“Gimana sayang..? enak..? Puas gak dioral?” tanya Buk Tuti dengan membuka laci mejanya dan mengambil tisu.
2946Please respect copyright.PENANAu3IU8qUTb9
2946Please respect copyright.PENANAmDacg9A2tm
Do’i terlihat membersihkan sisa muncratan spermaku di mulutnya.
2946Please respect copyright.PENANAYjjwf9YA8y
“Pu.. Puas deh.. puas ..” sahutku senang dengan napas berat dan masih lelah.
2946Please respect copyright.PENANAz6S11pHI7h
Buk Tuti tersenyum nakal, do’i sekarang sungguh nakal dan liar.
2946Please respect copyright.PENANASE9R2lU8UV
2946Please respect copyright.PENANAjKAH7BWMrd
Otaknya sudah penuh dengan fantasi seks yang liar. Mungkin karena kuatnya otaknya berfikir hingga membuat libido seksnya menjadi setinggi ini.
2946Please respect copyright.PENANAvNzUzu1M8U
“Bagusss.. kamu istirahat dulu.. butuh minum?” tanya Buk Tuti.
2946Please respect copyright.PENANAd5qdjs2NAy
“Yaaa.. terserah minum apa saja.. susu juga boleh,” candaku nakal.
2946Please respect copyright.PENANA9HHor7EXqI
“Iih.. jangan susu dulu.. nanti aja, ngemut susu ini aja nanti,” balas Buk Tuti tertawa sambil menolehkan matanya ke arah buah dadanya yang menggantung indah itu.
2946Please respect copyright.PENANAMMgSdely6Z
2946Please respect copyright.PENANA71rZvESm2O
Kemudian Buk Tuti berdiri ke arah dispenser dan menuangkan minuman kemudian memberikannya padaku.
2946Please respect copyright.PENANANskkcIEFEO
2946Please respect copyright.PENANAKvuoxSf5Qo
Puas dioral oleh Buk Tuti yang di mana kami berdua memadu birahi di ruangan kerja Buk Tuti, obsebsiku tercapai sudah dengan menggumuli do’i di kampus.
2946Please respect copyright.PENANAEqGu8SANTp
Dosen killer nan cantik ini sudah dalam kekuasaanku dan aku semakin bebas mengerjai Buk Tuti sepuasku.
2946Please respect copyright.PENANA1vnl73keSL
2946Please respect copyright.PENANAcwoIbxzea4
2946Please respect copyright.PENANAmKnNftA92L
Dengan penuh tawa kepuasan setelah mengoral penisku, Buk Tuti mengelus-elus batangku lagi
2946Please respect copyright.PENANAo6Xbb2U8ik
Dipermainkan batangku dengan tangannya yang lentik itu, disekanya peluh yang membanjir di wajahnya yang cantik itu.
2946Please respect copyright.PENANA5jsqLpi2ZT
“Nggak tahan saya melihatmu bugil say .. “ajak Buk Tuti dengan langsung memanjat tubuhku yang masih berada di atas kursi itu.
2946Please respect copyright.PENANAcT1AjBHXHO
Buk Tuti langsung menghujani aku dengan lumatan ganas dan liar, sehingga aku kembali meladeni nafsu bejat Buk Tuti ini.
2946Please respect copyright.PENANADM8aECjCBl
2946Please respect copyright.PENANATHmUELRyXy
Kupegang kepalanya dan kami saling melumat dengan penuh keliaran, tangan Buk Tuti menekan ke dadaku, sedang aku memegang buah dadanya dan kuremas sekuatku.
2946Please respect copyright.PENANA1JHcO9U2ZF
“Bryaannnn… aaaah… aaaah… teruuuuss.. sayaaaaang.. remeesssss… “lenguh Buk Tuti tak tahan akan remasanku di buah dadanya, nafsu do’i amat liar.
2946Please respect copyright.PENANAAdU40RSIJe
2946Please respect copyright.PENANAWo54X34UqM
Aku tak percaya bahwa nafsu do’i sekuat ini. Di balik penampilannya yang alim ternyata kenakalan dan keliaran Buk Tuti semakin menjadi-jadi.
