“Gimana sayang..? enak..? Puas gak dioral?” tanya Buk Tuti dengan membuka laci mejanya dan mengambil tisu.
2753Please respect copyright.PENANAyVfVWpaqcK
2753Please respect copyright.PENANAEZxbqclXI7
Do’i terlihat membersihkan sisa muncratan spermaku di mulutnya.
2753Please respect copyright.PENANACnXNtlHwJK
“Pu.. Puas deh.. puas ..” sahutku senang dengan napas berat dan masih lelah.
2753Please respect copyright.PENANAZ6XA1MAxwB
Buk Tuti tersenyum nakal, do’i sekarang sungguh nakal dan liar.
2753Please respect copyright.PENANAwULUv50qLo
2753Please respect copyright.PENANAGhc6w1OZ3d
Otaknya sudah penuh dengan fantasi seks yang liar. Mungkin karena kuatnya otaknya berfikir hingga membuat libido seksnya menjadi setinggi ini.
2753Please respect copyright.PENANA9pdwNH5wtu
“Bagusss.. kamu istirahat dulu.. butuh minum?” tanya Buk Tuti.
2753Please respect copyright.PENANAaSa7waMA0H
“Yaaa.. terserah minum apa saja.. susu juga boleh,” candaku nakal.
2753Please respect copyright.PENANAuZc8jE3cyj
“Iih.. jangan susu dulu.. nanti aja, ngemut susu ini aja nanti,” balas Buk Tuti tertawa sambil menolehkan matanya ke arah buah dadanya yang menggantung indah itu.
2753Please respect copyright.PENANA8Se17q4piB
2753Please respect copyright.PENANAiTusyicry1
Kemudian Buk Tuti berdiri ke arah dispenser dan menuangkan minuman kemudian memberikannya padaku.
2753Please respect copyright.PENANA0qoPM0HGPc
2753Please respect copyright.PENANAKepYFVNWlX
Puas dioral oleh Buk Tuti yang di mana kami berdua memadu birahi di ruangan kerja Buk Tuti, obsebsiku tercapai sudah dengan menggumuli do’i di kampus.
2753Please respect copyright.PENANAZ5au1gHhSO
Dosen killer nan cantik ini sudah dalam kekuasaanku dan aku semakin bebas mengerjai Buk Tuti sepuasku.
2753Please respect copyright.PENANA0ad0Vk5FFr
2753Please respect copyright.PENANAlmyBhcYJhw
2753Please respect copyright.PENANAyPTZw1Ucnz
Dengan penuh tawa kepuasan setelah mengoral penisku, Buk Tuti mengelus-elus batangku lagi
2753Please respect copyright.PENANAufLuABX3lv
Dipermainkan batangku dengan tangannya yang lentik itu, disekanya peluh yang membanjir di wajahnya yang cantik itu.
2753Please respect copyright.PENANAlOZHB6cBLm
“Nggak tahan saya melihatmu bugil say .. “ajak Buk Tuti dengan langsung memanjat tubuhku yang masih berada di atas kursi itu.
2753Please respect copyright.PENANA8s49Snkuh0
Buk Tuti langsung menghujani aku dengan lumatan ganas dan liar, sehingga aku kembali meladeni nafsu bejat Buk Tuti ini.
2753Please respect copyright.PENANAV98uflXHTl
2753Please respect copyright.PENANAZF3ci65ytn
Kupegang kepalanya dan kami saling melumat dengan penuh keliaran, tangan Buk Tuti menekan ke dadaku, sedang aku memegang buah dadanya dan kuremas sekuatku.
2753Please respect copyright.PENANANHwPIyDeVz
“Bryaannnn… aaaah… aaaah… teruuuuss.. sayaaaaang.. remeesssss… “lenguh Buk Tuti tak tahan akan remasanku di buah dadanya, nafsu do’i amat liar.
2753Please respect copyright.PENANAiXydQBHSUu
2753Please respect copyright.PENANAjSmlHUo4cD
Aku tak percaya bahwa nafsu do’i sekuat ini. Di balik penampilannya yang alim ternyata kenakalan dan keliaran Buk Tuti semakin menjadi-jadi.
