah Goni seperti kepiting rebus.Ah, ia tiba-tiba sadar akan posisi duduknya. Remaja yang sekarang sedang pura-pura memperhatikantarian itu pasti tadi melihat rok ku tersingkap, pikir Rien menahan tawa. Minta ampun, remajasekarang begitu cepat matang!
Rien membatalkan keinginannya untuk menanyakan komentar Goni . Sebaliknya, ia malah bangkit membuat Goni memalingkan muka dengan wajah bersalah. Pikir Goni , jangan-jangan ia tahu aku tadi melihat pahanya.
2228Please respect copyright.PENANAR3CXKnNavo
“Kamu mau minum, Goni ?” tanya Mba Rien setelah berdiri, dan tanpa menunggu jawab ia berkata lagi.
2228Please respect copyright.PENANA3ZfeLKVwnF
“Yuk, ikut saya ambil minum di ruang sebelah.”
2228Please respect copyright.PENANA3JDxtTs3bh
Goni bangkit dan mengikuti wanita pujaannya seperti kerbau dicucuk hidungnya. Entah kenapa, wanitaini tidak bisa kubantah! ucapnya dalam hati.
Ruangan itu terletak di sebelah ruangan latihan, berupa sebuah dapur lengkap dengan mejamakannya. Ada sebuah lemari es besar, dan Mba Rien tampak sedang membukanya dan mengambilbeberapa minuman botol. Goni berdiri tidak jauh di belakangnya, melihat dengan takjub tubuh yangagak membungkuk di depannya.
2228Please respect copyright.PENANAj9kc961FdJ
Kepala Mba Rien tersembunyi di balik pintu lemari es, tetapi bagian belakang tubuhnya yang seksiterlihat nyata di mata Goni . Gila! Segalanya terlihat indah! umpat Goni dalam hati.
Kemudian mereka minum sambil duduk di kursi makan. Mba Rien menawarkan kue, tetapi Goni menolak halus. Mereka berbincang-bincang, atau lebih tepatnya Mba Rien bercerita tentang segalamacam. Goni lebih banyak mendengarkan daripada berbicara.
Entah kenapa, Rien sendiri merasa semakin dekat dengan remaja di hadapannya. Rien merasa bahwa Goni adalah adik lelaki yang tak pernah dimilikinya. Saudara kandungnya semua perempuan, dantinggal di lain kota. Di sini ia hidup sendirian, di sebuah kamar indekos tak jauh dari sanggar.
2228Please respect copyright.PENANA0OhJKmpZKQ
Untuk Rien, Goni adalah remaja yang menyenangkan. Tidak berulah seperti kebanyakan remajaseusianya. Goni juga sopan, walaupun matanya sering nakal. Ah, seusia itu pastilah sedang mengalamikebangkitan gairah seksual.
2228Please respect copyright.PENANAg53N9qYPBq
Ia ingat, pada usia seusia Goni dulu, ia juga mengalami “revolusi” yang sama. Saat itu, pikirannya taklekang dari gairah seks dan lawan jenis. Goni pastilah tak berbeda, cuma ia sangat sopan dan pemalu.
2228Please respect copyright.PENANA85epzW74A9
Sore itu mereka berpisah karena latihan menari telah usai. Goni mengucapkan terimakasih atassuguhan Mba Rien, dan Rien melambai di gerbang sambil mengucap, “Jangan bosan kemari, ya, Goni !”
2228Please respect copyright.PENANAsrGqcxqdmP
Ah, bagaimana aku bisa bosan? ujar Goni dalam hati.
2228Please respect copyright.PENANAvr9gElpprN
Hubungan Rien dan Goni berkembang cepat bagai api membakar ilalang kering. Susi sudah tidak lagilatihan menari, karena kini ayah dan ibu menyuruh Susi lebih berkonsentrasi ke pelajaran sekolah.Ujian akan berlangsung tiga bulan lagi. Goni tidak lagi mengantar Susi, tetapi justru kunjungannya kesanggar semakin sering!
Ada satu hal yang membuat mereka semakin dekat. Keduanya suka berenang, dan Rien dengansenang hati mengajak Goni ke pantai jika waktu senggang. Seperti kali ini, Goni pulang lebih cepatkarena guru-gurunya harus berseminar di luar kota.
