🚗 Pelarian dari Kampus
Mendengar itu aku merasa keberuntungan memang berpihak padaku.
2360Please respect copyright.PENANAbjt7c43rjl
2360Please respect copyright.PENANACQJjJP00A4
Karena jika seandainya dia ikut mengantar Bu Endang ke rumah sakit otomatis kerjaan dia akan repot.
2360Please respect copyright.PENANAO1dq9F8yHV
2360Please respect copyright.PENANAk5Dag9GjYe
Belum lagi dia meninggalkan pos penjagaan atau memanggil rekan-rekannya.
2360Please respect copyright.PENANAexlXCLHcbq
“Sip.. aman itu bang. Kalau bisa dosen yang lain jangan tahu juga.. kalau terlalu banyak yang tahu kita berdua juga yang pusing meladeni pertanyaan mereka.. bantu tidak, tapi nanyanya banyak.. ya kan bang,” ujarku mencoba mencuci otaknya.
2360Please respect copyright.PENANAvQoY5ChYyY
“Benar itu Brian.. kamu atur aja,” ujarnya menepuk pundakku.
2360Please respect copyright.PENANAPX3uSNM8V5
Melihat satpam kampus sudah bisa kukelabui, maka aku pun pamit untuk menjemput Buk Tuti dan Buk Endang di ruangan C, yakni ruangan kerja Buk Tuti.
2360Please respect copyright.PENANASvANu1GvuQ
2360Please respect copyright.PENANAoueV30siay
Aku pun membawa mobil ke arah kamar mandi. Di sana Buk Tuti sudah menunggu dengan raut cemas.
2360Please respect copyright.PENANAFUdrLyV2m5
“Lama banget kamu Bry.. untung gak ada orang ke sini .. “sungutnya.
2360Please respect copyright.PENANAtCwr2TviXd
“Santai say… tadi aku lagi mengelabui satpam. Biar dia gak ikut dan gak ke sini. Pokoknya semua sudah aman. Sekarang mari kita bawa dia ke dalam mobil,” ujarku.
2360Please respect copyright.PENANAbwN0a3zpSH
Aku membuka pintu samping belakang mobilku. Lalu aku menggendong Buk Endang yang masih tak sadarkan diri dan meletakkan tubuhnya di jok belakang mobilku.
2360Please respect copyright.PENANAScDODm5l6j
2360Please respect copyright.PENANAc0KBr921Rl
Karena cuma ada dua jok dalam mobilku ini.
2360Please respect copyright.PENANAIWJGCZmAWy
Buk Tuti mengawasi dengan wajah was-was, do’i tampak gelisah dan melihat kiri kanan, mengawasi dan memastikan tidak ada orang yang melihat aku memasukkan Buk Endang ke dalam mobilku.
2360Please respect copyright.PENANAP5fgsFRr8I
2360Please respect copyright.PENANA4CrTizNWY2
Setelah semua beres aku memberi isyarat pada Buk Tuti agar masuk ke mobil.
2360Please respect copyright.PENANALW1WKMaV7J
“Bentar Bry.. saya kunci dulu kantor saya ..” ujarnya tergesa-gesa masuk ke dalam ruangannya.
2360Please respect copyright.PENANASL9Ar9QU1C
2360Please respect copyright.PENANAZXwxWBNRQW
Tak lama kemudian Buk Tuti keluar membawa tasnya dan mengunci kantornya. Setelah itu do’i langsung masuk ke dalam mobil dan duduk di sampingku.
2360Please respect copyright.PENANA3HFEtfAZy0
“Mau ke mana kita bawa dia Bryan? “tanya Buk Tuti cemas.
2360Please respect copyright.PENANAuMctT3tLDI
“Yang penting kita keluar dari kampus dulu baru kita pikir..” ujarku sambil menjalankan mobil beranjak keluar meninggalkan kampusku.
2360Please respect copyright.PENANAPGDWWKy4Ef
Sesampai di jalan aku dan Buk Tuti berfikir mau ke mana dan mau diapakan Buk Endang yang masih pingsan itu.
2360Please respect copyright.PENANAngUqKvtQCo
“Bawa ke rumah aku aja sementara say..” ujarku masih berfikir.
