🚗 Pelarian dari Kampus
Mendengar itu aku merasa keberuntungan memang berpihak padaku.
2187Please respect copyright.PENANAwhd0XvxZFs
2187Please respect copyright.PENANAuZwTu2eUuU
Karena jika seandainya dia ikut mengantar Bu Endang ke rumah sakit otomatis kerjaan dia akan repot.
2187Please respect copyright.PENANAFPoH3gkZDU
2187Please respect copyright.PENANAH8kHQgQzRi
Belum lagi dia meninggalkan pos penjagaan atau memanggil rekan-rekannya.
2187Please respect copyright.PENANAEcdTFKs1us
“Sip.. aman itu bang. Kalau bisa dosen yang lain jangan tahu juga.. kalau terlalu banyak yang tahu kita berdua juga yang pusing meladeni pertanyaan mereka.. bantu tidak, tapi nanyanya banyak.. ya kan bang,” ujarku mencoba mencuci otaknya.
2187Please respect copyright.PENANADhuN1Gk4En
“Benar itu Brian.. kamu atur aja,” ujarnya menepuk pundakku.
2187Please respect copyright.PENANAyApsxIq56u
Melihat satpam kampus sudah bisa kukelabui, maka aku pun pamit untuk menjemput Buk Tuti dan Buk Endang di ruangan C, yakni ruangan kerja Buk Tuti.
2187Please respect copyright.PENANAplZYwUBCs6
2187Please respect copyright.PENANAvMVno7zEYl
Aku pun membawa mobil ke arah kamar mandi. Di sana Buk Tuti sudah menunggu dengan raut cemas.
2187Please respect copyright.PENANALPSmH9i8aH
“Lama banget kamu Bry.. untung gak ada orang ke sini .. “sungutnya.
2187Please respect copyright.PENANAS36Mlj4Bbd
“Santai say… tadi aku lagi mengelabui satpam. Biar dia gak ikut dan gak ke sini. Pokoknya semua sudah aman. Sekarang mari kita bawa dia ke dalam mobil,” ujarku.
2187Please respect copyright.PENANAWGaG0BJQpb
Aku membuka pintu samping belakang mobilku. Lalu aku menggendong Buk Endang yang masih tak sadarkan diri dan meletakkan tubuhnya di jok belakang mobilku.
2187Please respect copyright.PENANA2y6IjyjU6C
2187Please respect copyright.PENANAOR7aemFDZk
Karena cuma ada dua jok dalam mobilku ini.
2187Please respect copyright.PENANAlc1t36qiVH
Buk Tuti mengawasi dengan wajah was-was, do’i tampak gelisah dan melihat kiri kanan, mengawasi dan memastikan tidak ada orang yang melihat aku memasukkan Buk Endang ke dalam mobilku.
2187Please respect copyright.PENANARXc5M5KMM7
2187Please respect copyright.PENANAreT7HLaYJa
Setelah semua beres aku memberi isyarat pada Buk Tuti agar masuk ke mobil.
2187Please respect copyright.PENANAPRexzjE1T3
“Bentar Bry.. saya kunci dulu kantor saya ..” ujarnya tergesa-gesa masuk ke dalam ruangannya.
2187Please respect copyright.PENANANCYY9ethlM
2187Please respect copyright.PENANAXsaHmbuYeX
Tak lama kemudian Buk Tuti keluar membawa tasnya dan mengunci kantornya. Setelah itu do’i langsung masuk ke dalam mobil dan duduk di sampingku.
2187Please respect copyright.PENANAT05oSeRuX0
“Mau ke mana kita bawa dia Bryan? “tanya Buk Tuti cemas.
2187Please respect copyright.PENANAayRLBSCDIT
“Yang penting kita keluar dari kampus dulu baru kita pikir..” ujarku sambil menjalankan mobil beranjak keluar meninggalkan kampusku.
2187Please respect copyright.PENANA62DzpC6Dfa
Sesampai di jalan aku dan Buk Tuti berfikir mau ke mana dan mau diapakan Buk Endang yang masih pingsan itu.
2187Please respect copyright.PENANASJN3Y47m8S
“Bawa ke rumah aku aja sementara say..” ujarku masih berfikir.