Dari sekolah, Goni menuju sanggar untuk melihat kalau-kalau Mba Rien ingin berenang. Dan ternyataRien memang sedang tidak berkegiatan, sedang sendirian membaca-baca majalah di sanggar.
2228Please respect copyright.PENANAbzoVU2dSU2
“Berenang, yuk, Mba Rien..,” ajak Goni .
2228Please respect copyright.PENANAufFnaHEcoF
Kini ia sudah berani mengajak duluan, setelah berkali-kalimereka berenang bersama di sungai, di kolam renang, maupun di pantai. Selama itu, merekaberenang bersama-sama dengan beberapa orang lainnya.
Kadang-kadang bersama Dodi dan Iwan, sahabat Goni . Kadang-kadang bersama Niken, salah seorangpenari di sanggar. Teman-teman Goni pun kini tahu, bahwa di antara Mba Rien dan Goni “ada apa-apa”. Tetapi mereka cuma bungkam, karena Goni pasti akan berang setiap kali topik itu diangkat dalampembicaraan
.
Siang itu mereka berenang berdua saja. Teman-teman Goni memilih memancing di danau di luar kota.Niken tidak ada di sanggar karena harus belanja ke pasar. Rien dengan senang hati menerima ajakan Goni , dan segera mengambil pakaian renang dan sepedanya.
Di pantai tidak banyak orang, karena ini memang bukan hari libur. Rien mengajak Goni ke sebuah bukitpasir yang dipenuhi semak, karena tempat itu jauh lebih sejuk di bandingkan tempat di mana orang-orang biasa berenang atau bermain pasir. Goni menurut saja.
Mereka pun lalu berenang, bermain-main air dan saling berlomba mencapai batu karang di tengahlaut. Mba Rien bukanlah perenang yang dapat diremehkan, begitu selalu kata Goni kepada teman-temannya. Tubuhnya gesit seperti ikan, dan tahan berenang berjam-jam.
Setelah puas berenang, mereka kembali berteduh di bawah semak-semak. Goni menggelar duahanduk lebar yang selalu dibawanya jika berenang ke pantai. Rien merebahkan tubuhnya yang penatdi sebelah Goni yang juga sudah tergeletak kecapaian. Mereka terdiam mendengarkan debur ombakmemecah pantai. Goni memejamkan mata dan merasakan otot-otot tubuhnya pegal dan sedikit linu.
2228Please respect copyright.PENANA6drdufHWoS
“ Goni ..,” tiba-tiba Rien berucap, hampir tak terdengar.
2228Please respect copyright.PENANAAkmTIE5lm9
“Hah?…” Goni kaget dan setengah bangkit. Mba Rien masih tergeletak dengan mata tertutup, tetapibibirnya tersenyum.
2228Please respect copyright.PENANANrNE2gSCTd
“Ada apa, Mba?” tanya Goni
2228Please respect copyright.PENANAAHtKR14aac
“Aku mau tanya, tetapi kamu musti jawab yang jujur ya!” kata Mba Rien, masih memejamkan mata dantersenyum. Goni cuma diam.
2228Please respect copyright.PENANALPF4dHHxWz
“ Goni .., kamu senang melihat saya, bukan?” tanya Mba Rien pelan.
2228Please respect copyright.PENANAeKPlrT4jhq
Goni cuma diam, tak tahu harusmenjawab apa. Di hadapannya tergeletak seorang wanita dewasa, dengan tubuh sempurna, basaholeh air laut, dan bertanya seperti itu! Apa jawabannya?
2228Please respect copyright.PENANAF0dklO9efk
“Lho, kenapa diam?” sergah Mba Rien, kini membuka matanya, memandang Goni dengan sinar matayang menembus kalbu.
Goni menelan ludah, lalu menunduk.
2228Please respect copyright.PENANAO2OxFNC43s
Rien lalu bangkit, duduk bersila menghadap Goni yang kini juga sudah duduk dengan kepala agakmenunduk. Lalu Rien melakukan sesuatu yang selama ini tak pernah terduga oleh Goni . Ia membukapakaian renangnya, menanggalkan bagian atasnya, memperlihatkan buah dadanya yang ranum, putihmulus dan basah berkilauan!
2228Please respect copyright.PENANAEB4sV1Xtip
Aduhai indahnya dua bukit kenyal yang turun naik seirama nafas pemiliknya, dengan puncak yangdihiasi dua puting coklat kehitaman, berdiri tegak bagai menantang!