2360Please respect copyright.PENANANkP91dbhcm
“Terus mau diapain di sana? “tanya Buk Tuti bingung.
2360Please respect copyright.PENANAuwujR5aZz9
“Kita paksa dia agar tidak membocorkan apa yang dia lihat tadi,” tambahku sekenanya.
2360Please respect copyright.PENANAC2aZzVfdMM
“Terus mau kamu apain? Kamu siksa? Biar dia tidak mengadu.. percuma Bryan.. dia pasti bakal ngadu ..” ujar Buk Tuti kesal.
2360Please respect copyright.PENANAThb83tWYB0
“Benar juga ya.. atau gini.. kita buat kita dan dia sama-sama memegang kartu. Kalau dia ngadu tapi nggak ada bukti juga gak ada yang percaya..” ujarku.
2360Please respect copyright.PENANA8O7gcwEvOX
2360Please respect copyright.PENANAaGzHjLQt83
Sontak aku dan Buk Tuti berpandangan. Untunglah pada saat aku memapahnya ke mobil Buk Tuti ternyata mengamankan tas Buk Endang.
2360Please respect copyright.PENANAJBNx8Vlh9O
“Saya periksa HP-nya..” ujar Buk Tuti mengerti maksudku. Buk Tuti memeriksa tas Bu Endang. Didapatinya 2 buah handphone.
2360Please respect copyright.PENANAXOYOCUnSBT
2360Please respect copyright.PENANAtXU9KDxebT
Satu berkamera satu tidak berkamera. Buk Tuti membuka HP Buk Endang yang berkamera dan tampak memeriksa isi HP Buk Endang.
2360Please respect copyright.PENANA97WKXP4oy7
“Saya sudah liat semua file di menu video nya.. gak ada kok rekaman dia tadi.. tapi biar lebih aman aku cabut aja memori HP nya..” ujar Buk Tuti dengan cekatan mencabut memori HP Buk Endang dan memasukkan ke dalam tasnya.
2360Please respect copyright.PENANA0tSm48RCA3
2360Please respect copyright.PENANAeowfhGr637
Terkadang aku kagum juga dengan kepintaran do’i.
2360Please respect copyright.PENANAqUm6FzzaqX
“Terus, kita apakan dia?” ujarku meminta saran.
2360Please respect copyright.PENANAhU9vjoZIp9
“Bawa aja ke rumah kamu dulu, baru nanti kita pikir,” ujar Buk Tuti.
2360Please respect copyright.PENANAKSgtErLYBi
Aku pikir benar juga. Kalau seandainya Buk Endang ini sadar di mobil saat kami masih berjalan bisa repot jadinya.
2360Please respect copyright.PENANAT8zXD4Kz7F
2360Please respect copyright.PENANAuefKmxWMsz
Dia pasti akan berteriak minta tolong. Kalau di rumahku yang besar jeritanannya bakal gak kedengaran dari luar.
2360Please respect copyright.PENANAvAmy6nGFW7
2360Please respect copyright.PENANAeqqt4rrdLj
Persis kejadiannya sama saat aku memperkosa Buk Tuti pertama kali. Aku menjadi tersenyum sendiri mengingatnya.
2360Please respect copyright.PENANASK0TgtHBVF
Aku pun membelokkan mobil menuju arah rumahku dengan kecepatan tinggi. Buk Tuti sendiri masih mengawasi Buk Endang dan untungnya Buk Endang itu masih tertidur.
2360Please respect copyright.PENANAZWwcGR3578
Sesampai di rumah aku membuka pagarku berikut garasi, lalu memasukkan mobil ke dalam. Setelah menutup kembali garasi.
2360Please respect copyright.PENANAzlyJJIHZVy
Aku dan Buk Tuti keluar dari mobil, dan aku memondong tubuh Buk Endang ke dalam rumahku.
2360Please respect copyright.PENANAMDMmSsoBO1
2360Please respect copyright.PENANAHK2tgraFwF
Buk Endang kubawa ke dalam kamarku dan membaringkannya di ranjang.