2187Please respect copyright.PENANA5pHjuhY2p3
“Terus mau diapain di sana? “tanya Buk Tuti bingung.
2187Please respect copyright.PENANAdPwog4GDUH
“Kita paksa dia agar tidak membocorkan apa yang dia lihat tadi,” tambahku sekenanya.
2187Please respect copyright.PENANAW93CKFjEIg
“Terus mau kamu apain? Kamu siksa? Biar dia tidak mengadu.. percuma Bryan.. dia pasti bakal ngadu ..” ujar Buk Tuti kesal.
2187Please respect copyright.PENANAgFCVtfKYkI
“Benar juga ya.. atau gini.. kita buat kita dan dia sama-sama memegang kartu. Kalau dia ngadu tapi nggak ada bukti juga gak ada yang percaya..” ujarku.
2187Please respect copyright.PENANAti6qFakAp6
2187Please respect copyright.PENANANzrZs10jSw
Sontak aku dan Buk Tuti berpandangan. Untunglah pada saat aku memapahnya ke mobil Buk Tuti ternyata mengamankan tas Buk Endang.
2187Please respect copyright.PENANAK0wqW9Rx3O
“Saya periksa HP-nya..” ujar Buk Tuti mengerti maksudku. Buk Tuti memeriksa tas Bu Endang. Didapatinya 2 buah handphone.
2187Please respect copyright.PENANAvQaDDWBOJD
2187Please respect copyright.PENANAamHIdj3PPe
Satu berkamera satu tidak berkamera. Buk Tuti membuka HP Buk Endang yang berkamera dan tampak memeriksa isi HP Buk Endang.
2187Please respect copyright.PENANAgHPoJYgrv0
“Saya sudah liat semua file di menu video nya.. gak ada kok rekaman dia tadi.. tapi biar lebih aman aku cabut aja memori HP nya..” ujar Buk Tuti dengan cekatan mencabut memori HP Buk Endang dan memasukkan ke dalam tasnya.
2187Please respect copyright.PENANAEdomi9CsVf
2187Please respect copyright.PENANAdMzyo4aosb
Terkadang aku kagum juga dengan kepintaran do’i.
2187Please respect copyright.PENANAiOOPzOvlBe
“Terus, kita apakan dia?” ujarku meminta saran.
2187Please respect copyright.PENANAligOEbltgy
“Bawa aja ke rumah kamu dulu, baru nanti kita pikir,” ujar Buk Tuti.
2187Please respect copyright.PENANAYfRriDxgY9
Aku pikir benar juga. Kalau seandainya Buk Endang ini sadar di mobil saat kami masih berjalan bisa repot jadinya.
2187Please respect copyright.PENANAcVTf9h43BJ
2187Please respect copyright.PENANArh7EL16EPr
Dia pasti akan berteriak minta tolong. Kalau di rumahku yang besar jeritanannya bakal gak kedengaran dari luar.
2187Please respect copyright.PENANAoteawsraP4
2187Please respect copyright.PENANA3gAn5E4MnH
Persis kejadiannya sama saat aku memperkosa Buk Tuti pertama kali. Aku menjadi tersenyum sendiri mengingatnya.
2187Please respect copyright.PENANADD7n5Loyr8
Aku pun membelokkan mobil menuju arah rumahku dengan kecepatan tinggi. Buk Tuti sendiri masih mengawasi Buk Endang dan untungnya Buk Endang itu masih tertidur.
2187Please respect copyright.PENANAhQv96IdTHl
Sesampai di rumah aku membuka pagarku berikut garasi, lalu memasukkan mobil ke dalam. Setelah menutup kembali garasi.
2187Please respect copyright.PENANAlVVjDKe5e0
Aku dan Buk Tuti keluar dari mobil, dan aku memondong tubuh Buk Endang ke dalam rumahku.
2187Please respect copyright.PENANA8OZL2rAPHf
2187Please respect copyright.PENANAca4DcNkNgw
Buk Endang kubawa ke dalam kamarku dan membaringkannya di ranjang.
