Asterheim selalu dikenal sebagai kota petualang yang hidup sampai malam hari. Namun beberapa hari terakhir, suasana kota berubah. Matahari bahkan belum sepenuhnya tenggelam, tapi udara terasa berat… dingin… dan aneh.90Please respect copyright.PENANAODfunemfDn
Pagi itu, seorang peternak berlari menuju pasar sambil menarik tali hewan ternaknya yang mengamuk.
“Bantu aku! Sapi ini tiba-tiba menggila!”
Orang-orang menepi, ngeri melihat mata hewan itu memerah dan berbusa, seperti diserang mimpi buruk.
Di tempat lain, pedagang rempah mengeluh keras.
“Aku kehilangan tiga karung bumbu semalam! Tidak ada jejak, tapi aku mendengar sesuatu bergerak cepat di gudang!”
Sementara itu, lampu jalan yang seharusnya menyala otomatis tiba-tiba mati—padahal matahari masih tinggi. Bayangan bangunan tampak memanjang tidak wajar.
Para penjaga kota mulai resah.90Please respect copyright.PENANArgVHAFGP2J
Mereka bersiaga di puncak menara pengawas.
“Aku melihatnya lagi…” ujar salah satu penjaga, suaranya gemetar. “Bayangan besar… melompat dari atap ke atap!”
Di gudang gandum, bekas cakar setengah meter ditemukan di dinding.
“Apa ada monster masuk kota?” bisik seorang penjaga.
Tak ada yang menjawab.90Please respect copyright.PENANAcfRfzobPSx
Di tengah ketegangan kota, suasana hangat tercipta di dalam guild.
“Jadi… satu koin emas itu sama dengan seratus koin perak?” tanya Lyrinella dengan wajah bingung.
“Benar,” jawab Eiran sabar.
“Dan satu perak sama dengan seratus perunggu?”
“Yup.”
Lyrinella menggenggam kepalanya.90Please respect copyright.PENANAPzDikxo5jW
“A-Aku tidak mengerti! Kenapa harus berlipat-lipat begitu?!”
Fenrir duduk di samping mereka, ekornya bergoyang pelan.
“Kalian manusia dan elf… rumit sekali,” gumamnya.
Garruk dan party-nya baru masuk guild ketika melihat itu.
Dahlia menutup mulut sambil tertawa.90Please respect copyright.PENANAh7wbtUHsHG
“Elara, lihat! Eiran sekarang seperti kakak bagi Lyrinella.”
Elara tersenyum halus. “Dia banyak berubah dalam waktu singkat.”
Roux memperhatikan Eiran dalam-dalam.90Please respect copyright.PENANAmbAt0UEWSy
“Percayanya dia pada dirinya sendiri… berbeda dari sebelumnya.”
Eiran tidak sadar bahwa semua orang memperhatikannya dengan senyum hangat.
Namun momen itu tidak bertahan lama.90Please respect copyright.PENANAL7wZPOAU6e
Pintu guild terhempas.
Seorang petualang Rank D masuk dengan napas terengah-engah, wajah pucat pasi.
“A-Anjing hitam… menyerupai bayangan! Ia menyerang rumah di distrik utara!”
Semua orang langsung tegang.
“Kami menemukan bekas cakarnya… sebesar tangan manusia dewasa!” lanjutnya sambil gemetar.
Guild langsung heboh. Karla memanggil healer untuk menenangkan petualang itu.
Beberapa menit kemudian, Guild Master Varden memanggil para ketua party.90Please respect copyright.PENANA7wTP0jLY3A
Eiran dan Garruk ikut masuk ke ruangan besar di lantai dua.
Wajah Guild Master mengeras.
“Jika ini benar-benar pengaruh Dark Ether… maka Asterheim dalam bahaya besar.”
Ruangan langsung sunyi.
Ia meletakkan gulungan quest di atas meja.
Quest Investigasi Resmi90Please respect copyright.PENANAF7oEBt77tG
Tujuan: Distrik Utara – Perimeter hutan90Please respect copyright.PENANAC2Vpo3IJIv
Misi: Menemukan sumber aura gelap dan menetralisir ancaman
“Kau ikut juga, Eiran,” ujar Guild Master.90Please respect copyright.PENANAQZ3ilzoIam
“Ether Sense-mu sangat penting.”
