Suara gelas jatuh terdengar keras di sudut bar Asterheim.
CLANK!
Magnus, petualang Rank B yang dulunya sombong dan ditakuti, kini memabukkan dirinya setiap malam. Wajahnya merah, rambut acaknya menempel di kening berkeringat.
“Kenapa… kenapa aku bisa kalah dari bocah?” gumamnya serak, memukul meja dengan tangan gemetar.
Tak ada yang mendekat.80Please respect copyright.PENANA8OZQcLOLE6
Para petualang menghindari sudut itu seperti menghindari wabah.
“Magnus dulu kuat… apa yang terjadi dengannya?” bisik seseorang.
“Aku dengar dia dipermalukan oleh anak 12 tahun…”
Desas-desus itu menusuk telinganya seperti jarum.
Magnus mengepalkan gelasnya begitu keras hingga retak.80Please respect copyright.PENANArEwKzrKOMV
Harga dirinya—yang diukir selama bertahun-tahun—hancur dalam satu duel.
Dan guild…80Please respect copyright.PENANABT87vBhC5Y
Guild yang dulu memujinya… kini menoleh pun tidak.
Ia tertawa pahit.
“Haha… jadi Rank B macam apa aku ini…”80Please respect copyright.PENANAe01OwsRzPI
Saat Magnus meneguk minumannya lagi, pintu bar berderit pelan.
CREAK…
Udara di ruangan itu berubah dingin.80Please respect copyright.PENANAkhRyxFkHft
Obrolan petualang terhenti.
Seseorang berjubah hitam memasuki bar, langkahnya senyap seperti angin malam. Tudung hitamnya membuat wajahnya tak terlihat—hanya sepasang mata pucat yang memantulkan kilau jahat.
Ia berjalan tanpa suara ke sudut bar.80Please respect copyright.PENANAWArEME1Bfc
Ke arah Magnus.
Tanpa permisi, sosok itu duduk di depan Magnus.
Magnus mengangkat kepala, mabuk dan marah.80Please respect copyright.PENANA1PpDE9lxq0
“Mau apa kau…?”
Sosok itu tidak menjawab.80Please respect copyright.PENANAob7IqgV97Z
Ia menatap Magnus seperti menilai seekor hewan terluka.
“Magnus,” katanya dengan suara rendah dan tajam.80Please respect copyright.PENANATV6yC1jqxo
“Jenis petualang yang tumbang hanya karena kalah dari bocah… sungguh menyedihkan.”
Wajah Magnus memerah karena malu—dan marah.
“Kau… siapa?” geramnya.
“Yang melihat potensi… di balik kehancuranmu.”80Please respect copyright.PENANAWlVuQfeX7q
Sosok jubah hitam mengeluarkan benda kecil dari balik mantelnya—80Please respect copyright.PENANA8EM5Up6cG6
sebuah pecahan kristal hitam yang berdenyut perlahan seperti jantung makhluk hidup.
Ia meletakkannya di atas meja.
TOK.
Aura gelap langsung menyebar, membuat Magnus merinding.
“Apa… ini?”
“Sumber kekuatan. Kekuatan untuk… membalas dendammu pada bocah itu. Kekuatan untuk mengembalikan harga dirimu.”
Magnus menatap kristal itu, wajahnya dipenuhi keraguan dan rasa haus kekuasaan.
“Aku… tidak butuh—”
Sosok jubah hitam memotong ucapannya.
“Benarkah? Kalau begitu, terimalah sisa hidupmu seperti ini saja. Dihinakan. Dilupakan. Dijadikan bahan tertawaan.”
Magnus membeku.80Please respect copyright.PENANALcgD5ZHLfi
Ucapannya menusuk tepat di bekas luka terdalam.
Kristal itu mulai berbisik.80Please respect copyright.PENANAta3Zm0oIY0
Suara samar… kecil… namun menggoda seperti iblis.
“Kau ingin kuat…”80Please respect copyright.PENANAGRJZ690CaD
“Kau ingin membalas…”80Please respect copyright.PENANANlN23gLpq3
“Kau ingin menginjaknya kembali…”
Magnus menelan ludah.80Please respect copyright.PENANAXcKm8MNYTn
Tangan kanannya terangkat gemetar, mengarah pada kristal.
“T-Tidak… ini pasti sihir kotor…”
“Apa kau takut?” tanya Jubah Hitam, nada mengejek.80Please respect copyright.PENANAMZdtrPwLAP
“Atau… apa kau memang selemah itu?”
Kata “lemah” menusuk seperti belati.
Magnus akhirnya menggenggam kristal itu.80Please respect copyright.PENANAcTM6Dc6H5t
“A-Aaargh!”
Begitu kristal menyentuh kulitnya, cahaya hitam meledak masuk ke tubuhnya.
Aura gelap merayap dari telapak tangan menuju lengan… lalu dada.
Magnus terjatuh dari kursi, menggeliat kesakitan.80Please respect copyright.PENANAHepxM3scvG
Urat-urat gelap muncul dan memanjang, seperti akar hidup yang merambat di kulitnya.
Kristal itu menyatu ke dadanya—menanamkan diri seperti parasit.
DU-DUM.80Please respect copyright.PENANASVSkyrqfXe
DU-DUM.
Detak jantungnya berubah… menjadi ritme yang bukan miliknya.
Magnus terengah.80Please respect copyright.PENANAF65xObfsKz
Namun setelah beberapa detik, rasa sakit berganti euforia gelap.
“Kekuatan… ini…”80Please respect copyright.PENANAK3WOPwuiJ0
Ia memandangi tangannya yang mulai ditutupi energi hitam.80Please respect copyright.PENANA2LxUci9B41
“Aku bisa merasakannya… kekuatan yang… lebih kuat dari sebelumnya…”
Sosok jubah hitam berdiri, suaranya terdengar puas.
“Bagus. Kau telah menerima ‘Baptisan Ether Gelap’. Mulai sekarang… kau adalah alat kami.”
Magnus tak peduli.80Please respect copyright.PENANAtY3NY8QBLw
Ia hanya merasakan rasa kuat—dan rasa ingin membalas dendam.
“Apa yang harus kulakukan?” tanyanya dengan suara rendah.
“Tugas pertamamu…”80Please respect copyright.PENANA1kjNDvq1fn
Sosok itu menatap keluar jendela, ke arah kota yang diterangi bulan.80Please respect copyright.PENANALvIv4F9bmI
“…jatuhkan Asterheim.”
Mulut Magnus melengkung menjadi senyum bengis.80Please respect copyright.PENANAVZVoiEWMb8
Beberapa jam kemudian…
Magnus berdiri di atas bukit luar kota, menatap Asterheim yang tertidur damai di kejauhan.
Angin malam membawa suara desahannya.
“Eiran…”
Kristal hitam di dadanya berdenyut.
“…kau yang memulainya.”
Ia mengepalkan tangan yang sudah diliputi bayangan gelap.
“Aku yang akan mengakhirinya.”
Senyum jahatnya mencuat di bawah cahaya bulan.
Dan malam itu,80Please respect copyright.PENANAfvdJmpAuxN
pertanda kehancuran Asterheim baru saja lahir.80Please respect copyright.PENANAeStyjVvu8D