2187Please respect copyright.PENANAUzpjLoHvoX
2187Please respect copyright.PENANACs6oBKKPuQ
Aku dan Buk Tuti berpandangan. Bingung apa yang akan kami perbuat.
2187Please respect copyright.PENANAwcZdnobqU9
Kemudian terlintas sebuah ide di otakku, namun Buk Tuti tak boleh berada di rumah. Setelah lama berfikir aku mengutarakan pada Buk Tuti.
2187Please respect copyright.PENANAWVVkygrodB
“Buk.. bagaimana kalau saya telepon kawan saya di sekitar rumah, lalu saya bayar dia, gunanya kita suruh dia tidur di samping Buk Endang ini seolah-olah mereka berselingkuh. Nanti kita foto mereka saat tiduran dan aku cetak.. Lalu saat Buk Endang sadar kita perlihatkan foto itu dan kita ancam kalau dia mengadukan perbuatan kita di kampus tadi, foto-foto dia tidur bersama temanku itu kita sebar di internet..”
2187Please respect copyright.PENANAFbVuxvK5Ro
Buk Tuti hanya mengangguk-angguk.
2187Please respect copyright.PENANAiVQL3dwPCS
“Kamu memang licik Bryan..” ejeknya sinis. Mungkin dia merasa ingat saat aku menjebaknya untuk tidur kali pertama. Tapi do’i sampai sekarang tak sadar bahwa aku membiusnya bercampur obat perangsang hingga do’i menyerahkan keperawanannya padaku saat itu.
2187Please respect copyright.PENANAgTDrsWa8D1
“Lha.. Cuma cara ini yang bisa membuatnya bungkam bu..” ujarku.
2187Please respect copyright.PENANAGviJfO4uGp
“Terserah kamulah.. kepala saya sudah pusing dan bingung memikirkan ini,” ujarnya pasrah.
2187Please respect copyright.PENANAJClDBO3b9C
“Tapi kalau bisa Ibu jangan ikut serta. Jadi biar seolah-olah saya yang jadi tumbal. Saya yang memeras. Kalau Buk Endang tahu. Hubungan Ibu dan Buk Endang jadi makin tidak enak.”
2187Please respect copyright.PENANAkBksMTLTgi
“Iya sih.. Buk Endang ini kan dosen senior.. jadi saya pura-pura tidak tahu saja agar ke depannya urusan saya lancar,” ujarnya mengalah.
2187Please respect copyright.PENANA5Rv9fjBL7T
“Benar… ibu pura-pura tidak tahu saja saat dia tanya saat sadar.” ujarku berbinar. Kata-kataku tampaknya termakan oleh Buk Tuti.
2187Please respect copyright.PENANAC4sHsmW8XV
“Jadi sementara saya telepon teman saya, Ibu di kamar lain saja ya.. jangan sampai terlihat oleh Buk Endang kalau Ibu berada bersamaku di rumah ini.” kataku.
2187Please respect copyright.PENANA20GMALLSXm
“Kalau gitu saya pulang ke kost-an sajalah.. pakai taksi.. sambil ganti pakaian dan mandi… nanti kalau udah selesai kamu mesti kasih tahu saya..” ujarnya.
2187Please respect copyright.PENANAlOh6DB21YT
“Sip..” ujarku dengan mata berbinar.
2187Please respect copyright.PENANAgy1cq0XIXw
“Tapi kamu nggak ada niat bercinta dengan dia kan..?” selidik Buk Tuti curiga.
2187Please respect copyright.PENANA34E8t3aODA
“Ya elah sayangku… mana mungkin aku bercinta sama wanita yang udah mau jadi nenek-nenek kayak dia..??” ujarku tergelak dan pura-pura menepuk jidat sendiri.
2187Please respect copyright.PENANAuAKaGP7zgK
“Udah alot tau.. “ejekku. Disambut tawa Buk Tuti.
2187Please respect copyright.PENANAhY18tD2IAm
Kami berpelukan erat… Setelah itu aku menelepon taksi untuk menjemput Buk Tuti kekasihku itu.
2187Please respect copyright.PENANA5MLj4w3R5T
Kelanjutannya ada di link bawah ini.
https://victie.com/novels/dosen-galak
ns216.73.217.22da2


