Pagi hari di Asterheim terasa lebih hangat daripada biasanya. Matahari menyinari genteng-genteng coklat rumah penduduk, dan deru suara orang-orang memadati jalan utama. Pedagang membuka kios mereka, anak-anak berlari-larian, dan petualang yang baru pulang dari misi berjalan sambil tertawa kecil.
Sekilas… semuanya terlihat normal.76Please respect copyright.PENANAhI7DtjJIkb
Namun Eiran merasakan sesuatu yang tak terucapkan—sebuah perubahan halus di udara.76Please respect copyright.PENANACryNuOCja9
Eiran, Lyrinella, dan Fenrir menyusuri jalan ramai itu dengan santai. Beberapa orang melambaikan tangan kepada mereka. Fenrir bahkan menjadi pusat perhatian, meski tatapan takut dan kagum bercampur jadi satu.
“Tempat ini… semakin terasa seperti rumah,” ujar Eiran pelan.
Lyrinella tersenyum lembut. “Asterheim memang hangat. Tidak seperti Aelthwyn yang sunyi.”
Fenrir mengangguk kecil.76Please respect copyright.PENANAolf3vSMGDT
Woof.76Please respect copyright.PENANAdIX2g7QEBO
Seolah menyetujui.
Mereka bertemu dengan Garruk dan party-nya yang baru keluar dari toko.
“Elara dapat busur baru!” seru Dahlia riang.
Elara tersipu, memamerkan busur elegan buatan pengrajin lokal.
Garruk menepuk bahu Eiran.76Please respect copyright.PENANA7zy2xXkpqP
“Pagi, bocah! Sudah siap kerja keras hari ini?”
“Selalu,” jawab Eiran dengan semangat.
Suasana tampak damai.76Please respect copyright.PENANAyLtObzfWKs
Hangat.76Please respect copyright.PENANAYOgpENSice
Namun… terlalu tenang untuk terasa wajar.76Please respect copyright.PENANAFFWSOZoxLz
Kepakan halus sayap burung terdengar… lalu berubah menjadi kepak panik. Lusinan burung terbang dari arah hutan Aelwyn—arah barat laut—menaik begitu cepat hingga beberapa hampir menabrak atap rumah.76Please respect copyright.PENANArr10oHYAGH
Elara menunduk sedikit, memperhatikan.76Please respect copyright.PENANAtyX9VonADT
“Pola terbangnya… aneh. Mereka tidak sedang bermigrasi.”
Fenrir berdiri tegap, bulu lehernya sedikit berdiri.76Please respect copyright.PENANAIapRAMBjEZ
“Ada sesuatu yang bangkit,” gumamnya dengan suara rendah yang hanya Eiran bisa pahami.
Roux memeriksa sebuah peti di dekat kios sayuran. Tanaman liar yang dibawa dari hutan tampak… menghitam pada ujungnya.
“Ini… bukan alami,” katanya sambil mencium aroma busuk samar.
Eiran menyentuh daun tersebut.76Please respect copyright.PENANAzmD9TTOI6J
Rasanya dingin seperti abu.
Ether Sense Eiran merespons—getaran samar, gelap, dan tidak wajar dari kejauhan.
“…Dark Ether?” bisiknya.
Lyrinella mengerutkan dahi.76Please respect copyright.PENANADYs5QsVTbd
“Ada sesuatu yang mengacaukan keseimbangan alam.”76Please respect copyright.PENANA8Qdz9nIFmB
Ketika masuk ke Guild, suasana langsung terasa kacau.
Petualang luka-luka duduk di kursi, beberapa memar, beberapa pucat.76Please respect copyright.PENANAOZz9smFR9z
Karla sibuk membagi formulir dan memanggil healer.
“Goblin mulai menyerang kamp pekerja!”76Please respect copyright.PENANA4Gg8RC8UmJ
“Dire Wolf tiba-tiba menjadi agresif—mereka berlari ke arah manusia!”76Please respect copyright.PENANAnv4mUc5Our
“Tanaman di perbatasan hutan menghitam!”
Karla menatap Eiran dengan wajah letih.76Please respect copyright.PENANAd4emw1ax6H
“Ada terlalu banyak laporan aneh minggu ini… sesuatu terjadi di hutan.”
Eiran menelan ludah.76Please respect copyright.PENANAJrzwBngFO1
Hatinya terasa berat.76Please respect copyright.PENANAOol2wFjMPh
Guild Master memanggil mereka ke ruangannya.
Pria tua berotot itu duduk sambil mengelus janggut.76Please respect copyright.PENANAi6hYYADJlP
Matanya tajam namun penuh kekhawatiran.
“Kalian berempat,” katanya menatap Eiran, Lyrinella, Garruk, dan Fenrir, “kalian yang paling cocok untuk tugas ini.”
Ia menyerahkan gulungan quest.
Quest Khusus: Investigasi Jejak Mutasi di Hutan Aelwyn76Please respect copyright.PENANAcjSZCbvSo0
Peringatan: Bahaya Unknown Level
Eiran menggigit bibir.76Please respect copyright.PENANA80Cvu4uufI
“Apa ini ada hubungannya dengan monster mutasi sebelumnya…?”