2228Please respect copyright.PENANAhnm38xen1L
Goni mengangkat muka, pandangannya terpaku di kedua payudara indah di hadapannya. Mulutnyaterkunci rapat. Rien tersenyum melihatnya, lalu dengan lembut digenggamnya kedua tangan Goni .
2228Please respect copyright.PENANAOpw6OoqBQX
“Jangan malu, Goni . Katakan kamu memang suka melihat tubuh saya, bukan?” ucapnya setengahberbisik.
Goni menangguk pelan.
2228Please respect copyright.PENANAedZ0Vy9wE4
“Ingin menyentuhnya?” bisik Mba Rien lagi.
2228Please respect copyright.PENANAnm6kJk22b3
Goni tergagap, mengangkat mukanya dan memandangwajah wanita di depannya tak percaya.
Tetapi di wajah itu ada sepasang mata yang sangat sejuk, bagai danau di kaki bukit tempat teman-temannya biasa memancing. Sebuah hamparan air yang tampak tenang meneduhkan hatinya yangbergejolak.
2228Please respect copyright.PENANA34Lw98kR3z
“Apa maksud, Mba Rien?” ucap Goni tersekat.
2228Please respect copyright.PENANAW3Z4dHvn3X
“Tidak inginkah kamu menyentuh dadaku?” jawab Mba Rien, genggaman tangannya semakin kuat, dankini perlahan-lahan mengangkat tangan Goni.
Tersenyum lagi, Rien merasa betapa kedua tangan itubergetar.
Cepat-cepat kemudian ia meletakkan kedua tangan Goni di dadanya, di puncak-puncak payudaranyayang membusung. Goni segera menarik kembali tangannya, bagai menyentuh benda berteganganlistrik. Rien tertawa kecil.
2228Please respect copyright.PENANAf8QBWpdb7G
“Hayo, pegang lagi…,” ucapnya ringan.
2228Please respect copyright.PENANApAqcAiwdkf
Diraihnya lagi kedua tangan Goni dan diletakkannya kembali diatas payudaranya. Kali ini Goni tak menarik tangannya, dan membiarkan kedua telapak tangannyamenerima sebuah kelembutan, kehangatan, kekenyalan, dan entah apa lagi …. semuanya serbamenakjubkan.
2228Please respect copyright.PENANAzTQYEWG6IF
Pelan-pelan, Goni mulai memegang lebih erat, menempelkan seluruh telapaknya di puncak-puncakpayudara Mba Rien. Baru kali ini, setelah lepas dari susu ibunya 13 tahun yang lalu, Goni memegangkembali payudara seorang wanita!
2228Please respect copyright.PENANAj2nQW8K9aH
“Senang?” tanya Mba Rien, masih dengan suaranya yang setengah berbisik, setengah menuntut.
2228Please respect copyright.PENANAlOZmZMAFwD
Goni hanya bisa mengangguk dan menatap lekat mata Mba Rien, seakan-akan hanya dari kedua mata itulahia bisa memiliki kekuatan untuk hidup saat ini.
Lalu Mba Rien menurunkan tangan Goni , mengenakan kembali pakaian renangnya, dan mengusaplembut wajah Goni .
“Kamu sekarang sudah dewasa, Goni !” ucapnya riang, sambil bangkit dan menariktangan Goni untuk ikut berdiri.
2228Please respect copyright.PENANAfk8uShs1nM
Lalu ia berlari, menyeret Goni kembali ke laut, terjun sambil berteriak riang, dan melesatmeninggalkan Goni menuju batu karang di tengah.
2228Please respect copyright.PENANAyQHz6Enj9C
Goni merasa tubuhnya yang panas bagai bara dicelupkan ke dalam air dingin, segera memadamkanapi yang tadinya sudah hampir membesar. Goni menyelam sedalam-dalamnya, seakan-akan hendakbersembunyi dari rasa malu yang tiba-tiba mengukungnya.
Tapi kemudian ia segera timbul kembali, segera bersemangat lagi mengejar wanita yang baru sajamemberinya pelajaran sangat berharga dalam hidup ini. Aku telah dewasa! jeritnya dalam hati.