2946Please respect copyright.PENANAfXqzECznXK
Kami terus saling meraba-raba di kursi kerja milik Buk Tuti, dengan bertelepak di sandaran kursi kerja itu Buk Tuti terus menyerbuku, kakiku mancal ke atas meja. Sekarang Buk Tuti menduduki selangkanganku.
2946Please respect copyright.PENANA885Jf0z0YC
2946Please respect copyright.PENANA7MARl1Hwqp
2946Please respect copyright.PENANAj5a9rZWx3Y
Teriakan dan erangan kami bersahutan di ruangan yang sepi itu.
2946Please respect copyright.PENANALHzAzDPUe4
Tubuh Buk Tuti sudah berpeluh itu semakin rakus, dingin AC dalam ruangan itu menambah gairah kami untuk saling menggumuli.
2946Please respect copyright.PENANAc0bRpMoxWa
2946Please respect copyright.PENANAzB5593eSCe
Batinku Buk Tuti ingin melampiaskan semua beban emosinya dengan mencapai orgasme.
2946Please respect copyright.PENANASpjj2W6RjF
2946Please respect copyright.PENANAFfi0m2NdC7
Dengan liar dan nakal do’i mundur menggeser posisi duduknya kemudian memegang batangku dan dikocok lagi agar ngaceng, sedang vaginanya digesek-gesekkannya ke pahaku.
2946Please respect copyright.PENANAFl7029xdUr
“Masukin yuk Bryann.. saya nggak tahan nih.. pleasee..“ bujuk Buk Tuti dengan mengorek vaginanya sendiri agar melebar.
2946Please respect copyright.PENANAe4CVIa1kMg
2946Please respect copyright.PENANAAr1Jl4ShVL
Dengan gemas penisku diarahkan ke vaginanya dan menekan dengan mantap dan tenaga besar.
2946Please respect copyright.PENANAnzIlEob8ni
“Uuuhhh… aaaah.. pelaaan aaah.. jangan dipaksa… “keluhku dengan ulah Buk Tuti yang sangat binal dan liar itu, Buk Tuti menggodaku dengan tersenyum.
2946Please respect copyright.PENANAPZkoW6LgXP
“Kamu ketagihan ama punya ku yaa?” tanya Buk Tuti dengan tersenyum dan pelan-pelan menekan ke batangku sehingga penisku masuk ke dalam vaginanya yang becek itu.
2946Please respect copyright.PENANAyBGEaloZd7
“Uuhh… sayaaang kuuuu..“ sapaku mesra.
2946Please respect copyright.PENANAq6yV2y1mZ3
“Ya, sayaaang.. enak ya say …?“ goda Buk Tuti dengan gemas.
2946Please respect copyright.PENANAlbUGGsKq8R
“Iiyaaa hhh .. “balasku dengan gemas.
2946Please respect copyright.PENANAjM5h6lS2qX
Pelan-pelan penisku melesak sampai setengahnya, Buk Tuti meringis keenakan.
2946Please respect copyright.PENANAFejUBT2vhA
“Aaaaauh… hhhssss… mmmm… “lenguh Buk Tuti dengan bertalu-talu.
2946Please respect copyright.PENANAJh7m0ZBWZH
Aku merasakan batangku mulai terjepit luar biasa di vagina Buk Tuti.
2946Please respect copyright.PENANAUgIvraNaAO
2946Please respect copyright.PENANAEcxbKv0Mg4
Menahan bobot Buk Tuti tak seberapa, namun tekanan dan jepitan di vagina Buk Tuti terasa berat juga, apalagi aku belum sempat mengoralnya, Buk Tuti udah minta dimasukin dan disetubuhi.
2946Please respect copyright.PENANAc73HvWbo7m
“Ayoo.. sayangg.. turunkan pinggul muu..” ajakku pada Buk Tuti yang juga meringis merasakan besarnya kontolku yang menerobos belahan kewanitaannya.
2946Please respect copyright.PENANAXGtbTcGxZU
“Begini ya sayyy… ujar Buk lalu melumat bibirku dengan rakus dan langsung menekan pantatnya turun sehingga batangku semakin amblas.