2753Please respect copyright.PENANAl7Z9roXWY9
Kami terus saling meraba-raba di kursi kerja milik Buk Tuti, dengan bertelepak di sandaran kursi kerja itu Buk Tuti terus menyerbuku, kakiku mancal ke atas meja. Sekarang Buk Tuti menduduki selangkanganku.
2753Please respect copyright.PENANAxGeCASUSLE
2753Please respect copyright.PENANAjM8Tk5WmMs
2753Please respect copyright.PENANAx1lsTFCcq2
Teriakan dan erangan kami bersahutan di ruangan yang sepi itu.
2753Please respect copyright.PENANAfUJYBlvO5I
Tubuh Buk Tuti sudah berpeluh itu semakin rakus, dingin AC dalam ruangan itu menambah gairah kami untuk saling menggumuli.
2753Please respect copyright.PENANAoSdpAqWx8R
2753Please respect copyright.PENANA9azFXroC4w
Batinku Buk Tuti ingin melampiaskan semua beban emosinya dengan mencapai orgasme.
2753Please respect copyright.PENANAtO9zVeHXsy
2753Please respect copyright.PENANAsRN5QevRpW
Dengan liar dan nakal do’i mundur menggeser posisi duduknya kemudian memegang batangku dan dikocok lagi agar ngaceng, sedang vaginanya digesek-gesekkannya ke pahaku.
2753Please respect copyright.PENANASHwk625KMP
“Masukin yuk Bryann.. saya nggak tahan nih.. pleasee..“ bujuk Buk Tuti dengan mengorek vaginanya sendiri agar melebar.
2753Please respect copyright.PENANAGxCKnXKWvW
2753Please respect copyright.PENANAwDKgEY3M5S
Dengan gemas penisku diarahkan ke vaginanya dan menekan dengan mantap dan tenaga besar.
2753Please respect copyright.PENANAXHTGPMoSUX
“Uuuhhh… aaaah.. pelaaan aaah.. jangan dipaksa… “keluhku dengan ulah Buk Tuti yang sangat binal dan liar itu, Buk Tuti menggodaku dengan tersenyum.
2753Please respect copyright.PENANAToBbkiaXDk
“Kamu ketagihan ama punya ku yaa?” tanya Buk Tuti dengan tersenyum dan pelan-pelan menekan ke batangku sehingga penisku masuk ke dalam vaginanya yang becek itu.
2753Please respect copyright.PENANAgfOkh6Vp6j
“Uuhh… sayaaang kuuuu..“ sapaku mesra.
2753Please respect copyright.PENANAtNfiElRzva
“Ya, sayaaang.. enak ya say …?“ goda Buk Tuti dengan gemas.
2753Please respect copyright.PENANALcJYQmgDrS
“Iiyaaa hhh .. “balasku dengan gemas.
2753Please respect copyright.PENANAZj5yGUvIY7
Pelan-pelan penisku melesak sampai setengahnya, Buk Tuti meringis keenakan.
2753Please respect copyright.PENANASJul9RAybp
“Aaaaauh… hhhssss… mmmm… “lenguh Buk Tuti dengan bertalu-talu.
2753Please respect copyright.PENANAkHVazjNuRk
Aku merasakan batangku mulai terjepit luar biasa di vagina Buk Tuti.
2753Please respect copyright.PENANApqQvWiyXJ7
2753Please respect copyright.PENANAwh6vLrXP3o
Menahan bobot Buk Tuti tak seberapa, namun tekanan dan jepitan di vagina Buk Tuti terasa berat juga, apalagi aku belum sempat mengoralnya, Buk Tuti udah minta dimasukin dan disetubuhi.
2753Please respect copyright.PENANAXXQJn6zyTD
“Ayoo.. sayangg.. turunkan pinggul muu..” ajakku pada Buk Tuti yang juga meringis merasakan besarnya kontolku yang menerobos belahan kewanitaannya.
2753Please respect copyright.PENANAR2ce4yZEmb
“Begini ya sayyy… ujar Buk lalu melumat bibirku dengan rakus dan langsung menekan pantatnya turun sehingga batangku semakin amblas.