2228Please respect copyright.PENANAbzsWJEcANy
Pengalaman di pantai segera disusul pengalaman-pengalaman berikutnya. Goni kini sangat dekatdengan Mba Rien-nya, tetapi hubungan mereka menampakkan dimensi yang aneh.
Jika ada orang bertemu mereka berdua, niscaya orang-orang itu akan berkata, ‘Akur sekali kakak-beradik itu!’. Bahkan kedua orang tua Goni memandang seperti itu, dan karenanya tidak pernah tahuapa yang terjadi antara Rien dan anak mereka.
Sebaliknya, bagi Rien dan Goni , hubungan mereka telah memasuki babak yang sangat menentukan.Bagi Rien, kini Goni adalah seorang lelaki sempurna, lengkap dengan segala atributnya, termasukbirahinya terhadap wanita.
2228Please respect copyright.PENANAinqr23GpUw
Goni adalah sebuah kepompong yang sedang berubah menjadi kupu-kupu. Dan Rien adalah seorangperi yang membantu kupu-kupu itu terbang.
2228Please respect copyright.PENANAXr19onLPel
Minggu sore itu, Rien mengajak Goni mencari kenari di hutan kecil dekat danau. Mereka berangkatsetelah pukul 3, saat matahari memulai perjalanan turunnya.
Tadinya Niken hendak ikut, demikian pula Dodi teman Goni . Tetapi lalu Niken sakit perut karenadatang bulan, dan Dodi harus mengantar ibunya ke dokter gigi. Jadilah akhirnya mereka hanya bedua ke hutan.
2228Please respect copyright.PENANADxx9CqOh8F
Rien hanya bercelana pendek, dan memakai t-shirt yang ditutupi jaket parasut. Goni bercelana khakimiliter, lengkap dengan sepatu bot, dan t-shirt hijau tua. Berdua mereka menyusuri jalan setapak,masuk semakin jauh ke dalam hutan yang konon dulu menjadi salah satu tempat pertahanan balatentara Nippon.
2228Please respect copyright.PENANAdy9QMPT8Cf
Di hutan ini banyak pohon kenari, dan dalam waktu kurang dari setengah jam, keranjang merekaberdua sudah dipenuhi kenari. Dengan gesit, Rien berlarian menemukan kenari-kenari yang masihutuh di tanah. Goni selalu kalah gesit, terutama karena ia selalu lebih banyak memandang Mba Rienyang tampak seksi sore itu.
2228Please respect copyright.PENANAriTuwt6sKr
Lalu, tiba-tiba saja hujan turun. Pertama cuma rintik-rintik, tetapi lalu berubah sangat lebat. Merekapun berlarian mencari tempat berteduh, dan beruntung karena tidak jauh dari situ ada sebuah guakecil bekas persembunyian tentara Jepang. Goni menyeret Mba Rien berlari ke gua itu, dan tiba di sanasedetik sebelum hujan yang sangat deras jatuh ke bumi.
2228Please respect copyright.PENANAEzkyAls8Rt
“Wah, untung ada gua ini!” tukas Mba Rien sambil gemetar menahan dingin yang tiba-tiba menyerbu.
2228Please respect copyright.PENANATG03xkbA6s
Gua kecil ini tidaklah terlalu dalam, tetapi sangat lembab, sehingga dindingnya dipenuhi lumut danudaranya lebih dingin dari di luar. Apalagi sekarang turun hujan. Goni pun ikut gemetar kedinginan.
2228Please respect copyright.PENANAz2ceErnuLq
Mereka berdiri berdekatan, dan entah bagaimana, Rien akhirnya memeluk tubuh Goni dari belakang. Goni tak menolak, dan bahkan merentangkan tangannya ke belakang, balas memeluk kedua lenganMba Rien. Perlahan-lahan, gemetaran tubuh mereka mereda, sejalan dengan tersebarnya kehangatandari dua tubuh yang menempel itu.
2228Please respect copyright.PENANAzkdNd8oall
Goni perlahan-lahan mulai merasakan kekenyalan di punggungnya, tempat kedua payudara Mba Rienmenempel erat. Rien merebahkan kepalanya di punggung pemuda belia yang harum sabun mandi ini.Sebentuk perasaan sayang tiba-tiba saja menghambur keluar dari dadanya, menyebabkan Rienmemejamkan mata.