2946Please respect copyright.PENANAonjYx5jREK
2946Please respect copyright.PENANAQGzrSChJmg
Tak terasa aku sendiri semakin kepayahan menghadapi libido selingkuhan ku ini.
2946Please respect copyright.PENANAgWVlAclnid
Nafsunya semakin meninggi semenjak aku sering menidurinya.
2946Please respect copyright.PENANA6HmR1u6Bt1
Dengan susah payah akhirnya batangku ludes dalam vagina Buk Tuti, dengan penuh tawa menggoda Buk Tuti dengan pelan-pelan menaikkan pantatnya.
2946Please respect copyright.PENANAL7nMoT3D98
Kakinya dipancalkan dengan membuka lebar ke sandaran tangan kursi itu. Aku menjadi lumayan nyaman dengan posisi do’i yang mulai bergerak menggenjotku naik turun itu.
2946Please respect copyright.PENANAa9uNoL94oR
“Mmmmmmmmmffffffff… aaaah.. mmmmmaaaahhhh.. fffuuuuuuuh “lenguh Buk Tuti merasakan tusukan batangku keluar masuk vaginanya.
2946Please respect copyright.PENANAMDm91yqEfy
2946Please respect copyright.PENANAIQ4k1420B7
2946Please respect copyright.PENANAmViwgPnRts
Gerakan tubuh Buk Tuti tetap saja pelan dengan napas ditahannya, penisku dibuat keluar masuk dengan lancar walau pelan-pelan Buk Tuti menggenjotku.
2946Please respect copyright.PENANA5SrkgmSd62
“Kesalahan fatal sayy.. akibat ngocok penisku aku jadi susah keluar,” kataku dengan memegang pinggang Buk Tuti.
2946Please respect copyright.PENANACQyrVcOJps
“Saya goyang yaaa…” ujar Buk Tuti dengan tersenyum dan tetap bergerak pelan-pelan memberikan remasan pada batangku.
2946Please respect copyright.PENANAld7GZD6WDZ
“Oooh… sayang… terusssss… uugghh… enak nyaaaaa. Jepitan punyamu…” timpalku dengan menciumi bibir do’i dengan pagutan ringan.
2946Please respect copyright.PENANAXNHPbwHX5Z
2946Please respect copyright.PENANA5PwmJfODtf
Mendengar itu Buk Tuti menggenjotku lebih cepat sedikit.
2946Please respect copyright.PENANA4UYFrAnw9P
“Naaaah.. enak sayaanggg.. enaaak aaah.. yuuuk kita tuntaskan…” ajakku dengan memegang pantat Buk Tuti dan meremasnya lagi.
2946Please respect copyright.PENANAbLiO7rnBJW
“Yaaaaaaa.. remes sayanggh remassssss… terus bokong kkuuuuu… hhhh… “lenguh Buk Tuti dengan terus bertahan naik turun dengan mantap, gerakannya dipercepat lagi dan kini malah menjadi liar.
2946Please respect copyright.PENANApB6KevdjLh
“Bu.. aaaaaaaah.. aahhhhhhh.. aaaah,” lenguhku menghadapi gerakan Buk Tuti yang liar itu.
2946Please respect copyright.PENANA7fNn4Cq0W7
2946Please respect copyright.PENANAEOh0MOShm2
Badannya naik turun dengan liar dan cepat menghujamkan vaginanya di batangku yang tegak perkasa itu.
2946Please respect copyright.PENANAHSmzPGbVfU
“Ooooohhh… aaaaaaaaah.. biaaar aaaah.. biaaaar ..” teriak Buk Tuti dengan gemas dan nakal.
2946Please respect copyright.PENANAOtQzrKXIQO
Kami terus saling memacu dengan liar, genjotan Buk Tuti semakin brutal. Sehingga aku langsung meladeni dengan meremas buah dadanya dengan keras dan kasar.
2946Please respect copyright.PENANAQm8ujfZlnd
2946Please respect copyright.PENANAyy3LgF8XhS
Kelanjutannya ada di link bawah ini
https://victie.com/novels/dosen-galak
victie.com/app/author/1385144
ns216.73.216.179da2