Fenrir menunduk mendekatinya.76Please respect copyright.PENANANMeizTmeDS
“Kau tidak sendirian sekarang.”
Eiran tersenyum tipis.76Please respect copyright.PENANAKmCGLoQFt7
“…Benar.”
Mereka menerima quest.76Please respect copyright.PENANALySHVLBcyw
Langkah mereka memasuki hutan terasa seperti menjejak pintu dunia lain.
Hutan yang biasanya penuh suara serangga kini senyap.76Please respect copyright.PENANAH8bjNqIsFY
Angin hampir tidak bergerak.76Please respect copyright.PENANAYKlP0YWipC
Kabut tipis mengambang di antara pohon-pohon.
Roux berjongkok, memeriksa tanah.76Please respect copyright.PENANArIBih4yis6
“Tidak ada jejak hewan kecil… mereka menghilang.”
Eiran memicingkan mata.76Please respect copyright.PENANAPF7DYi2F1Z
Ada bangkai kelinci di bawah pohon—tubuhnya hitam dan rapuh, seperti terbakar dari dalam.
“Dark Ether…” Eiran mengulurkan tangan, dan tanaman di sekitar kelinci tampak mengkerut seolah takut pada sentuhan sihir.
Lyrinella meraba udara.76Please respect copyright.PENANAdmOOT6fF0W
“Energi ini… bukan berasal dari alam. Ini… dibuat.”
Eiran merasakan getaran itu semakin kuat.76Please respect copyright.PENANANTBZIddQTI
Seperti panggilan yang datang dari kedalaman hutan.76Please respect copyright.PENANAgs3oTuumQX
GRAAAH!!
Terdengar gelegar dari semak-semak.76Please respect copyright.PENANABpDLh9pJHy
Seekor Forest Wolf muncul—namun bukan lagi Forest Wolf biasa.
Matanya merah gelap.76Please respect copyright.PENANAZJCOMDfd2N
Salivanya menghitam.76Please respect copyright.PENANAr0YgmJNzwi
Gerakannya tidak normal, seolah sendinya tertekuk ulang.
Eiran mengangkat tangan.76Please respect copyright.PENANAnJVXMisN6N
“Subjugation—Light!”
Cahaya menabrak tubuhnya—tetapi hanya sedikit memperlambat.
Roux menghindar.76Please respect copyright.PENANAtUomESeIem
Elara menembak beberapa panah.
Lyrinella memanggil cahaya hijau.76Please respect copyright.PENANAxNFClxH9ZC
“Spirit Arrow!”
Fenrir menerjang dari samping—pukulan es menghantam rahang monster itu.
CRACK!
Monster itu tumbang. Tubuhnya bergetar, lalu…
FSSHHH—
Tubuhnya luruh menjadi abu gelap.
Dahlia menutup mulutnya.76Please respect copyright.PENANApJvSPK0MpU
“Ini… bukan mutasi alami…”
Eiran menggenggam ujung jubahnya.76Please respect copyright.PENANAuefsZWn3fX
“Kalau ini baru permulaan… apa yang menunggu kita di dalam?”76Please respect copyright.PENANAM0zWP3QmG7
Begitu kembali, Karla tercengang melihat wajah serius seluruh party.
Guild Master mengadakan pertemuan darurat.
“Mutasi tidak normal terjadi di beberapa titik,” katanya.76Please respect copyright.PENANAB1HX4VjJJF
“Kita harus bersiap menghadapi kemungkinan buruk.”
Eiran merasakan tekanan di dadanya.
“Apakah ini… karena aku atau Fenrir…?”
Lyrinella menyentuh bahunya dengan lembut.76Please respect copyright.PENANAuzCHHqGv62
“Tidak. Ini bukan salahmu. Kau justru satu-satunya yang bisa menghentikannya.”
Eiran menatap lantai, namun pelan-pelan mengangguk.
“Ya… aku akan membantu.”76Please respect copyright.PENANAMrU61b5niW
Sementara itu… di sebuah ruangan gelap di sudut Asterheim—
Magnus duduk membungkuk, keringat membasahi dahinya.76Please respect copyright.PENANAmxTWDKZpmo
Kristal hitam di dadanya berdenyut seperti jantung tambahan.
TUMP—TUMP—TUMP.
Sosok berjubah hitam muncul di sampingnya, seolah terbuat dari bayangan.
“Waktunya,” katanya dengan nada licin.
Magnus mengangkat wajah.76Please respect copyright.PENANABE1LGe1Jeg
Mata gelapnya tampak berkilau.
“…Asterheim tidak lama lagi.”
Tatapan jubah hitam menyipit, senyumnya mengerikan.
“Bersiaplah. Episode pertama kita baru saja dimulai.”
Cahaya kristal hitam menyinari ruangan.76Please respect copyright.PENANAGRBIkWWnUw
Nyala gelapnya menyebar seperti retakan menuju seluruh kota.76Please respect copyright.PENANAXLKxlHCzy4