2228Please respect copyright.PENANAmlbscY7OMN
Setelah lebih dari sepuluh menit, hujan tampaknya makin membesar saja. Sementara langit mulaigelap menjelang sore. Rien sedang berpikir-pikir bagaimana caranya pulang, ketika ia mendengar Goni memanggil namanya.
2228Please respect copyright.PENANAfWiF7F3QL0
“Kenapa, Goni ?” tanyanya sambil tetap memejamkan mata dan merebahkan kepala di punggungremaja itu.
2228Please respect copyright.PENANAnLP8A9ZfZQ
“Aku juga ingin memeluk, Mba Rien…” ucap Goni pelan.
2228Please respect copyright.PENANAMTF57W6fvu
Rien tersenyum dan berkata pelan, “Sepertiaku memeluk kamu?”
2228Please respect copyright.PENANAIpNzKQXsxG
Goni tidak menyahut. Ia tidak tahu harus menjawab apa. Seperti apa ia ingin memeluk Mba Rien, iabelum tahu caranya!
2228Please respect copyright.PENANA6bCTbsU6VQ
Rien tersenyum lagi, lalu melepaskan pelukannya. Ia berkata lembut, “Sini…, putar tubuhmumenghadap aku..”
2228Please respect copyright.PENANATK9NmNszwq
Goni memutar tubuhnya, lalu tiba-tiba saja ia sudah memeluk Mba Rien yang tubuhnya agak lebihpendek sedikit darinya. Dagu Goni menyentuh dahi Mba Rien, dan kedua tangan Mba Rien merengkuherat, bagai hendak meluluhkan tubuh Goni .
2228Please respect copyright.PENANAs1rArs9POF
Oh, begini rupanya rasanya dipeluk seorang wanita dewasa! pikir Goni dalam hati, dan ia merasakansebuah kehangatan menjalar dari antara kedua kakinya.
2228Please respect copyright.PENANAyKT3d573JS
“Begini?” tanya Mba Rien dengan sedikit nada menggoda.
2228Please respect copyright.PENANASnHaZa4iSA
Goni cuma mengangguk. Rien tertawa kecil,nafasnya yang hangat menyerbu leher Goni dan menelusup ke dalam t-shirtnya. Goni pun bergidik,membuat Rien tambah tertawa. Lalu tiba-tiba Rien menggigit leher Goni.
2228Please respect copyright.PENANAj2WN6qbhFj
Tersentak, Goni lalu ikuttertawa kegelian.
Rien tidak berhenti menggigit, dan bahkan lalu berubah menciumi leher perjaka ini. Hmm, harumsabun wangi, desahnya dalam hati. Persis seperti wangi bayi kakaknya yang dulu ia sering bantumemandikannya. Dengan gemas, ia menciumi terus leher Goni , membuat remaja ini menggelinjangkegelian.
Saat itulah Goni merasakan sebuah desakan kuat untuk membalas tindakan Mba Rien. Tanpa disadari, Goni menunduk dan menempelkan wajahnya ke wajah Rien yang sedang tengadah. Tanpa sengajapula, kedua bibir mereka telah berpadu.
2228Please respect copyright.PENANAL5AQzDFHme
Sejenak Rien tersentak kaget, tapi ia lalu memejamkan mata dan segera melumat bibir Goni . Berdesircepat darah Goni merasakan bibir basah yang hangat mengulum bibirnya, dan desahan nafas harummenyerbu penciumannya. Astaga, inilah rupanya ciuman pertama itu!
Tentu saja Goni tak tahu cara berciuman. Ia diam saja membiarkan Mba Rien mengerjakan segalanya,termasuk memaksanya membuka mulut agar lidahnya bisa masuk ke dalam mulutnya.
2228Please respect copyright.PENANAzOHrpEwsoN
Dengan nafas tersengal, Goni mencoba melakukan sesuatu dengan lidahnya sendiri, tetapi ia tidaktahu harus berbuat apa. Maka ia diam saja, membiarkan Mba Rien mengulum-ulum bibirnya,menelusuri rongga mulut dengan lidahnya, dan menghisap-hisap bibir bawahnya dengan rakus.
2228Please respect copyright.PENANAI1CW6oqsPp
Rien sendiri merasa kaget atas apa yang ia kerjakan. Rupanya, birahi yang selama ini tak pernah iatampilkan, kini menyeruak keluar dengan kekuatan sendiri tanpa dapat dicegah. Telah lama sekali Rientidak berciuman, sejak ia memutus hubungan dengan Rian yang sekarang entah di mana.