2753Please respect copyright.PENANAj9Tq5STFKi
2753Please respect copyright.PENANAJY7uLpqvNQ
Tak terasa aku sendiri semakin kepayahan menghadapi libido selingkuhan ku ini.
2753Please respect copyright.PENANAkuDMqx8Wka
Nafsunya semakin meninggi semenjak aku sering menidurinya.
2753Please respect copyright.PENANA2WXnsOVKfr
Dengan susah payah akhirnya batangku ludes dalam vagina Buk Tuti, dengan penuh tawa menggoda Buk Tuti dengan pelan-pelan menaikkan pantatnya.
2753Please respect copyright.PENANArBjyptkNTG
Kakinya dipancalkan dengan membuka lebar ke sandaran tangan kursi itu. Aku menjadi lumayan nyaman dengan posisi do’i yang mulai bergerak menggenjotku naik turun itu.
2753Please respect copyright.PENANAAh3tbWLywR
“Mmmmmmmmmffffffff… aaaah.. mmmmmaaaahhhh.. fffuuuuuuuh “lenguh Buk Tuti merasakan tusukan batangku keluar masuk vaginanya.
2753Please respect copyright.PENANA2xmxmgnIao
2753Please respect copyright.PENANAZ7mMgYYOdL
2753Please respect copyright.PENANA2mypdrqTpT
Gerakan tubuh Buk Tuti tetap saja pelan dengan napas ditahannya, penisku dibuat keluar masuk dengan lancar walau pelan-pelan Buk Tuti menggenjotku.
2753Please respect copyright.PENANAK69JurFkUj
“Kesalahan fatal sayy.. akibat ngocok penisku aku jadi susah keluar,” kataku dengan memegang pinggang Buk Tuti.
2753Please respect copyright.PENANAu0kBCJ0dw5
“Saya goyang yaaa…” ujar Buk Tuti dengan tersenyum dan tetap bergerak pelan-pelan memberikan remasan pada batangku.
2753Please respect copyright.PENANAKDkDWubbcs
“Oooh… sayang… terusssss… uugghh… enak nyaaaaa. Jepitan punyamu…” timpalku dengan menciumi bibir do’i dengan pagutan ringan.
2753Please respect copyright.PENANATSGAVmCjEe
2753Please respect copyright.PENANArNC7PKpO2q
Mendengar itu Buk Tuti menggenjotku lebih cepat sedikit.
2753Please respect copyright.PENANADJEKlTvEtQ
“Naaaah.. enak sayaanggg.. enaaak aaah.. yuuuk kita tuntaskan…” ajakku dengan memegang pantat Buk Tuti dan meremasnya lagi.
2753Please respect copyright.PENANAvThJ4IWmJO
“Yaaaaaaa.. remes sayanggh remassssss… terus bokong kkuuuuu… hhhh… “lenguh Buk Tuti dengan terus bertahan naik turun dengan mantap, gerakannya dipercepat lagi dan kini malah menjadi liar.
2753Please respect copyright.PENANAvxQznUkhwT
“Bu.. aaaaaaaah.. aahhhhhhh.. aaaah,” lenguhku menghadapi gerakan Buk Tuti yang liar itu.
2753Please respect copyright.PENANArEUHWcWMo1
2753Please respect copyright.PENANACU5bYl7Xip
Badannya naik turun dengan liar dan cepat menghujamkan vaginanya di batangku yang tegak perkasa itu.
2753Please respect copyright.PENANAXRCQ4ssfOn
“Ooooohhh… aaaaaaaaah.. biaaar aaaah.. biaaaar ..” teriak Buk Tuti dengan gemas dan nakal.
2753Please respect copyright.PENANA8KRtVODBD8
Kami terus saling memacu dengan liar, genjotan Buk Tuti semakin brutal. Sehingga aku langsung meladeni dengan meremas buah dadanya dengan keras dan kasar.
2753Please respect copyright.PENANAibtyznkQa8
2753Please respect copyright.PENANAuNPHfthvP2
Kelanjutannya ada di link bawah ini
https://victie.com/novels/dosen-galak
victie.com/app/author/1385144
ns216.73.217.22da2