Eiran mengepalkan tangan. “Baik.”90Please respect copyright.PENANApEvUb9b1mb
Malam itu, mereka mulai menyisir distrik utara.
Angin dingin berhembus, membawa bau lembap dari hutan.90Please respect copyright.PENANAGzgIo7JMz3
Lampu jalan beberapa kali berkedip… lalu mati seketika.
Fenrir berhenti beberapa kali, hidungnya mencium tanah.
“…Ada aroma busuk. Sama seperti mutasi di hutan,” gumamnya.
Tanaman liar di jalan setapak menghitam, seperti disedot kehidupannya.90Please respect copyright.PENANAFAJtesR1yY
Roux mengangkat lendir hitam yang menempel di rumput.
“Apa ini…?”
Lyrinella memejamkan mata, memanggil cahaya hijau lembut.90Please respect copyright.PENANA17e04fi9Qt
Spirit sense miliknya meluas.
Setelah beberapa detik, ia membuka mata dengan tatapan serius.
“Energi ini… dipaksa masuk ke dalam makhluk. Ada seseorang yang memanipulasinya.”
“Jadi mutasi ini buatan?” tanya Garruk tajam.
“…Ya.”
Suasana menjadi semakin berat.90Please respect copyright.PENANAWZAzgEenL1
Tiba-tiba krak! terdengar dari atap.
Eiran menajamkan mata. “Ada di atas!”
Bayangan hitam melompat turun—gerakannya seperti kabut yang menyatu menjadi bentuk seekor anjing besar.
Mata ungu gelap.90Please respect copyright.PENANA5giGAz4W3J
Tubuh seperti cairan hitam yang berdenyut.90Please respect copyright.PENANA5dCpPFKeCE
Taring memanjang ke luar rahangnya.
GRRRRR—RRAAAH!!!
Monster itu menyerang secepat kilat.
“Subjugation Light!”90Please respect copyright.PENANAZDh9FbQIaU
Cahaya Eiran menembus tubuhnya, membuat monster itu melengking—tapi tidak runtuh.
Lyrinella menembakkan Spirit Arrow.90Please respect copyright.PENANAXpd65nisRr
Panah hijau menembus jantung monster bayangan itu.
Fenrir menerjang, menghantamnya dengan Frost Aura.
CRACK—!!!
Tubuh monster pecah menjadi kabut hitam lalu luruh sebagai abu.
Dahlia berjongkok, menyentuh abu itu.90Please respect copyright.PENANAyEoL3jg3w8
Ia terperangah.
“Simbol ini…”90Please respect copyright.PENANAqiOXa2J9Ol
Abu itu membentuk pola rune kecil.90Please respect copyright.PENANAsQfuzjv1cG
“Aku pernah melihatnya di arsip kuno… simbol kultus yang hilang ratusan tahun lalu.”
Eiran merasakan punggungnya merinding.
“…Organisasi gelap.”90Please respect copyright.PENANAAEEattJcMi
Ketika kembali ke guild, raut Guild Master berubah drastis setelah menerima laporan.
“Kita tak lagi berhadapan dengan monster biasa,” katanya dengan suara berat.90Please respect copyright.PENANAzBB6lxHXwm
“Asterheim harus bersiap menghadapi ancaman besar.”
Ia mengumumkan pertemuan darurat untuk esok pagi.
Eiran berdiri di dekat jendela, menatap ke arah utara.
“Gelombang Dark Ether… semakin kuat,” gumamnya.
Fenrir berdiri di sampingnya, menatap langit gelap.
“Sumbernya… datang mendekat. Bukan hanya dari hutan.”
Eiran mengangguk perlahan.90Please respect copyright.PENANAuDgONa0vvA
Hatinya tidak tenang.
“Ada sesuatu yang buruk… sedang menuju ke Asterheim.”90Please respect copyright.PENANAOemqXaqcUN