2228Please respect copyright.PENANAaKux28YGiQ
Telah lama tubuhnya tidak merasa gejolak seperti ini, dan kalaupun ia membiarkan Goni memegangpayudaranya di pantai, itu hanyalah untuk menghapus penasaran remaja yang menarik simpatinya.
Kejadian di pantai dulu, bagi Rien, bukanlah birahi. Tetapi kini, di gua yang gelap dan dingin ini, Rienkaget ketika sadar bahwa ia begitu bersemangat menciumi Goni !
2228Please respect copyright.PENANAkH8F37ap8l
Untunglah kesadaran itu cepat datang. Buru-buru ia menghentikan ciumannya, dan dengan satutangan ia menghapus bekas-bekas ludah di bibir Goni .
Sambil tersenyum, ia minta maaf dengan suaralembut, ” … Mba Rien keterlaluan, nih!”
2228Please respect copyright.PENANAIVnvEzOYWV
Goni mengernyitkan dahi tak mengerti. “Kenapa berhenti, Mba?” tanyanya penuh heran.
2228Please respect copyright.PENANAGwSm2uYX08
“Tidak. Kamu tidak boleh saya ciumi seperti itu. Kamu bukan pacar saya…,” kata Mba Rien, masihdengan suara lembut, meneduhkan hati Goni yang sudah bergejolak.
2228Please respect copyright.PENANAGurPih1z6E
“Tapi saya suka, Mba Rien…” Goni bersikeras. Rien tersenyum melihat tuntutan remaja ini.
“Suka apa?” tanyanya menggoda.
2228Please respect copyright.PENANAqHAy5s7bdS
“Suka dicium seperti itu,” jawab Goni cepat. Ia kini semakin berani berdebat.
2228Please respect copyright.PENANA7GvcTFpRZp
Sejenak Rien bimbang. Simpatinya kembali datang. Kasihan ia melihat remaja ini terputus di tengahjalan yang sedang dinikmatinya.
2228Please respect copyright.PENANA2jiRrNCvPd
Tetapi ia tahu, kalau ciuman itu diteruskan, dirinya sendiri akan ikut hanyut. Satu-satunya jalan untukmenghindari kekecewaan Goni adalah dengan menciumnya lagi, tetapi tidak dengan birahi.
2228Please respect copyright.PENANALCdh9fOGho
Maka Rien berkata, “Baiklah …” lalu ia menarik leher Goni , mendekatkan bibirnya ke bibir Goni danmenciumi remaja ini dengan lembut.
Goni memejamkan mata, menikmati ciuman Mba Rien yangterasa sekali dipenuhi kasih sayang.
2228Please respect copyright.PENANAqUcy5kazd8
Tubuhnya bagai disiram kehangatan kasih yang tak tergambarkan oleh kata-kata. Tubuhnya bagaimelayang tak menginjak bumi. Tubuhnya bagai awan di langit yang biru sejuk.
Rien menahan senyum melihat tingkah Goni yang memejamkan mata dan memeluk tubuhnya sepertitak hendak dilepaskan.
2228Please respect copyright.PENANAYLbcdlUrsg
Tetapi ada satu hal yang tidak diperhitungkannya! Perlahan tapi pasti, ia merasakan sesuatumembesar menempel sedikit di atas perutnya. Karena Goni lebih tinggi, maka bagian depan kelaki-lakiannya menempel di perut Rien, dan Rien segera menyadari apa yang terjadi.
2228Please respect copyright.PENANA9zA3hmr9XK
Dengan tangan kirinya, Rien meraba bagian itu. Ah, tegang sekali kelaki-lakian Goni , dan panas pularasanya, seperti dialiri air mendidih. Sejenak Rien bimbang lagi, sementara bibirnya masih sibukmengulum-ngulum bibir Goni .
2228Please respect copyright.PENANAdSH1iA855R
Apa yang harus ku lakukan? Rien berpikir keras, tetapi tangannya sudah pula mulai meremas. Seakan-akan tangan itu punya pikiran sendiri di luar kepalanya!