2360Please respect copyright.PENANAWSps9yiWxK
2360Please respect copyright.PENANA1YuyDY0RP1
Aku dan Buk Tuti berpandangan. Bingung apa yang akan kami perbuat.
2360Please respect copyright.PENANAsgWljcYReQ
Kemudian terlintas sebuah ide di otakku, namun Buk Tuti tak boleh berada di rumah. Setelah lama berfikir aku mengutarakan pada Buk Tuti.
2360Please respect copyright.PENANAFnE3iPtJgp
“Buk.. bagaimana kalau saya telepon kawan saya di sekitar rumah, lalu saya bayar dia, gunanya kita suruh dia tidur di samping Buk Endang ini seolah-olah mereka berselingkuh. Nanti kita foto mereka saat tiduran dan aku cetak.. Lalu saat Buk Endang sadar kita perlihatkan foto itu dan kita ancam kalau dia mengadukan perbuatan kita di kampus tadi, foto-foto dia tidur bersama temanku itu kita sebar di internet..”
2360Please respect copyright.PENANASwfJOlZVSD
Buk Tuti hanya mengangguk-angguk.
2360Please respect copyright.PENANAulXpeRCB51
“Kamu memang licik Bryan..” ejeknya sinis. Mungkin dia merasa ingat saat aku menjebaknya untuk tidur kali pertama. Tapi do’i sampai sekarang tak sadar bahwa aku membiusnya bercampur obat perangsang hingga do’i menyerahkan keperawanannya padaku saat itu.
2360Please respect copyright.PENANAJazlAf5qng
“Lha.. Cuma cara ini yang bisa membuatnya bungkam bu..” ujarku.
2360Please respect copyright.PENANAdrJryB7Bja
“Terserah kamulah.. kepala saya sudah pusing dan bingung memikirkan ini,” ujarnya pasrah.
2360Please respect copyright.PENANAohMuGOSQcH
“Tapi kalau bisa Ibu jangan ikut serta. Jadi biar seolah-olah saya yang jadi tumbal. Saya yang memeras. Kalau Buk Endang tahu. Hubungan Ibu dan Buk Endang jadi makin tidak enak.”
2360Please respect copyright.PENANAkGFwK1bRQB
“Iya sih.. Buk Endang ini kan dosen senior.. jadi saya pura-pura tidak tahu saja agar ke depannya urusan saya lancar,” ujarnya mengalah.
2360Please respect copyright.PENANAKBWaA1pdSS
“Benar… ibu pura-pura tidak tahu saja saat dia tanya saat sadar.” ujarku berbinar. Kata-kataku tampaknya termakan oleh Buk Tuti.
2360Please respect copyright.PENANAeLir2qVNWR
“Jadi sementara saya telepon teman saya, Ibu di kamar lain saja ya.. jangan sampai terlihat oleh Buk Endang kalau Ibu berada bersamaku di rumah ini.” kataku.
2360Please respect copyright.PENANAKkqJ6ZLSdp
“Kalau gitu saya pulang ke kost-an sajalah.. pakai taksi.. sambil ganti pakaian dan mandi… nanti kalau udah selesai kamu mesti kasih tahu saya..” ujarnya.
2360Please respect copyright.PENANAMm4akXjw7L
“Sip..” ujarku dengan mata berbinar.
2360Please respect copyright.PENANA5xkRUhBx88
“Tapi kamu nggak ada niat bercinta dengan dia kan..?” selidik Buk Tuti curiga.
2360Please respect copyright.PENANA4kMYmBbEJC
“Ya elah sayangku… mana mungkin aku bercinta sama wanita yang udah mau jadi nenek-nenek kayak dia..??” ujarku tergelak dan pura-pura menepuk jidat sendiri.
2360Please respect copyright.PENANAeXHxRRaVVg
“Udah alot tau.. “ejekku. Disambut tawa Buk Tuti.
2360Please respect copyright.PENANANXtCUgBrKw
Kami berpelukan erat… Setelah itu aku menelepon taksi untuk menjemput Buk Tuti kekasihku itu.
2360Please respect copyright.PENANAQWT2OjmrUh
Kelanjutannya ada di link bawah ini.
https://victie.com/novels/dosen-galak
ns216.73.217.9da2