2228Please respect copyright.PENANAH5poOXCmKe
Akhirnya kepala Rien mengalah kepada tangannya. Ia melanjutkan remasan, dan mulai menyukaipilihannya. Nafas Goni terdengar terengah-engah, dan Rien semakin merasa tak enak jika harusberhenti sekarang. Ia sudah membangkitkan api di tubuh remaja ini, ia pula yang harusmemadamkannya.
2228Please respect copyright.PENANAin3AD0T3Eu
Dengan pikiran begitu, Rien membuka resleting celana Goni yang masih terpejam seakan-akan taksadar. Pelan-pelan tangan Rien merayap ke dalam celana dalam Goni dan menemukan kelaki-lakiannya sudah tegang dan agak basah di ujungnya.
2228Please respect copyright.PENANAjonnKCHiJO
Ah, halus dan kenyal sekali kelaki-lakiannya, desah Rien dalam hati, diam-diam menikmati apa yangdikerjakannya.
2228Please respect copyright.PENANArzfAySWZxO
Goni merasakan tangan Mba Rien merayapi kelaki-lakiannya, membuat dirinya semakin terlena. Iamerasakan desakan aneh yang nikmat, sama dengan desakan-desakan yang selama ini ia rasakankalau berhayal sendirian di kamarnya.
2228Please respect copyright.PENANAvVXLZ76JQy
Kini desakan itu semakin kuat, dan apa yang dikerjakan Mba Rien di bawah sana sangat berbedadengan apa yang biasa ia kerjakan. Kali ini jauh lebih nikmat, jauh lebih menggairahkan.
2228Please respect copyright.PENANAI4HBkhJCtq
Tangan Rien meremas lebih kuat, lalu menggosok ke atas ke bawah. Ia tahu persis apa yang harusdilakukan. Rian, pacarnya dulu, pernah mengajarkan bagaimana cara terbaik untuk memuaskan laki-laki dengan tangan. Maka dilakukannya apa yang telah lama tidak dilakukannya.
2228Please respect copyright.PENANA1o6lPZKrQN
Rien kini ikut memejamkan mata, berkonsentrasi pada bagian bawah tubuh Goni tanpa melepaskanciumannya. Ia merasakan betapa kelaki-lakian itu kini menegang dengan cepat, dan mulai berdenyut-denyut.
2228Please respect copyright.PENANA0ITmnHbWRr
Rien tahu, sebentar lagi Goni akan mencapai orgasme pertama di tangannya. Sejenak ia menurunkantelapak tangannya sampai ke pangkal kelaki-lakian Goni , lalu dengan gaya mengurut ia membawa naiktelapak tangannya, dan sesampai di atas ia meremas-remas dengan kuat.
2228Please respect copyright.PENANAL9kV0HfBe9
Goni tak tahan lagi. Tangan Mba Rien yang halus dirasakannya bagai sedang menarik lepas sebuahsumbat di bawah sana. Dan dengan lepasnya sumbat itu, sebuah air bah yang dahsyat menyerbukeluar. Goni mengerang pelan, melepaskan bibirnya dari bibir Mba Rien, mendongak seakan berusahamenghisap lebih banyak udara, lalu menjerit tertahan.
Rien merasakan betapa kelaki-lakian Goni tiba-tiba membesar dengan cepat, lalu bergetar danberdenyut-denyut kuat. Telapak tangan Rien meremas untuk terakhir kalinya, lalu mulai menerimasemprotan-semprotan cairan kental panas.
2228Please respect copyright.PENANANBA2n44BqV
Ia mengepalkan tangannya, menampung semua itu agar tidak bermuncratan ke mana-mana. Tidakkurang dari tujuh kali rasanya semprotan cairan itu memenuhi kepalannya. Lalu, Goni terkulai lemas,dan memeluk tubuh Mba Rien. Pelan-pelan Rien mengeluarkan tangannya, dan diam-diam mengambilsapu tangan untuk membersihkan tangan itu.
2228Please respect copyright.PENANA9bfJ7necv0
“Enak?” tanya Mba Rien lembut, seperti seorang ibu menanyakan bagaimana rasanya makan malam yang dihidangkannya.
2228Please respect copyright.PENANAFVSKDkvw60
Goni tertawa tertahan, malu bercampur senang. Hujan masih turun, walau tak lagi lebat. Goni tak peduli. Walau harus bertarung melawan macan di hutan ini pun, ia tak peduli. Selama Mba Rien ada di sisinya, ia tak peduli.
ns216.73.217.9da2


